Release info

인간실격-Lost-E05-NEXT-iQIYI
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-09-18
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 152 lines.

[SEMUA TEMPAT, TOKOH, FIRMA, DAN PERISTIWA DALAM TAYANGAN INI HANYALAH FIKSI.]

[Aku juga menghargai perbuatanmu hari itu.]

[Berkat kau, untuk kali pertama setelah sekian lama,]

[Jadi, aku merasa bahagia tanpa alasan yang jelas.]

[keluarga, rekan kerja, ataupun klienku berbicara denganku lebih dahulu.]

[LEE JI-HYEON, BERKATMU, SEMUA JADI SERU. TEMAN-TEMANKU BILANG KAU HEBAT.]

[PERPANJANG EMPAT JAM KE RONDE KETIGA MUNGKIN?]

[Jadi, aku menulis dan menghapus apa yang kutulis.]

[PILIH METODE PEMBAYARAN TUNAI ATAU KREDIT]

- Ini dia. - Terima kasih.

Sampai jumpa.

Ayo.

Ayo. Banyak yang harus dilakukan.

Mau ditaruh di mana?

Simpan saja.

Tunggu aku.

[AULA PERNIKAHAN VENESIA AKAN BERUSAHA MEMBANGUN BUDAYA MEROKOK YANG BAIK.]

Baiklah.

Cantik, bukan?

Bagaimana menurutmu?

Kalian masih mendekorasi?

Kami sudah selesai.

Bagaimana denganmu?

Entahlah.

Kami baru saja mulai, tapi akan butuh waktu lama.

Ada lima tim yang menyanyikan lagu ucapan selamat.

Pernikahan semacam itulah.

Kurasa kami akan segera selesai.

Alih-alih memanggil tokoh masyarakat, mereka akan membaca surat.

Benarkah?

Aku belum pernah mendengarnya.

Orang sering melakukan itu belakangan ini.

Baiklah.

Kau juga tulis surat?

Ayolah.

Ada orang profesional yang melakukan itu.

Apa?

Dia tidak ikut denganmu?

Suamimu?

Ya.

Kau datang untuk acara pernikahan?

Kerabat?

Hanya sebatas kenalanku.

Kenapa kau bersembunyi?

Kau baru saja bersembunyi.

Sejak dia datang.

Apa suamimu merokok?

Tidak.

Kau yakin?

Ayo minum kopi.

Kau mau pesan apa?

Kopi biasa.

Tas apa itu?

Tas istrimu?

Ya, ini tas istriku.

Kau manis. Bahkan membawakan tasnya.

[Dia melempar tasnya kepadaku dan menghilang.]

Dia menghilang?

Ke mana?

Entahlah.

Dia berjalan di lobi,

lalu berlari dengan panik. Katanya ada yang ketinggalan

Dia mungkin bertemu seseorang.

Atau mungkin dia benar-benar meninggalkan sesuatu.

Tidak perlu.

Aku juga ingin melihat betapa ketusnya dia.

[Apa yang harus kulakukan di hari seperti ini?]

Lancarkan saja

taktik yang jitu.

Taktik apa?

Katakan yang selalu kau pikirkan,

tapi jangan secara gamblang.

Terima kasih atas usahamu. Maafkan aku.

Aku mencintaimu.

Kau akan hidup bahagia saat menikah.

Alah.

- Aku pergi dahulu, Pak. - Sampai jumpa.

Anak-anak yang tadi.

Layanan pengganti.

[Tergantung pekerjaannya, tapi tak begitu mahal.]

[Kenapa? Kau ingin menggunakan layanan itu?]

Aku punya kartu nama mereka.

Aku tidak akan menggunakannya.

Mampirlah nanti.

Lihatlah.

Layanan pengganti sempurna.

Gang-jae.

Maafkan aku.

Untuk apa?

Karena

dia selalu

bicara omong kosong.

Pergilah lebih dahulu.

Akan aneh jika seseorang melihat kita pergi bersama.

Kau sudah mengambil saputangannya?

Aku meninggalkannya di kotak suratmu.

Sudah.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Sampai jumpa.

Dari mana saja kau?

Kau bahkan tidak menjawab.

Aku terjebak dengannya

dan hampir tak bisa keluar, lalu kubilang harus bekerja.

Halo.

Ini ayahku.

Ini ibuku.

Halo.

Kau terlihat sangat anggun.

Ya, 'kan?

Kau juga sangat cantik.

Begitulah.

Kenapa Soon-gyu di sini?

[Entahlah. Dia datang untuk pernikahan seseorang.]

Baiklah. Aku akan segera pergi.

Seleramu bagus.

Kau mencium bau rokok?

Entahlah.

Kurasa aku mengidap rinitis.

Liriknya adalah kisah kita.

Diamlah.

Apa aku sudah bilang aku bertemu Jun-hyuk,

bawahanku di kantor?

Sudah?

Sudah.

Dia memberitahuku sesuatu yang menarik.

Kau pernah dengar tentang layanan pengganti?

Jadi,

mereka dibayar untuk berakting sebagai anggota keluarga atau teman.

Kau ingat pria itu?

Siapa?

Pria yang memegang balon besar di lobi.

Dia memegang balon berbentuk bibir.

Rambutnya panjang dan terlihat seperti model.

Ya.

Omong-omong, dia punya teman.

Seorang gadis berwajah mungil yang mirip

seorang selebritas.

Mereka melakukan hal semacam itu.

Bukan main.

Ada berbagai jenis pekerjaan belakangan ini, bukan?

Ya.

Mereka tak hanya melakukan pekerjaan semacam ini,

[Karena acara pernikahan tak menghasilkan uang sebanyak itu.]

keduanya memakai pakaian desainer dari kepala hingga kaki.

Dalam perjalanan masuk,

aku melihat mereka bekerja.

Astaga, mereka

sangat profesional.

Kau tahu

pria yang memegang balon?

Dia membacakan surat yang mewakili keluarga teman-teman.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left