Friends

Friends (フレンズ)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Friends E04 720p HDTV x264-LQT
A Commentary by Galank87
www.IDFL.me

Tags

HDTV
hdtv
x264
720p
720
HD
Published on: 2015-01-10
Downloads: 86
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

-=Friends Episode Terakhir=--

Beginikah caranya?

Aku harus mengambil kursus memasak makanan Jepang!

"Mr Duke", scene 4, take 5!

Action!

Jika gambarnya diperdekat pasti lebih baik.

- Jangan berisik. - Maaf!

Apa kau suka?

Enak! Aku tak menyangka kau pandai sekali memasak.

- Kalian suka? - Ya. Lezat sekali!

- Bagaimana menurutmu, Tn. Sun? - Enak!

Rasanya aneh!

Enak!

Di sebelah kiri, kita akan melihat Pusat Kebudayaan.

Itu adalah gedung seni terbesar di Korea.

Itu juga merupakan tempat yang bagus untuk mengadakan konser dan pameran.

- Aku kembali. - Selamat datang.

- Maafkan aku. - Apa yang telah kau lakukan kali ini?

Tidak ada.

Adakah seseorang yang mengeluh mengenai aku?

Belum ada yang mengeluh.

Apakah itu berarti aku telah bekerja dengan baik?

- Itu memang seharusnya. - Ya. Maafkan aku.

- Oh ya. Kantor Pusat telah menelepon. - Ya.

Mereka menanyakan tentangmu karena kontrakmu hampir habis.

Apa kau berniat untuk diperpanjang?

Tentu saja!

Aku belum selesai bicara.

Aku diperintahkan untuk mempertimbangkan atas perpanjangan kontrakmu.

Aku akan memberi jawabannya minggu depan.

- Bagaimana hubunganmu dengannya? - Baik-baik saja.

- Apa kau berniat untuk menikah? - Kami masih belum sampai tahap itu.

Lihatlah betapa malunya dirimu!

Tapi jika kau menyadarinya, itu pasti akan ada masalah.

Kenegaraan itu tidaklah penting disaat orang sedang jatuh cinta.

Jangan berpikir sesederhana itu.

Dan janganlah meremehkan pengaruh para orang tua Korea pada anak mereka.

Apa kau mendengarkanku?

Kau boleh pergi sekarang.

Maaf.

Aku tahu hari ini adalah hari istimewa. Ini adalah ulang tahunmu.

- Selamat ulang! - Terima kasih.

Ini hadiah untukmu.

Terima kasih.

- Boleh kulihat? - Ya.

Lumayan, bukan?

Kau bisa menggunakannya saat kau benar-benar menjadi sutrada.

Mari kita pergi. Mereka pasti telah menunggu kita.

Tak perlu buru-buru.

Aneh. Aku merasa sedikit cemas.

Kau sudah sering bertemu Kyung Jong. Mengapa kau masih merasa cemas?

Aku sedang membicarakan tentang adiknya, Lee Jin.

Jangan khawatir. Dia wanita yang baik.

Tapi dia menyukaimu, kan?

Tidak seperti itu.

Aku tak mungkin salah. Aku yakin dengan indra keenam-ku.

Aku juga seorang wanita.

Pria yang tak peka!

- Pria yang tak peka? - Ya.

Ya, tapi aku menyukaimu yang seperti ini.

Suka? Kau menyukaiku?

Menyukaiku?

- Ada apa? - Tak ada apa-apa.

Ada apa sebenarnya?

Baiklah. Tapi kau jangan marah.

Tentang apa?

- Tomoko nanti akan datang. - Memangnya kenapa?

Jangan khawatir. Aku tak akan menunjukkan rasa ketidak-sukaanku.

Hari ini hari ulang tahunnya Ji Hoon. Aku akan berbaik hati.

Baguslah.

Berikan aku senyuman.

Tidak bagus.

- Apa? - Berikan senyum yang lebar. Coba lagi.

Ya, seperti itu!

Ada apa?

Masuklah.

Selamat datang.

Ada apa? Mengapa kalian sangat terkejut melihat kami?

Tidak apa-apa!

- Kalian berdua terlihat sehat. - Terima kasih. Anda juga!

Sudah lama tak bertemu.

Apakah sangat aneh bagi orangtua yang ingin merayakan ulang tahun anaknya?

Tidak. Tidak sama sekali.

Aku membawa makanan Korea favoritnya yang lezat.

- Kemana Ji Hoon? - Dia sedang keluar.

Dia pergi kemana? Mengapa dia tak tinggal di rumah?

Sayang...

Dia masih melakukan hal seperti ini belakangku!

Sayang...

Aku pulang!

Kau sudah pulang.

- Apakah dia temanmu? - Ya.

Apa kabar?

Apa kabar? Aku Asai Tomoko. Mohon bimbingan dari Anda.

Tomoko bekerja sebagai pemandu wisata di Seoul.

Dan dia berbicara Korea cukup baik. Bukankah begitu, Ji Hoon?

Ya.

Ji Hoon.

Ya?

Mari kita ke luar. Ayah ingin bicara denganmu.

Ya.

Maaf, ada yang ingin kubicarakan dengan anakku.

- Nikmatilah makanmu. - Baiklah.

Aku lupa dengan yang dia katakan. Kau bekerja dimana?

Aku bekerja sebagai pemandu wisata di agen perjalanan lokal.

- Benarkah? - Ya.

- Tomoko, cicipilah makanannya. - Baiklah.

Terima kasih.

Tidak apa-apa, cobalah.

Mengapa kau diam saja?

Apa kau merasa sangat malu menghadapi Ayah setelah melakukan sesuatu yang salah?

- Tidak, aku tak merasa begitu. - Lalu mengapa kau diam saja?

Pastinya kau tahu apa yang harus kau katakan pada Ayah?

Apa maksudmu?

Kau pasti akan mengerti saat kau sudah menjadi orangtua.

Bagaimana mungkin orangtua tak melakukan apapun...

Saat dia melihat anaknya menempuh jalan yang salah?

Dan kau bahkan berpacaran dengan gadis Jepang!

Ayah tak pernah mengharapkan hal ini terjadi!

Tomoko adalah gadis yang baik.

- Ayah tak ingin mendengarnya! - Ayah...

Ayah tak ingin mendengarnya!

Ji Hoon?

Maaf. Aku sungguh minta maaf!

Tak perlu meminta maaf.

Tapi, tapi kali ini...

Ini adalah masalahku.

Ini masalahku.

Kau belum makan banyak, kan?

- Ya. - Mari kita mencari makanan.

Sekarang?

Enaknya! Semuanya terasa enak saat kau sedang lapar, kan?

- Kau pernah mendengar lagu ini? - Belum.

Belum? Benarkah?

- Maaf, aku harus pergi ke toilet. - Ya.

Di sebelah kiri kita adalah bangunan besar yang bernama COEX.

Tahun ini Pameran Makanan Seoul International akan diadakan disini.

Ji Hoon!

Mengapa kau melamun?

Maaf.

Kita telah melihat semua tempat terpenting di pagi ini.

Sore ini aku akan membawa Anda ke Namdaemun.

Tomoko.

- Maaf aku terlambat. - Seharusnya akulah yang meminta maaf.

Aku pesan kopi.

Ada apa? Apakah tentang Ji Hoon?

Pastinya kau tak punya alasan lain untuk mengajakku keluar?

Kecuali kau menganggapku pria baik atau telah jatuh cinta padaku.

Apa?

Kuyakin Ji Hoon tak mengatakan apapun?

Maka, biar aku yang mangatakannya.

Tolong katakan padaku.

Mengapa kau ada disini?

Mengapa? Kafe ini berada di dekat kampusku.

Ada apa ini? Sekarang kau ingin memacari kakakku juga?

Apa?

Hei!

Aku hanya bercanda!

Apa? Akan memutuskan hubungan orangtua dan anak?

Ya.

Kau terkejut, bukan?

Prinsip keluarga Korea itu berbeda dengan prinsip Jepang.

Keluarga Ji Hoon itu kolot dan ketat.

Dan dia adalah anak satu-satunya.

Sampai sekarang, dia belum pernah mengecewakan orangtuanya.

Apa yang dikatakan oleh Ji Hoon?

Kurasa mungkin dia akan menyerah dalam membuat film.

Itulah kemungkinannya.

Mengapa? Mengapa harus seperti ini?

Apa kau tak mengerti?

Dia ingin melindungimu. Dia tak ingin kehilanganmu.

Cepatlah! Pindahkan alat peraganya ke sisi itu!

Ji Hoon memang seperti itu.

Dia terlalu baik untukmu. Bukankah ini bentuk dari kebahagiaan?

Kurasa begitu.

Jika seseorang memiliki pilihan, maka dia takkan menyerah atas keinginannya.

Namun, itu tak dapat membantu.

Itulah konsekuensinya karena jatuh cinta pada seseorang.

Berapa kali lagi aku bisa melihat matahari terbenam?

Aku tak tahu berapa lama lagi kita bisa bersama.

Baiklah. Jika kalian sudah siap, kita akan mulai syutingnya.

Lampu dan suara bersiaplah, bersiap-siap untuk syuting.

Bersiaplah.

Perhatikan langkah kalian. Jangan menghalangi lampunya.

Tolong, diamlah! Kami akan memulai syuting.

- Apa kau sudah selesai? - Ya.

Kami masih punya satu lagi adegan. Setelah itu akan berakhir.

Baguslah.

Setelah filmnya selesai, marilah kita pergi tur.

Pernahkah kau mendengar Hae Dong Jin?

Kita akan membimbing perjalanannya kesana. Matahari terbitnya indah!

Aku juga ingin pergi ke taman hiburan bersamamu.

Apa kau akan menyerah dalam membuat film?

Apa kau akan menyerah?

Jadi kita memang berbeda.

Jepang dan Korea memang sungguh berbeda.

Tak heran orang selalu membicarakan tentang ke dua negara kita.

Aku ingat Ibuku sering menanyakan padaku...

Impian apa yang kumiliki dan apa yang ingin kulakukan.

Dia bilang dia akan membantuku untuk mewujudkan impianku.

Friends subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Friends

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left