The first 200 lines.
Hong Si!
Taksi!
Hong Si!
Nona Bintang Top!
Hong Si!
Hong Si!
Nona Bintang Top!
Nona Bintang Top! /- Lepaskan!
Hong Si!
Yang Dal Hee, Bedebah!
Yang Dal Hee menculik Hong Si dan pergi begitu saja!
Hong Si, kamu akan tinggal bersama Kakak mulai sekarang.
Kamu senang, bukan?
Kini Kakak hanya memiliki kamu.
Aku mengidap kanker payudara.
Sudah stadium akhir, jadi, dokter tidak bisa mengobati
atau mengoperasiku.
Apa?
Dokter pun tidak tahu apakah usiaku tinggal satu atau dua bulan lagi.
Katanya, aku bisa saja mati besok pagi.
Sakit parah?
Itukah sebutan orang-orang?
Aku, Goo Se Kyung, akan segera mati.
Kamu benar, Eun Hyang.
Kurasa aku sedang dihukum.
Jangan menatapku iba.
Semua orang sakit parah.
Aku hanya mati lebih awal daripada orang lain.
Tatapan ibamu membuatku merasa sangat buruk,
jadi, jangan menatapku dengan aneh dan sedih.
Meski aku tahu kamu tidak bermaksud begitu.
Iba?
Untuk apa aku iba kepadamu?
Aku hanya menatapmu karena tidak dapat berkata-kata.
Aku tidak tahu kenapa kamu datang untuk menceritakan penyakitmu.
Kini kamu ingin menitipkan Yong Ha kepadaku?
Kenapa aku? Yong Ha anakmu.
Karena aku tidak lagi bisa menemui Yong Ha.
Apa? /- Sejak kebakaran,
Hwan Seung
mengajukan larangan kepadaku untuk menemui Yong Ha.
Aku sudah tidak bebas menemui Yong Ha lagi.
Tidak.
Aku memang tidak mau menemuinya.
Usiaku sudah tidak lama lagi.
Percuma saja menyayanginya sekarang.
Eun Hyang.
Aku
akan pergi ke akhirat
dan menjaga Ah Reum baik-baik.
Sebagai gantinya,
bisakah kamu menjaga Yong Ha?
Tolong jaga Yong Ha.
Hentikan omong kosongmu.
Aku tidak akan menitipkan Ah Reum kepada orang sepertimu.
Karena itu kamu harus bertahan dan mengurus putramu sendiri.
Kamu wanita yang licik.
Kamu menganggap remeh hidup orang lain,
jadi, kamu tidak akan ditaklukkan oleh kanker.
Suap Malaikat Maut atau ancam raja di neraka.
Bertahan hiduplah dan urus putramu sendiri.
Kamu orang kesayangan putraku.
Kamu yang mengubahnya menjadi seperti itu.
Jadi, kamu harus mengurusnya.
Kenapa aku?
Kamu mengancamku untuk tidak menemuinya seumur hidup.
Setelah situasimu berubah,
kini kamu menitipkan Yong Ha kepadaku.
Kamu orang egois yang hanya memedulikan diri sendiri.
Aku sudah enggan terlibat dengan urusanmu.
Bukan hanya mengurus Yong Ha.
Ambillah Hwan Seung juga.
Kalian berdua saling mencintai,
jadi, akan kuberikan semuanya.
Ambillah suami dan putraku. Keduanya.
Eun Hyang.
Jika ini permainan di mana orang yang bertahan terakhir menang,
kamu sudah menang.
Sepertinya kamu memutar otak agar bisa mati dengan tenang.
Jangan melibatkanku dalam hidupmu lagi.
Aku sudah melupakan Yong Ha dan Hwan Seung.
Kami tidak ada hubungan lagi.
Jadi, pergilah. Jangan menemuiku lagi.
Siapa?
Siapa yang menculik Hong Si?
Yang Dal Hee.
Kulihat dia membawa Hong Si pergi.
Kamu serius? /- Kenapa dia melakukannya?
Dia pernah membuangnya. Kenapa kini dia membawanya?
Kasihan Hong Si. Aku khawatir Dal Hee
akan meninggalkannya di jalan lagi.
Sayang, laporkan dia karena telah menculik putri kita,
lalu melarikan diri. Buatlah laporan penculikan
agar polisi mencarinya.
Dia kakak kandungnya, kita bukan keluarga. Tidak akan bisa.
Lalu kita harus bagaimana?
Si Iblis itu bisa berbuat apa saja kepada Hong Si.
Kita tidak bisa diam saja.
Jemput Hong Si. Sayang, ayo.
Kita tidak boleh diam saja.
Aku akan pergi ke kantor polisi untuk menangkap penyihir itu.
Hei.
Ya ampun.
Halo?
Aku kakaknya Hong Si.
Dia bersamaku.
Kamu bukan kakaknya. Kamu gila?
Di mana Hong Si? Ini penculikan.
Kembalikan dia sebelum aku melapor polisi.
Penculikan?
Aku membawa adikku sendiri. Kamu tidak berhak mengatakan itu.
Adikmu? Yang benar saja.
Di mana kamu?
Jangan berani menyentuhnya.
Bukan hanya menjebloskanmu ke penjara, tapi akan kuhabisi kamu!
Tidak akan kubiarkan kamu lolos, Bedebah!
Deul Lae yang bedebah.
Kenapa dia ikut campur?
Karena dia, aku diusir oleh mertuaku.
Mereka mengetahui bahwa aku Dal Hee, jadi, aku kehilangan keluargaku.
Aku tidak punya pilihan.
Aku harus hidup bersama Hong Si.
Aku hanya punya dia.
Kenapa itu salah Deul Lae?
Kamu diusir karena mereka mengetahui kebohonganmu.
Siapa yang kamu salahkan?
Dia manusia atau iblis?
Berikan itu. Hei, Dal Hee!
Hai, Deul Lae.
Terima kasih telah menemukan adikku.
Hanya dia keluarga yang kumiliki.
Kami akan saling bergantung dan menikmati kebersamaan kami.
Jangan sembarangan bicara.
Hong Si adalah keluarga kami dan putri Pak Na.
Kembalikan dia.
Aku diusir tanpa membawa apa pun,
jadi, aku tidak punya uang.
Jika kamu mencemaskan Hong Si,
carikan rumah untuk kami akhir pekan ini.
Aku tidak bisa tidur di jalan dengan anak malang ini.
Apa katamu? Dasar gila!
Jika kamu memberi tahu Pimpinan Goo,
akan kubawa dan kusembunyikan Hong Si .
Hei, Dal Hee.
Apa? Dia menutupnya? /- Ya ampun.
Astaga.
Bagaimana ini? Hong Si.
Hong Si. /- Sayang.
Ya ampun. /- Ibu.
Hong Si.
Ibu, Ibu tidak apa-apa?
Kita akan menemukan Hong Si, jangan khawatir.
Omong-omong, kalian punya fotonya?
Akan kuunggah ke media sosial.
Akan kukatakan dia orang gila yang mengancam adiknya.
Jadi, dia tidak akan bebas berkeliaran.
Jangan.
Bagaimana jika dia murka dan berbuat sesuatu?
Jangan melakukan hal yang membahayakan adikku.
Aku kesal sekali. Ada apa dengan hukum?
Ini membuatku marah.
Ki Chan. /- Ya.
Kamu mengenal teman atau keluarga Dal Hee?
Menurutmu dia akan pergi ke mana?
Akan kuperiksa. /- Kamu tahu suatu tempat?
Akan kuhubungi setelah sampai di sana.
Kali ini dia cerdik.
Dia memanfaatkan Hong Si sekarang.
Omong-omong, Hong Si sangat takut dengannya.
Ayo pinjam uang
dan carikan rumah untuknya.
Kamu sudah gila?
Entah apa yang akan dia perbuat kepada Hong Si.
Kita tidak bisa membiarkan mereka tinggal bersama.
Lalu bagaimana? Tidak ada banyak waktu.
Kita tidak bisa membiarkan Hong Si dipermainkan olehnya.
Bagaimana ini?
Bagaimana ini?
Ki Chan, ada perlu apa?
Dal Hee ada di sini, bukan? /- Apa?
Kenapa kamu mencarinya di sini?
Sudah kukatakan dia pergi ke luar negeri.
Jangan berbohong.
Aku tahu dia tidak pergi ke luar negeri.
Dal Hee juga menyuruhmu berbohong setahun silam?
Dia membawa seorang anak, bukan? Di mana dia?
Maaf.
Kami sudah lama tidak mengobrol.
Keluarlah. Jika tidak, aku akan menghubungi polisi.
Di mana dia? /- Astaga.
Sedang apa kamu? /- Hong Si.
Keluar. /- Dal Hee.
Kamu melakukan kejahatan dengan menyembunyikan Dal Hee.
Sadarkah kamu dengan perbuatanmu ini?
Permisi.
Hei!
Diam.
Jangan menangis.
Kakak tidak akan menggigitmu.
Dal Hee, Ki Chan baru saja datang.
No comments yet. Be the first to leave one.