Release info

어쩌다 마주친, 그대 My Perfect Stranger E04 230509 HDTV-NEXT
A Commentary by surya_27895
Ripped from VIU, Resync for NEXT ver. EP4 (RT 01:01:49) || Update kalau yg lain belum update doang

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2023-05-10
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tepat setahun dari sekarang,

aku akan mati di tahun saat usiaku 35 tahun.

Itu karena pelaku yang membunuhku adalah pelaku sebenarnya

dalam kasus pembunuhan berantai tahun 1987 di Woojung-ri.

Itu ciri khas pelakunya pada tahun 1987.

Ini juga ditemukan di TKP pembunuhanku.

Bagaimana dia bisa mendapatkan ini?

Dia murid baru yang akan bergabung dengan kelas kalian mulai hari ini.

Namanya Baek Yoon Young.

Jangan bersikap seperti kita teman. Kamu mau mati?

Senang bertemu denganmu. Namaku Yoo Bum Ryong.

Hati-hati. - Apa?

Kamu pikir adikku melarikan diri darimu?

Ini karena aku menyukaimu.

Bagaimana kamu tahu aku ada di sana?

Tersangka pertama dalam pembunuhan yang akan terjadi

tiga hari dari sekarang, Baek Hee Sub.

Tersangka kedua, Yoo Bum Ryong.

Tersangka ketiga, yang dipenjara 30 tahun

setelah dihukum, Ko Min Soo.

Itu orang-orang yang kamu temui hari ini.

"My Perfect Stranger, Episode 4, Semua Ini Kebetulan?" Subtitle by VIU, Resync by surya_27895 for NEXT ver.

Siapa kamu?

Kenapa kamu datang ke sini?

Apa maksudmu?

"Kedai Teh Bong Bong"

Bagaimana kamu bisa memiliki ini?

Ini ada di lantai, jadi, aku kebetulan mengambilnya.

Jika kamu mau menyembunyikannya, sayang sekali.

Untuk apa aku menyembunyikan sesuatu yang sudah kupungut?

Tidak. Aku yang memungutnya di sini.

Aku juga kebetulan memungutnya.

Kamu kebetulan memungutnya?

Di mana dan kapan?

Sebelum aku berakhir di sini.

Satu jam sebelum kamu menabrakku.

Aku melihat ini mengapung di tepi sungai di desa ini.

Aku memungutnya tanpa banyak berpikir.

"Di tepi sungai."

Apa yang kamu lakukan larut malam?

Aku...

"Kepada Yoon Young"

Di sana...

Ada satu hal lagi yang tidak bisa kamu ceritakan?

Sama seperti kenapa kamu harus bertemu Ko Min Soo.

Aku hanya punya beberapa pertanyaan untuknya.

Hanya itu yang bisa kujelaskan saat ini.

Baiklah.

Kalau begitu, hanya ini yang bisa kita bicarakan.

Kamu belum menjawab pertanyaanku.

Saat kutanya bagaimana kamu tahu aku akan datang,

kamu hanya memberiku

ini.

Apa ini?

Apa artinya ini bagimu?

Hal yang membuatku datang ke sini.

Hal yang harus terus kucari.

Penyebab dan hasil dari semua yang terjadi.

Hanya itu yang bisa kukatakan sekarang.

Sayangnya, sepertinya

kita berdua belum siap untuk saling menceritakan semuanya.

Ya. Kamu benar.

Pada tanggal 11 Mei 1987.

Tiga hari sebelum pembunuhan pertama.

Ini momen kritis,

tapi masa lalu yang kutahu berubah.

Insiden baru telah terjadi.

Tersangka utamanya... Tidak.

Ko Min Soo, yang dituduh sebagai pelaku sebenarnya,

sudah ditangkap oleh polisi.

Lalu apa yang akan terjadi sekarang?

Kamu kebetulan

memungut itu?

"Kedai Teh Bong Bong"

Apa yang dia sembunyikan?

Kenapa wajahnya seperti itu?

"Kantor Polisi Woojung"

"Apa yang kamu lakukan setelah itu?"

Hanya ini yang bisa kami katakan.

Baiklah. Itu bagus untuk saat ini. Kamu bisa pulang sekarang.

"Divisi Detektif Dua"

Berandal itu tidak mau bicara.

Itu kabar baik.

Dia mengulur waktu sendirian.

Apa maksudmu?

Berandal seperti dia harus dikurung selama mungkin

demi keselamatan desa.

Kamu tidak pernah tahu apa lagi yang mungkin dia lakukan.

Jadi, terus lakukan itu.

Jangan katakan apa pun atau lakukan apa pun.

Tetaplah di sana

dan cobalah bertahan sepekan tanpa melangkah keluar.

Jika tidak terjadi apa-apa selama pekan itu,

akan dipastikan bahwa kamu memang membunuh mereka.

Atau kamu akan terbukti tidak bersalah.

"Membunuh mereka?"

Sial. Apa yang kamu bicarakan?

Diam, Berengsek!

Tolong awasi dia.

"Kantor Polisi"

Apa arti benda ini baginya?

Tidak, aku baik-baik saja.

Semua sudah berakhir. Aku baik-baik saja sekarang.

"Troll"

Aku sungguh tidak berselera makan.

Kamu belum makan apa pun.

Kamu harus makan sesuatu agar bisa tidur nyenyak.

Kita tidak cukup dekat untuk makan bersama.

"Kedai Teh"

"Kedai Teh H"

Dia ingin aku minum kopi dengan perut kosong?

"Kedai Teh H"

Itu nama kedai tehnya?

Unik sekali.

Hei. Bisakah kamu tetap buka selama 30 menit lagi hari ini?

Semua restoran sudah tutup.

Aku tidak bisa biarkan pria membuat wanita kelaparan saat berkencan.

Tidak. Aku tidak pernah bilang...

Astaga.

Ini.

Kenapa mereka menjual ini di kedai teh?

Itu terserah pemiliknya.

Dia cukup unik.

Dia juga sangat gapil.

Omong-omong, apa orang-orang dari masa ini

mencelupkan roti ke dalam kecap?

Aku tidak yakin.

Tidak ada roti yang terasa asin.

Cobalah bagaimana rasa roti mereka.

Aku sungguh tidak berselera makan,

tapi karena kamu sudah membelinya...

Kamu sangat suka makanan asin dan manis?

Kamu tidak tahu itu wajib bagi orang modern?

Aku pulang kerja di pagi hari setiap hari selama sebulan

untuk memenuhi tenggat.

Saat aku ingin beristirahat di akhir pekan,

penulis yang kutangani memanggilku

untuk mengeluhkan tinta pena yang tidak dia sukai,

yang membuatku kehilangan semangat hidup.

Namun, makanan manis dan asin

menghidupkan kita kembali.

Dahulu kamu bekerja di penerbitan?

Apa kamu editor?

Bagaimana denganmu?

Aku pengangguran.

Tentu saja. Kamu tidak mau memberitahuku.

Aku yang mengatakan yang sebenarnya lagi.

Bukan itu masalahnya.

Astaga, ini yang terburuk.

Maafkan aku.

Kamu tidak perlu minta maaf. Selera kita berbeda.

Aku berjanji tidak akan menyulitkanmu.

Namun, aku membuatmu datang ke kantor polisi.

Aku sungguh minta maaf.

Namun, kamu tidak membuat itu terjadi.

Entah ada yang ingin kamu tanyakan kepadanya atau ada masalah lain,

hal seperti itu seharusnya tidak terjadi

bahkan jika kamu mengikutinya untuk alasan apa pun.

Dia yang membuat kekacauan ini, bukan kamu.

Jadi, kamu tidak perlu minta maaf.

Serta jangan terlalu takut.

Aku tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi.

Aku pasti akan segera memperbaiki lampunya.

"Bioskop Woojung"

Kamu pikir kamu bisa lari?

Tentu saja.

Mereka pasti sudah gila.

Kenapa mencelupkan donat ulir ke dalam kecap?

Ibu.

Masuklah dan selesaikan semuanya diam-diam.

Jangan beri tahu siapa pun.

Baiklah.

"Kedai Teh Bong Bong"

Cerita apa yang dia miliki?

Aku pergi lebih awal karena ada yang harus kuurus.

Sarapanlah, beli nasi kotak,

dan pergi ke rumah Soon Ae di seberang jalan.

Mereka pasti menunggumu. Aku sudah memberi tahu mereka.

Pastikan untuk mengoleskan lebih banyak salep pada lukamu.

Kamu tidak perlu mencuci piring. Taruh saja di wastafel.

Jangan pernah terlambat.

Dia terdengar seperti Ibu.

"Hidup yang indah dan luar biasa"

Ibu!

Ibu! - Ada apa?

Ibu tidak lihat celana ketat berkilauku?

Aku bisa terlambat ke salon.

Sialan kamu.

Kamu membuat keributan di malam hari saat mabuk dan sadar di siang hari.

Astaga, ibu harus membuat telur goreng untuk Oh Bok.

Sayang. - Ya?

Kenapa tidak ada kaus kaki yang utuh?

Kamu ambil sepasang dari keranjang, bukan dari lemari, bukan?

Sudah kubilang aku menaruh kaus kaki berlubang di keranjang.

Kenapa kamu selalu mengambil sepasang

dari sana? - Ibu! Tidak ada tisu.

Benar juga. Akan ibu ambilkan tisu.

Ibu, aku bertanya tentang celana ketatku lebih dahulu.

Di mana aku meletakkan dompetku?

Benar juga. Aku juga mengganti celanaku. Dompetku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left