Release info

MY FATED BOY EP05 - EP06 YOUKU
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2022-03-11
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

(Desa kecil yang bagus ini adalah tempat kelahiranku.)

(Pianis berbakat, Xi Song juga lahir di sini.)

(...sama-sama mencintai tetangga sendiri.)

Di depan pintu ada pohon anggur.

(...dan jadi orang yang paling tidak mungkin.)

=Tetanggaku, Jodohku=

=Episode 1=

Halo, Tao'er.

Bukankah sudah sepakat?

Tak mau Mercedes-Benz.

Mau Bentley.

Bentley.

Lu Zheng'an adalah rebutan.

Begitu banyak perusahaan menginginkannya.

Hasilnya begitu kembali, langsung cari kita.

Sebagai presdir,...

...bukankah aku harus menghargainya?

Bukankah sudah sepakat, 4.000 Yuan per hari?

Kenapa jadi 5.000 Yuan?

Kau tawar...

Lu Zheng'an berhenti!

Halo, aku berbicara denganmu.

Tak bisakah kau lihat aku sedang menghindarimu?

Kamu...

Nona Besar.

Kau beli penerbangan yang sama dan pilih kursi di sampingku.

Sepanjang jalan bicara hampir sepuluh jam, kau tidak lelah?

Aku tak lelah.

Aku lelah.

Li Tian.

Kita hanya teman kuliah, bukan pacar.

Jadi, tolong jangan lewati batas.

Jangan ikuti aku lagi, bolehkah?

Kau mau ke mana, itu urusanmu.

Aku ikuti atau tidak, itu urusanku.

Tak perlu kau urus.

Halo, halo.

Pak.

Ikuti dengan ketat.

Apa maksudnya?

Bukankah jemput di bandara?

Dia diikuti orang.

Agar alamat perusahaan tak terungkap,...

...dia mengajak untuk bertemu di tempat jelek seperti ini.

Aman.

- Presdir Ma. - Jangan tanya.

Tunggu.

Halo, apa kabar.

Aku Lu Zheng'an.

Lihat, aku menunggumu.

Aku adalah Presdir Yunlang Media.

Kelak adalah...

Ma Le?

Kau bisa panggil aku Presdir Ma atau Kak Ma juga boleh.

Ini?

Apa kabar, saya asisten Presdir Ma.

Anda panggil Xiao Tao saja.

Maaf.

Aku tak bisa turun mobil.

Mohon bawa koperku ke perusahaan.

Taruh di lobi saja.

Nanti aku jemput sendiri.

Ada apa denganmu?

Kau mau tinggalkan kami dan jalan sendiri?

Benar.

Aku ingin urus masalah pribadiku.

Kau jangan begini.

Malam ini aku sudah atur makan malam penyambutanmu.

Sebanyak 23 orang menunggumu.

Sebanyak 34 orang.

Jika kau tidak pergi, aku...

Lu Zheng'an!

Nanti kita bahas kontraknya, terima kasih.

Lu Zheng'an!

Sedang apa kamu?

Mana dia?

Siapa dia?

Pasti paparazi, kalau tidak siapa lagi?

Gadis kecil.

Kau terlihat berpendidikan bagus.

Dunia begitu besar, hal bagus begitu banyak.

Kenapa kau harus terus mengikuti Lu Zheng'an?

Benar.

Yang main musik begitu banyak, ada banyak yang lebih baik darinya.

Kenapa harus kontrak dengan...

...Lu Zheng'an yang baru wisuda dan tak punya karya?

Gadis kecil cukup lincah juga.

Pak tua juga lumayan.

Jangan berjumpa lagi.

Tak mengantar.

Anak-anak tetap anak-anak.

Ayo.

Aku sudah tamat.

Namun, aku berencana main dua hari di Luksemburg.

Kau di perusahaan?

Belakangan ini sangat sibuk?

Kenapa tak balas pesanku?

Istriku.

Apakah kau putus cinta lagi?

Memang anak muda pandai main.

Baru tamat sudah menikah.

Kau ini termasuk terlalu cepat.

Namun, pacaran ini tak bedakan cepat lambat.

Bertemu yang disukai harus bertindak.

Jika tidak, nanti akan direbut orang.

Jadi, Pak.

Bisakah bawa lebih cepat?

Jika tidak, istriku akan jadi milik orang.

Duduk dengan baik, ayo.

Minum, minum.

Mari.

Jangan berhenti.

Bersulang.

Hebat.

Kemampuan minum Kak Yang sungguh hebat.

Satu per satu.

Bersulang.

Departemen bisnis kalian,...

...selain Xiao Bai semuanya ada 15 orang.

Aku sudah minum dua putaran.

Satu putaran mewakili Presdir Hua.

Satu putaran mewakili aku sendiri.

Sekarang aku sudah selesaikan misi.

Semuanya makan dan minum.

Aku pergi dulu, sampai jumpa.

Jangan.

Kak Yang.

Anda sudah selesai.

Namun, kami belum bersulang pada Anda.

Benar.

Selama ini jika tak ada bantuan Anda,...

...kami sudah dipecat dari awal.

Apakah masih bisa minum arak perayaan di sini?

Mari.

Mari, penuhi untuk Kak Yang, mari.

Bersulang.

Grup Chenmei, Direktur Gu.

Maaf, semuanya.

Tak bisa menyinggung klien ini.

Semuanya tunggu aku kembali.

Jangan bergerak, lanjut minum.

Kak Yang!

Kenapa baru datang?

Aku baru bisa pergi.

Ponselku.

Kenapa dengan kalian?

Mana ponselmu?

Kutelepon terus tak diterima.

Tak tahu kuletakkan di mana.

Untung saja meneleponku.

Menyelamatkan nyawaku.

Sudahlah, cepat, cepat.

Cepat minum.

Mana penyedotnya?

Sebentar.

Lihatlah kalian ini.

Yang satu adalah Direktur Keuangan.

Satu lagi Sekretaris Presdir.

Setiap kali sampai saat ini aku baru merasa...

...orang kecil yang tak berjasa di perusahaan sungguh bagus.

Bersulang.

Minum.

Bersulang.

Kenapa perusahaanmu tak ada orang?

Sudah bangkrut?

Aduh, tidak bisa.

Di mana?

Kenapa tak balas pesan?

Kalian lihat Presdir Hua hari ini?

Orang tua ini hari ini membawa teh jujube merah...

...sembunyi di ujung untuk menyehatkan dirinya.

Membiarkanku mewakilinya minum pada semua departemen.

Siapa suruh kau jadi sekretarisnya?

Siapa bilang sekretaris harus kuat minum?

Jadi, kenapa dia memilihmu?

Pasti tak hanya karena kau kuat minum.

Maksudnya itu...

Aku sudah pikirkan.

Bekerja sampai akhir tahun.

Setelah ambil bonus akhir tahun, aku undurkan diri.

Tahun-tahun sebelumnya kau juga berkata begitu.

Yao Dan.

Sebelum buat keputusan, mohon lihat dulu jumlah uang di bank kamu.

Lalu, limit kartu kreditmu...

...dan kredit rumahmu di kampung halamanmu.

Anggap aku tak bicara.

Sudahlah.

Di luar masih ada yang menunggu.

Hadapi dulu hari ini.

Berdiri.

Aduh.

Kakiku kebas.

Benar.

Meski tidak suka, tetap tak boleh bermasalah dengan uang.

Aku Lin Yang tak punya kelebihan lain.

Hanya bisa bertahan.

Bukankah hanya minum arak?

Aku akan buat mereka tahu,...

...aku kuat minum bukan karena latihan.

Itu adalah bawaan lahir.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left