The first 198 lines.
Shen Yue sebagai Dong Shan-cai
Dylan Wang sebagai Dao Ming-si
Darren Chen sebagai Hua Ze-lei
Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo
Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan
Di mana?
Ada apa? Cari aku?/ Siapa yang mencarimu.
Lalu kamu cari siapa? Duduk di sana.
Bajumu ini bagus juga. Duduk.
Mau apa?/ Aku pesan terlalu banyak. Ayo makan bersama.
Aku tak lapar./ Aku tak peduli. Habiskan dulu baru boleh pergi.
Kamu kurus sekali. Aku mau membuatmu gemuk.
Siapa yang mau dibuat jadi gemuk? Aku bukan babi.
Memang kamu bukan?/ Kamu baru babi.
Kenapa tak ada yang anggap aku sebagai babi untuk digemukkan?
Ya. Sudah lama mengenalmu tapi tak tahu kalau kamu begitu pandai menjaga orang lain.
Jangan banyak omong kalian. Ayo makan.
Baiklah. Aku makan satu potong iga ini.
Berapa harga baju ini? Kubayar./ Sembarangan.
Dalam semua didikan yang kuterima, tak ada istilah wanita yang membayar.
Shan-cai masih bilang Kakak Dao Ming-si bukan pacarnya.
Gadis yang lain di mulut, lain tindakannya, apa bisa dipercaya?
Mana kita tahu apa yang sedang dipikirkannya.
Makan secepat itu, masih bilang tak lapar. Pelan sedikit.
Halo?/ Kamu di mana? Aku sudah hampir tiba di restoran.
Aku segera ke sana./ Tidak.
Jangan kemari. Aku akan keluar mencarimu.
Siapa? Pria atau wanita?/ Apa urusanmu.
Kuperingatkan, jika kamu berani macam-macam dengan lelaki lain, habis kamu.
Aku sudah kenyang. Aku pergi dulu./ Mau ke mana?
Shan-cai, aku.../ Ikut aku. / Ke mana?
Bukankah dia Thomas yang semalam? Hari ini datang ke kampus.
Di depan makan bersama Kakak Dao Ming-si. Di belakang kencan dengan Thomas.
Shan-cai ini hebat sekali.
Untuk apa kamu datang ke kampus kami?
Kamu yang telepon aku lalu belum selesai bicara sudah putus.
Aku kira terjadi sesuatu padamu.
Apakah kamu melakukan sesuatu padaku?
Tentu./ Apa?
Kamu muntah di mana-mana. Bau dan kotor. Aku yang bersihkan dan baringkan kamu.
Kemudian?
Aku meninggalkan hotel.
Sungguh?/ Ya.
Baiklah. Aku jadi lega. Aku pergi. / Tunggu, Shan-cai.
Waktu itu kamu menyandar di bahuku dan berkata kamu suka padaku. Benarkah?
Maafkan aku. Aku salah orang.
Aku juga sangat suka padamu. Maukah jadi pacarku?
Waktu itu aku salah orang.
Kalian sedang apa?
Dao Ming-si.
Siapa orang ini?
Kuingatkan, jika kamu berani macam-macam dengan lelaki lain, habis kamu.
Dia...tanya jalan.
Dari sini, jalan ke sana.
Tanya jalan? Lalu kenapa tangannya berada di bahumu?
Biar kutanya dia. Kamu dari mana?
Aku dari Perancis.
Perancis?
Apa kabar? Saya sedang tanya jalan pada gadis ini.
Dengar baik-baik, dia pacarku. Jangan sentuh dia.
Gadis secantik ini sudah ada pacar.
Sayang sekali.
Sayang apa?
Kuperingatkan, jangan dekat-dekat dengannya.
Baiklah. Aku pergi.
Dao Ming-si, tadi kalian bicara dengan bahasa apa?/ Perancis.
Kamu bisa bahasa Perancis?/ Apa anehnya?
Sebagai penerus grup Dao Ming, sudah seharusnya menguasai berbagai bahasa.
Sungguh? Lalu tadi kalian bicara apa?
Kubilang padanya, bahwa kamu pacarku. Kusuruh dia pergi.
Apa? Kenapa kamu bicara sembarangan?/ Si bule itu jelas pura-pura tanya jalan.
Dia sengaja menggodamu. Dasar bodoh, kamu terlalu mudah ditipu.
Kamu yang bodoh. Aku tak sedang pacaran denganmu. Untuk apa ikut campur urusanku?
Apa kita tidak sedang pacaran?
Apa maksudnya? Seolah-olah aku yang bersalah padamu.
Yang benar saja. Menggegerkan./ Apa? Kenapa?
Ya Tuhan./ Kalian lihat?/ Benar.
Lihat orang ini kenapa seperti itu./ Lihat. Dia orangnya.
Bukankah ini dia? Terlalu berlebihan.
Itu dia./ Benar, dia.
Jangan bicara sembarangan. Shan-cai bukan gadis seperti itu.
Siapa bicara sembarangan? Jelas waktu itu dia bersandar pada si orang barat.
Ya. Aku bahkan ada foto dia berdansa dengan Thomas. Lihat.
Bohong. Ini bukan Shan-cai. Ini diedit.
Pemeran utama datang. Biar dia yang katakan sendiri.
Dong Shan-cai, apakah kemarin kamu bermalam bersama Thomas?
Lihat.
Lihat? Dia tak menyangkal. Hanya kamu yang masih percaya betapa sucinya dia.
Mengapa kalian ingin menjatuhkanku?
Dong Shan-cai, foto ini bukan dari kami. Untuk apa marah pada kami?
Ya. Kamu yang berbuat, kamu yang harus tanggung jawab.
Kamu tak merasa bersalah pada Kakak Kelas Dao Ming-si?
Jangan buat gosip lagi. Shan-cai, semua ini salah paham,'kan?
Jelaskanlah pada mereka. Shan-cai!
Apa kabar? Apakah di sini ada seorang pianis berambut panjang bernama Thomas?
Kamu tahu di mana dia berada?
Thomas? Orang barat itu hanya pengganti.
Aku tak tahu di mana dia.
Kamu tak merasa A Si agak aneh? Sudah berenang selama hampir 1 jam.
Mudah ditebak. Pasti ditolak oleh Shan-cai.
Tadinya kukira setelah malam di lift itu, A Si sudah mendapatkan Shan-cai.
Tak sangka sekarang jadi begini.
Harusnya gadis yang berkencan dengan siapa saja di antara kita F4..
...akan telepon menanyakan waktu untuk kencan kedua kalinya.
Lalu hari ini ada berapa gadis meneleponmu?/ Mau lihat?
Yang benar saja./ Kenapa?/ Lihatlah kemari.
Sedang apa kalian berdua? Sudah umur berapa masih bermain seperti ini.
Mana ponselku?
Maaf, nomor yang Anda tuju sementara tak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi.
Maaf, nomor yang Anda tuju...
Bagaimana ceritanya dengan foto ini? Mengapa kamu mau menjatuhkan saya?
Shan-cai, kami sudah lihat fotonya./ Ada apa antara kamu dengan orang barat itu?
Semua itu tak benar. Salah paham.
Malam itu, aku bersama Xin-hui, Bai-he, Li Zhen pergi ke Ladies' Night.
Aku memang menari dengan orang barat itu tapi tak terjadi apa-apa.
Lalu bagaimana dengan foto ini?/ Aku juga tak tahu.
Maaf, nomor yang Anda tuju sementara tak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi.
Musim hujan selalu lupa untuk pergi
Mawar yang gugur bermekaran kembali
Kenapa Dao Ming-si bisa menyukai wanita tak tahu malu seperti dia?
Dong Shan-cai, kamu sungguh tak tahu malu. Benar-benar mencoreng muka Ming De.
Dong Shan-cai, sebenarnya kamu pacaran dengan siapa?/ Suka Dao Ming-si atau orang barat itu?
Apa yang membuat Kakak Dao Ming-si suka padamu?
Kasihan Dao Ming-si. Dia suka padamu.
Masalahnya kenapa bisa jadi begini?
Cintamu yang kamu berikan
Tak boleh melarikan diri, jika tidak berarti aku telah mengaku sendiri.
Aku tidak salah. Mengapa harus sembunyi?
Tidak usah menjadi seorang pemberani
Karena kamu, aku percaya adanya cinta
Di matamu, di dalam hidupku
Aku paham, aku menanti keberadaan cinta
Jika cinta adalah sebuah pertualangan yang paling agresif
Permisi…
Tujuan akhirnya adalah kantong penghangat tangan
Dia duduk di sini? Ayo./ Kita pergi.
Ayo pergi...
Kita juga pergi./ Baik./ Ayo.
Kamulah yang menjaring kami dan menyeka setiap tetes air mata
Brengsek, kenapa tak jawab teleponku? Mau menghindari aku?
Kenapa menaruh foto seperti itu di internet? Jika tidak puas, carilah aku.
Memakai cara licik seperti ini, kamu lelaki macam apa!
Seperti anak kecil
Sekarang aku minta dua orang untuk maju.
Pak, coba Shan-cai saja. Bahasa Inggrisnya bagus. Benar bukan?
Ya, bahasa Inggrisnya bagus.
Ya, dia saja yang maju. Dia mengenal banyak dosen asing, bukan hanya kenal saja.
Jangan asal bicara./ Aku tidak asal bicara.
Menurutmu aku asal bicara?
Karena kamu, aku percaya adanya cinta
Sekalipun bisa menghapus kenangan
Ayo.
Sekalipun bisa menggandakan perasaan, siapapun tak bisa mengendalikan cinta
Begitu memutuskan untuk mencintaimu
Thomas bukan orang yang sering datang ke Shanghai.
Aku curiga dia sudah pulang ke negaranya.
Kurasa temannya Thomas yang menyebarkannya di kalangan teman-temannya,
...lalu disalahgunakan orang lain.
Tapi siapa yang ingin mencelakai Shan-cai?
Kalian berdua, kapan ponselnya diberikan padaku?/ Ponselmu masih diperbaiki.
A Si, bukannya sore ini kamu tak ada kelas?/ Apa? Memang tak ada kelas tak boleh datang.
Boleh.
Kalian berdua sedang lihat apa? Sembunyi-sembunyi begitu.
Kami sedang menonton film laga cinta. Kamu takkan ingin menontonnya./ Laga cinta.
Bohong. Kalian pasti bukan sedang menonton itu. Sini, aku juga mau lihat.
A Si.
Siapa orang ini?/ Dia tanya jalan.
Dari sini, jalan ke sana.
Ternyata begitu. Aku ditipu. Tanya jalan apa!
A Si, jangan emosi. Sebenarnya Shan-cai…/ Minggir.
A Si.
Bagaimana ini?/ Ayo ikuti dia.
Kita bawa ini ke ruang kelas, lalu ambil materi baru.
Seperti sungai
Tutup mulutmu, terjang aku seperti sungai
Kamu baik-baik saja?/ Ya./ Maafkan.
Apakah dia itu...
Ayo.
Lebih cepat dari pelatuk
Jangan katakan
Satu nafas saja cukup untuk menghancurkan
Jadi tutuplah mulutmu terjanglah aku seperti sungai
Dao Ming-si./ Orang barat itu bukan sedang tanya jalan,'kan?
Dia...
Kalian bahkan ke hotel,'kan?
Bukan. Tak ada apa apa di antara kami. Foto di Weibo itu kesalah pahaman.
Lalu mengapa waktu itu kamu bohong padaku?
Aku memang bohong soal identitasnya. Tapi tak ada apa-apa di antara kami.
Tak peduli orang lain tak percaya padaku, salah paham padaku, aku tak peduli.
Cukup kamu yang percaya padaku.
Tutup mulutmu, sayang Serahkan dirimu
Tangan-tangan yang suci menjadikan aku pendosa
Seperti sungai
Tutup mulutmu, terjang aku seperti sungai
Sudah duduk 3 jam di sini, sebenarnya mau tunggu sampai kapan?
Aku rasa darahku hampir habis dihisap nyamuk.
Malam ini entah akan ada berapa ekor nyamuk yang mati kekenyangan.
A Si pasti marah besar.
No comments yet. Be the first to leave one.