The first 200 lines.
Goddess of Marriage
.: diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Episode 10
Ayah, ini kopinya.
Letakkan disini. Disini.
Apa yang sedang kalian lakukan?
Aku minta maaf.
Maafkan aku, ayah.
Apa yang terjadi?
Bagaimana kalian bisa bersikap kasar seperti itu?
Ayah dan aku dibiarkan menunggu di restoran dan pada akhirnya kalian tidak datang?
Siapa kalian?
Apa yang kalian lakukan?
Apakah kalian gila? Apakah kalian sudah tidak waras?
Mengapa kau diam saja?
Aku bertanya apa kalian pikir kalian lakukan?!
Min Ji, bisa masuk ke dalam?
Ambil sepotong semangka dan
masuklah dan makan di dalam.
Baik.
Apa yang terjadi?
Dengan alasan apa kau bersikap kasar seperti ini
tidak bisakah kau katakan padaku dengan cepat?
Karena aku melakukan sesuatu yang salah.
Apa yang kau lakukan lagi?
Tunggu sebentar. Dia ini...
Aku...
Aku bilang pada Tae Wook bahwa aku tidak bisa menikah.
Itulah sebabnya.
Apa...?
Yang benar saja, dia ini...
Apa yang kau katakan, kau tidak bisa.. apa?!
Aku minta maaf.
Maafkan aku, Ayah.
Hei, Ji Hye! Ji Hye!
Hei!
Bicaralah denganku sebentar.
Apa maksudmu "kau tidak bisa menikah"?
Hei! Hei, buka pintunya!
Biarkan dia sendiri. Biarkan dia.
Apa yang baru saja dikatakan Ji Hye dan membuatnya menangis?
Dia katakan pada Tae Wook, dia tidak bisa menikah.
Aigo.
Ayah mertua sudah datang, tapi aku sangat terlambat, kan? Aku minta maaf.
Aku sibuk bekerja karena musim liburan. Apakah kau sudah makan...
Suara apa itu?
Siapa yang menangis?
Aku tidak tahu.
Adik ipar?
Ayah mertua, maaf...
Masuklah. Masuklah dulu, kita bicara besok.
Ayah mertua, aku akan menyiapkan tempat tidur untukmu.
Baiklah.
Jangan menikah jika kau tidak menginginkannya.
Kakakmu dan ayah akan segera mati pada setelah mengantarmu ke keluarga besan.
Apa kau satu-satunya yang akan menikah di dunia ini?
Mengapa kau emosional? Jangan lakukan itu, bodoh tidak berguna.
Hentikan.
Kau dari mana?
Aku bertanya kau dari mana.
Mengapa kau diam saja? Kau dari mana?
Ini adalah hari Sabtu dan tidak ada siaran berita pada hari Sabtu
Kau pergi sejak pagi hingga malam. Kemana kau pergi?
Sebenarnya kau dari mana? Dari mana?
Mengapa kau diam saja? Dari mana? Urus dirimu sendiri.
Urus diriku sendiri? Ya, urus... dirimu... sendiri....
Aku lelah. Jangan ganggu aku.
Apa? Mengganggu?
Bajingan! Bajingan ini!
Bajingan!
Kenapa? Kenapa kau seperti ini? Hei! Apa kau gila? Apa kau sudah tidak waras?
Ya, aku gila. Aku tidak waras.
Kenapa! Kenapa!
Kau pikir aku tidak tahu di mana kau menginap dengan wanita j*l*ng itu?
Bagaimana kau bisa ke tempat semacam itu seolah-olah itu adalah rumahmu?
Apa yang kau maksud dengan tempat semacam itu? Apa yang kau bicarakan?
Apa yang kubicarakan? Apa yang kubicarakan?...
Bagaimana kau bisa keluar masuk tempat itu seolah-olah itu adalah rumahmu?
Yang benar saja! Kenapa kau seperti ini?
Apa kau akan terus-terusan memukul suamimu?
Beberapa orang bodoh memilih bertengkar,
kau mengutuk dan menggunakan kekerasan.
Apakah kau sudah benar-benar gila?
Kau... kau akan melakukannya lagi atau tidak?
Kau sudah mencakarku. Kau akan melakukannya lagi atau tidak?
Ayah, lepaskan. Lepaskan.
Jang Woo, Jang Woo, Jang Woo. Ibu baik-baik saja.
Ayah!
Yang satu menangis sambil mengatakan dia tidak bisa menikah, dan
yang lain menangis mengatakan dia akan bercerai.
Aku akan gila.
Jangan berkata seperti itu, kakak ipar.
Aku tidak akan bercerai.
Aku tidak pernah bisa bercerai.
Lalu bagaimana kau akan bertahan?
Aku tidak tahu.
Aku benar-benar tidak tahu.
Tapi kenapa Ji Hye mengatakan itu?
Siapa yang tahu?
Dia hanya terus menangis tanpa mengatakan apapun.
Jika dia tidak ingin menikah, tolong katakan padanya untuk tidak menikah.
Aku...
Aku sangat mencintai ayah Jang Woo sehingga aku menikahinya.
Bagiku hanya ada ayah Jang Woo dalam hidupku.
Saat aku berkencan dengannya untuk pertama kalinya, pernikahan kami,
dan melahirkan Jang Woo,
Aku benar-benar bahagia.
Sejujurnya bahkan sekarang jika aku melihat ayah Jang Woo,
hatiku berdebar.
Kurasa kau sangat tergila-gila ketika kau gila.
Ya.
Meskipun aku tergila-gila, kehidupan pernikahanku sangat berat.
Kukira harus ada alasan mengapa Ji Hye mengatakan itu.
Sesungguhnya adalah aku...
Aku ingin memberitahu semua orang di dunia yang akan menikah tentang perasaanku.
Siapa yang tidak.
Aku juga ingin memberitahukan segalanya. Aku juga ingin memberitahukan segalanya.
Jangan keras-keras. Apa kau ingin menyebarkan rumor di lingkunganmu?
Aku minta maaf.
Aigo, aku akan jadi gila.
Apa yang kau lakukan?
Kau berani mengajukan tagihan terhadap asetku?
Memintaku untuk membayar tagihan hotel? Kurasa kau terlalu berani.
Beraninya kau mengatakan itu padaku?
Maaf, ibu mertua.
Aku tidak bermaksud untuk menantangmu, Ibu mertua. Diam.
Beraninya kau meminta padaku biaya untuk tinggal di hotelku sendiri?
Bukan untuk pengeluaran pribadimu. Kartu kredit perusahaan tidak dimaksudkan untuk membayar itu.
Jika bisnis anak perusahaan, harus digambarkan dengan jelas.
Apa?
Bisnis anak perusahaan?
Kau ini menggelikan.
Hanya karena kau menjadi telinga suamiku, kau pikir kau berada perusahaan yang mana?
Hal pertama yang kau lakukan setelah mulai bekerja di perusahaan
kau memblokir kartu keanggotaan teman-teman Ibu mertuamu.
Dan kau mengatakan pada ibu mertuamu bahwa itu bukan uangnya dan menyuruhnya menggunakan uangnya sendiri.
Mengapa kau diam saja?
Saat aku melihatmu,
memasuki perusahaan, betapa liciknya kau?
Aku minta maaf.
Aku tidak bermaksud demikian.
Tetapi jika kau menganggapnya seperti itu,
Aku akan meminta maaf.
Apa?
Kau menyesal?
Kau tidak bermaksud demikian tapi jika aku menganggapnya begitu, kau akan minta maaf?
Ibu Yoo Jin!
Keributan apa ini di pagi hari?
Dengarkan hal konyol yang menantumu lakukan.
Aku mendengarnya.
Aku memarahinya karena ini konyol.
Apakah kau menemukan kesalahan pada apa yang Direktur Eksekutif Hong lakukan?
Apa?
Sekarang, bahkan jika kau berhenti melakukan itu, Hotel Shinyeong sedang kritis.
Meskipun kau mungkin tidak rugi apapun tidak pergi ke hotel,
karena defisit kronis Hotel Shinyeong
Direktur Hong berencana untuk mengatasi kesulitan di Hotel.
Yang kulihat dia melakukannya dengan baik.
Apa? Apa?
Dia melakukannya dengan baik?
Ya, tentu saja, aku harus mengatakan itu.
Mana mungkin ada peraturan untuk menyokong anggota keluarga?
Saat anggota keluarga pemilik bertindak begitu,
secara alami, staf akan memanfaatkan hotel dengan cara yang sama.
Ketika beberapa orang baru masuk,
mereka harus mulai mengatur ulang segalanya.
Aku lihat dia melakukannya dengan baik.
Ketua! Hentikan!
Ayah, pengusaha yang menghasilkan uang di sini. Dimana ibu?
Bagi orang tua dan juga anak-anak, tidak ada yang benar-benar gratis.
Putra-putramu tidak akan menjadi pengusaha.
Sekarang, ibu Yoo Jin adalah pengusaha. Mengapa kau tidak punya akal, mengapa kau tidak bisa mencernanya?
Seperti yang ibu Yoo Jin katakan, kau harus menggunakan uangmu sendiri mulai dari sekarang.
Apa? Apa yang kau katakan?
Lagi pula, itu bukan uangmu. Mengapa berkumpul dengan kelompok
yang tidak bermanfaat, menghabiskan uang. Benar-benar mesin pembunuh!
Sayang!
Direktur Oh!
Kau masih berani memandang rendah diriku?
Aku tidak memandangmu rendah...
Jadi, jika tidak..
Sudah kujelaskan padamu berhenti menjadi mata-mata ibu mertuaku.
Tapi kau malah mengadukanku?
Bukan seperti itu! Karena nyonya besar terus bertanya..
Diam!
Apa aku terlihat seperti sampah sepertimu yang tidak tahu caranya untuk bertahan?
Banyak yang perlu dikatakan tentangmu sejak awal.
Kau terutama suka berbicara dan bergosip tentang orang lain.
Suka untuk mengadu domba dan cepat untuk memulai rumor.
Kau pikir aku tidak tahu bagaimana kau mendapat posisimu
dengan menyebarkan gosip yang kau temukan di Internet atau KOREX (Korea bursa).
Berkat itu, aku harus menghadapi banyak kesulitan. Bukankah begitu?
Terlebih lagi,
aku telah jelas-jelas memberimu beberapa peringatan.
Kau seharusnya paham jika kau punya akal sehat.
Mengapa kau punya otak?
Bahkan obat tidak dapat menyembuhkan kebodohanmu.
Apa itu yang ingin kau buktikan dengan otakmu?
Aku tidak tahu bagaimana orang sepertimu sesuai dengan selera ibu mertuaku tapi,
setiap manfaat dari hubungan itu akan berakhir hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.