The first 200 lines.
Ingatan ini tiba-tiba saja muncul dalam kepalaku.
Karena itu, berdasarkan pasal 250 undang-undang kejahatan,
Saya akan mendakwa dia atas pembunuhan.
Kita saling bertemu sebagai jaksa dan terdakwa pembunuhan
- dalam sebuah persidangan. - Menurut pasal 250...
Terdakwa melakukan pembunuhan...
Jadi saya minta agar terdakwa dihukum 15 tahun penjara
Aku ingat hukuman 15 tahun penjara yang Kau jatuhkan padaku...
Jadi saya akan mengikuti pasal 255 undang-undang kejahatan...
Dan menangguhkan dakwaan saya
Dan Kau, orang yang menyelamatkanku.
Dan Aku, yang jatuh cinta padamu.
Jika aku melihatnya, sejak saat itu.....
Berulang kali, setiap harinya, Aku sudah jatuh cinta padamu,
Dan, saat ini juga, sekali lagi......
Hei, apa Kau bisa bangun seperti orang normal?
- Jam berapa sekarang? - Coba Kau tanya hari apa ini
Kau sudah terbaring sepanjang akhir pekan tanpa mandi
Oh...waktu..
berjalan sangat cepat
Hei, apa Kau akan buat sofaku jadi bau, dasar!
Ji Hye, Kau tahu...
- Aku sengaja melakukannya - Bicara apa dia sekarang?
Tiba-tiba saja Aku sadar
Kenapa Aku...tiba-tiba saja ingat semua kenangan itu?
Lalu, ciuman di pagi hari
Dan gimana jika hal buruk terjadi lagi?
Kita di takdirkan menjalani hubungan yang rumit, jadi apa kita bisa langgeng?
Ini yang tiba-tiba saja ada dalam pikiranku.
Aku lupa, kalau hari ini aku ada sidang. Maaf.
Aku...
Sudah jadi kucing penakut
Aku jadi malu dan pengecut, Ji Hye.
Kau ini bicara apa? Bahkan itu tidak lucu lagi
Cepat, mandilah!
Siapa itu?
Siapa?
Ommo!
Halo, Aku tahu kalau tidak sopan untuk langsung kesini tapi,
- Apa pengacara Eun... - Tidak apa-apa
Silahkan, singkirkan dia dari sofaku jika bisa
- Kalau begitu... - Ya, masuklah
Eun Bong Hee, bangun!
Kenapa...kenapa Aku harus bangun?
Cepat keluar agar kita bisa bicara
Tunggu, jangan sekarang!
- Kenapa? - Aku belum cuci muka...
- Aku sudah pernah lihat - Dan Aku belum keramas
- Aku juga pernah melihatnya! - Tapi..tapi, tetap saja...
Aku sudah bilang kalau Kau tetap cantik saat kau belum mandi!
- Maaf - Tidak apa-apa
Hei, selama akhir pekan Aku terus menelponmu
- Baterei ponselku habis - Kau yakin, itu bukan disengaja?
Bukan begitu...
Katakan padaku, kenapa Kau menghindar dariku
Aku bukannya menghindar...
- Aku takut - Soal apa?
Aku sudah memikirkannya dan sadar akan sesuatu
Setiap kali ini terjadi, sesudahnya hal buruk akan terjadi
Saat kita kencan, saling suka dan ciuman...
Saat Kita melakukan hal seperti itu
Hal buruk terjadi, ada kekacauan dan seseorang terluka
Dan akhirnya, Kita putus
Apa karena itu kau menghindar?
Itu sebabnya Aku menghindar
Baik, Aku paham tapi kita kencan saja
Apa?
Tapi apa kau tidak dengar perkataanku barusan? Setelah Aku mengatakan semuanya...
Lalu apa kita harus pura-pura tidak terjadi apa-apa?
Tidak, bukan itu yang aku katakan...
Lalu, apa dalam situasi seperti ini kita kencan saja?
Ya
Lalu kenapa kau merangkulku di tengah-tengah ruang sidang?
Ahh, itu karena...seseorang bilang padaku untuk mengikuti kata hatiku
Jadi, tanpa aku sadari aku bersikap impulsif..
Jika Kau bersikap impulsif, kau harus tanggung jawab. Lalu, apa yang harus Aku lakukan?
Tapi, tapi...
Kau tidak perlu bertanggung jawab karena satu ciuman
- Ada? - Ya. Ada
Apa Kau tidak takut yang mungkin bakal terjadi?
Ah tidak tahu...
Biarkan saja terjadi. Aku tidak peduli
Gimana Kau bisa seyakin itu?
Hanya saja...
Aku lebih takut jika putus denganmu
Itu yang paling Aku takutkan
Jadi cepat jawab Aku. Harus gimana Kita?
Kita kencan atau tidak?
- Tidak? - Kita kencan
Bukan masalah besar. Yang paling parah adalah putus
Kita kencan
Aku pikir Kau takut Aku pikir kau jadi penakut
Masalahnya, dia sudah meyakinkanku
Dia orang yang sangat meyakinkan
Harus gimana Aku? Aku sangat gugup. Aku tidak percaya Aku akan kencan
- Tapi belum lama ini kau kencan - Iya
Tapi, setiap kali kita mencoba untuk kencan, pasti ada yg terluka
Jadi, sebenarnya kami jarang sekali kencan
Tapi selama ini Kau tinggal sama-sama dengannya
- Ya tapi Aku hanya sekali tidur di kamarnya - Hei!
Aku tidak ingin dengar hal seperti itu
Maaf..
Ahh, apa aku harus membuangnya? Yang benar saja...
Tapi, aku harus bilang apa saat Aku bertemu dengannya?
- Apa Aku punya parfume? - Tidak.
- Bisa kau pinjamkan aku satu? - Tidak.
- Terimakasih - Aku bilang tidak
Maaf,
Hei, gimana penampilanku? Apa bagus? Apa Aku cantik?
- Tidak juga - Tidak?
- Tidak. - Kau tidak bisa merias
Aku pergi
Hei, hei, hei...Duduk!
- Kenapa? - Duduk
Kau sebut itu merias wajah?
Mendekatlah
Ini trend rias saat ini
Namanya "Riasan Asal"
Hah? Apa namanya?
Jangan tanya dan diam saja
Jadi Kau akan pinjamkan Aku parfumnya kan? Bagus. Terimakasih
Lanjutkan
- Sempurna! - Apa kelihatan bagus?
- Yah. - Sungguh?
- Ya, percaya padaku - Oke
Apa...kenapa?
Tidak apa-apa
Cantik
Apa yang harus Kita lakukan hari ini?
Ada banyak hal yang ingin Aku lakukan
Apa Kita akan makan dulu?
Makan? Oke. Kau ingin makan apa?
Banyak sekali yang ingin Aku makan. Makan apa ya Kita?
Gimana kalau kita minum-minum saja?
Alkohol?
Baik, kenapa tidak? Ayo!
Kita mau minum apa?
Meskipun Saya melakukannya...
..untuk mencari tahu soal kasus pembunuhan putraku
Sebagai Jaksa wilayah yang seharusnya patuh pada hukum
Lebih dari orang lain,
Aku menyebut tindakan Saya kerena menahan tersangka tidaklah sah
Dan melakukan tindakan secara ilegal
Namun, Saya ingin mengatakan kalau Saya tidak berniat untuk membunuhnya
Alasan Saya membawa pisau itu ke TKP
Hanya untuk melindungi diri dari seorang tersangka yang berbahaya
Dan Saya tidak berniat untuk membunuh siapapun
Saya ingin para juri tahu itu
- Menurutmu, seperti apa akhir dari persidangannya? - Entahlah..
Jika mereka tidak mendakwa atas percobaan pembunuhan, dia mungkin masuk dalam masa percobaan
Aku ingin mengatakan sesuatu, Jaksa Wilayah Jang..
Tidak, tunggu...
Tidak perlu lagi Sebagai mantan Jaksa Wilayah...
Aku harap Anda merasa malu atas tindakan anda
Kalau begitu, permisi
- Dia keluar! - Dia keluar!
Gimana menurut Anda dgn kebencian masyarakat soal pelanggaran hukum yang anda lakukan?
Apa anda tahu mereka yang punya kekuasaan, diperlakukan secara istimewa?
Ada banyak opini soal balas dendam anda. Gimana pendapat anda?
- Tolong, beri tanggapan - Apa anda memang berniat untuk membunuh?
Jaksa Wilayah Jang diturunkan dari jabatannya.
Setelah statusnya berubah menjadi tersangka dan sedang diselidiki
Jang Moo Young, yang di nyatakan bersalah
Menolak untuk menjawab pertanyaan dari para wartwan..
Ahh, di usia yang juga sudah tua..
Dari awal Aku tidak suka dengan Jang Moo Young
Tapi Aku masih terluka soal insiden ini
Aishh...
Dan melihatmu saja, semakin membuatku merasa terganggu
Tunggu, apa Kau lebih kesal dari Aku?
Sepertinya mulai sekarang, aku harus menyediakan makanan utk kalian berdua
Aku akan bekerja keras, Pengacara Ji.
Aku juga...akan bekerja sangat keras
Aishh, aku jadi merasa seperti kapala panti asuhan
Jangan...kemana-mana, oke?
Aku akan melakukan yang terbaik
Kapan sidang terakhir Jung Hyun Soo?
Terdakwa ingin balas dendam untuk korban pemerkosaan, Park So Young
Dan bukan hanya membunuh panganiaya itu tapi dia juga dengan kejam membunuh..
..saksi yang menghalangi tindakannya
Terdakwa malah merasa bersalah atas tindakannya
Dan juga kejahatannya
Dan terdakwa jadi marah karena pembunuhannya akan berakhir
Untuk itu..
..karena dia sudah melakukan serangkaian pembunuhan yang sangat ekstrim
Dan melihat tidak adanya tanda-tanda kalau terdakwa menyesali perbuatannya
Dengan tujuan untuk menjauhkan Jung Hyun Soo dari kehidupan sosial selamanya
Saya mendakwa dia untuk dengan hukuman penjara seumur hidup
Alih bahasa oleh : ~ ASMA FRUITY ~
Untuk tindakan percobaan pembunuhan, balas dendam pribadi dan mengabaikan hukum
Dan setelah mempertimbangkan kekejaman tindakan pembunuhan yang terdakwa lakukan
Saya menghukum terdakwa, Jung Hyun Soo, untuk di penjara seumur hidup
Selamat, Pengacara Eun.
Akhirnya Kau tidak bersalah
Selamat!
Terimakasih
Ibu...
Bong Hee...
....Putriku.
Ibu, akhirnya Aku dinyatakan tidak bersalah
No comments yet. Be the first to leave one.