The first 193 lines.
Dia bilang, "Kau kira lebih baik dari lainnya?"
Kubalas, "Kurang lebih begitu."
Aku sudah berusaha ...
Tori, ayolah!
Kau tak melihatku jatuh di tempat parkir?
Tadi sangat lucu.
Aku tak berusaha melucu.
Daftar drama yang baru! Pegang kopiku.
- Minggir! - Apa? Hei!
Daftar dramanya bagus sekali!
Jangan sampai tumpah!
- Apa yang bagus? - Daftar drama semester ini.
Astaga! Aku cocok memerankan semua drama ini.
- Moonlight Magic ada? - Ya, nomor empat. Kenapa?
Andre penulis lagunya. Dia ingin aku ikut audisi peran utama.
Kau? Kenapa?
Ambil kopimu lalu pergi.
Kau menjadi pemarah setelah jatuh di tempat parkir.
Butuh bantuan?
- Ya! - Menarik.
Katamu film itu tak menakutkan?
Tidak. Kataku, tak begitu menakutkan seperti tahu.
- Kenapa kau selalu mengejek tahu? - Karena rasanya seperti ingus.
Ingus rasanya tidak enak.
- Lihat siapa itu. - Kalian bisa membantuku?
Tentu.
- Letakkan di sana. - Sebaiknya kau pasang rak di dalam.
- Sudah semua. - Selesai.
Terima kasih.
Jangan menjatuhkanku seperti itu lagi.
Aku membantu Tori!
Singkirkan permen karet dari dahiku.
Baik, lokerku sudah penuh. Aku merasa tenang.
- Belum selesai. - Apa?
Kau harus mendandaninya.
Semua siswa Hollywood Arts harus mendandani lokernya.
Apa yang kau lakukan pada lokermu?
Aku buat mosaik dengan semua dot bayi dari masa kecilku.
Itu mengingatkanku akan masa bahagia.
Lokermu?
- Ayo lihat. - Ikuti rambut gimbalnya.
Hei, Andre, Robbie.
Tupai itu kembali ke kantorku lagi.
- Aku ambil jaring. - Aku ambil kacangnya.
Aku tak tahu harus apa dengan lokerku.
Mau lihat lokerku?
Kurasa.
Ini sisa makanan yang kukunyah, tapi tak kutelan.
Aku memuntahkannya, lapisi dengan resin poliuretan ...
... dan menempelkannya di sini dengan perekat industri.
Betsy!
Daging lezat hewan itu bisa menghidupi kita sepekan lagi.
Aku tak mau hidup tanpa Poncy.
Babi ini segalanya bagiku dibandingkan ayahku.
Lalu aku akan ...
- Sikowitz! - Apa?
Kau melempar bola ke wajahku.
Ayolah. Aktor sejati bisa tetap berperan tanpa memedulikan kegiatan di sekitarnya.
Namun, rasanya sakit sekali!
Saatnya makan siang! Hore!
Pelajari dialog kalian.
Kuminta semua ujian tutup buku besok.
- Mau makan siang bersama kami? - Boleh. Biar aku ...
Kenapa melempariku? Aku tak sedang berakting.
Kita harus bicara.
Kenapa tak bilang, "Tori, bisa kita bicara?"
- Selamat bersenang-senang. - Lindungi wajahmu.
Ada apa?
Aku dengar kau ikut audisi drama Moonlight Magic.
Andre komponisnya. Dia mau aku jadi peran utama.
- Cobalah. - Ya?
Tapi tak bisa.
Tidak sebelum kau lulus ...
- ... Adegan Burung. - Adegan Burung?
Di Hollywood Arts, murid harus tampilkan Adegan Burung ...
... sebelum bisa ikut audisi semua drama sekolah.
Sikowitz, aku lupa bertanya soal PR ...
Kita tak akan pernah tahu pertanyaannya.
harus belajar "adegan burung" n.b. guruku melempar bola kepada orang
Berpikir
Tahu di mana aku bisa pinjam sepatu balet?
Tidak.
Tapi aku tahu toko rok cantik dan pengilap bibir.
Lucu sekali, Beck. Pengilap bibir.
- Kenapa kau butuh sepatu balet? - Karena aku ikut kelas balet.
Bukankah itu kegiatan wanita?
Ya, hanya ada satu ruangan penuh dengan gadis-gadis dan aku.
Kalian paham maksudku?
- Aku paham. - Ya, cukup hebat.
Aku tak mengerti.
Banyak gadis ...
... yang suka menari dalam satu ruangan.
Bersamanya.
Kau keberatan jika aku mendaftar juga?
Tidak, silakan saja.
- Bagaimana denganmu? - Tak bisa.
Aku dan Jade sudah ikut kelas tari salsa.
Aku tak bisa makan salsa.
Karena perutmu jadi mulas dan bermimpi buruk?
Tidak.
- Ya. - Mungkin.
Menampilkan Adegan Burung hari ini. Gugup, tapi SIAP.
Semangat
Siap? Latihan akting sambil lalu.
Kalian semua warga Inggris yang pemarah. Mulai!
Beri tahu aku siapa yang duduk di crumpet-ku!
Nenekku ke kamar mandi sementara aku berciuman dengan PM!
Kerumunan whipperwils ini mengganggu celanaku!
Astaga! Ada kecoak mati dalam braku!
Astaga!
Sudah kubilang jangan tuang saus plum di sosisku!
Baiklah! Bagus sekali! Tenangkan diri kalian!
Kini setelah kita semua merasa rileks ...
... tiba saatnya bagi murid terbaru kita ...
... untuk menampilkan ...
... Adegan Burung!
Tori, panggung ini milikmu, tapi jangan dibawa pulang.
Boleh bertanya sebelum memulainya?
- Jadi ... - Berusahalah. Mulai!
Baiklah.
Waktu itu tahun 1934 saat suamiku meninggalkanku.
Sendirian.
Hidup di padang rumput terasa begitu suram.
Tak ada telepon atau radio.
Hanya seekor burung besar tempatku mencurahkan perasaan.
Suatu hari saat sedih, kubilang padanya ...
... "Wahai burung, kau bisa terbang.
Kau bisa terbang jauh dari tempat sepi ini tapi kau tetap tinggal.
Kenapa?"
Tampaknya pertanyaanku segera terjawab.
Karena pada sore itu, burungku pergi.
Begitu juga dengan jiwaku.
Bagaimana?
Apa maksudmu?
Apa aku memerankannya dengan benar?
Tidak, tidak sama sekali.
Baiklah, apa kesalahanku ...
Kau harus tampil lagi besok dan memperbaikinya.
Atau kau tak bisa ikut drama Andre dan lainnya.
- Bisa beri tahu salahku? - Tidak bisa.
- Tak ada umpan balik? - Benar sekali.
- Tapi ... - Latihan sambil lalu!
Kalian adalah lumba-lumba yang ketakutan. Mulai!
Rasakan ketakutannya!
Rasakan ketakutannya!
Adegan Burung ... APA SALAHKU?
Bingung
- Tidak! - Tak bisa beri tahu.
- Tak akan terjadi. - Tori! Hentikan.
Ayolah! Bagaimana aku bisa berperan dengan benar ...
... jika tak beri tahu apa kesalahanku. Aku mengira kalian temanku.
Aku bukan temanmu.
Kuharap kita bisa jadi lebih dari sekadar teman.
Menjijikkan sekali caranya merayu semua gadis.
Aku tak pernah merayumu.
Apa maksudmu?
Teman-teman! Bagaimana soal masalahku?
Peraturan pertama Adegan Burung ...
... tak ada yang boleh membantumu.
Tak seorang pun.
- Jadi, kau hias lokermu seperti ini? - Ya.
Ini papan tulis, dilengkapi spidol berwarna dan wadahnya.
Jadi, siapa pun boleh tulis atau gambar semaunya.
- Tapi kau harus menghiasnya sendiri. - Itu tradisi di Hollywood Arts.
Apa salahnya membiarkan orang lain berekspresi di lokerku?
Sebagai awalnya, mereka bisa melakukan itu.
Loker BODOH Tori
Sungguh? Lokerku lebih pintar dari lokermu!
- Bagaimana bisa ... - Aku tak tahu!
Ayolah. Ajari aku tampilkan Adegan Burung atau aku menangis.
Tidak bisa.
- Jangan cengeng. - Ya, tegarlah.
Saatnya kelas balet pertama kita.
Asyik, balet!
Tak kuduga rasanya canggung saat pakai celana ketat.
Celana ini menekanku dengan cara yang buruk.
Kau tak akan mengeluh saat dikelilingi balerina.
Ya ampun. Semuanya laki-laki.
Kali ini siap menampilkan Adegan Burung. Akan KUTAKLUKKAN.
Bertekad
Jadi, kau sudah siap?
Aku lebih dari siap.
Sikowitz minta Adegan Burung? Akan kuberikan.
Aku punya peralatan dan juga latar. Untuk membujuknya, aku belikan Sikowitz ...
... dua buah kelapa besar.
Kelapamu bagus sekali.
Apa hubungan antara Sikowitz dan kelapa?
Katanya, air kelapa memberikan penglihatan.
Baiklah, kita ...
Kita punya banyak pekerjaan hari ini.
Namun, pertama ...
... Tori, Adegan Burung.
Aku siap. Sebelum memulainya ...
No comments yet. Be the first to leave one.