The first 200 lines.
LATIHAN TERAKHIR KORPS MARINIR - BELIZE
Di sebuah tenda di Belize, seorang lelaki bersiap menghadapi ujian akhir.
Penampilannya penuh tekad.
Pantatnya basah
dari kotoran hangat yang menetes ke kakinya.
Tutup mulutmu.
- Bung. - Cepatlah.
Malam ini kau akan menjadi marinir.
Numbskull, satu menit lagi.
Ya, ya.
Harus setiap saat?
Tenang.
- Aku sangat bersemangat. - Bung, aku selalu bersemangat.
Benar.
Baiklah, dasar tolol.
- Kau siap? - Ayo kita lakukan.
Kru, berkumpul.
Lebih cepat, lebih cepat.
1.200 MIL JAUHNYA - LAUT KARIBIA
ZR.MS. KAPAL PATROLI GRONINGEN
Perhatian, ini anjungan.
FRISC sudah diluncurkan, ganti.
FRISC dilepaskan.
Mother, ini FRISC.
Operator FMS di kapal, dalam perjalanan.
Baik. Go-fast ke utara sejauh satu mil.
Selamat datang.
Hei, montok.
Marinir perempuan pertama ya?
Marinir perempuan pertama, bung.
- Mereka sudah pergi. - Oke, gerakkan pantatmu.
- Buang saja. - Lebih cepat.
Mereka membuangnya.
Baik Mother, tandai 12.327130, tiga barang selundupan.
Kita sudah semakin dekat, bersiap naik.
Ayo!
Mother, ini FRISC. Mereka berbelok ke kanan, haluan 045.
Kau akan membuat sejarah.
Tetap tersenyum, oke?
Sampai ketemu.
- Ini Papa 843. Disetujui? - Papa 843, ini Penjaga Pantai.
Visual Go-fast.
Meminta izin untuk menonaktifkan.
Papa 843, disetujui.
Jalankan.
Kena. Tepat sasaran. Tepat sasaran.
Ya, selesai. Bagus sekali.
Kecepatan Go-fast melambat.
Kuulangi. Go-fast melambat. Ganti.
Ayo semangat, kawan.
Ayolah, Bung.
Apa-apaan ini?
Jalankan boarding.
Senjata siap.
Semua tiarap! Semua tiarap! Angkat tangan!
Jangan bergerak!
Berlutut!
Tangan di kepala! Ayo!
Kami berhasil.
Go-fast diamankan.
Tiga tango dan kilo kokain. Ini tangkapan besar.
- Kerja bagus. - Bagus.
Kau bukan pengecut, ayolah.
Marinir yang takut ketinggian tidak boleh, Lanshof.
Itu yang terjadi. Akhir cerita.
PANTAI MAMBO - CURACAO
Ayah, ayah.
Ayah, lihat.
Latihan?
Tidak, itu bukan milik kami.
Itu bendera Veragua.
Apa yang terjadi?
Semuanya, keluarlah dari air. Keluar!
Semuanya...
Kenny!
Kenny!
Kenny!
Kapten?
FRISC, ini Mother.
Abaikan misi, segera kembali. Kuulangi, abaikan misi.
Apa-apaan...
Kau pikir, "aku tahu rute yang baik?"
Sial. Aku keluar.
Semuanya, dengarkan baik-baik!
Berkemas dan pergilah sekarang.
Judsel.
Curacao diserang.
Diserang?
Kita harus kembali ke Aruba sekarang.
Keadaan menjadi kacau.
Karena siapa?
Veragua. Tidak tahu kenapa.
Hanya itu yang kami tahu.
Langsung ke helikopter.
Mengudara dalam lima menit.
Ayo, jalan. Ayo, ayo, ayo.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
KORPS MARINIR
BARAK MARINIR SAVANETA - ARUBA
Ini Daniel Martina, penjaga.
Tutup gerbangnya. Mereka juga ada di sini.
Kita diserang. Tutup gerbang itu, kawan!
- Sial. - Mayor.
Apa sebenarnya yang dilakukan orang-orang itu di sini?
Entah.
Oke, oke.
Ini gerbangnya, kita sudah di sini. Amunisi, gudang senjata.
Satu masalahnya, semua orang cuti, dan gudang senjata terkunci.
Dan kunci bunker amunisi ada di sini.
Oh, sial!
Aku tahu di mana itu. Aku akan ambil kuncinya.
Lindungi aku, oke?
Sialan!
Ya Tuhan. Tak apa-apa! Dasar bajingan!
BUNKER AMUNISI
LAUT KARIBIA
Sersan, kita tidak ke Savaneta?
Kita tidak bisa kembali, Aruba diserang.
Kita beralih ke Groningen.
Mendekati, Mother, bersiaplah.
Begitu kita mendarat semua keluar.
Beberapa saat yang lalu, pasukan Veraguan menyerang negara kita.
RUMAH SAKIT - CURACAO
Mereka sudah menguasai Curacao
melalui penggunaan kekuatan militer.
Semua penduduk Curacao...
Hei. Ya Tuhan, Carl.
Apa yang kau lakukan sekarang, orang tua gila?
Andy dan Judsel, kita harus...
Aku baru menelepon Judsel, oke?
Dia masih di kapal. Aku sudah ceritakan tentang situasimu.
Aku tidak akan ke mana pun. Aku akan tetap di sini.
Penjaga pantai ke Mother, kami sudah tiba.
Mengantar marinir.
Ayo, ayo. Kita harus kembali.
Andy!
Ayah ada di rumah sakit.
- Dia salah satu korban. - Apa?
Resor itu diserang.
Ya Tuhan.
Isa bersamanya, dia terus memberitahuku kabar terbaru.
- Aku harus ke sana. - Kau tak bisa.
Tentu saja bisa. Aku keluar.
- Keluar? - Di mana kaptenmu?
Aku juga mau pergi ke sana, tapi...
Jangan khawatir. Aku akan menemukannya sendiri.
Tunjukkan kekuatan, kumpulkan informasi, jangan ikut campur. Oke.
Kapten.
Maaf, tapi aku harus meninggalkan kapal ini.
Permisi. Ini abangku.
Dia mengalami hari yang buruk, jadi dia tidak bermaksud...
Aku serius.
Ayah kami ada di rumah sakit.
- Semua orang harus tetap di kapal. - Kapten, kita tidak berguna di kapal.
Ya, tapi ini perintah pemerintah. Ini krisis, jadi tidak ada latihan.
Tapi kami menyelesaikan pelatihan kami hari ini.
Aku keluar.
Bisa aku pergi?
- Kau keluar? - Ya.
Kau pikir ini acara TV? Survivor?
Aku tidak peduli apa itu.
Kau berpakaian seperti tentara, maka berperilakulah seperti tentara.
Bagaimana jika aku tidak mau?
Perhatian, Kapten dan Kepala Perwira, datanglah ke anjungan.
Kau pikir ini Survivor? Dasar tolol.
Kita tidak diperbolehkan melakukan apa pun. Duduk saja dan diam, bagus.
Kau baik-baik saja?
Tentu, itu ayahku.
Dia pernah terjatuh dari ruang kargo kapal barang, dari ketinggian 20 kaki.
Tidak ada goresan sedikit pun.
Semuanya akan baik-baik saja.
Hei. Barak kita di Savaneta diserang.
- Apa? - Aku baru mendengar saudaramu mengatakan itu.
- Sial, sekarang bagaimana? - Bagaimana aku tahu?
Tidak ada, kurasa.
Kumpulkan informasi, atau omong kosong semacam itu.
Kau mungkin berpikir, mereka bisa menggunakan marinir tambahan.
Apa yang mereka lakukan? Mereka butuh kita di sana.
Kalian mungkin. Aku bahkan tidak bisa turun dari batu kecil itu.
Ke kiri.
Apa yang orang-orang ini inginkan?
Bagaimana aku tahu? Jangan mengeluh, lari saja.
Ayo, ayo, ayo!
Ambil apa yang bisa kau bawa.
Senjata.
Semoga saja kuncinya ada di sana.
Lebih cepat, bro!
Tidak bisa lebih cepat lagi!
Tidak, lebih cepat!
Orang-orang itu. Di atas sana!
Bro!
Di sana, di sebelah kiri!
Belok ke kiri!
Sialan!
Di sebelah kirimu, geser.
Sialan!
- Tenang saja, marinir! - Aku sudah tenang!
Pagi ini, pantai Curacao
mendapat serangan dari kapal perang Veraguan.
Peristiwa ini mengakibatkan beberapa orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
No comments yet. Be the first to leave one.