Release info

삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E48-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2023-03-20
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kali ini orang lain yang bertanggung jawab.

Itu dia.

Halo.

Kau bercanda?

Hanya karena aku wakilnya,

kau bahkan tidak mau menyapaku.

Aku di sini sebagai wakil Lee Sangjun

dan namaku Kim Taeju.

Senang bertemu denganmu lagi.

Senang bertemu denganmu.

Aku Oh Heeeun dari Mint Communications.

Rasanya berbeda melihatmu di sini.

Sekali lagi, aku melihat riasan yang tebal.

Seperti yang kukatakan kemarin.

Itu iklan untuk perawatan rambut rontok

yang dirilis oleh Farmasi Geongangsu.

Pengiklan ingin

Lee Sangjun mempromosikan produknya.

Tapi Pak Lee punya banyak rambut.

Jadi, kenapa dia terpilih untuk ini?

Karena dia Lee Sangjun.

"Kau bisa punya rambut sebanyak dia."

Itu iklan palsu.

Jika rambut bisa tumbuh setelah minum tablet,

itu bisa memenangkan Hadiah Nobel.

Sama seperti merekrut

selebritas tampan dalam kampanye kecantikan.

Kau tidak bisa terlihat seperti selebritas

hanya karena memakai lipstik yang dipromosikan.

Kami menyediakan fantasi untuk pelanggan kami.

Tapi kau siapa?

Dia Cho Smith dari Mint Communications.

Benar.

Mari kita lihat papan ceritanya.

Masih dalam tahap pengembangan.

Bagaimana kami bisa memutuskan

jika tidak tahu arah yang akan kau iklankan?

Kami pikir kau akan lebih tertarik

dengan pembayarannya.

Seberapa bagus perawatan rambut rontok?

Apa itu mempromosikan pertumbuhan rambut?

Atau mencegah rambut rontok?

Bisa keduanya,

tapi fokus utamanya mengurangi kerontokan.

Kalau begitu, apakah seperti ini?

Tunggu sebentar.

Apa itu akan mencegah rambut rontok

bahkan saat kau melakukan ini?

Hei. / - Pak Cho Smith.

Bisa lepaskan dahulu?

Rambut tak akan rontok bahkan seperti ini.

Tunggu, jangan... / - Bahkan saat aku begini?

Taeju, kumohon.

"Taeju"? Kau mengenalku?

Tidak, aku...

Maksudku adalah aku tak ingin kampanye iklan

menjadi hal yang sama kekanak-kanakannya.

Itu alasan kami meminta papan ceritanya.

Kami tidak akan melakukan itu kepada Pak Lee.

Kau tidak perlu khawatir.

Dalam hal pembayaran,

kami akan memenuhi permintaan Pak Lee.

Seberapa banyak itu?

Berapa yang akan kau minta?

Banyak.

Tentu.

Kalau begitu, mari lakukan pertemuan lanjutan

dengan papan cerita dan tawaran.

Ya, kedengarannya lebih baik.

Aku akan menantikannya, Bu Oh.

Aku mendengarmu dengan jelas,

Bu Wakil Lee Sangjun.

Kim Taeju, berandal itu.

Aku yakin dia sengaja menjambak rambutmu.

Karena dahulu kau mengencani adiknya.

Aku membiarkannya karena sedang bekerja.

Berhenti berpura-pura sebagai Cho Smith.

Kau akan menemui mereka lagi, bukan?

Tentu saja.

Aku yakin dia akan membatalkan ini

setelah berpura-pura mempertimbangkannya.

Meyakinkan pengiklan mungkin lebih sulit.

Kita bisa memberi tahu pengiklan

tentang skandal Lee Sangjun.

Tapi dia sudah mengoreksi rumor

soal anak di luar nikah itu.

Kita akan bilang dia diselidiki

atas penghindaran pajak.

Itu akan membuat pengiklan menyerah.

Kita akan melakukan itu.

Dan Ibu.

Jangan menyerah soal Pak Shin.

Aku tidak pernah bilang begitu.

Apa?

Smith tadi adalah mantan pacar Sorim,

dan hubungan mereka berakhir buruk.

Begitukah?

Pantas saja dia tampak aneh.

Entah kenapa mereka bekerja sama,

tapi melihat dia memakai nama alias

menunjukkan mereka menginginkan Sangjun.

Kita harus melihat apa yang mereka tawarkan.

Kau pasti ingin Sangjun tampil di iklan itu.

Mereka menawarkan banyak uang,

aku setuju selama itu tidak merusak citranya.

Lain kali, rambut Bu Oh yang akan kujambak.

Jika dia masih menawarkan kesepakatan

dan iklan itu tidak akan merusak citra Sangjun,

aku juga akan menyetujuinya.

Astaga. Kau sudah cukup menjambak hari ini.

Dia berpura-pura sakit parah.

Itu penghinaan

bagi semua pasien yang ingin keajaiban.

Ayahku juga pingsan karena wanita itu.

Aku tidak akan membiarkannya.

Jika kau sangat membencinya,

kita harus menolak tawaran mereka.

Tidak, aku ingin duduk untuk rapat lagi.

Kami di halte bus.

Bagaimana jika aku menjemputmu di sana?

Tidak usah. Jika kau di dekat sini,

kami akan mendatangimu.

Kau memarkir mobil di tempat parkir umum?

Gilhyeon.

Gilhyeon!

Kami akan mendatangimu.

Yang di persimpangan, bukan?

Kedai di dekat rumah kita, bukan kedai kari.

Tidak, tetap di sana. Aku akan menjemput kalian.

Kita akan pergi dengan mobilku bersama.

Baik. Jangan lama-lama.

Sangjun akan...

Astaga.

Bu Yoon, di mana kau?

Bu Yoon?

Bu Yoon, di mana kau?

Bu Yoon!

Nenek.

Sangjun, ini buruk. Nenekmu menghilang!

Apa?

Astaga, dia meninggalkan tasnya di sini.

Astaga.

Apa?

Ponselnya ada di tasnya.

Sudah berapa lama dia pergi?

Dia menghilang saat aku meneleponmu.

Mungkinkah dia naik bus?

Kalau begitu, kita ikuti rute busnya.

Dia akan berada di sekitar sini.

Lebih baik kau pulang.

Aku akan mencari di sekitar sini.

Baiklah. Aku akan membawa tasnya pulang.

Tentu.

Bu Yoon, astaga.

Astaga.

Jika kau terserang flu, duduklah yang jauh.

Aku menunggu Yongsil.

Aku menyelesaikan semua tugasmu.

Aku basah kuyup

dan menebus kesalahanku di masa lalu.

Kalau begitu, hanya tersisa empat laporan.

Kau tampak seksi saat bekerja dengan laptop.

Jantungku berdebar kencang.

Maaf, silakan bekerja.

Apa yang kau lihat dengan saksama?

"Lahir Delapan Desember di RS Namjang"?

Kenapa kau membaca ini dengan saksama?

Ini naskah yang ingin Sangjun ubah menjadi film.

Berlatar belakang tahun 1970-an

dan seorang wanita berusia 20-an menukar dua bayi

yang lahir bersamaan di rumah sakit.

Kedengarannya menyenangkan.

Pasti ada alasan

dia memilih naskah ini

dari semua yang dikerjakan juniornya.

Dia ingin mencari masalah dengan sepupunya.

Juniornya menulis ini, jadi, itu kebetulan,

tapi nama wanita yang menukar bayi

adalah Jang Youngsuk.

Kenapa tidak memilih Jang Youngsik saja?

Aku ingin dia merasa bersalah.

Jiwoo.

Apa dia akan baik-baik saja?

Ini bisa melukainya.

Aku yakin Sangjun punya rencana.

Apa yang kau lakukan?

Aku harus keluar.

Ke mana?

Kau mau ke mana?

Aku menemukan bedebah itu.

Dia tinggal di Paju.

Dia masih mengajar seni.

Apa yang akan kau tanyakan saat menemuinya?

"Apa aku genius?"

Kita bicarakan nanti saja.

Jang Youngsik.

Jang Youngsik.

Jang Youngsik!

Bisakah kau sadar?

Kapan kau akan merelakan masa lalumu?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left