Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E59-E60-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-06-28
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Terima kasih

kamu mau bertindak sejauh ini dengan bibiku.

Kita akhirnya dihukum

atas dosa yang kita lakukan.

Saat itu, kita tidak tahu ini akan terjadi.

Kita akan menyakiti anak-anak kita sekali lagi.

Kita yang memulai ini,

jadi, kita juga yang harus menuntaskannya.

"Episode 30"

- Ayo pergi. - Baik.

Ayolah.

Apa yang dia lakukan?

Kurasa dia memanjat dinding.

Sebagai putra keluarga bangsawan?

- Astaga. - Astaga.

Cepat pergi.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Anda akan diarahkan...

Hei, kenapa kamu tidak menjawab teleponku?

Jika sesuatu terjadi kepadaku, segera hubungi polisi.

Jika tertangkap, mereka akan menguburku di tanah.

Jangan beri tahu putri-putriku.

Apa yang harus kita lakukan?

Entah apa yang dilakukannya, tapi sepertinya kita harus menurutinya.

Dia ingin merahasiakannya dari kita.

Firasatku buruk soal ini.

Kak Gwang Nam, tunggu di sini.

- Apa yang akan kamu lakukan? - Aku punya ide.

Jangan bergerak. Jangan lakukan apa pun.

Cepatlah!

Aku bisa menanam gigi baru.

Ayah.

Astaga. Tolong tunggu.

Gwang Nam!

Ayah.

Gwang Nam.

Kak Cheol Soo, Kakak di dalam?

Kak Cheol Soo.

Apa yang harus kita lakukan?

Singkirkan mereka.

Ayah.

Astaga. Ampuni kami, Pak.

Tolong ampuni setidaknya nyawa putriku.

Aku tidak keberatan dibunuh di sini. Tolong lepaskan putriku.

Diamlah.

Jangan sakiti ayahku!

Kumohon, Pak.

Tolong lepaskan dia.

Ayah, tolong jangan memohon.

Kenapa Ayah memohon kepada para bedebah ini?

Ayah, jaga harga diri Ayah.

Dasar kurang ajar! Aku dari keluarga bangsawan.

Apa maksudmu?

Apa kamu aktivis kemerdekaan?

Aku belum pernah melihat ayah dan anak menjadi pencuri.

Jadi,

biarkan aku melihat wajah putri dari keluarga bangsawan.

Astaga. Sial.

Lihatlah dirimu yang tidak tahu malu.

Kurasa kamu tidak takut apa pun.

Benar. Aku tidak takut. Jangan macam-macam dengan ayahku!

Gwang Nam, hentikan.

Kenapa kamu mengikuti ayah?

Kamu hanya membahayakan nyawamu sendiri.

Kubilang diam!

Ayah.

Aku akan membunuh kalian semua.

Siapa orang bodoh itu?

- Singkirkan dia. - Baik, Bos.

Ayah.

Dasar kamu...

Kak Gwang Nam, bawa Ayah pergi dari sini.

Tidak, kakak tidak bisa meninggalkanmu sendirian.

Ayo pukul aku.

Gwang Tae.

- Astaga. - Kamu baik-baik saja?

Jika dibiarkan hidup, mereka akan menelepon polisi, bukan?

Tidak, kami tidak akan melapor. Aku berjanji.

Tolong ampuni putri-putriku. Ambil saja nyawaku.

- Urus mereka. - Astaga.

Maafkan ayah. Ini semua karena ayah.

Tolong maafkan ayah kalian yang bodoh ini.

- Ayah. - Ayah.

- Apa? - Apa yang terjadi?

Ini.

- Kami di sini! - Sial.

Tetap di sana!

Tangkap mereka semua.

Geledah setiap lubang dan sudut rumah serta halaman depan.

- Jangan bergerak. - Sial.

- Astaga. - Jangan bergerak.

Siapa ini?

Lama tidak bertemu, Detektif.

Sedang apa kalian di sini?

- Apa kalian... - Kami bukan bagian dari mereka.

Masalahnya...

Detektif, ayahku sedang memperbaiki rumah ini.

Dan menurutnya mereka mencurigakan. Jadi, kami datang menangkap mereka.

Ini buktinya.

Benar.

Kami bukan datang untuk mencuri uang.

Kami bergegas kemari setelah dapat informasi, tapi kalian lebih cepat.

Kurasa sekitar tiga juta dolar terkubur di tanah.

Aku tahu itu. Tiga juta di tanah.

Dua juta di antara tembok.

Dan tiga juta lagi di bawah toilet.

Mereka menyembunyikan 10 juta dolar di seluruh rumah.

10 juta dolar?

Kalau begitu, Detektif, apa kami akan menerima hadiah?

Seperti saat kami menyerahkan uang yang hilang.

Benar.

Masalahnya, semua uang di sini palsu.

- Apa? - Apa?

- Palsu? - Palsu?

Mereka

pabrik dan pemasok uang palsu.

Bagaimanapun, tindakan kalian patut dipuji. Jadi, kami akan menelepon.

Kalian akan menerima penghargaan sebagai warga negara yang baik.

Di mana kamu tadi?

Aku berniat memanggil beberapa ahli bela diri kenalanku,

tapi mereka tidak senggang.

Ayah.

Ayah malu melihat kalian.

Ayah sangat malu.

Kita semua sama.

Ayah terlalu malu untuk menghadapi leluhur ayah.

Ayah menggali tanah karena dibutakan uang.

Jika seseorang melihat ayah di sana...

Tidak ada yang melihat Ayah. Hanya aku yang ada di sana.

Ayah rasa ayah sudah gila.

Ayah tidak tahu kekuatan uang.

Itu juga uang palsu.

Ayah sudah menjalani seluruh hidup dengan kebanggaan keluarga ayah,

tapi semuanya hilang.

Saat melihat orang yang merusak reputasi mereka karena uang,

ayah tidak memahami mereka dan kasihan kepada mereka.

Tapi ayah tidak lebih baik daripada mereka.

Ayah bahkan lebih buruk daripada mereka.

Ayah tidak sadar ayah pria yang sangat serakah dan menyedihkan.

Mereka bilang semua hal menyerah pada uang.

Ayah punya alasan sendiri.

Ayah menginginkan uang itu demi kami.

Ayah mencoba menyelamatkan hidupku bahkan saat dipukuli.

Ayah. Ini rahasia, bukan?

Ini rahasia di antara kita bertiga.

Ayah akan menghargai itu.

Ini terlalu memalukan untuk diceritakan kepada orang lain.

Kita tidak perlu malu.

Kak Gwang Nam, rasanya kita menjadi jauh lebih akrab.

Orang yang berbuat salah saling berbagi ikatan erat.

Ayah benar. Mereka juga setia.

Kamu cukup andal berkelahi.

Kami akan dalam masalah besar jika bukan karenamu.

Ayah, aku tidak perlu berpartisipasi dalam Olimpiade, bukan?

Ayah menyuruhku berhenti latihan,

tapi lihat betapa bergunanya itu.

Apa pun yang kita pelajari akan berguna suatu hari.

Ya. Kamu benar.

Tidur yang nyenyak, Kak Gwang Nam. Aku akan ke atas.

Gwang Tae.

- Apa? - Kenapa kakak merasa seperti ini?

Aku juga.

Aku kasihan kepada Ayah.

Hati kakak hancur untuknya.

Dahulu dia lebih lurus dari tiang bambu, tapi kini...

Karena kita berantakan,

ayah kita yang sudah tua terlibat banyak hal.

Dia bahkan mau mencuri.

Dia bahkan tidak pernah melihat uang di tanah.

Aku tidak pernah melihatnya tergila-gila dengan uang tunai.

Aku sudah memutuskan.

Apa pun caranya, aku tidak akan membiarkan Ayah mencuri lagi.

Kakak juga. Gwang Tae.

Mari kita lakukan.

Mari kita bangun kembali keluarga kita.

Seorang wanita? Yang benar saja.

Aku tidak punya waktu untuk itu.

Kamu bicara dengan siapa semalaman?

Ibu melihatku?

Itu... Itu tentang pekerjaan.

Kamu putra ibu sendiri,

tapi bagaimana kamu membela klien padahal kamu tidak andal berbohong?

Pengacara tidak berbohong. Semuanya berdasarkan bukti.

Jika berbohong, kami dihukum.

Akankah kamu membahas pekerjaan semalaman?

Dengan seringai lebar?

Katakan yang sebenarnya. Siapa itu?

Bukan siapa-siapa.

Dia seorang wanita.

Astaga. Wanita mana yang harus diajak bicara oleh ayah tunggal?

Ibu tidak berusaha gapil.

Ibu hanya ingin tahu seperti apa dia.

Apa dia bisa membesarkan Berkat, dan bisakah dia mengurusmu?

Kita harus yakin soal itu.

Kamu menceraikan satu istri dan yang kedua meninggal.

Yang ketiga harus wanita yang baik.

Kamu terlahir dengan takdir mengerikan.

Peramal sialan itu.

Saat katanya kamu menikah tiga kali, ibu memakinya sembari pergi.

Kini ibu sadar dia benar.

Kimchi daun bawang ini enak. Bumbunya pas.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left