The first 200 lines.
Ketika aku masih kecil, aku ingat pernah melihat
pelangi di atas sungai.
Pergi!
Pada saat itu ibu berkata padaku,
Pelangi adalah pintu menuju surga.
Ketika manusia meninggal, mereka pergi
ke surga melalui pintu itu.
Ketika aku masih kecil, ayahku meninggal.
dan ibuku pergi ke luar negeri.
Aku ingin ibu menikah lagi,
tetapi ibu tidak mau.
Namaku Ji-Hye,
dan golongan darahku O.
Dan sejak aku berusia 7 tahun,
aku belajar taekwondo.
Kau tidak apa-apa?
Kotak ini berisi
buku harian dan surat orang tuaku.
Setiap kali ibuku
membaca surat itu, dia menangis.
Surat yang rapi
dan aroma dari masa lalu...
Cinta pertama ibuku berada di sini.
Halo?
Ji-Hye?
Ini aku, Soo-Kyoung.
Mengapa kau meneleponku pagi-pagi sekali?
Mau pergi ke museum seni
dan bermain denganku dan Sang-Min?
Hei, apa kau membuatku ikut?
Tidak, bodoh.
Sang-Min mengajakmu untuk ikut.
- Sungguh? - Aku serius.
Aku mengenal Sang-Min
melalui Soo-Kyoung.
Suatu hari dia memintaku untuk
menulis email kepada Sang-Min.
Selama 2 bulan, aku yang menulis
surat kepadanya demi Soo-Kyoung.
Hari ini, Aku melihatmu
sedang membaca di bangku taman.
Terlihat seperti gambar di kartu pos
Itu kekanak-kanakan.
Menulisnya kembali?
Tidak, aku menyukainya.
Aku suka yang kekanak-kanakan.
Jika kau tetap akan menikah,
Aku akan memberimu kutukan sebagai mas kawin.
Sang-Min, aku mengirim surat padamu
tanpa terlewat satu hari pun.
Setelah itu,
Soo-Kyoung mendaftar klub drama.
Pergilah ke biara! Pergi!
Selamat tinggal.
Jika kau tetap akan menikah,
menikahlah dengan orang bodoh.
Malam penuh dengan penderitaan
membuatku terjaga...
Samarnya cahaya bulan
tiba-tiba membuat bayanganmu
begitu nyata di jendelaku.
Bukan, bukan begitu!
Samarnya cahaya bulan
tiba-tiba membuat bayanganmu
begitu nyata di jendelaku.
Walaupun Emily meninggalkan Jordan,
dia senang bisa melihatmu
di depan rumahnya.
Ini tentang melalui kebahagiaan
dan kesedihan.
Coba lagi dengan penuh perasaan!
Samarnya cahaya bulan
di jendelaku...
Napasku sesak dengan setiap pandangan.
Tetapi, tidak satu kali pun dia melihatku.
Biarkan aku meminta.
Berputar, berputar... Iya!
Musik.
Ketika pertama kali aku melihatmu,
kau telah mengabaikan
perasaanku.
Datang kemari seperti ini...
Aku selalu merasa kita bersama.
Bagus!
Aku merasa hatiku akan
bersamamu selamanya...
Tidak ada gerak-isyarat
Bukankah Sang-Min sangat menarik?
Aku suka pria yang serius dengan pekerjaannya
Apa kau melihatnya?
Bukan! Bukan begitu!
Tidak pernah aku melihat samarnya
cahaya bulan akan membawa
bayanganmu ke jendelaku.
Bahkan tidak di mimpiku.
Sedang membicarakanku?
Tidak, Sang-Min.
kau mengenal Ji-Hye, bukan?
Dia bersamaku ketika aku pertama kali kemari.
Benar, sudah lama sekali.
Iya...
Halo.
Banyak wanita yang menyukainya.
Tidak hanya Soo-Kyoung.
Bahkan wanita yang bekerja
di kantin mahasiswa menyukainya.
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Sung Joo-Hee.
Yoon Tae-Soo.
Oh Joon-Ha?
Ketika aku membuka jendela pagi ini,
angin yang romantis
menandakan musim gugur telah tiba
Aku menaruh angin itu di dalam
surat dan mengirimkannya padamu.
Angin yang romantis?
Itu terlalu klise.
Aku rasa aku akan menganggapnya sebagai klasik.
Oh Joon-Ha!
Tae-Soo tidak pernah bicara padaku sebelumnya,
tetapi suatu hari dia datang padaku.
Tuliskan aku sepucuk surat.
Dia dengar jika aku menulis
surat untuk teman-temanku.
Mereka bilang jika Tae-Soo
tumbuh tidak lebih dari satu kaki di liburan musim dingin.
Kepada siapa?
Kepada tunanganku.
Tunangan?
Dia adalah putri teman ayahku.
Mereka menjodohkan kami.
kau beruntung.
kau tidak perlu mengajak wanita berkencan.
Aku muak akan itu.
Aku bukan tipe orang yang mengencani satu wanita.
Jika dia membalasku,
dia ingin melihatnya...
Dia ingin tahu segalanya.
Dia bertingkah seperti agen FBI.
Oh tidak.
Dia cantik, kan?
Tetapi dia adalah putri
anggota kongres, dia bisa jadi picik.
Terserahlah!
Mari menangkap yang besar hari ini!
Tunggu dulu! Tunggu dulu!
kau membiarkannya lolos
di antara kedua kakimu, bodoh.
Anak kota sungguh lamban.
Suwon bukan kota, Seoul baru kota.
Tetapi kami punya balai kota.
kau yang menangkap, dan aku yang mengarahkannya
Lihat dengan hati-hati, bodoh.
Ayo. Kita menangkap ikan gurame, ya!
Kau tahu bagaimana aku bukan?
Jebak mereka!
Di sini! Di sebelah sini!
Kita mendapatkannya! Di sini.
Ayo, ayo.
Apa yang kau lakukan? Bodoh!
Apa yang kau lakukan!
Dia adalah cucu Kakek Sung.
Aku dengar dia dari Suwon.
Tunggu, kau dari Suwon, bukan?
Iya.
Kita jangan pernah bermimpi untuk mendapatkannya.
Putra Kakek Sung adalah anggota kongres.
Jadi dia putri anggota kongres.
Jadi apa dia putra anggota kongres, bodoh?
Dia melambaikan tangan.
- Ayo kita balas lambaikan tangan! - Hei, lambaikan tangan!
Halo!
Aku menemukan satu!
Biarkan aku lihat!
Ayo lihat.
Ini bau.
Aku dapat satu.
Ini yang besar.
Pasti karena banyak makan kotoran sapi
Itu kumbang!
- Kumbang? - Iya.
Aku belum pernah melihatnya sekali pun
Apa kau ingin ini?
Gadis itu datang untuk kumbang.
Dia berjalan ke arah sini.
Ingin bertaruh?
Itu kotoran sapi, itu kotor.
Apa kau pernah melihat rumah hantu
di seberang sungai?
Apa?
Iya.
Bisakah kau membawaku ke sana?
Iya.
Apa kau tahu caranya mendayung?
Tentu.
Kalau begitu mari bertemu di kapal
Jam 12 besok, setuju?
Apa yang kau katakan padanya?
No comments yet. Be the first to leave one.