The first 200 lines.
1893 Alaska
Weedon.
Lihat serigala betina itu.
Dia tidak takut dengan api.
Sebelumnya dia pasti pernah tinggal bersama manusia.
Gawat, para anjing mulai terpancing.
Sialan!
Bill, jangan pergi!
Sadarlah.
Tidak ada serigala di sini.
Kau berhasil selamat.
Sepertinya kau sudah melalui pengalaman yang buruk.
Jangan khawatir. Untuk sementara para serigala itu takkan menyerang manusia.
Lagipula ini sudah musim semi.
Pada musim semi, para serigala kembali ke gunung.
Benar, kemungkinan serigala betina itu juga.
Shiroi Kiba
Cerita Taring Putih
Edgina36 Mempersembahkan
Penerjemah
Edgina36
Timing
M74
Editing and Typesetting
Collectr
QC
bananadoyouwanna Nemesis (ENG) Edgina36 (IDN)
Encoding
heponeko
Komorebi ni
Kumo no ugoki ni
Ikihisomeru uzukumaru tamashii hitotsu
Kiba wo muki
Chi wo nagashi
Tatakai ga inochi no okite
Keredo kurushimi no hate
Keredo kanashimi no hate
Kokoro wa fureai ai wa umareru
Hikari yo kabe wo tsukinukete
Afureru chikara shinayaka ni
Kakete yuke
Omae mo sekai e
White Fang
Musim dingin yang panjang di Alaska akan berakhir,
dan suku Indian yang hidup berdampingan dengan Sungai Mackenzie
dikelilingi hangatnya cahaya musim semi.
Tenang dulu ya, Lip-lip.
Akan aku lepaskan ikatannya.
Sudah.
Hey!
Jika kau terlalu berisik, nanti tuanmu akan menemukan kita!
Bagus, bagus.
Sendirian begini, pasti kau kesepian, ya?
Iya, iya.
Akan kubawa kau ke sungai dan-
Mit-sah.
Apa yang kau lakukan dengan Lip-lip ku?
A-Aku hanya ingin bermain dengannya sebentar saja.
Kau ini! Sudah berapa kali kubilang jangan sentuh Lip-lip?
T-Tapi kasihan dia ditinggalkan di tempat ini!
Kau pikir dia anjing punya siapa?
Hey, Mit-sah!
Dasar.
Kembalikan Lip-lip!
Dasar maling!
Kumohon, sebentar saja, nanti akan kukembalikan!
Hey, sudah hentikan?
Kooch, kau itu lebih tua dari Mit-sah.
Tapi Mit-sah mengambil Lip-lip!
Mit-sah, apa anjing itu milikmu?
Bukan.
Kalau begitu kembalikan. Kau tak boleh mengambil sesuatu milik orang lain.
Tikus ladang atau seeor musang lebih cocok untukmu.
Lip-lip sangat dekat denganku lho.
Lebih dari dekat denganmu.
Hah, lihat saja!
Lip-lip, kemari!
Lip-lip!
Woy, cepat kemari, Lip-lip!
Lip-lip, ikuti aku! Ayo!
Rasakan tuh!
Ayah hanya punya anjing penarik kereta.
Bukan seekor anjing biasa.
Jika kau mau seekor anak anjing, kau harus membelinya.
Ya, aku tahu.
Aku akan bekerja keras.
Aku akan membantu pekerjaanmu, Ayah.
Mit-sah, kau tahu seberapa harga anjing sekarang ini?
Huh?
Tidak.
Bahkan jika Ayah bekerja dalam dua bulan,
itu masih belum cukup untuk membelinya.
Sejak banyaknya manusia berkulit putih yang mulai datang ke Sungai River untuk mencari emas,
sudah dari lama harga seekor anjing telah naik berkali-kali lipat.
Untuk membeli seekor anjing,
setidaknya kau harus menukarkan tiga senjata untuk itu.
Ya, daripada memelihara seekor anak anjing,
lebih cepat untuk menemukan seekor serigala.
Serigala?
Itu terjadi sudah lama, sebelum Ibumu meninggal.
Ayah memelihara seekor anjing setengah serigala.
Namanya Kiche.
Dia sangat besar dan kuat.
Sungguh?
Lalu apa yang terjadi pada anjing itu?
Kiche itu anjing yang pintar.
Pada suatu tahun, terjadi kelaparan yang luar biasa.
Dia kabur karena tak ingin aku memakannya.
Sekarang apakah dia masih hidup, tidak ya?
Entahlah?
Jika dia masih hidup, dia pasti menjadi ibu yang baik.
Benar!
Serigala boleh juga!
Tak peduli semenakutkannya serigala itu,
jika aku membesarkannya, aku bisa membuatnya menjadi kereta anjing yang hebat dan kuat.
Di lembah bagian dalam dari gunung, dimana tak terjamah manusia
Seekor Ibu serigala sedang mencari makanan,
meninggalkan anak-anaknya yang baru lahir.
Dia sangat mengkhawatirkan hal itu.
Namun, sang Ayah tidak sapat menemukan cukup makanan dengan dirinya sendiri,
dan sudah beberapa waktu lalu, Ibu serigala itu sudah tak menghasilkan susu.
Para anak yang ditinggalkan itu sedang kelaparan.
Terutama yang berbulu abu-abu dan bertubuh paling kecil diantara saudaranya.
Tapi sang anak itu berpikir dengan kerasnya...
tentang dinding cahaya dimana Ibunya lalui untuk pergi.
Diluar sana, mungkin terdapat makanan yang enak.
Dinding cahaya yang hanya serigala dewasa yang dapat melewatinya.
Dinding cahaya yang dimana anak-anak tak boleh mendekatinya.
Serigala berbulu abu-abu itu merasa dinding cahaya itu memanggilnya.
Memang menakutkan, tapi aku ingin pergi!
Ini merupakan petualangan pertamanya serigala abu-abu itu.
Suatu hari nanti terdapat hukum alam yang perlu dia pelajari.
Tapi, pada hari itu..
Ada pengalaman menakutkan lainnya yang sedang menunggu anak serigala itu.
sang Ayah serigala tak terlihat dimana pun,
dan saudara-saudaranya mati.
Pada akhirnya, hanya Ibunya yang selamat, tapi...
Berhari-hari sang anak serigala itu hanya berdiam diri disisi ibunya, merengek dalam kelaparan.
Musim panas, saat dimana semua makhluk hidup bernyanyi dengan sukacita, telah datang.
Luka sang ibu akhirnya telah sembuh,
dan sang anak serigala itu mendapat kembali keceriaanya.
Seiring cahaya matahari yang semakin kuat, begitupun dengan sang anak serigala.
Dia belajar untuk berburu makanannya sendiri.
Dia mulai berpikir tidak ada yang perlu ditakutkan.
Benar, setelah mengalami berbagai hal,
sang anak serigala mengira telah melihat semua hal yang ditawarkan dunia.
Seperti yang terjadi hari itu.
Hey, kau ini anak serigala, kan?
Apa kau sendirian?
Kau tidak punya ibu dan ayah?
Ini dia!
Tertangkap!
Menunjukkan taring putih seperti itu seperti merasa telah dewasa!
Maukah kau menjadi peliharaanku?
Aku mencari anak serigala seperti mu!
Ayah!
Lihat ini!
Ini serigala!
Anak serigala!
Lihat!
Mit-sah, lari!
Cepat lepaskan dia dan lari!
Kiche!
Kiche, ini benar kau.
Kau ingat aku sekarang?
Tuan lamamu.
Syukurlah kau masih hidup. Bagus, bagus.
Ayah, jadi...
Jadi dia serigala yang ayah besarkan?
Ya, benar. Sepertinya dia hidup dengan serigala lainnya.
Anak itu buktinya.
Aku mengerti!
Ayah, aku boleh memeliharanya, kan?
Ya, ikatan dengannya akan lebih kuat daripada dengan Kiche.
Tak akan mudah seperti memelihara anjing.
Tenang saja!
Aku akan membesarkannya dengan baik!
Boleh, kan?
Ya, lagipula kita tak bisa membawa ibunya saja.
Yay! Akhirnya!
Sekarang kau milikku!
Asyik!
Dia sangat imut, Mit-sah.
Siapa namanya?
Ya, aku sedang memikirkannya.
Bagaimana kalau Tiny?
Shiro lebih bagus!
Ah, tapi dia tidak putih sama sekali.
Dia bukan anjing yang biasa.
Lagipula dia anak seekor serigala.
Dia harus memiliki nama yang hebat.
Benar juga.
Kau dengar itu? Anak serigala katanya!
Aku bertaruh dia pasti kuat.
Hmph, lihat saja nanti.
Akan kutunjukkan anjing mana yang lebih baik.
Ow, sakit!
Mit-sah.
Ya?
Kau mau pergi kemana?
No comments yet. Be the first to leave one.