The first 200 lines.
Oh, kau akan mendapatkannya.
Adakah alasan hukum kenapa hukuman ini tak seharusnya dijatuhkan?
- Tidak, Yang Mulia. - Ya.
Aku ada sesuatu untuk disampaikan.
Kau bisa menghentikanku,
tapi kau tak bisa menghentikan apa yang akan terjadi pada kalian
dan seluruh negara ini selanjutnya.
Selanjutnya kami akan...
Aku tak akan mengucapkan apa-apa lagi. Kita simpan itu buat banding.
Ini keputusan dari sidang ini, bahwa terdakwa, John Huberman,
telah terbukti bersalah atas kejahatan karena pengkhianatan
terhadap Amerika berdasarkan dewan juri sidang ini
untuk distrik selatan Florida di Miami,
untuk diserahkan sebagai tahanan Jaksa Agung Amerika
untuk hukuman penjara di sebuah institusi seperti penjara
selama periode 20 tahun.
Dan terdakwa bisa segera dikembalikan ke penjara
sebagai tahanan Marshal Amerika.
- Sidang sekarang ditutup. - Ini dia datang.
- Sebentar saja, Nona Huberman. - Tunggu, Nona Huberman. - Lihat ke arah sini, tolong.
Kami ingin pernyataan dari anda, Nona Huberman, terkait ayah anda.
Misalnya, anda pikir ayah anda pantas dapat yang semestinya dia dapatkan?
Bisa kami anggap anda senang ayah anda
menanggung konsekuensinya karena menjadi seorang antek Jerman?
Beritahu kami kalau dia berniat meninggalkan kota.
Bersedia kau istirahat sebentar untuk segelas minuman, Mr. Hop...kins?
Alicia, kau sungguh diikuti oleh seorang polisi?
Itu kedengarannya seru sekali.
Aku akan tembaki mereka besok.
Tidak, terima kasih. Sudah cukup. Juga denganmu.
Jangan sembarangan. Minuman utamanya belum disajikan.
Semua orang di sini punya ikan diawetkan yang digantung ke dinding.
Di mana mereka mendapatkannya? Tak pernah lihat ikan.
Bagaimana denganmu, tampan?
Aku pernah melihatmu di suatu tempat sebelumnya?
Oh, itu tak masalah. Aku suka tamu tak diundang.
- Dia bukan tamu tak diundang. Aku yang membawanya. - Oh.
- Mr. Hopkins, kau keberatan... - Aku takkan keberatan diikuti polisi.
Aku benci pengecut, orang-orang licik seperti polisi diam-diam memburumu.
Tentu saja, aku wanita yang lagi diintai, kau tahu.
Aku akan ledakkan Terusan Panama sebentar lagi.
- Kau mau es di dalamnya? - Tidak, terima kasih.
Tak sepatutnya buat gadis cantik sepertimu mengkhawatirkan tentang polisi.
- Kau takkan mengkhawatirkannya besok. - Oh, benarkah?
- Kita berlayar pukul 10:00. - Benarkah? Kita benar-benar berlayar jauh, huh?
Perlihatkan padaku ikannya, aku perlihatkan kau pembohong.
- Apa yang dibutuhkan pesta ini itu sedikit pelayanan yang baik. - Tak ada ikan.
Sebaiknya kita mulai sudahi, Alicia. Aku harus ada di kapal pukul 9:00.
Satu minggu di Havana, lalu segala pikiran tentang ayahmu akan sirna.
Kau mencintaiku, Komodor?
Kau wanita yang sangat cantik.
Aku akan minum lagi untuk mengapresiasi itu.
Kau mau ke mana?
- Mancing. - Malam-malam begini?
- Kau gila. - Bagaimana denganmu?
- Masih mau minum? - Apa bedanya? Tak ada ikan
- siang atau malam. - Kau tahu sesuatu? Aku menyukaimu.
Sampai jumpa di kapal, Alicia, pukul 9:00.
Oh, aku harus pikirkan itu lagi.
Kau tak perlu kemas-kemas. Kita bisa beli sejumlah barang di Havana.
Kupikir aku harus biarkan dia di sini sampai baikan sedikit.
Aku sungguh minta maaf kalian semua harus pergi. Ini benar-benar jadi sebuah pesta yang mengerikan.
- Selamat malam. - Selamat malam. - Selamat malam.
- Selamat malam, sayang. - Selamat malam.
Ada satu minuman lagi tersisa buat masing-masing.
Sayang dengan esnya.
- Kenapa? - Habis.
- Siapa habis? - Esnya.
Kenapa kau suka lagu ini?
Karena banyak gombalnya.
Tak ada yang seperti lagu cinta yang bisa membuatmu tertawa terpingkal-pingkal.
Benar.
Pengap di sini, bukan?
Mungkin.
Bagaimana kalau...
kita adakan piknik?
Di luar?
Terlalu pengap di sini untuk piknik.
- Mau habiskan itu? - Sayang untuk ditinggalkan.
Kau laki yang istimewa.
- Mobilku di luar. - Pastinya.
- Mau pergi jalan-jalan? - Sangat.
Bagaimana dengan tamu-tamumu?
Mereka bisa merangkak keluar sendiri.
Aku... aku yang nyetir.
Itu dipahami.
Kau tak butuh mantel?
Kau saja.
Tunggu sebentar. Biar aku kenakan ini padamu. Kau bisa masuk angin.
- Bagaimana mengemudiku? - Tidak buruk.
- Takut? - Tidak.
- Oh? Oh, kau tidak takut terhadap apa saja? - Tidak terlalu besar.
- Kabut ini menggangguku. - Itu rambutmu di matamu.
Speedometer menunjukkan angka berapa?
65.
Aku ingin jadikan 80 untuk menghilangkan ringis wajahmu.
Aku tak suka orang yang meringis padaku.
- Polisi. - Apa?
Ada polisi sedang mengejar kita. Lihat.
Oh, mereka membuatku muak.
Dia ingin bicara denganmu.
Berkendara sambil mabuk.
Pelanggaran keduaku. Sekarang aku masuk penjara.
Seluruh keluargaku di penjara. Siapa peduli?
Menikmati jalan buat kalian sendiri?
Orang sepertimu harusnya sudah mati.
- Mabuk, huh? - Sebentar, Petugas.
Jangan berargumen, pak. Kau tak punya sesuatu untuk membenarkannya.
- Maaf, tapi anda tidak mengatakan terus terang. - Tak apa.
- Yakin anda bisa menanganinya? - Tak ada masalah.
Anda tentunya tahu.
Surat tilangya mana?
Dia tidak memberiku surat tilang.
- Namamu siapa? - Devlin.
Kau perlihatkan polisi itu sesuatu, dia memberi hormat padamu.
- Benarkah? - Aku melihatnya.
Kenapa? Dasar bajingan pengkhianat! Kau polisi!
- Baiklah, kita berdebatnya nanti. - Kau...
Menyingkirlah dari mobilku!
- Keluarlah dari mobilku! - Aku antar kau pulang.
Kau tak akan mengantarku pulang sama sekali!
- Ooh, aku... - Minggir.
Ayo.
Keluarlah dari mobilku, polisi federal, karena mengacaukan pestaku,
sama seperti bajingan dengan kacamata itu! Tinggalkan aku!
Kau membuntutiku demi mendapatkan sesuatu dariku.
Ke... luar!
Kau bisa tenangkan diri?
Bagus. Sekarang, minggir.
Aku tak akan biarkan...
Sebaiknya kau minum itu.
Baiklah.
Buat apa semua layanan ini?
Ayo, minum.
Habiskan.
Merasa lebih baik?
Apa kau peduli bagaimana keadaanku?
Kau... Kau polisi.
Apa maksud semua ini, huh?
- Apa tujuanmu? - Tujuan apa?
- Soal semalam. - Hanya ingin menjalin pertemanan.
Pertemanan, ya.
- Agar kau bisa menjebakku, hmm? - Tidak, aku ada pekerjaan buatmu.
Jangan bilang padaku. Hanya ada...
Hanya ada satu pekerjaan yang kalian para polisi inginkan dariku.
- Kau bisa melupakannya, Mr... - Devlin.
- Siapa? - Devlin.
Aku bukan mata-mata, Mr. Devlin.
Departemenku memberi kuasa padaku menyertakanmu melakukan sebuah tugas buat kami,
pekerjaan di Brazil.
Oh, pergilah. Segala hal itu membuatku muak.
Seorang tokoh penting Jerman yang hendak membayar ayahmu itu lagi bertugas di Rio.
- Pernah dengar Industri-industri I.G. Farben? - Aku beritahu, aku tidak tertarik.
Farben punya orang-orang di Amerika Selatan yang ditempatkan di sana sebelum perang.
Kami kerja sama dengan pemerintah Brazil untuk mengungkap mereka.
- Kepalaku pikir putri dari seorang... - Dari seorang pengkhianat?
Dia pikir kau bisa sangat membantu dalam tugas ini. Mereka bisa mempercayaimu.
Dan kau bisa cari tahu sedikit keganjilan-keganjilan ayahmu.
- Kenapa harus aku? - Patriotisme.
Itu kata membuatku tersiksa.
Tidak, terima kasih. Aku tak mau terlibat karena patriotisme atau... atau patriot.
Aku ingin memperdebatnya denganmu.
Melambaikan bendera dengan satu tangan dan mencuri informasi dengan tangan satunya.
Itu patriotisme kalian. Kalian bisa memilikinya.
Kami melakukan penyadapan bungalowmu selama tiga bulan.
"Percakapan antara John Huberman dengan putrinya Alicia,
6:30 malam, 9 Januari, 1946, di Miami Beach, Florida."
Sejumlah fakta-fakta tidak diungkapkan di persidangan.
Aku tak mau dengar itu.
Rileks, realistis, dan dengarkan.
Ada buat kita, kita berdua, uang dalam jumlah besar di sana, Alicia.
Aku sudah bilang sebelum Natal aku tak mau melakukannya.
Kau tidak gunakan akal sehatmu. Kau bisa dapat apa saja yang kau mau.
- Tugasnya mudah. - Aku tak mau dengar, ayah.
Ini bukan negaramu, kan?
Ibuku lahir di sini. Kami berwarga negara Amerika.
Mana akal sehatmu? Berdasarkan pengetahuanmu, kau orang Jerman.
Kau harus dengarkan ayah. Kau tak tahu apa yang kami dukung.
Aku tahu apa yang kalian dukung! Kalian dengan pembunuhan biadab kalian.
Aku benci ayah semenjak aku mengetahuinya.
- Putriku, jangan bicara ke ayah seperti itu. - Tetaplah di tempat duduk ayah!
Alicia, turunkan suaramu.
Aku benci kalian semua. Dan aku cinta negara ini. Ayah paham itu?
Aku mencintainya. Aku saksikan kalian semua digantung sebelum aku berbuat sesuatu menentangnya.
Sekarang, cepat pergi dari sini, atau aku bersumpah, aku laporkan ayah.
Jangan pernah mendekatiku atau bicara denganku lagi soal rencana busuk kalian.
Itu tidak membuktikan banyak.
- Aku tidak melaporkannya. - Kami tidak menduga kau yang melaporkannya.
Bagaimana menurutmu?
Pergilah dan tinggalkan aku sendiri.
Aku punya kehidupan sendiri untuk dijalani.
Masa-masa menyenangkan. Itulah yang aku mau. Dan tertawa bersama orang-orang yang aku suka.
Dan tak ada polisi licik yang ingin menjebloskanku ke tempat latihan menembak.
Tapi orang-orang dari golonganku, yang perlakukanku dengan baik,
menyukaiku, dan memahamiku.
Selamat pagi, Alicia.
Oh, halo.
Berpikir kau mungkin butuh bantuan pagi ini. Kita berlayar saat pasang, tahu.
- Kau sudah siap? - Ya.
- Jangan bilang padaku kau lupa, sayangku. - Hampir.
No comments yet. Be the first to leave one.