The Padre

The Padre

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Padre 2018 1080p WEB-DL H264 AC3-EVO
A Commentary by Bandar1

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
AC3
1080
Published on: 2018-08-28
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

42!

42!

Ya, itu aku.

Lena Harmiento Jimenez.

Pengajuan paspormu tidak lengkap.

Tujuanmu berkunjung untuk menemui "saudari," tapi tak ada alamatnya.

Apa kau tahu alamatnya?/ Tidak.

Bagian Amerika mana yang mau kau kunjungi?

Minnesota./ Minnesota.

Tak ada status pekerja, kartu kredit, atau visa turis.

Apa saudarimu bisa menjadi sponsor untukmu?

Dia masih 12 tahun.

Kau masih di bawah umur. Bisa minta tanda tangan orang tuamu?

Aku tak bisa melakukan itu.

Kenapa?

Mereka sudah meninggal.

Aku tak bisa membantumu.

Aku sangat butuh visa ini.

Kau harus cari jalan lain.

Selanjutnya!

Bapa, bisa bahasa Spanyol?

Tidak? Tak masalah.

Bapa, aku butuh bantuan. Aku temukan jam ini di alun-alun. Kau lihat?

Kurasa ini emas. Kau lihat?

Bapa, aku tahu kau orang yang jujur.

Aku tak bisa membawa ini pulang karena pamanku...

Aku tak tahu arah tujuan ini, tapi aku tahu dimana ini berakhir.

Dengan aku kehabisan uang dan memiliki jam plastik.

Bapa, itu pemikiran yang suram./ Persetan pemikiran suram.

Kau akan lebih meyakinkan jika kau tunjukkan jam yang lebih bagus.

Dan kau akan lebih meyakinkan, Bapa, jika kau sembunyikan botol alkoholmu.

Ini hari yang panas, Pak.

Wisatawan, benar?

Kau harus lihat adu banteng malam ini.

Matadornya, dia mematikan.

Itu seru melihat manusia membunuh binatang?

Tidak, tidak, tidak. Aku hanya basa basi.

Jangan basa-basi dengan dia, teman.

Aku baru menerima telepon.

Pendetamu baru saja memasuki kota kecil.

Barat daya.

Baik, panggil orang-orangmu.

Beritahu mereka jika dia tertangkap, kita gandakan imbalannya.

Kau melakukan ilmu ekonomi yang aneh.

Keadilan bukan perdagangan.

Baiklah.

Aku melihat surat perintahnya. Semuanya hanya kejahatan kecil.

Jadi kenapa pensiunan Marsekal AS memburu orang ini dengan uangnya sendiri?

Apa ini personal?

Menurutmu aku datang ke sini dan membayar polisi sepertimu...

...jika itu bukan personal?

Baiklah, ini personal.

Kau tahu, mereka bilang saat kau mencari pembalasan dendam...

Kau harus menggali dua makam.

Ini hari yang panas.

Begitu panas, itu membuat bantengnya marah.

Katakan sampai jumpa pada matadormu.

Baiklah.

Halo./ Halo.

Berbagi.

Kembaliannya banyak./ Ya.

Esteban tak mau tawar menawar denganku lagi.

Sekarang dia hanya membuat salib dan mengambil apa yang aku berikan.

Arepas-nya?/ Apa?

Arepas-nya?

Aku lupa.

Aku akan ambil besok./ Kenapa besok?

Kelompok sekolahku akan pergi ke air terjun sore ini.

Aku bekerja hari ini. Kau menjaga anak-anakku.

Aku sudah memikirkan itu. Anna akan datang.

Kau bayar dia, tambahkan itu ke sewaku agar aku bisa pergi.

Tidak, Lena.

Bukan ini alasannya aku menerimamu tinggal di sini.

Lena, tak lama lagi kau akan memiliki keluargamu sendiri.

Lalu kau akan mengerti.

Lena?

Lena, kau mendengarku?

Aku punya keluarga. Tapi tidak di sini.

Sayang.

Tak ada apa-apa di sini.

Aku akan membeli Arepas.

Tidak, tidak, tidak.

Aku takkan biarkan kau merampokku dua kali dalam sehari!

6,000 untuk roti keju basi.

Dengan harga segitu, kau menuduhku merampokmu?

Serigala bisa mencium serigala lainnya dengan jelas dari seberang hutan.

Bagaimana menurutmu?

Jika dia Pendeta, aku Paus.

Aku khawatir dengan ini.

Mereka melihat seorang turis, seseorang dari luar kota.

Orang yang tak bisa bahasa lokal, lalu menaruh harga 10 kali.

Kau harus minta pengembalian uang. Kau punya bonnya?/Ada.

Biar aku ambil itu untukmu./ Ya.

Bapa. Bisa bicara?

Sebentar.

Tuan-tuan. Selamat siang.

Ini pagi./ Ya, benar.

Kau terlihat seperti orang penting. Ada yang bisa aku bantu?

Kau menakuti para wisatawan./ Aku sendiri juga wisatawan.

Kami adalah kota yang tenang.

Orang sepertimu tidak diharapkan.

Apa yang kau lakukan?

Kau tak bisa mengusirku begitu saja dari kota ini.

Aku akan panggil polisi./ Tak ada polisi.

Bus akan datang satu jam lagi.

Naiklah itu.

Penyebab sakit kepala yang lainnya.

Biar aku yang bicara.

Apa kau melihat orang ini?

Dia terlihat memasuki kota ini.

Apa dia terlihat tidak asing?

Dia di sini. Aku mencium baunya.

Dengar. Kami punya uang.

Apa dia mencium bauku?

Lupakan dia.

Otaknya seperti babi panggang.

Ayo, lihat sekali lagi.

Dia menyamar sebagai pendeta, terkadang wiraniaga.

Tapi itu tidak benar.

Apa yang dia jual?/Dia bilang dia menjual ganja, obat-obatan...

Dan ini tidak sungguhan?

Tidak, itu sungguhan.

Lalu kenapa aku tidak membelinya?

Dengar, apa mereka tahu dia atau tidak?

Lena? Kau mendapatkan Arepas-nya?

Lena? Arepas?

Hubungi Anna. Jual semuanya./ Apa?

Apa kau melihat dia?

Sulit dikatakan. Fotomu sangat kotor.

Dia bilang "uang"?

Astaga.

Jadi jika kami melihat orang ini?

$5,000, seperti yang tertulis.

Bisa kita tolong hentikan tarian ini?

Astaga.

Federico! Orang asing itu mencuri mobilmu!

Baiklah, ayo. Dia mengendarai Lincoln.

Ke mana kita pergi?/ Demi Tuhan!

Ingat aku?

Keluar./ Oke. Jelaskan itu pada mereka.

Demi Tuhan!

Baiklah, mereka semakin dekat.

Astaga!

Kau tahu kau takkan ikut denganku, 'kan?/ Oke, kalau begitu turunkan aku di sini.

Biar aku beritahu polisi bagaimana pendeta kulit putih menculik anak yatim miskin.

Sial, mereka di lembah./ Aku bisa lihat itu.

Ini seperti labirin.

Itu sebabnya aku memilihmu. Kau warga setempat.

Ini negara yang besar. Kau hapal jalanan Cincinnati?

Belok kanan. Di sini!/ Di mana?

Lihat? Kau butuh bantuanku.

Baik, kota berikutnya, keluar. Kau akan pulang.

Aku tidak bisa. Itu terlalu jauh. Aku tak punya sepatu yang bagus.

Aku akan belikan kau sepatu.

Dan ini dingin./ Dan sweater.

Dan ini gelap./ Dan senter.

Bagaimana kau tahu bersembunyi di mobil yang mana?/Itu mobilnya Federico.

Dia tak pernah menguncinya. Tak ada yang mencuri dari Federico.

Apa? Kenapa tidak?/ Karena dia walikota.

Kau butuh aku. Kau akan tersesat di negara ini tanpa aku.

Aku akan beli peta, dan peta tidak berbicara.

Itu pakaianmu. Urusan kita selesai.

Jangan minum saat kau mengantarku./ Aku takkan mengantarmu kemana-mana.

Aku punya penawaran.

Aku tidak menerima tawaran apapun saat ini.

Bagaimana jika aku membayarmu untuk mengantarku ke kota?

Aku takkan mengantarmu kemana-mana.

Lalu di kota, kau bantu aku dengan rencanaku.

Itu rencana yang bagus. Dan untukmu, kau memiliki uang.

Kau tak tahu apa-apa.

Siapa namamu?

Lena./ Lena, pulanglah.

Keluargamu mungkin sangat khawatir.

Kenapa kau membutuhkan aku? Naiklah bus.

Karena kau kulit putih dan kulitmu seperti paspor.

Semuanya mudah untukmu./ Itu tak terasa begitu sejauh ini.

Beritahu aku, apa warna perban di tempat asalmu?

Lihat? Begitu juga di sini, Afrika, dan dimana-mana.

Itu mudah. Putih.

Jadi, apa rencananya?/ Pertama jalan, lalu rencananya.

Astaga.

Seperti yang kubilang, tak ada yang mencuri dari Federico.

Terima kasih banyak.

Apa?

Kita tidak berada di posisi kuat untuk bernegosiasi.

Kau tak mendapatkan kita apa-apa.

Ini sesuatu./ Ya, ini sesuatu.

Selamat, Bapa. Kau membuat keajaiban.

Kau mengubah anggur menjadi air.

Dan juga, kau berutang 700 padaku untuk separuh mobilnya.

Kau tahu, ini bukan usaha bersama.

Aku mencuri mobil itu, itu mobilku.

Kau tidak suka, pergilah mencari orang asing lain.

Maksudku, kau bisa mendapatkan lebih.

Kalau begitu pergilah dan negosiasi kembali!

Kau tahu, aku bisa sangat meyakinkan.

Letakkan itu./ Apa?

Baiklah, cukup mengemudi saja./ Aku tahu cara menggunakan itu, kau tidak.

Aku sudah punya cukup pikiran tanpa mengurusi anak yatim.

Hei.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left