The first 104 lines.
Aku mau kau meninggalkan Shi Yong.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Aku tidak bisa membantu masalah lainmu juga.
Diterjemahkan Oleh || Sabrina Liem ||
|| When a Snail Falls in Love ||
Aku mengakuinya.
Aku membunuhnya.
Aku mempekerjakan detektif pribadi...
Dan mendapatkan bukti dia memiliki hubungan gelap dengan Zhang Shi Yong.
Jika itu wanita lain aku akan mentoleransinya.
Tapi dia...
Dia selalu merebut sesuatu dariku.
Keberadaannya menghancurkan hidupku.
Dia merebut rasa sayang ayahku.
Merebut kepemimpinanku di kompetisi balet
Merebut posisi pertama di sekolah.
Dia juga...
dia juga merebutmu.
Dia tidak datang untuk sekolah di Beijing.
Tapi ayahku bilang keluarga harus tinggal bersama.
Jadi dia pindah ke sini.
Akulah orang yang melihatmu pertama kali.
Semua gadis membicarakanmu.
Tentu saja aku tidak akan melakukan apapun.
Karena Ji Bai tidak pernah tertarik sama gadis manapun.
Tapi...
kemudian dia datang.
Bagaimana bisa dia menjadi teman Ji Bai?
Bagaimana bisa dia menjadi seseorang yang diceritakan dan dicemburui oleh semua gadis?
Aku membencinya.
Aku benci keberaniannya.
Syukurlah aku tidak perlu melihatnya lagi.
Dia pergi sekolah di luar negeri sementara aku tinggal di China.
Aku masuk ke sekolah terbaik, memiliki karir yang sukses
dan menikah dengan pria tampan.
Hidupku sempurna.
Benar.
Zhang Shi Yong mata keranjang.
Dia punya banyak wanita.
Tapi dia tidak pernah serius tentang mereka.
Tapi kenapa Ye Zixi harus melakukan itu lagi?
Dia mau merebut semuanya dariku.
Aku pergi ke villanya.
Aku mengambil pisau dan menusuknya.
Aku menyematkannya ke lantai seperti serangga di laboratorium.
Aku mengambil telpon genggam dari tangannya.
Dan melihat darah keluar dari tubuhnya.
Dia berbaring dalam kesakitan di kumpulan darah dan dia terus berjuang.
Akulah satu-satunya orang yang melihat kejadian itu.
Sayang sekali.
Aku mau orang yang pernah dia cintai, orang yang dia cintai
orang yang dia simpan dalam hatinya...
dan orang yang tidur dengannya...
datang...
dan mengucapkan selamat tinggal padanya.
Mengucapkan selamat tinggal padanya.
Kau punya hak untuk menyalakan rokokku mulai dari sekarang.
Bisakah aku menyimpan ini?
Ini terdapat foto ibuku di dalamnya.
Ibumu cantik.
Dia juga sangat lembut, perhatian...
dan sabar.
Tapi suaminya juga punya hubungan gelap dengan banyak wanita.
Kemudian...
dia membunuh dirinya sendiri.
Aku pikir kau mau berbicara denganku semalam.
Apa yang mau kau bicarakan?
Lanjutkan.
Aku tidak tahu mau berbicara tentang apa.
Apa ada yang mau kau bicarakan?
Aku bisa menjadi pendengar.
Aku pikir kau selalu mau menjadi ahli
dan menganalisa emosiku.
Yah.
Tapi aku harus tahu bagaimana perasaanmu dulu.
Bagaimana sekarang?
Tidakkah ini cukup jelas?
Aku tidak ada ide.
Aku bahkan tidak bisa bilang bahwa dampaknya berlebihan padanya.
Atau jika kau memiliki keinginan yang sangat kuat.
- Apa intuisimu? - Psikolog tidak menggunakan intuisi.
Bagaimana dengan intuisi Xu Xu?
Kau sangat sedih dan kau berada dalam kepedihan.
- Kenapa? - Intuisi tidak memerlukan alasan.
Jujur...
kau seperti monster dari planet lain.
Itulah julukan yang temanku berikan padaku ketika di SD.
Aku anak lahir prematur jadi aku selalu pendek.
Karena aku siswa akselerasi teman sekelasku tidak bermain denganku.
Jadi aku perlahan menjadi terbiasa melihat orang lain bermain.
Melihat mereka bertanding.
Melihat mereka berkelahi.
Melihat mereka diam-diam merencanakan melawan satu sama lain.
Jadi aku perlahan menjadi terbiasa mengamati ekspresi dan tindakan orang lain.
Aku mulai memikirkan apa yang mereka pikirkan.
Dan memprediksikan apa yang akan mereka lakukan.
Aku perlahan menjadi lebih akurat dengan prediksiku.
Itulah cara aku jatuh cinta dengan permainan ini.
Apa itu alasannya kau tertarik dengan psikologi?
Aku rasa demikian.
Aku suka mengamati orang.
Orang akan selalu menjadi dasar utama dan faktor penting di semua kejadian.
Peran utama.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.