In Treatment

In Treatment

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

In Treatment - First Season (2008) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

Tags

TS
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (43)
Choose the file for your episode
S01
IN TREATMENT S1 01- LAURA - WEEK ONE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 29 KB
S01
IN TREATMENT S1 02- ALEX - WEEK ONE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 40 KB
S01
IN TREATMENT S1 03- SOPHIE - WEEK ONE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 29 KB
S01
IN TREATMENT S1 04- JAKE AND AMY - WEEK ONE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 31 KB
S01
IN TREATMENT S1 05- PAUL AND GINA - WEEK ONE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 36 KB
S01
IN TREATMENT S1 06- LAURA - WEEK TWO - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 30 KB
S01
IN TREATMENT S1 07- ALEX - WEEK TWO - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 35 KB
S01
IN TREATMENT S1 08- SOPHIE - WEEK TWO - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 31 KB
S01
IN TREATMENT S1 09- JAKE AND AMY - WEEK TWO - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 10- PAUL AND GINA - WEEK TWO - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 35 KB
S01
IN TREATMENT S1 11- LAURA - WEEK THREE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 12- ALEX - WEEK THREE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 37 KB
S01
IN TREATMENT S1 13- SOPHIE - WEEK THREE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 31 KB
S01
IN TREATMENT S1 14- JAKE AND AMY - WEEK THREE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 24 KB
S01
IN TREATMENT S1 15- PAUL AND GINA - WEEK THREE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 38 KB
S01
IN TREATMENT S1 16- LAURA - WEEK FOUR - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 27 KB
S01
IN TREATMENT S1 17- ALEX - WEEK FOUR - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 31 KB
S01
IN TREATMENT S1 18- SOPHIE - WEEK FOUR - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 22 KB
S01
IN TREATMENT S1 19- JAKE AND AMY - WEEK FOUR - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 20- PAUL AND GINA - WEEK FOUR - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 30 KB
S01
IN TREATMENT S1 21- LAURA - WEEK FIVE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 26 KB
S01
IN TREATMENT S1 22- ALEX - WEEK FIVE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 23- SOPHIE - WEEK FIVE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 25 KB
S01
IN TREATMENT S1 24- JAKE AND AMY - WEEK FIVE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 23 KB
S01
IN TREATMENT S1 25- PAUL AND GINA - WEEK FIVE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 31 KB
S01
IN TREATMENT S1 26- LAURA - WEEK SIX - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 20 KB
S01
IN TREATMENT S1 27- ALEX - WEEK SIX - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 28- SOPHIE - WEEK SIX - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 29- JAKE AND AMY - WEEK SIX - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 27 KB
S01
IN TREATMENT S1 30- PAUL AND GINA - WEEK SIX - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 30 KB
S01
IN TREATMENT S1 31- LAURA - WEEK SEVEN - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 26 KB
S01
IN TREATMENT S1 32- ALEX - WEEK SEVEN - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 34 KB
S01
IN TREATMENT S1 33- SOPHIE - WEEK SEVEN - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 34- JAKE AND AMY - WEEK SEVEN - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 25 KB
S01
IN TREATMENT S1 35- PAUL AND GINA - WEEK SEVEN - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 30 KB
S01
IN TREATMENT S1 36- LAURA - WEEK EIGHT - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 18 KB
S01
IN TREATMENT S1 37- ALEX - WEEK EIGHT - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 28 KB
S01
IN TREATMENT S1 38- SOPHIE - WEEK EIGHT - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 29 KB
S01
IN TREATMENT S1 39- JAKE AND AMY - WEEK EIGHT - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 26 KB
S01
IN TREATMENT S1 40- PAUL AND GINA - WEEK EIGHT - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 33 KB
S01
IN TREATMENT S1 41- SOPHIE - WEEK NINE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 25 KB
S01
IN TREATMENT S1 42- JAKE AND AMY - WEEK NINE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 23 KB
S01
IN TREATMENT S1 43- PAUL AND GINA - WEEK NINE - HBO GO. It's HBO. Anywhere..srt 19 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2021-05-31
Downloads: 66
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

Laura, Senin, pukul 09.00

- Saya sudah beri tahu. - Beri tahu apa?

Kau akan menyesal telah memintaku menangis di sini.

Aku tak menyesal sama sekali.

Kau pasti tak menyangka akan jadi seperti ini.

Menjadi apa?

Kau tahu? Ini mengecewakan.

Kupikir aku akan merasa lebih baik. Merasa lega.

Aku pikir ini akan lebih menyenangkan.

- Dan ini tak menyenangkan? - Tidak, ini buruk sekali.

Aku tak tahu apakah aku bisa bicara hari ini, Paul.

Aku seharusnya tak datang. Aku seharusnya membatalkannya.

Maafkan aku.

Kau baik-baik saja?

- Ya. - Duduklah.

Tahukah kau, aku sudah duduk di taman selama empat jam.

- Di luar sini? - Ya.

Aku tadinya mau membatalkan sesi ini, tapi...

Aku tak yakin aku bisa pulang seorang diri.

Aku ke sini naik taksi. Mobilku ada di rumah.

Astaga, setidaknya kupikir begitu.

Ya, mobilku ada di rumah.

Astaga, udaranya dingin sekali.

Aku hampir saja mengetuk pintu rumahmu...

Dan ingin meminjam sweater.

- Kapan? - Entahlah.

Mungkin pukul lima atau enam pagi. Aku tak ingat.

Saat itu masih gelap.

Aku menunggu matahari terbit.

Aku tak pernah menunggu matahari terbit selama itu...

Kecuali mungkin saat perjalanan kemah di kelas lima.

Terima kasih.

- Kau tahu apa yang kulakukan? - Apa?

Aku pegang ponselku.

Dan aku melihat menit demi menit berlalu.

Rasanya lama sekali agar menit bergerak.

Aku berpikir dalam hati, tindakanku ini bodoh sekali?

Sekarat di jalanan seperti bangkai hewan...

Di luar kantor terapimu.

Maafkan aku, Paul. Aku seharusnya batalkan sesi ini.

- Aku seharusnya tak ke sini - Kau harus datang ke sini.

Apa yang terjadi semalam?

Apa yang tidak terjadi?

Kau mau versi panjang atau versi pendek?

Karena versi pendeknya sangat sederhana.

Hidupku sudah berakhir.

Kalau begitu, ceritakan yang versi panjang saja.

Aku meninggalkan Andrew.

Kami bertengkar hebat.

Kami berteriak, menangis, soal pekerjaan.

Lalu, aku hubungi Alona dan kami pergi minum bersama.

Kami minum sedikit.

Dengar, aku tak berada di sini. Aku sangat tak berada di sini.

Kau ada di sini, Laura.

Tidak, bukan aku yang berada di sini.

Percayalah, kau pasti terkejut...

Jika kau tahu siapa yang duduk di sini.

Aku melakukan beberapa...

Aku melakukan beberapa hal buruk semalam.

Aku merasa mual. Aku tak mau muntah.

Itu tidak penting. Itu bukan hal besar.

Apa maksudmu? Aku bicara soal muntah.

Aku tak mau muntah di atas karpetmu.

Ini hanya karpet murah, Laura.

Mari kita bicara soal apa yang sesungguhnya terjadi.

Ini dari Andrew.

Dia tahu sekarang aku ada di sini.

Kenapa dia meneleponku di sini?

Mungkin dia khawatir.

Kau ada di luar rumah semalaman.

Yang benar saja. Jika dia sungguh peduli...

Dia tak akan memulai semua masalah ini.

Memulai apa?

Di kelab, ada seorang pria.

Astaga.

Dia memakai celana korduroi.

Sweater yang bergaya.

Mungkin dia orang Republik.

Apa aku boleh keluar sebentar...

Dan beritahu dia kalau aku ada di sini?

Aku tak bisa konsentrasi jika seperti ini.

Sebentar saja.

Laura, telepon itu bisa menunggu.

Andrew berikan aku ultimatum.

Kami harus menikah atau kami putus.

Dia bilang ingin jawabanku paling lama satu atau dua hari.

Kalau tidak, dia akan pergi.

Dia bilang, dia sudah tak tahan lagi.

Dia mencintaiku tapi dia tak percaya...

Kalau aku tak sungguh mencintai dia.

Dia bilang, kami sudah berhubungan putus-sambung selama dua tahun.

Aku tak tahu kenapa, secara tiba-tiba...

Dia mulai mengoceh dan bicara kasar.

Kami pernah bahas soal ini sebelumnya.

Tapi semua itu hanya teori. Jika kami terus bersama, seandainya...

Tiba-tiba saja...

Aku bahkan tak ingat apa yang sedang kami lakukan.

Saat itu kami sedang menonton TV.

Tiba-tiba, dia berdiri dari sofa...

Mengambil remote dan mematikan TV.

Dia lalu menatapku, matanya berlinang air mata...

Lalu dia bilang, "Cukup, aku sudah tak tahan lagi."

Sangat keterlaluan.

Dia berjanji tak akan membahas hal itu untuk sementara waktu.

Dan tiba-tiba, dia membahas omong kosong ini.

Dia sungguh-sungguh menangis.

Aku tak pernah melihat dia seperti itu sebelumnya.

Dan jujur saja, itu sungguh membuatku takut.

- Bukan, itu membuatku marah. - Kenapa?

Karena dia mau memanipulasi aku dengan tipuan bodohnya.

Mungkin dia pikir dia akan buat aku patah hati.

Atau mungkin membuatku merasa bersalah.

Lupakan saja, aku tak tahu.

Lalu aku mengamuk.

Seperti bocah berusia tiga tahun.

Berteriak dan menangis.

Kusuruh dia untuk pergi.

Aku bilang, dia sungguh berengsek karena lakukan hal ini padaku.

Padahal dia tahu aku bekerja dua sif di rumah sakit minggu ini.

Aku banting pintunya. Kubanting laptop miliknya ke lantai.

Aku menghancurkannya. Aku lalu keluar dan hubungi Alona.

Dan dia suruh aku memakai pakaian ini.

Pakaian ini bukan milikku.

Kami keluar pergi minum...

Di kelab favorit dia di Jalan Chester.

Dia berusaha menenangkanku dan jelaskan semua dari perspektif lain.

Dia bilang...

Dia bilang, aku beruntung.

Dia berharap ada seseorang yang cukup mencintai dia...

Untuk berikan dia sebuah ultimatum.

Lalu, kami minum. Sebenarnya, aku yang minum.

Dan di bar ada seorang pria.

Dan di satu titik, Alona bilang kalau dia merasa lelah...

Dan dia ingin pulang.

Kemudian, pria itu pindah di sebelahku dan...

Tahukah kau apa yang dia bilang padaku?

Dia bilang...

"Kau terlihat sedih sekali."

Lalu aku jawab, "Benarkah?" Dia bilang, "Benar sekali."

Itu cocok denganmu.

Cocok denganmu.

Apa yang terjadi dengan, "Apakah kau ada waktu?"

Atau, "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Atau...

Aku tak boleh menghubungimu, Paul.

Bagaimana pendapatmu? Apa aku terlihat cantik...

...saat sedang sedih?

Menurutku, tak ada siapa pun yang menarik saat mereka sedih.

Lalu, aku tak tahu sudah minum berapa banyak...

Karena dia yang pesankan untuk aku.

Lalu, dia bayar tagihannya dan dia bertanya pada aku...

"Kau mau pergi ke tempat lain?" Lalu aku jawab...

"Ya. Aku mau ke toilet."

Jadi aku berdiri dan pergi ke toilet.

Dia mengikuti aku.

Kau pasti tak akan percaya, itu ternyata toilet campur.

Aku sungguh tak beruntung atau bagaimana?

Apa maksud kau, tak beruntung?

Aku sedang menghindari pria ini dan...

Ya, kau sedang berusaha menghindari pria itu.

Benar. Maksud aku, aku mau buang air, seorang diri.

Aku sudah melakukan itu sejak berusia tiga tahun.

Jadi, aku sadar aku harus buat keputusan.

Dengan mengikuti aku ke toilet, dia juga berikan aku ultimatum.

Aku pikir, "Berengsek, keluar dari sarang buaya, masuk ke sarang singa."

Aku sedang menjauhi ultimatum...

Dan sekarang ada pria yang berikan aku ultimatum lagi.

Tiba-tiba, aku merasa ingin melakukannya.

Aku tak pernah berhubungan seks di toilet sebelumnya.

Apa? Aku harus menikahi Andrew tanpa pernah mengetahui...

Kalau menyenangkan berhubungan seks di toilet?

Ini bagian dari pendidikan seorang wanita muda, bukan?

Jadi kau ingin melakukannya...

Tapi bukan untuk membalas dendam kepada Andrew?

- Hanya untuk dirimu sendiri? - Benar sekali.

Seorang gadis dipaksa untuk menikah...

Apa yang harus dia perbuat? Mati tanpa tahu apa-apa?

Jadi pria ini mengikuti aku ke dalam toilet...

Dan tiba-tiba, aku merasa terangsang.

Apa kau merasa jijik mendengarkan cerita aku?

Tidak, ini tak menjijikkan. Lanjutkan.

Dia membuka ritsleting, lalu turunkan celananya...

Dan dia berdiri di sana dengan kemaluan besar...

Astaga, aku seperti berusia 16 tahun lagi.

Menyentuhnya untuk pertama kalinya.

Aku sungguh terkejut betapa hangat rasanya.

Maksud aku, seharusnya aku sudah tahu soal itu, 'kan?

Lalu, dia membalikkan tubuhku menghadap ke pintu.

Dan dia turunkan stoking-ku.

Dia mengangkat rokku...

Masukkan tangannya ke saku belakang dan mengeluarkan kondom.

Aku menyadari dia sangat ahli melakukan ini.

More Indonesian subtitles for In Treatment

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left