The first 139 lines.
m 0 0 l -2986.5 0 l -2986.5 -13.375 l 0 -13.375 b 3.375 -12.625 5.25 -10.625 5.25 -6.625 b 5.25 -3.375 4 0 0 0
Hunter No Sekai
Now Watching
Goblin Slayer S2
Episode #12 - END
Hunter No Sekai
Now Watching
Facebook:
Doaku, Sampaikah Kau ke Surga?
Sudah berakhir?
Sepertinya begitu.
Syukurlah.
Sekarang sudah tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Wah, kau tampak lega.
Ya.
Karena dia juga agak labil.
Selama pikiran bisa tenang, alasannya tak perlu ditanyakan.
Yang perlu ditanyakan mungkin ini.
Bagaimana menurutmu?
Yah, kurang lebih aku menduga mereka mau membangkitkan dewa jahat.
Hei.
Kerjaan sudah selesai, 'kan?
Sudah boleh pulang, 'kan?
Tidak, masih ada sisa goblin di atas.
Harus kita bunuh semua.
Pulang itu menakutkan, ya.
Apa boleh buat.
Aku ingin cepat pulang dan mandi.
Aku bisa berikan hujan darah kalau mau.
Greater Demon Hand...
Tangan iblis!
Penyintas kehancuran putih, maniraptora!
Saksikanlah perjuangan perangku!
Akan kugunakan mukjizat sekarang...
Tidak boleh...
Aku sudah tak bisa pakai mantra lagi...
Sisik!
Ini bahaya!
Masih hidup, 'kan?
Aku masih belum mati.
Terima kasih.
Tidak apa.
Buat tembok!
Tembok?
Salju, ya?
Kemari! Cepat!
Ya!
Orcbolg, cepat!
Ya.
Wahai Atari, berkenankah engkau tunjukkan tarian pada pahlawan?
Gua salju sederhana.
Bagaimana?
Lumayan membantu.
Penyembuhan...
Tidak, ramuan stamina!
Ya.
Kau dan gadis itu minum juga.
Ya!
Pencukur Jembut, Telinga Panjang, kalian minum juga!
Minum. Biar hangat.
Kalau tidak bergerak, kau bisa mati.
Aku benci ini.
Sepertinya tangan itu tidak bisa menjangkau sampai sini.
Tujuan kita sudah tercapai.
Bagaimana dengan gadis itu?
Tubuhnya melemah.
Dia tidak bisa bertahan di sini terlalu lama.
Bagaimana menurutmu?
Tidak...
Pilihannya cuma serang atau mundur.
Kita tidak punya alasan harus mengalahkannya.
Bagi Orcbolg, itu memang bukan goblin...
Aku tidak apa-apa!
Bajingan.
Dia bisa bergerak, toh?
Dia bisa melihat?
Bagaimana, Pencukur Jembut?
Aku punya rencana.
Ayo habisi dia.
Ya!
Kemari!
Takkan kubiarkan!
Minyak Medeia atau petroleum, pokoknya air yang mudah terbakar.
Goblin Slayer, sekarang...
Tidak bisa, terlalu dingin.
Mundur dan cepat pergi!
Ya!
Saat bertualang, tak boleh lupa ini.
Maju!
Goblin Slayer! Goblin Slayer!
Tak masalah.
Bagaimana denganmu?
Y-Ya!
Sedang kuusahakan.
Ternyata benar ini kunci tempat ini.
Kapan saja bisa!
Begitu.
Badai salju lagi...
Goblin Slayer!
Orcbolg!
Menarilah, salamander.
Bagikanlah kehangatan ekor apimu.
Sayap dari lingdaolong, cabik, terbang, dan buru.
Taklukkanlah kehancuran besar!
Bila kau menghendaki kematian kami, jatuhkanlah batu api dari langit!
Ayo serang, Telinga Panjang!
Wahai Ibu Pertiwi yang Maha Pengasih,
tolong lindungi kami yang lemah dengan kekuatan Bumi!
Berhasil?
Masih belum!
Masih belum...
Masih belum!
Dia datang!
Ini elevator!
Menyerang dengan bertahan...
Benar, kau hebat bisa mengingatnya.
Karena kau...
Karena kau yang mengajarkan itu.
Begitu.
Ya.
Sialan!
Delapan!
Sepuluh!
Bagaimana kondisi sekitar?
Tidak masalah.
Agak ragu, sih.
Kalau begitu akan kupanggil.
Sudah aman.
Ya, maaf.
Maaf, andai tubuhku bisa bergerak sedikit.
Tidak, kalau aku lebih kuat...
Lagi pula, kau tidak bisa menggendong dia, 'kan?
Tapi...
Walaupun kau berotot, Dwarf dan manusia itu berbeda.
Terima kasih...
Maaf...
Terima kasih, Mas...
Diriku satu setengah tahun yang lalu juga begini.
No comments yet. Be the first to leave one.