Release info

将军在上ㅡㅡOh My GeneralㅡㅡE54
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Episode 54] Visit: https://padepokananaknegeri.blogspot.co.id/m=1

Tags

other
Published on: 2018-07-27
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 196 lines.

Oh Jenderalku

Ayahanda, biar aku saja yang menjadi utusan negosiasi perdamaian dan pergi bersama kelompok itu.

Sebuah negosiasi bukanlah seperti pergi ke oasar. Kenapa kau harus terlibat?

Zhao, Xia Barat diam-diam telah mengerahkan dua ratus ribu pasukannya. Jangan membuat gerakan gegabah.

Dari Xiyin.

Ayah mengorbankan dirinya. Ibu mengorbankan dirinya.

Saudara-saudaraku mengorbankan diri. Sepupu bisa juga membuat pengorbanan.

Ribuan pasukan telah berkorban nyawa.

Bagaimana anakmu tidak bisa dikorbankan?

Wang Tua, siapkan akar kundur ular untukku.

Kudengar setelah kematian Yeli Yuqi,

Yeli Renrong sangat tidak puas pada dirimu.

Kau mendengarnya dari siapa?

Itu hanya kabar angin. Mungkin ada kesalahpahaman,

jadi agar tidak merusak hubungan baik pemimpin-anak buah antara kau dan Yeli Renrong.

Tuan Fan Zhongyan,

Semenjak aku datang ke Xia Barat, aku mengubah namaku menjadi Hu Yuan.

Aku menyaksikan sendiri Pangeran Qi diam-diam berkolaborasi dengan Kaisar Xia Barat untuk menciptakan pemberontakan.

Semoga kau dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kudeta dan jadikan sebagai peluang untuk menghancurkan skema antara Xia Barat dan Pangeran Qi.

Yang Mulia bijaksana

dengan meminjam kekuatan Xia Barat sehingga kita dapat memaksakan tekanan baik secara internal maupun eksternal.

Ketika semua in selesai, rencana besarmu akan berhasil.

Istri! Istriku, di mana putraku?

Bagaimana bisa ini untuk mencegah keguguran?

Negosiasi perdamaian hanyalah taktik yang kutunda.

Jadi, kau izinkan aku menemui Ye Zhao

hanya untuk membingungkan dia?

Yinuo, kau gila!

Kau akan dilenyapkan dalam pertempuran satu hari nanti!

Cukup!

Kerajaan ini akan menjadi milikku.

Bahkan seharusnya tak satupun yang berpikir untuk menghentikanku.

Episode 54

Kutawarkan bersulang untuk Yang Mulia.

Kau terus membuatku minum.

Kau selalu bersulang padaku.

Aku sudah minum tiga cangkir, tapi kau belum minum apa-apa.

Aku juga bersulang anggur untukmu.

Tuangkan.

Kau harus minum...

Kau begitu sangat cantik.

Kau begitu sangat cantik.

Biar aku memelukmu... memelukmu...

Yang Mulia, kau cukup mabuk.

Biar aku menari untuk Yang Mulia.

Menari?

Baik. Menarilah untukku!

Cantik sekali.

Xian'er...

Di dunia ini,

bagaimana ada orang yang secantik dirimu?

Kau terus menghindariku.

Aku akan menghukummu dengan satu cangkir anggur.

Ini.

Yang Mulia, kau minumlah.

Anggur yang lezat dipadukan dengan wanita cantik...

Yang Mulia, kau mabuk.

Aku tidak mabuk.

Menikahlah denganku hari ini, bagaimana?

Kita tidak mampu mengusir si jahat Mozang Heiyun,

dan sekarang orang yang lebih jahat lagi, Xian NIchang, datang!

Begitu bebasnya. Dia dengan tidak bermoral merayu Baginda!

Sepasang kekasih tidak berbakti......

Langit, buka matamu dan lihatlah!

Mereka melakukan hal yang begitu luar biasa!

Mengapa kau memintaku datang kesini?

Si ayah memaksakan dirinya pada tunangan putranya.

Dia telah mempermalukan reputasi keluarga Yeli.

Sungguh mempermalukan reputasiku sebagai Permaisuri.

Paman, kau memintaku untuk menahan amarah ini juga?

Lalu apa yang kau mau?

Bunuh dia!

- Tidak. - Kenapa tidak?

Wanita Song itu memang pantas untuk dibunuh.

Membiarkannya hidup hanya akan membawa masalah nantinya untuk Xia Agung kita.

Tapi sekarang, waktunya belum tepat.

Menurut Paman kapan waktunya yang tepat?

Yang jelas, bukan sekarang.

Kalau kau membunuhnya sekarang,

Baginda pasti akan menyalurkan kemarahannya padamu.

Sehingga keluarga Yeli kita akan habis.

Aku akan menyalurkan kemarahan keluarga Yeli kita.

Menyalurkan amarah ini untuk diriku sendiri.

Menyalurkan kemarahan ini untuk putraku yang tidak becus.

Permaisuri,

kau tidak boleh bertindak gegabah.

Baiklah.

Aku akan mengikuti saran Paman.

Aku akan membiarkannya bersenang-senang sedikit lebih lama.

Setelah beberapa hari,

cari waktu yang tepat

untuk membunuhnya.

Xian'er!

Xian'er...

Ada apa? Kenapa kau begitu panik?

Xian'er,

berjanjilah padaku bahwa mulai sekarang, kua tidak akan keluar sendirian!

Ada apa?

Kau selalu ada di sisiku setiap hari. Mengapa aku meninggalkan rumah sendirian?

Aku ingin kau berjanji padaku!

Baiklah. Aku berjanji padamu.

Apa mungkin ada seseorang yang ingin mencelakakanku?

Apakah Ibundamu?

Karena cemburu,

salah paham, dan kebencian, karena itu dia ingin membunuhku. Benar, kan?

Xian'er, jangan takut. Aku akan mencegah Ibunda agar tidak melakukannya.

Dengan adanya kau di sisiku, siapa yang aku takuti?

Aku tidak boleh kehilanganmu.

Kau tidak akan kehilanganku.

Kita masih akan tetap bersama dalam waktu yang lama.

Salam, Tuan.

Bagaimana pelatihan pasukan barunya?

Menjawab Tuan, mereka sekarang terlatih dengan baik dan siap menjalankan perintahmu.

Mulai malam ini, pindahkan diam-diam

lima ribu prajurit baru ke Desa Baofeng di luar Ibu kota untuk menunggu perintah lebih lanjut.

Baik, Tuan.

Agar tidak menarik perhatian, kalian semua harus bersembunyi di pagi hari dan keluar di malam hari.

Semuanya harus tiba di tempat itu setelah tiga hari.

Begitu kalian semua tiba di sana, akan ada penjaga kota yang mengatur kalian masuk kedalam kota.

Baik, aku akan melakukan persiapannya sesegera mungkin.

Kakak, halo!

Apa ada orang di sini?

Ya!

Target kita kali ini adalah untuk membunuh kaisar Song Zhao Zhen.

Kita harus mencoba untuk tiba di Dongjing dalam tiga hari.

Baik!

Berangkat!

Ibunda.

Kau akhirnya ada waktu untuk mengunjungiku.

Ibunda, aku ada satu permintaan.

Apa itu?

Xian'er, akulah yang membawanya kesini dari Song.

Aku pernah berjanji untuk melindungi

dan memperlakukannya dengan baik. Dengan begitu, aku mohon pada Ibunda

untuk tidak pernah melakukan apapun yang bisa menyakitinya.

Kau memang putraku yang baik.

Wanita Song ini telah benar-benar menyihirmu dan ayahmu untuk jatuh cinta setengah mati padanya.

Bukan hanya kau tidak membencinya, kau bahkan membelanya.

Ibunda,

XIan'er dan aku saling mencintai. Dia melayani Ayahanda saat ini

untuk berbagi beban denganku. Dia dan Ayahanda tidak pernah memiliki hubungan yang intim.

Bodoh!

Mereka selalu bersama minum anggur dan bersenang-senang.

Apa itu sesuatu yang patut dilakukan oleh Ayahanda dan menantunya?

Ibunda, kau berpikir terlalu jauh.

Aku kenal Xian'er. Dia tidak mudah menyerah dan sangat menghormati dirinya sendiri.

Dia tidak akan begitu mudah melakukan hal-hal yang tidak patut.

Apa yang kau khawatirkan tidak akan pernah terjadi.

Berdasarkan kata-katamu,

dia akan kelihatan tidak berdosa.

Haerdun, pasti kaulah yang salah.

Meskipun aku salah, dia tetaplah wanita yang paling kucintai.

Karena itu, aku minta Ibunda untuk berjanji padaku bahwa kau tidak akan pernah menyakitinya.

Haerdunku....

Aku tidak akan pernah begitu mudah memaafkan siapa pun

yang akan menyakiti anakku.

Jika Ibunda tidak mau mengampuni Xian'er,

tidak ada artinya bagiku untuk terus hidup.

Kembali kesini!

Haerdun,

sebagai calon pemimpin Xia Agung, kau sungguh telah menjadi lelaki yang tergila-gila

hanya karena seorang wanita?

Kau sudah sangat mengecewakan aku.

Bukankah kau juga merindukan Ayahanda yang hanya menyayangimu dan menghabiskan hari tua bersama denganmu?

Kenapa saat putramu yang tergila-gila pada kekasihnya,

kau begitu kecewa dan jijik?

Sudahlah.

Sudahlah....

Haerdun, selama kau meminta Xian'er-mu untuk berhenti berhubungan diam-diam dengan Ayahandamu,

aku bisa berjanji padamu.

Terima kasih, Ibunda. Aku berlutut karena bersyukur.

Tuan Fan, Canjiang Hai, anggota pasukan Jenderal Liu yang selamat, mohon untuk bertemu!

Canjiang Hai?

- Cepat izinkan dia masuk. - Ya!

Tuan Fan.

Cepat berdiri.

Tuan Fan, aku membawa surat.

Ahli Strategi Militer memintaku untuk menempuh bahaya dan mengantarkan ini untukmu.

- Hu Qing masih hidup? - Ya.

Saat kami kalah hari itu, dia memimpin lebih dari sepuluh orang prajurit yang tersisa

dan tak sengaja menghentikan kelompok pembawa perbekalan militer dari Pangeran Qi yang sedang dalam perjalanan ke Xia Barat.

Kemudian, kami menyamar dan membaur dengan Xia Barat. Kami saat ini cukup aman.

Surat Rahasia

Oke. Kau boleh pergi.

Ya.

Salam pada Selir Kerjaan.

Pergilah.

Ada apa?

Permaisuri ingin membunuhku.

Jika Permaisuri ingin membunuhmu, kenapa kau datang padaku?

Putra Mahkota sendiri yang mengatakan padaku bahwa Permaisuri ingin membunuhku dan memintaku untuk berhati-hati.

Selir Kerajaan, kau harus menyelamatkanku.

Kenapa?

Karena kita adalah wanita yang menderita hal yang sama.

Sesama penderita?

Aku adalah selir Baginda.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left