The first 200 lines.
Setiap kali melihatmu aku teringat Jang Gook.
Dia itu murahan.
Apa katamu?
Sama halnya dengan novel murahan, Apa kau bersedia mendengar ceritanya?
Tidak, cukup sampai disini saja. Seperti katamu, novel murahan.
Kudengar dia melarikan diri ke Amerika.
Kau tahu kenapa dia melarikan diri?
Dia sudah menggoda Joon Soo dengan tubuhnya.
Jang Dal Rae.
Apa yang sedang kau lakukan?
Hei, Ketua tim Jang!
Da Hae, Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan?
Apa yang sudah kau katakan pada ketua Jang sehingga membuatnya seperti itu?
- Apa? - Kau...
- Kau tidak bicara yang bukan-bukan 'kan? - Bicara yang bukan-bukan apa?
Da Hae, disini tempatku bekerja.
Kenapa kau kesini tanpa memberitahuku?
- Kau tidak lihat aku baru saja ditampar? - Bukan, Maksudku...
Ketua Jang tidak akan mungkin...
Da Hae.
- Selamat bersenang-senang. - Anda sudah akan pergi?
- Da Hae. - Terima kasih atas cemilannya!
Da Hae.
Episode 22
Dal Rae.
Astaga. Apa yang sedang kau lakukan?
Siapa anak kecil itu?
Namaku Joo Hong.
- Jangan bicara padanya. - Kenapa?
Dia lucu sekali.
- Jangan sentuh dia. - Kenapa tidak boleh disentuh? Dia lucu.
Jangan hiraukan dia.
Makanya aku bertanya padamu. Siapa anak itu?
- Dia anak temanku! - Kenapa kau berteriak?
Hari ini aku sudah cukup kesal.
Kenapa? Apa terjadi sesuatu?
- Kau membeli pakaian baru? - Pakaian pemberian orang.
Siapa yang memberimu pakaian mahal ini?
Young Hee. Dia memberiku pakaian ini sebagai perayaan cerai-nya.
Perayaan cerai?
Dia benar-benar ingin bercerai?
Itu yang dia katakan. Dia sudah mengantar semua berkas ke pengadilan.
Bukan itu masalahnya sekarang! Dia belanja pakaian dan memberikannya padaku.
Dia itu temanmu. Dia berikan pakaian itu karena kau temannya..
Apa kau bodoh?
Apa?
Bukan masalah jika dia itu temanku atau bukan.
Kau tidak bisa membeli semua ini kecuali jika kau kaya.
Sepuluh tahun yang lalu aku juga melakukan hal yang sama jadi aku tahu bagaimana rasanya diberi.
- Jadi kau iri? - Tidak.
Kau seperti tidak bisa apa-apa.
Baiklah. Aku sudah paham. Bawa semua barang-barang itu dan pulanglah.
- Tokonya ditutup saja sekarang. - Tidak bisa.
Jadi aku harus menjinjing semua barang berat ini sendirian?
Apa aku harus pulang lalu meninggalkan anak ini diluar?
Hubungi saja temanmu dan suruh dia menjemput anaknya.
Toh kau selalu pulang sendirian! Ada apa denganmu hari ini!
Pak Yoo Jung Han.
Kemana perginya semua keberuntungan kita?
- Sudah-sudah, pulanglah sekarang dan siapkan makan malam. - Kemana perginya skill bisnismu?
Kita kehilangan semua keberuntungan itu.
Kenapa kau menjadikanku seorang ibu rumah tangga di lingkungan kumuh seperti ini?
Kau bilang lingkungan disini kumuh, Jadi kau ingin tinggal di lingkungan elit begitu?
Ini semua karena gadis toko pangsit itu, Kau dipecat dari jabatanmu disekolah.
Dan jika kau tidak menghambur-hamburkan uang kita dengan usaha yang tidak membuahkan hasil...
Maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup seperti ini.
Dan aku tidak perlu khawatir soal uang dan kemana-mana harus menjinjing yang berat-berat!
Ya ampun!
Tidak habis-habisnya mendengarkan lagu yang itu-itu terus.
Radio juga pasti akan rusak jika terus memutar lagu yang sama selama 10 tahun berturut-turut.
Jadi begitu? Mendengarnya saja kau sudah tidak sanggup.
Jadi apa yang ingin kau protes lagi?
Makanya jangan diteruskan!
Baiklah. Aku sudah menjadi pelayanmu selama 10 tahun dan aku tidak mau menjadi pelayanmu lagi.
- Ya sudah aku tidak akan memakan apapun yang kau buat! - Bagus.
Yoo Jung Han. Jangan sampai kau makan makanan yang kumasak oke?
- Baik. tidak akan kumakan! tidak akan kumakan! - Baguslah. Awas saja jika kau makan makanan yang kubuat!
Kau kuat seperti kerbau.
- Pak. Apa yang akan anda lakukan? - Soal apa?
Apa bibi itu marah?
Tidak. tidak. bibi itu memang tukang marah-marah.
Seorang istri memang biasanya begitu jika sudah menikah.
Saat kau sudah besar nanti dan menikah...
Aigoo. Aku bicara pada anak kecil.
Mungkin dia akan ngambek selama tiga bulan. Oh. Kepalaku sakit.
Aigoo.
Terima kasih.
Masuklah.
- Presdir sedang kemana? - Kenapa?
Siapa dia?
Kudengar disini sedang membutuhkan karyawan parkir, untuk itulah saya kemari, nyonya.
Jadi begitu?
Aku yang akan mengurusnya. Pergilah lanjutkan pekerjaanmu, Ham Cho.
Baik.
Apa kau mahir dalam mengemudi?
Ya. Saya ahli mengemudikan kendaraan.
Apa kau pernah bekerja dibidang yang sama sebelumnya?
Belum pernah, tapi saya bisa.
Kapan kau bisa mulai bekerja?
Jika anda bersedia mentraining saya selama beberapa hari...
- Kau bisa mulai bekerja besok. - Baik, nyonya.
Maaf?
Hanya itu saja nyonya?
Ya... Kurasa pekerjaan itu bukan pekerjaan yang sulit.
Kau bilang kau mahir mengemudi.
Aigoo. Terimakasih banyak, nyonya.
Silahkan jika ada yang ingin kau tanyakan lagi.
Kau pasti penasaran mengenai gajimu.
Soal gaji tidak masalah berapa. Boleh aku mohon... Oh, memalukan sekali.
Ada apa?
Aku sedang butuh sekali uang, nyonya. Bolehkah... Aku menerima gaji dimuka?
Aku sungguh minta maaf. Aku tidak tahu diri sekali.
Baiklah kalau begitu aku akan mulai bekerja besok.
Kenapa kau butuh uang?
Maaf?
Kita selamat! Joo Hong, kita selamat!
Ya! Ya!
Apa seseorang baru saja dari sini?
- Ibu memperkerjakan seseorang untuk menjadi tukang parkir. - Siapa dia?
Namanya Joo Chul Soo dan dia meninggalkan nomor handphonenya.
Dan juga ibu sudah membayarnya dimuka.
Ibu membayar langsung dimuka? Untuk apa?
Ibu merasa kasihan padanya.
Dia mengalami kebangkrutan dan tidak punya uang lagi untuk mengirim anaknya ke penitipan anak.
Ibu rasa dia tidak berbohong maka dari itu ibu memberinya uang gaji secara langsung.
Menurutku, ibulah yang justru kasihan.
Ibu tidak tahu bisa saja besok dia tidak datang bekerja.
Dan terlebih lagi, ibu membayar langsung gajinya. Bagaimana jika ia besok tidak datang?
Dia bukan orang seperti itu.
Orang itu ataupun siapapun memangnya mereka itu bisa langsung dipercaya?
Ibu bisa melihat dan menilai karakter orang.
Orang bilang kau mungkin bisa melihat apa yang ada didalam air, tapi kau tidak bisa melihat apa yang ada didalam hati seseorang.
Jangan khawatir. Apa pentingnya uang yang kuberikan padanya?
Apa ibu tidak mengerti apa yang kukatakan? Sebelum-sebelumnya ini tidak pernah terjadi.
Kau tidak pernah bersikap seperti ini saat ibu memperkerjakan karyawan yang lain. Ada apa denganmu?
Pokoknya dia akan bekerja sebagai tukang parkir dan akan memarkirkan mobil yang keluar masuk restoran.
Ibu tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu makanya ibu memutuskan sendiri masalah pekerjaan ini.
Jika ibu sudah mengurus semuanya, maka apa gunanya aku?
Sudahlah, bukankah semuanya atas keputusan ibu?
Aigoo, Ada apa ini?
Onnie, sebanyak apapun uang yang kau punya...
Tidak akan berarti apa-apa Jika saling bertentangan dengan anakmu.
- Sudahi sajalah sinis-sinisan dengan Go Soon. - Kau mendengar kami?
Dia itu anakmu, Bukankah hatinya akan terluka?
Kau punya anak juga bukan? Kenapa aku ingin melukai hatinya?
Jadi, bersikap santailah pada Go Soon. Go Soon pasti terguncang sekali.
Memang lebih baik dilakukan sekarang dari pada nanti-nanti.
Apa sih bagusnya Ham Cho itu?
Bagaimana Ham Cho bisa sampai bekerja di restoran ini?
Jang Hoon yang membawanya.
Bagaimana?
Saat dia pergi ke Jeungdo dua tahun yang lalu...
Dia hampir menabrak ayah Ham Cho yang sedang mabuk.
- Apa ayahnya terluka? - Tidak.
Ayahnya tidak mau dibawa ke rumah sakit jadi Jang Hoon meninggalkan nomor HP restoran ini.
Oh rupanya begitu Ham Cho bisa sampai disini.
Gadis itu datang kemari mencari pekerjaan.
Jadi kata anak zaman sekarang, panggilan hati?
Bukan, dia tidak punya bakat memasak.
Tapi, dia tidak berhenti belajar meskipun aku tidak mengajarinya.
Setiap malam dia belajar membuat adonan pangsit.
Dan dia melakukannya karena dia menyukainya.
Terkadang, aku merasa aku bisa mendidik Ham Cho lebih baik dari Go Soon.
Maaf, Apakah ada dokter bernama Joo Da Hae yang bekerja disini?
Silahkan ke bagian spesialis tulang di lantai dua.
Bagian spesialis tulang.
Terimakasih.
Da Hae-ku benar-benar menjadi seorang dokter.
- Permisi. - Ya?
Apa ada dokter bernama Joo Da Hae disini?
Dia sedang menangani pasien hari ini.
- Baiklah. - Anda ingin membuat janji?
- Tidak. tidak usah. - Anda bukan seorang pasien?
Bukan.
Putriku tinggi seperti ibunya. Sepertinya dia lebih tinggi lagi.
Dia cantik sekali.
Bagus.
Bagus.
Aneh. Dia tidak pernah telat makan malam.
Kenapa orang ini lama sekali?
Teleponnya juga kenapa dimatikan?
Paman.
- Ada apa? - Kenapa ayahku belum datang juga?
Iya, kenapa dia belum datang juga?
- Paman, Aku lapar. - Kau lapar?
Ini toko makelar Geum Duk. Pesan dua porsi mie hitam. secepatnya ya.
Aigoo, dimana sih dia?
Putriku seorang dokter di rumah sakit umum universitas Narin!
Namanya Joo Da Hae.
Aku rindu putriku.
Alangkah bagusnya jika Joo Hongku menjadi dokter juga.
Seorang apoteker juga tidak apa-apa.
Atau dokter peracik obat-obatan herbal. Joo Hong. Dimana Joo Hong?
Joo Hong! Dimana Joo Hongku?
Joo Hong... Joo Hong. Joo Hongku.
Kau bilang tidak mau?
- Bukankah kita sudah membahas ini. - Aku tidak mendengarmu! Aku tidak mendengarmu!
Hei!
- Kau ingin uang dariku? - Lebih tepatnya meminjam uangmu.
- Kenapa aku harus meminjamkanmu uang? - Sudahlah jika kau tidak mau meminjamkannya.
No comments yet. Be the first to leave one.