The first 200 lines.
Berhenti menangis.
"Episode 34"
Apa yang kamu lakukan di sini?
Hei, aku akan menghadiri rapat.
Sampai nanti.
Apa kamu
tertarik dengan Ki Suh Ra?
Apa maksudmu?
Kenapa aku merasa
kamu tertarik kepadanya?
Aku merasa kalian sudah saling mengenal.
Hae Rim.
Kamu masih berpikir aku Jae Wook yang dahulu?
Apa? /- Aku hampir tewas dalam kecelakaan.
Kamu tahu artinya berada sedekat itu dengan kematian?
Artinya aku dilahirkan kembali.
Lupakan Jae Wook yang diperlakukan seperti raja oleh gadis murahan
hanya karena kekayaan kakekku.
Jae Wook.
Jangan keliru antara rasa kasihanku kepada orang lain
yang kehilangan harta dan suaminya karena penipuan mal
dengan ketertarikan seperti itu.
Itu membuatmu sama rendahnya.
Apa? Sama rendah?
Sadarlah.
Kenapa kamu merendahkan diri sendiri karena wanita seperti dia?
Kenapa?
Kami akan membantumu.
Kami adalah Hubungi Kami.
Kami akan datang bahkan untuk tugas ringan,
jadi, hubungilah kami kapan saja.
Kami jasa layanan. /- Kami adalah Hubungi Kami.
Hubungi kami saat Anda membutuhkan bantuan.
Maaf.
Jadi? Kamu bisa menyebarkan semua selebaran itu hari ini?
Aku tidak bisa memaksa mereka jika mereka tidak mau menerimanya.
Kamu butuh kaca?
Kamu seperti dipaksa melakukan hal yang bukan keinginanmu.
Aku pun tidak mau menerima selebaranmu.
Ini berbeda dari janjimu, bukan?
Katamu aku hanya mengerjakan hal yang membutuhkan tenaga.
Kini, kamu menyuruhku membagikan selebaran? Apa ini?
Kita membagikan ini sebagai pemasaran perusahaan.
Seorang pegawai sudah sepatutnya membantu.
Lagi pula, jika bos yang sedang hamil
membagikan semua selebaran ini,
seberapa buruk perasaan pegawai itu jika dia hanya melihat?
Baiklah, aku akan melakukannya.
Kami adalah Hubungi Kami!
Hubungi kami dan kami akan datang membantumu.
Silakan ambil ini.
Kami... Kamu harus mengambilnya!
Itu lebih baik. /- Kami adalah Hubungi Kami.
Hubungi kami dan kami akan datang
membantumu. /- Bagaimana bisa, In Wook?
Berdiri tegak.
Kenapa kamu bersama Suh Ra?
Itu dia. /- Kami adalah Hubungi Kami.
Halo!
Kalau begitu, pria tadi
adalah In Wook?
Ada apa?
Aku sedang di dekat sini dan ingin mampir.
Kamu tidak akan menemuiku tanpa alasan.
Apa maumu?
Benar. Aku ingin bertanya sesuatu.
Kenalanku tidak sengaja melihatmu
membagikan selebaran di jalan bersama seorang wanita.
Itu bukan kamu, benar?
Itu aku.
Aku mengenal seseorang yang membuka usaha layanan jasa.
Aku kasihan dengannya, jadi, membantunya.
Siapa dia?
Kamu sangat mengenalnya?
Itu sebabnya kamu kemari?
Kalian berdua
berpacaran?
Kenapa? Tidak boleh?
Apa?
Dari tatapanmu,
sepertinya kamu marah
jika aku benar-benar memacarinya.
Kamu anak tertua.
Ini sesuatu
yang tidak boleh kamu lakukan
demi kebaikan Kakek dan Ibu.
Anak tertua?
Bahkan anak tertua tidak berguna tetaplah anak tertua.
Ayo pergi, kecuali kamu ingin tetap di sini.
Berhentilah sekarang juga.
Bagaimana bisa kamu melayani orang lain?
Berhenti dan kembali ke perusahaan sebelum Kakek mengetahui ini.
Jangan cemas.
Aku akan segera ke Amerika.
Kamu benar-benar harus pergi?
Kakek sangat menentangnya.
Kamu bilang tidak ingin aku pergi,
tapi tatapanmu seakan-akan menyuruhku jangan kembali.
Aku akan senang jika kamu tidak pergi.
Jernihkan pikiranmu dan kembalilah.
Selamat tinggal.
Dasar Mi Hong, seharusnya aku memberinya makan dari penggilingan.
Apa neneknya Hae Sol punya nurani?
Salah siapa jika Ji Sup mati?
Beraninya dia mencuri uang kompensasi juga.
Mau bagaimana lagi. /- Kamu terlalu baik.
Aku tidak peduli dia besanku, aku akan...
Tunggu, mau ke mana selarut ini?
Lepaskan. Akan kucari wanita licik itu
dan meludahi wajahnya,
si wanita tidak tahu malu itu. Lepaskan aku.
Hentikan. /- Ya, aku akan ikut dengan Ibu.
Lebih baik aku keluar mencarinya daripada mati karena marah di rumah.
Hentikan. Kamu pun jangan terpancing.
Benar. Ayo pergi, tunjukkan jalannya.
Astaga. Memangnya kalian mau ke mana?
Dasar bodoh. Kenapa menarik rokku?
Jangan gegabah dan duduklah.
Marah tidak akan membantu kita
mendapatkan kembali uang itu setelah dia mengambilnya.
Semua uang itu sudah hilang.
Aku mulai gila.
Aku ingin mengunyah dia dan memuntahkannya.
Wanita itu membuatku gila.
Ada apa dengan nenek Hae Sol? Kenapa dia tidak bersikap dewasa?
Kasihan Suh Ra, dia tidak berhenti menangis.
Keluarga ini hancur karena neneknya Hae Sol
dan kamu tidak mau keluar kamar?
Bukannya aku tidak ingin ikut membantu.
Apa gunanya menghabiskan energiku?
Aku sangat penasaran.
Apa kamu dan Suh Ra sungguh adik-beradik?
Kenapa kamu sangat berbeda?
Apa yang kamu lakukan?
Ini keluargaku, bukan kamu. Jangan ikut campur.
Hei! Bagaimana ini bukan...
Kamu benar. Ini bukan keluargaku.
Aku mengaku salah. Aku berlebihan.
Mengerti sekarang? Kita sudah
melebihi batas dan tidak bisa kembali.
Matikan lampu. Bukan kamu yang membayar tagihan listrik.
Baiklah. Aku akan melewatinya
dan keluar dari rumah ini!
Kamu bisa memohon nanti, tapi aku akan keluar.
Hasilnya akan segera keluar.
Akan seberapa malunya dirimu setelah omong besar ini?
Aku sungguh mencemaskanmu.
Apa? Berhentilah membuatku sial!
Hae Sol. Kapan kamu bangun?
Ibu, Nenek membuat masalah lagi?
Bukan begitu.
Kuharap Nenek mau pergi ke TK bersamaku.
TK-mu? Kenapa?
Agar guru kami bisa mengajarinya dan dia akan bersikap dewasa.
Apa? Hae Sol.
Kamu tidak boleh berkata seperti itu kepada orang dewasa.
Dengan begitu ibu bisa nyaman,
begitu juga dengan adikku di perut ibu.
Hae Sol-ku, kamu sudah besar.
Harus, agar aku bisa menjaga ibu dan adikku.
Ibu tidak takut lagi.
Terima kasih
kini Ibu bisa tidur dengan tenang.
Kami adalah Hubungi Kami.
Kita akan makan dengan keluarga Hae Rim di rumahnya
dan setelah itu mengadakan rapat keluarga.
Aku memberitahumu saja.
Aku butuh uang.
Untuk apa?
Bisakah kamu memasukkannya ke dalam tagihan saja?
Tidak. /- Benarkah?
Aku ingin dengar untuk apa uang itu.
Istriku
sedang mengandung.
Bagaimana kamu tahu?
Jangan bilang kamu diam-diam menemui keluargamu.
Tidak. Aku tidak sengaja tahu.
Dia masih membuka jasa layanannya meski sedang hamil.
Ibuku
mengambil uang kompensasinya juga.
Kamu berani atau arogan?
Kamu meminta uang semudah itu sekarang?
Anda satu-satunya orang
yang bisa kumintai tolong, Bu.
Bagaimana jika aku menolak? /- Tidak.
Anda tidak boleh menolak.
Kenapa tidak?
Karena Anda tahu terlalu banyak,
jika Anda menolak,
aku bisa berbuat sesuatu.
Kamu mengancamku?
Aku masih dalam tahap bertanya. Bagaimanapun,
jika Anda menolak...
Dasar licik.
Anda tahu alasanku di sini.
Aku di sini untuk melindungi keluargaku.
Jika keluargaku membutuhkan bantuan,
aku akan melakukan hal lain untuk melindungi keluargaku.
Baiklah.
Tapi dengan satu syarat.
No comments yet. Be the first to leave one.