The first 177 lines.
Ayo!
Ya.
Eh?
Maaf merepotkan, Tuan Naofumi.
Tak usah sungkan.
Kita harus segera pergi dari sini sebelum ada yang mengejar kita.
Ini adalah hitungan mundur ke Gelombang berikutnya.
Tinggal 10 hari lagi.
Waktu kita tak banyak, ya.
Padahal baru saja sampai mengejar ke dunia lain ini.
Sepertinya Filo juga tak ada di sekitar sini.
Sepertinya perlu pelacakan lebih luas lagi.
Filo...
Bagaimana kalau kita pergi ke Sickle, kerajaan yang mengirimku ke sini?
Tempat itu lebih aman daripada di sini.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana?
Kalau jalan kaki mungkin sekitar semingguan.
Jaraknya sejauh itu?
Kita juga harus melewati beberapa pos pemeriksaan.
Melewati pos perbatasan juga.
Itu terlalu makan waktu.
Apa kau tak punya skill portal?
Ada, kok. Disebutnya Gulungan Pemulangan.
Tapi aku tidak punya bahan alat untuk mengaktifkannya,
jadi untuk saat ini tak bisa digunakan.
Terus bagaimana? Kau mengusulkan ini karena punya ide, 'kan?
Ya.
Pertama, kita menuju ke ibu kota Mikakage.
Eh?!
Maksudmu pusat kerajaan yang memenjarakanmu?
Yah, dengarkan aku dulu.
Kita akan gunakan Jam Pasir Naga di sana untuk berteleportasi langsung ke Sickle.
Jam Pasir Naga?!
Eh? Apa jam itu juga ada di duniamu?
Ya, tapi tak memiliki kekuatan untuk berpindah tempat.
Oh, jadi itu agak berbeda?
Itu disebut Pembuluh Darah Naga Pemulangan.
Yang bisa menggunakan jam itu hanyalah Empat Pahlawan Kardinal dan Pahlawan Senjata Abdi.
Begitu rupanya.
Jadi, selama kita bisa mencapai Jam Pasir Naga,
kita bisa menggunakan kekuatanmu untuk berteleportasi,
lalu tak ada yang bisa mengejar kita.
Benar sekali.
Anu, seberapa jauh ke ibu kota?
Mungkin sekitar dua atau tiga harian.
Kita menaikkan level dan membeli persenjataan sembari berjalan selama 3 hari,
lalu menyerbu kastel musuh.
Oh, lalu dari sini ke ibu kota ada pos pemeriksaan.
Untuk bisa masuk kita perlu beli lisensi.
Di dunia lain sini pun, aku jadi pedagang lagi, ya?
Kerajaan ini bergaya timur, ya?
Benar, tapi ada juga kerajaan yang bergaya barat.
"Timur"? "Barat"?
Pakaiannya terlihat bergaya Jepang, tetapi sepertinya ada beragam ras, ya.
Orang-orang itu disebut "makhluk rumput".
Mereka seperti Raphtalia, mirip setengah manusia.
Lebih mirip peri sih ketimbang setengah manusia.
"Peri"?
Orang-orang itu disebut "makhluk kristal". Mereka juga disebut "permata".
Sama seperti Kak Therese.
Therese juga berasal dari ras yang berbeda?!
Bagaimana dengan mereka? Mereka bukan hantu, 'kan?
Mereka sama seperti Glass, disebutnya "manusia sukma".
"Manusia sukma", ya?
Kerajaan lain ada yang menyebutnya "spirit".
Seperti Glass?
Spirit itu jika mereka pengguna Senjata Abdi, baik itu energi hidup dan sihirnya,
serta kekuatan jiwa mereka akan menjadi sumber energi utamanya.
Pantas saja Perisai Pemakan Jiwa mempan terhadapnya.
Yah, karena mereka bergantung pada energi itu, makanya tak memiliki level.
Eh? Tidak punya level?
Tapi sebagai gantinya spirit yang punya energi tinggi itu kuat.
Mereka seperti tubuh astral, jadi serangan fisik tidak akan mempan.
Makanya dia sekuat itu, ya.
Satu-satunya kelemahan mereka,
untuk memulihkan energi hanya bisa dilakukan secara alamiah.
Memangnya pakai sihir penyembuhan atau alat tidak bisa?
Ya.
Ras mereka tidak dapat menerima manfaat sihir semudah manusia dan ras lainnya.
Tuan Naofumi!
Pengumuman apa ini?
"Kerajaan tetangga diduga mengembangkan senjata baru,
seperti menciptakan monster yang kuat..."
Senjata barunya adalah monster?
Dikatakan mereka sedang meneliti teleportasi dan mereproduksi kekuatan teleportasi Pahlawan.
Ingin mengeksploitasi kekuatan yang hanya bisa digunakan oleh para pahlawan?
Bagaimanapun, sepertinya belum ada yang tahu tentang kita.
Soalnya kita baru saja keluar tadi.
Omong-omong, papan pengumuman ini bukannya cukup meresahkan?
Yah, aku merasa ini masih sekadar gosip, sih.
Yang terpenting, kita perlu cari uang untuk makan dan tidur malam ini.
Ya...
Ah, kalau soal itu,
kalian bisa dapat banyak uang dari jualan drop item yang tidak kupakai.
Uang ini seperti koin Jepang zaman dulu.
Ah? Maksudmu koin tembaga ini?
Dipikir-pikir, iya sih mirip.
100 koin tembaga ini senilai dengan 1 koin perak.
Kalau 100 koin perak senilai dengan 1 koin emas.
Jika koin tembaga nilainya hampir sama dengan yang ada di duniaku...
Ini masih belum cukup.
Iya, sih.
Niatnya aku ingin menghasilkan uang dengan cepat.
Dari tadi aku sudah memikirkannya,
kalau pakai cara ini mungkin bisa.
Apa itu?
Ramuan jiwa. Untuk memulihkan SP.
SP? Kekuatan jiwa?
Saat aku melawan Glass, L'Arc menyuruhnya minum ini.
Pada saat itu, Glass terlihat bugar kembali dan menjadi kuat.
Hm...
Lah, eh?!
Yang kutahu, Spirit itu jika kehausan energi dia akan membunuh siapa pun!
Ternyata benar, ya.
Kalau begitu, mari kita jual ini.
Ta-Tapi, di dunia ini item itu tidak ada yang tahu.
Memangnya bisa dijual dan akan cepat laku?
Menurutmu, aku ini siapa?
Mulai hari besok, kita akan disibukkan dengan berjualan dan menaikkan level.
Ya kan, Raphtalia...?
Ra...
Kau...
Bu-Bukan! Aku hanya merasa makanan Rishia terlihat enak!
Silakan.
Setengah manusia saat kecil nafsu makannya lahap, ya.
Kubilang bukan seperti itu!
Ayo, ayo, mari sempatkan mampir sebentar!
Kalau sedang tidak buru-buru, silakan melihat-lihat dagangan kami!
Pertama, kami menjual ramuan jiwa ini!
Obat dari kerajaan lain, ramuan jiwa!
Kalian para spirit yang sedang berjalan! Ini adalah item yang sempurna untuk kalian!
Ayo, ayo! Kemari!
Kami menyediakan sampel gratis! Silakan dicoba!
Kok karakter mereka tiba-tiba berubah, ya?
Aku juga kaget saat pertama kali melihat ini.
Seriusan? Bisa memulihkan seperti ini?!
Ini sulit dipercaya! Kekuatan jiwaku pulih!
Jual itu kepadaku! Berapa pun harganya! Aku akan membeli semuanya!
Tunggu! Aku juga mau membeli!
Aku juga!
Kami akan menjualnya lebih banyak lagi, jadi harap bersabar untuk hari ini.
Tapi, barang berkualitas itu pembuatannya cukup rumit dan stok kami pun terbatas.
Kami akan melelangnya besok.
Lelang?!
- Besok?! - Malas banget, deh...
Jiwa pedagang sejati.
Bagaimana? Kalau lawan monster mudah bagiku.
Tapi karena kita sama-sama Pahlawan Kardinal, aku jadi tidak mendapatkan EXP.
Oh, begitu ya?
Andai saja bisa dipulihkan dengan item...
Bagaimana kalau kita coba selain dengan ramuan jiwa?
Mungkin saja bisa mendapatkan efek berbeda.
Ini namanya kristal bumi.
Kalau kamu genggam, bisa memulihkan energi sihirmu, lo.
Oi, aku baru saja dapat EXP 3000, lo.
Heh?!
Kau coba minum ini. Ini ramuan energi sihir.
Ini tidak memulihkan energi sihirku, tapi malah menambah EXP senjataku.
Mungkin ada item lain yang memiliki efek berbeda jika dipakai di dunia ini.
Mari kita coba yang lainnya juga!
Ya!
Heh...
Dua perak!
Tiga perak dan 30 tembaga!
30 perak!
Harga tertinggi 30 perak! 30 perak!
Apakah ada tawaran lain?
Tidak ada tawaran lagi, ya?
Maka botol ini dijual seharga 30 perak!
Sekarang, lanjut ke lelang ramuan jiwa berikutnya!
Oi! Apa-apaan yang dilakukan gadis ini?!
Apa kau tahu betapa berharganya ramuan itu?!
Ah! Satu botol selamat!
Ini keberuntungan dalam musibah!
Akan tetapi mau tertawa atau menangis, ini adalah ramuan jiwa terakhir kami.
Baiklah, pertama mari kita mulai dengan satu perak!
Wah, kita cuan banyak!
No comments yet. Be the first to leave one.