The first 200 lines.
Aku harus bagaimana soal Seung Joo?
Kenapa tidak ada di sini?
Mungkin Jeong Mi membawanya lagi!
Astaga!
Aku pergi sendirian saja.
Kita harus bersama. Ini berbahaya.
Nanti Seung Joo tidak akan kemari karena tertekan.
Kamu tunggu di sini saja.
Aku akan tidur di kamar itu dengan Seung Joo malam ini.
Siapkan selimut dan lainnya untuk kami. Sudah, ya!
Tunggu.
Seung Joo akan tidur di rumah kita?
Hanya beberapa hari.
Katamu masa ovulasimu beberapa hari mulai hari ini.
Kamu lupa?
Masih ada bulan depan.
Saat aku ingin pergi, kamu memintaku istirahat untuk inseminasi buatan.
Tapi katamu setiap bulan itu penting untuk kehamilan alami.
Memangnya ini sama dengan bepergian?
Kenapa kamu sangat kekanak-kanakan?
Sayang?
Aku kehilangan semua temanku karena masa ovulasinya.
Bukankah itu tidak adil?
Lelah sekali.
Punggungku sakit.
Apa gunung yang ingin kamu pakai untuk bisnis itu milik Seung Joo?
Ini keuntungan besar.
Orang sangat ingin melakukannya, tapi tidak punya gunung.
Aku membuat program TV
tentang orang desa yang menentang pembangunan arena golf.
Aku sudah menangani itu.
Akan sulit jika ada rumor tersebar sebelum mendapat izin.
- Astaga. - Sembunyi!
Apa-apaan kamu?
Se Mi.
Ini rahasia.
Benar juga. Ini rahasia.
Aku baru sadar.
Ternyata kamu cantik dari dekat.
Kamu baru sadar?
Kamu sungguh cantik.
Rasanya aneh setelah didengar dua kali.
Aku serius.
"Episode 10, Pernikahan"
"Adalah keberanian untuk terjun ke masa depan yang tidak pasti"
Mulai sekarang,
berhati-hatilah.
Ini.
Ini kafe temanku. Santai saja.
Saat Se Mi datang, istirahatlah di rumahnya.
Dia orang dari tayangan yang kuproduksi?
Kita sudah melaporkannya ke polisi, mereka akan menemukannya.
Sekitar lima tahun lalu,
aku syuting sebuah tayangan di restoran.
Kami bertengkar hebat setelah mereka menyuruhku
tidak menyiarkannya usai syuting tuntas.
Aku mengucapkan banyak makian.
Mungkinkah dia orangnya?
Jika ada yang ingin menyakitimu karena alasan itu,
dialah yang aneh.
Kamu ingat
saat aku membuat tayangan tentang perceraian?
Aku menyuntingnya agar tampaknya
itu sepenuhnya kesalahan sang suami
karena aku kasihan dengan istrinya.
Kejadian ini bukan karena kamu berbuat salah.
Aku mengabaikannya saat dia terus meneleponku
dan menyebutnya tidak adil.
Itu tidak begitu sulit.
Seharusnya aku mendengarkan kisah dari sudut pandangnya.
Ada banyak kesempatan seandainya aku menerimanya.
Jika dipikirkan,
ada begitu banyak kasus.
Seung Joo.
Ada banyak orang
yang tanpa sadar mungkin telah kusakiti.
Kenapa aku hidup seperti itu?
Ini Se Mi.
Di mana kamu?
Baiklah.
Kurasa dia kesulitan menemukan tempat ini.
Tunggu di sini sebentar.
Baik.
Aku akan menjemputmu.
Ya.
Ya, aku akan pergi ke depan gang.
Jangan masuk dan tunggu di sana.
Baiklah.
Ke mana dia?
Tolong aku!
Tolong aku!
Siapa pun tolong aku!
Tolong aku!
- Ayo pergi. - Ada apa?
Tolong! Selamatkan aku!
- Anda baik-baik saja? - Tolong aku.
- Ada apa ini? - Diam!
Astaga.
Bedebah!
Bedebah!
Astaga!
- Apa yang terjadi? - Anda baik-baik saja?
- Astaga. - Minggir!
Jin, nanti ayah hubungi.
Ayah.
Jin, ada apa?
- Apa yang terjadi? - Astaga.
Kenapa mereka ingin menggali bebatuan dari gunung ini?
Bicaralah dengan agen perumahan di kota.
Sedang apa kamu di sini?
Kenapa aku kemari?
Aku tiba-tiba kemari
setelah berlari dengan panik.
Kenapa wajahmu?
Aku terjatuh.
Apa lukanya parah?
Hampir lupa.
Aku ingin memberimu ini.
Aku membeli dompet saat kita akan menonton bioskop.
"Klinik Ji Jae"
"Pendaftaran Pasien Baru"
Siapa dia?
Kami sudah boleh masuk?
Ya, silakan masuk ke ruangan dokter.
Astaga.
Pasti Jak Doo memiliki
pacar dari Seoul. Apa yang akan kamu lakukan?
Benar. Bagaimana ini?
Jak Doo-ku.
Responsmu terhadap rasa sakit lambat
dan tekanan darahmu rendah.
Bagaimana bisa wanita muda sepertimu
lebih lesu daripada aku?
Kesampingkan luka di wajahmu sejenak.
Kurasa kamu perlu diinfus untuk asupan gizi.
Aku baik-baik saja, Dokter.
Berikan saja
infus kepadanya.
Di antara para perawat,
pasti ada seseorang yang menyukaimu.
Aku harus segera pergi, ya?
Kamu akan berjalan kaki ke Seoul?
Tidak ada bus atau kereta.
Jika kamu bisa pergi, coba saja.
Kamu melewatkan makan
karena sibuk bekerja?
Dokter menyuruhku istirahat selama beberapa hari
dan mengonsumsi makanan sehat.
Bolehkah aku menginap di sini?
Aku penasaran kenapa kamu pergi tanpa pamit. Kini aku paham.
Kamu mencegahku datang dan mengganggumu, ya?
Apa terjadi sesuatu di Seoul?
Tidak ada apa-apa.
Jangan berbohong.
Kecuali fakta bahwa aku memikirkanmu setiap hari,
aku baik-baik saja.
Itu sebabnya tidak bisa makan.
Aku menjadi sangat lemah dan ambruk karenamu.
Haruskah terjadi sesuatu dahulu
agar aku bisa kemari dan menemuimu?
Tidak bolehkah aku datang karena rindu?
Mulai sekarang,
jangan lakukan ini.
Tapi aku
benar-benar menyukaimu.
Aku
sangat menyukaimu.
Aku menyatakan cintaku.
Kenapa kamu diam saja?
Apakah karena wanita
yang kamu pendam di hatimu?
Bukan.
Kalau begitu,
katakan sesuatu.
Jawablah saat ada yang menyatakan cintanya kepadamu.
Tidak ada lagi yang ingin kamu sampaikan?
Aku
tidak menyukaimu.
Saat ingin menangis,
kamu akan punya banyak kesempatan untuk menangis.
Hapus air matamu.
Ayo pergi.
Lalu, apa aku salah?
Berapa kali harus kukatakan?
Kamu sudah memberitahunya tiga kali.
Jelaskan dengan cara yang bisa kupahami.
Penggalian menyebabkan banyak debu.
Jadi, tidak bisa dilakukan di gunung dekat ladang dan sawah.
Itu hanya kabar bohong.
Itu...
Astaga. Lihat siapa itu.
- Ada yang datang? - Ada yang datang?
Kenapa diam saja? Ayo masuk.
- Selamat datang, Seung Joo. - Selamat datang, Seung Joo.
Halo.
- Halo. - Halo.
Dia kurang sehat. Tolong beri dia makanan sehat
dan biarkan dia beristirahat beberapa hari.
Di sini?
Bukan di rumahmu?
No comments yet. Be the first to leave one.