The first 200 lines.
Kursi bersandar di batu biru,
air mengaliri daun willow.
Jika tidak diundang,
jangan lewat Jembatan Duanmu.
Tuan,
terjadi masalah di Perpustakaan.
Tuan,
terjadi masalah aneh di Perpustakaan,
semua buku rusak tersobek-sobek.
Kalian sudah periksa lokasi kejadian?
Selain buku,
apa ada
kerugian finansial yang lain?
Pemilik toko pernah bentrok dengan orang lain dalam waktu dekat?
Apa kalian telah menyelidiki hal-hal ini?
Memeriksa kasus harus jeli, pakai otak.
Suara kalian sekeras apapun,
tidak akan mendapatkan jawaban.
Ayo, kita selidiki.
Kucing.
Jendelamu tidak ditutup rapat,
celah yang ada
cukup untuk dimasuki kucing.
Di jendela ada jejak kaki kucing,
di rak buku ada bekas goresan,
di karpet ada bulu kucing.
Jika tidak salah tebak,
ini seekor kucing hitam.
Aku teringat akan sesuatu,
beberapa waktu lalu aku menjemur ikan kering di halaman belakang,
semuanya digigit kucing.
Yang paling mengesalkan,
setiap ikan hanya digigit sekali.
Akhirnya pada hari ketiga,
aku melihat kucing itu,
seekor kucing hitam yang besar.
Aku timpuk dengan sebuah batu
sampai kakinya lumpuh sebelah,
lalu dia kabur terkeok-keok.
Jangan...
Jangan-jangan dia datang balas dendam?
Dia jadi Siluman Kucing?
Anak tidak bicara bukan berarti kesurupan,
kambing bersyukur dengan berlutut saat minum susu,
bahkan angsa mengerti balas jasa.
Binatang mengerti balas budi,
tentu saja juga mengerti balas dendam.
Lalu bagaimana dengan bukuku yang rusak?
Jika kucing itu tidak bertuan,
tidak ada yang dapat aku lakukan.
Namun jika kucing itu ada tuannya,
aku akan pastikan pemiliknya
menggantikan semua kerugianmu.
Kucingnya sudah kabur,
bagaimana cara mengetahui siapa pemiliknya?
Tunggu aku.
Pemilik kucing itu
pasti berada di Sekte Xihua.
Tuan,
jangan kesana.
Sekte Xihua tidak dapat dimasuki.
Jika tidak diundang,
jangan lewat Jembatan Duanmu.
Apakah kau telah lupa instruksi Tuan Jiang?
Jika terkait dengan Sekte Xihua,
lebih baik kita tidak ikut campur.
Tidak lupa.
Hanya tidak mengerti,
apa sebenarnya Sekte Xihua ini,
hingga Tuan Jiang sendiri minta kita hindari.
Namun siapapun mereka,
tetap harus bayar ganti rugi
jika telah merusak sesuatu!
Tuan Zhan,
ada laporan dari Desa Liujia,
katanya terjadi kasus pembunuhan lagi,
kondisi korban sama persis
dengan dua korban sebelumnya.
Selain itu di desa itu juga ada keluarga,
yang kehilangan dua anak gadis dalam tiga hari ini.
Kita periksa lokasi kejadian.
Tuan,
bagaimana dengan kucing Sekte Xihua?
Kamu tinggalkan pesan,
agar Ketua Sekte Xihua
datang ke Kediaman Qifeng untuk bayarkan ganti rugi.
Aku?
Jangan berdesakan!
Jangan berdesakan!
Semuanya mundur!
Mundur, mundur!
Jangan berdesakan!
Mundur, jangan berdesakan!
Mundur!
Permisi.
Kediaman Qifeng ingin periksa kasus.
Permisi.
Jangan berdesakan!
Permisi.
Jangan berdesakan!
Pria itu, jangan sampai dia pergi.
Permisi.
Jangan berdesakan!
Tuan Zhan,
yang meninggal adalah Liu Erma,
kondisi kematiannya sama persis penjaga malam Pak Ma
dan sastrawan Fan Xu,
tubuhnya mengkerut,
kulit dan dagingnya mengering.
Pelaku tiga kasus ini
harusnya orang yang sama.
Namun terlalu aneh,
takutnya
ini bukan perbuatan manusia.
Polisi Zhan,
kenapa menghalangi aku?
Liu San,
bulan lalu kau masuk penjara Kediaman Qifeng
karena mencuri,
sekarang lagi-lagi terlihat di lokasi pembunuhan,
mencurigakan sekali.
Liu Erma adalah tetanggaku,
dia meninggal,
aku kemari untuk lihat,
memangnya ada masalah?
Kediaman Qifeng jangan sembarangan menuduh orang.
Siapa yang nuduh kamu?
Kami ada bukti.
Mana buktinya?
Buktinya ada di tanganmu.
Liu Erma tewas karena ditusuk,
jika tebakanku tidak salah,
pisaunya tersimpan di dadamu.
Liu San,
benar atau tidak?
Liu Erma begitu miskin,
uang sebanyak ini dari mana datang?
Kelihatannya ada yang membayar
pembunuh bayaran untuk membunuhnya.
Tuan Zhan,
kau adalah polisi sakti,
jangan sembarangan menuduh orang.
Liu Erma yang telah merampok lalu berjudi,
dan untung banyak.
Dia sempat bilang
ingin cari Cui Yu di Gedung Bai Hua.
Tiba-tiba saja pagi ini dia,
meninggal begitu saja.
Aku tahu dia biasanya menyimpan uang
di laci dapur,
makanya ingin cari kesempatan dalam kesempitan.
Sungguh aku tidak membunuh.
Kedengarannya cukup masuk akal.
Begini saja, kau pulang dulu,
aku akan buat keputusan setelah memeriksa kasus.
Zhu Ran, bawa dia pergi.
Baik, Tuan.
Aku...Ini...
- Ayo. - Apa yang perlu diperiksa?
Aku benar-benar baru saja curi ini!
Ayo.
Tuan Zhan!
Ini sudah kasus ketiga di bulan ini,
sama sekali tidak ada petunjuk.
Satu orang pak tua penjaga malam,
satunya sastrawan yang baru lulus,
satu lagi orang miskin yang kaya mendadak,
ketiganya tidak saling berhubungan.
Tunggu dulu,
ada hubungan,
semuanya menyukai Cui Yu.
Cui Yu.
Pak Ma penjaga malam?
Aku ingat dia.
Tuan Zhan,
tempat kami tidak kekurangan pelanggan,
buat apa memperhatikan satu orang tua?
Di lukisan itu adalah aku.
Tuan Fan adalah sarjana baru,
penampilannya menarik,
dan juga pandai melukis.
Dia bilang ingin melukis aku,
tidak tahunya...
Satu orang yang ditolak Cui Yu,
satunya pelanggan Cui Yu,
satu lagi orang yang belum sempat mendekati Cui Yu.
Aku perlu cek kembali ke Gedung Bai Hua.
Tuan pelanggan
kok baru datang sih?
Mari masuk.
Orang Kediaman Qifeng telah mendatangi Desa Liujia,
namun,
mereka tidak akan mencurigai Gedung Bai Hua.
Tentu saja,
polisi di dunia manusia,
mana mungkin memeriksa kasus ini.
Wonton sayur Gedung Bai Hua terkenal enaknya,
menikmati makanan enak, sambil menunggu gadis cantik,
tinggal tunggu penampilan yang menarik.
Cui Yu!
No comments yet. Be the first to leave one.