Finding Ola

Finding Ola (البحث عن علا)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Finding Ola S01E03-NF-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝙉𝙚𝙩𝙛𝙡𝙞𝙭 𝙍𝙚𝙩𝙖𝙞𝙡

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-07-19
Downloads: 54
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

SECOND CHANCE ALAM ITU KECANTIKAN

Coco Mademoiselle.

Tak mungkin! Kau benar! Mengesankan!

- Sudah kubilang, 'kan? - Hei, bagaimana denganku?

- Hai. - Apa para wanita sudah gila?

Dia mengendus mereka, dan mereka senang!

Biarkan para mumi bersenang-senang. Mereka putus asa.

Aku menikah selama 13 tahun,

dan Hisham menciumku hanya saat wajahku terbakar.

- Pernikahan tidak mudah. - Tunggu. Tidak seperti ini.

Tunggu sebentar.

Boleh kurekam ucapanmu? Ola mengkritik pernikahan?

Ini harus dirayakan!

Omong-omong, bukankah sudah waktunya?

Waktu untuk apa?

Masa haidmu sudah berakhir, jadi itu tak masalah.

Dan Selim… Maksudku, Salim sudah lebih baik sekarang…

- Saatnya bersenang-senang! - Apa? Kau gila? Diam!

- Apa? - Kau gila? Putriku di sini.

- Apa kataku? - Apa perceraian berarti kebebasan? Tidak!

Di sini, perceraian adalah kebebasan bagi pria, dan penjara bagi wanita!

Syukurlah ibuku tak mendengarmu!

Di mana bintang Koleksi Wanita Emas kita? Bagaimana kau membuatnya berpose bagus?

- Bagus, 'kan? - Ya.

- Bagaimana kau meyakinkannya? - Luar biasa. Tidak.

Dia masih tak tahu kita memakai fotonya.

Astaga! Apa menurutmu Soheir tak akan tahu?

Aku yakin dia di rumah sekarang

dengan tali di tangannya agar dia bisa menggantungmu.

Ya, 'kan? Perceraian bukan hanya penjara, melainkan juga hukuman mati!

Shalimar.

- Wah! Benar. - Luar biasa!

Tujuh ratus dua puluh…

Apa itu Omnia Al Daly?

- Siapa dia? - Siapa dia?

Bagaimana mungkin kalian tak tahu Omnia Al Daly?

- Kau tak lebih keren dariku, Montasser! - Dia datang.

- Hai! - Hai!

- Permisi… - Ya?

Un Jardin Sur Le Nil. Seperti milikmu.

- Sungguh? Benar! - Benar!

Dia terlalu muda untuk itu.

Tetapi sebagai ahli di bidang ini,

parfummu ini tak cocok dengan kulitmu.

Baiklah.

- Juga tak cocok dengan zodiakmu. - Wow!

Sungguh?

Kau melakukan tugasmu dengan baik! Hebat!

Aku penggemar berat!

Maaf, aku jarang menonton televisi.

Apa pertunjukan terakhirmu?

- Hai, aku Omnia. - Omnia Al Daly.

- Hai. - Pemengaruh, narablog mode.

- Jalan-jalan dan… - Wirausahawan.

Aku lebih suka bahasa Prancis.

Kau pemilik Second Chance?

- Ya. - Selamat!

Kau sedang tren belakangan ini.

- Sungguh? - Ibuku yang memulainya.

Kalau begitu, aku harus mewawancaraimu.

Kau akan menginspirasi dua juta pengikutku!

Dia bilang dua juta…?

Itu sebuah kehormatan.

Aku baru mengenalmu. Aku selalu jadi penggemar beratmu.

- Aku tahu saluranmu. - Ibu!

- Wanita yang sangat cantik. - Ibu!

Ada apa, Sayang?

- Kau tak mengenalnya sepuluh detik lalu. - Aku tahu siapa dia sekarang.

Aku menyukainya.

- Ini nomorku, untuk wawancara… - Silakan.

- Akan kutambahkan. - Boleh aku berswafoto?

Ya, tentu. Ayo! Baiklah.

Itu nomorku.

Namanya Ola.

- Ola. - Baiklah.

- Boleh berswafoto? - Tentu!

- Aku salah satu Omnies-mu. - Terima kasih.

Di mana Ibu? Itu dia!

Ambil ini. Sepatu ini bagus untuk membersihkan tumitmu.

Dia baik dan sangat cantik!

Kenapa aku tak pernah dengar tentangnya?

Hei. Ada siaran langsung. Dia siaran langsung.

- Aku ingin menonton. Ketuk di sini? - Ya.

Hai, Omnies! Apa kabar?

Aku tak sabar menunjukkan apa yang kubeli dari bazar Natal.

Dia akan membicarakan kita. Kemarilah!

Aku membeli ini

dan bertemu Ola yang menginspirasi, pendiri Second Chance.

- Ada apa? - Tidak apa-apa. Maaf.

Jangan cemas, Semua!

Mereka bilang wanita tak bisa menyetir, 'kan?

Semuanya, kenalkan pacarku, Hisham.

- Sapa penonton. - Hai!

Tampaknya H agak pemalu.

Omong-omong, jika kau mencoba produknya, katakan pendapatmu…

Kau tahu soal ini! Kalian selalu saling melindungi.

Aku tidak tahu.

Aku melihatnya dua kali dengannya saat latihan. Katanya dia teman.

Teman!

Apa semua pria seusiamu seperti ini?

Aku akan ke atas.

- Aku tak percaya ini! - Ada apa? Aku tak mengerti.

Ya. Sebentar!

- Hai, Hisham. - Hai.

Sayang, maafkan aku.

Kau tak pantas mengetahuinya seperti itu. Seharusnya aku memberitahumu.

Kapan kau bertemu dengannya?

Bagaimana? Dia masih muda! Bagaimana kau mengenalnya?

Aku tahu kau punya pacar lain saat kita menikah.

- Berhenti! - Sudah kubilang, 'kan?

Jangan berlebihan.

Kau terluka setelah bercerai.

Dia mewawancaraiku tentang psikologi di Mesir,

untuk kanalnya.

Kanalnya.

Lagi pula, Sayang, aku takkan habiskan hidupku sendiri.

Aku harus memastikan itu layak diceritakan.

Tak semua wanita yang kukencani layak diperkenalkan kepadamu!

Tentu tidak!

Bayangkan aku mengatakan ini di depan ibu dan anakku.

Mereka akan mencabik-cabikku dan memberiku makan.

Aku tak terima ini!

Dia akan menerimanya. Serahkan dia padaku!

Omnia adalah wanita cantik dan superstar! Aku mengerti.

Aku mendengarmu, Pengkhianat!

Maaf, Pak.

Aku tak tahu kau ada di sini.

Kau menjalani krisis paruh baya sesuai buku.

Beri dia kesempatan. Dia orang baik.

Dia tak ada hubungannya dengan ini.

Selamat malam, Hisham.

Apa yang kau harapkan darinya, Ola?

Bahwa dia akan menunggumu? Dia pasti akan melanjutkan hidup.

Dahulu, dia muda dan cantik. Aku tak tahu, tetapi itu kebenarannya.

Hentikan, Nesrine.

Balas dia daripada menyuruhku diam.

Pergilah, Sayang!

"Lanjutkan"? Seolah semudah itu! Bagaimana aku bisa menemukan pria

saat hidupku tentang pekerjaan dan anak-anak?

Ini.

Di mana?

- Supermarket? - Ya.

- Apa mereka menjualnya sekarang? - Lucu sekali! Tentu saja tidak.

Jika kita berpikir dengan baik, kita akan tahu bahwa

pria yang sudah menikah akan menonton

televisi di rumah, sementara istrinya berbelanja.

Jika seseorang bertunangan atau

punya pacar, kau akan menemukan mereka berjalan seperti dua sejoli.

Kita hanya perlu membidik dan fokus.

Bagaimana dengan ini?

Gel rambut keranjang kecil…

Artinya dia berkelas, dan itu bagus.

Kita lihat lagi nanti.

Pembalut? Aku keliru dalam hal ini. Ayo lari!

Mungkin istrinya baru melahirkan, dan dia tak bisa belanja.

- Dia menatapku. - Kau gila!

Mari kita lihat. Bagaimana dengan ini?

- Ini? - Ya.

Lumayan.

- Keranjang menunjukkan dia lajang. - Bagus.

- Kau mengerti. - Ya.

- Aku harus bagaimana? - Bicaralah kepadanya.

- Bicaralah kepadanya. - Ya. Pergi.

Lakukan.

Omong-omong, aku bisa membantumu.

Jika kau tak bisa memutuskan, tak menikah tanpa anak.

- Bagaimana kau tahu aku belum menikah? - Apa?

- Bagaimana kau tahu aku belum menikah? - Dari keranjang!

Dari hal-hal yang kau…

- Kau ingin mencuri dompetku, 'kan? - Tidak!

- Ya, benar! - Tidak, ini kencan.

Jangan salah paham. Pak!

- Apa itu? Apa yang terjadi? - Lihat?

- Ada apa? - Dr. Ola!

- Mari. - Ada apa?

- Dokter Ola! - Itu ayah Zeina. Diam.

- Itu pria kita, seorang duda. - Tidak. Dia membosankan.

Akan kuhubungi dia. Ayo pergi. Ayo!

Dr. Marwan! Kejutan yang menyenangkan!

- Apa kabar? - Baik. Kau?

- Baik, terima kasih. - Hebat.

Selamat! Zeina menunjukkan betapa bagusnya merekmu.

Terima kasih.

Aku juga ingin berterima kasih karena melibatkan Zeina.

Tak perlu! Dia elemen terpenting di seluruh proyek!

Aku ingin memperkenalkan Nesrine Shafeeq, rekanku di Second Chance.

- Halo. - Dr. Marwan, ayah Zeina.

- Apa keahlianmu? - Ahli jantung.

Astaga! Kebetulan sekali.

Maafkan aku karena terlalu blak-blakan,

tetapi aku tahu dari Ola bahwa ibu Zeina

berada di tempat yang lebih baik sekarang, tapi kenapa kau memakai cincin kawin?

- Nesrine. - Apa?

Aku sungguh minta maaf. Dia tak berpikir sebelum bicara.

Tak apa! Aku sangat menghormati kejujuran, dan itu sebabnya aku akan memberitahumu.

Agar wanita yang memancing pria di pasar akan meninggalkanku sendiri.

Selamat sekali lagi. Sampai jumpa!

Terima kasih.

- Terima kasih. - Apa?

Finding Ola subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Finding Ola

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left