Cinderella II: Dreams Come True

Cinderella II: Dreams Come True

Download Indonesian Subtitle

Release info

Cinderella 2 Dreams Come True 2002 1080p BluRay
A Commentary by Mong_Ji
Manual Translated :)

Tags

BluRay
1080
Published on: 2018-01-29
Downloads: 105
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Cinderella 2: Dreams Come True Diterjemahkan Oleh Mong_Ji

Ayo, Gus-Gus. Lebih cepat!

Kenapa terburu-buru, Jaq-Jaq?

Nenek peri ada di sini.

Dia akan membacakan kisah Cinderella untuk kita.

Pom-Pom.

Ayo, Gus!

"Cinderella dan pangeran hidup bahagia selamanya."

"Tamat."

Kami ketinggalan ceritanya?

- Mungkin kau bisa bacakan yang lain. - Maaf, Gus.

Tapi cuma ada buku Cinderella di sini.

Ya, Gus-Gus. Kau dengar. Tamat. Itu saja.

Mungkin kita bisa membuat buku yang lain.

- Kita bisa menceritakan kisahnya. - Dan menggambar!

- Ya! - Ya!

Ide yang bagus.

Tidak, tunggu dulu.

Siapa yang mau baca buku yang dibuat oleh tikus?

Cinderella akan membacanya.

Dan jika kau membuatnya. Aku tahu dia akan menyukainya.

Tapi kami tidak tahu cara membuat buku.

Jangan cemas, sayang. Kurasa aku bisa membantu.

Salagadoola mechicka boola ibbbbdb-bobbbdb-boo

Satukan dan jadi apa?

ibbbbdb-bobbbdb-boo

Sekarang apa yang kita butuhkan?

- Tentu saja pensil. - Dan krayon.

- Dan kerlap kerlip. Juga lem.

Kami akan menjahit buku dengan benang dan menyatukannya.

ibbbbdb-bobbbdb-boo

Oke, kerja bagus, tikus-tikus. Tapi ada sesuatu yang terlewat.

Lihat. Halamannya kosong.

- Kita butuh cerita dari kalian. - Siapa? Kami?

Tidak, jangan, kami tidak tahu cerita yang bagus.

Tunggu! Tunggu! Bagaimana kalau "Hari pertama di istana"?

Oh iya, ya. Bagus tuh.

Aku suka mendengarkan semuanya.

Tepat setelah Cinderella dan sang Pangeran menikah.

Para tikus pindah ke dalam istana yang luas.

Kita punya segalaya,

Dan kami bersenang-senang.

Cinderella kembali!

- Astaga, mereka kembali! - Mereka kembali!

- Mereka kembali! - Mereka kembali!

- Kita sudah kembali. - Salamat datang di rumah.

Aku masih tak percaya, aku akan tinggal di istana.

Apa kau yakin ini bukan mimpi?

Kau seorang putri sekarang.

Putri Cinderella.

Dia bahkan tidak akan tahu apa-apa tentang menjadi seorang putri.

Dia cuma baru pulang dari bulan madu.

Akan jadi tugasmu untuk menyiapkan gadis itu.

Aku merasa terhormat, Yang Mulia.

Bukan kau, orang bodoh. Tapi Prudence!

Tentu saja bukan kau.

Raja ingin pekerjaan ini selesai dengan benar dari awal.

Perjamuan kerajaan akan jadi tanggung jawab Cinderella sekarang.

Perjamuan kerajaan?

Kau akan mengajari semua yang perlu ia ketahui.

Tapi, Yang Mulia, dia tidak akan paham apapun soal perjamuan kerajaan.

Aku tidak tahu apapun soal perjamuan kerajaan.

Oh, yah, Setidaknya aku bisa melewati tengah malam.

Sempurna! Dan aku akan berada di sisimu.

Aku harus pergi? Sekarang?

Ayah, aku tak bisa meninggalkan tuan putriku begitu saja!

Tidak dengan perjamuan kerajanan yang tinggal 2 hari lagi.

Omong kosong! Kita harus menghadiri acara kenegaraan yang penting.

Acara kenegaraan yang penting!

Ayah...

Dia tak punya waktu untuk persiapan.

Dia tak pernah jadi tuan putri sebelumnya.

Aku berani mengatakan, Yang Mulia, Anda suka perjamuan kerajaan 'kan?

Itu permintaan yang terlalu banyak untuk gadis malang itu.

Omong kosong!

Yang Mulia, aku bisa mengurus persiapannya, seperti yang biasa aku lakukan.

Ajari saja dia yang harus dilakukan!

Kita punya tuan putri sekarang. Sudah tugasnya menyiapkan perjamuan.

Dan tugas raja adalah menanggungnya.

Baik, Yang Mulia.

Sekarang kami akan pergi!

- Terima kasih. - Maaf aku harus segera pergi.

Jangan cemas. Aku akan baik-baik saja.

Aku tahu kau akan mengejutkan kami dengan pesta yang luar biasa.

Kuharap kau jangan terlalu terkejut.

Cinderelly!

Jaq! Gus! Mary! Hai, teman-teman lama.

Bruno!

Lihat-lihat. Kursi besar untuk putri Cinderelly!

Oh, astaga.

Juga istana yang besar.

Jangan cemas, Cinderelly. Kami, para tikus akan menolong.

Terima kasih, Jaq. Hari besar di depan kita besok

Lewat sini, kawan.

Selamat pagi, Yang Mulia.

Yang Mulia!

Siap untuk sarapan? Bagaimana suara dari omlet keju?

Tuan putri menghilang!

Kau! Kau, nona! Apa kau melihat tuan putri?

Selamat pagi, Prudence.

Oh, kupikir kau... Pakaian mengerikan itu!

Yah, aku tidak mengenali Anda, Yang Mulia.

Biarkan aku perkenalkan gadis-gadis yang sudah menunggu ini.

- Beatrice dan Daphne. - Senang bertemu Anda.

Saatnya sarapan.

Sarapan? Dengan roti panggang dan selai?

Yang Mulia, tuan putri tidak pernah menyiapkan makanan mereka.

Bukan begitu caranya.

Ada aturan soal sarapan?

Tentu ada, Yang Mulia.

Tapi bukan salah Anda jika tidak tahu soal tradisi kerajaan.

Itulah mengapa Raja ingin aku mengajarimu.

Aku yakin bisa cepat mempelajarinya.

Kemari. Tidak ada waktu lagi.

Lakukan apa yang kukatakan. Dan semuanya akan baik-baik saja.

Raja akan ketakutan,

kalau tahu tuan rumah perjamuan kerajaan berpakaian seperti seorang pembantu!

Tuan putri harus bersikap seperti keluarga kerajaan.

Apa aku harus memakai ini sepanjang hari?

Oh, tentu tidak, Yang Mulia.

Anda memerlukan sesuatu yang lebih resmi untuk makan malam.

Tidak bisakah aku memakai pakaianku sendiri?

Lucu sekali, Yang Mulia, tapi itu tidak dilakukan.

Ini hari yang indah. Kenapa tidak dibuka tirainya?

Tidak, tidak, tidak! Tirai ini tak pernah dibuka.

Dan tentu saja tidak oleh tuan putri.

Itu sangat dilarang dilakukan.

Bangsawan tinggi dan keluarga raja duduk paling dekat dengan Raja.

kecuali marquis hadir.

Bukankah lebih baik orang duduk dimana saja?

Tidak. Anda tidak boleh duduk di atas bangsawan atau di bawah baron.

Warna mana yang benar, Yang Mulia?

Cream atau ecru?

Ecru?

Astaga, bukan. Tapi cream.

Tapi tidak ada bedanya.

Ya ampun. Banyak yang harus dipelajari. Tapi waktunya singkat.

Dalam perjamuan, seperti biasa,

menu kerajaan terdiri dari daging sapi panggang yang langka,

Sup bawang Prancis, tarragon tumbuk Kentang, roti yang baru dipanggang,

truffle terbaik di kerajaan dan untuk hidangan penutup,

Plum rebus Norwegia

Plum? Untuk hidangan penutup?

Raja yang menginginkannya. Itu adalah tradisi yang tak pernah terpatahkan.

Selain itu, aku menyukainya.

Yang Mulia akan berhenti sebentar di sini untuk menyambut para tamu.

Ingatlah. Membungkuk pada keluarga kerajaan dan melambai pada kaum bangsawan.

Aku tahu aku bisa melakukannya.

- Cinderella! - Cinderella! Hai!

Teman-temanku! Halo! Halo!

Senang bertemu kalian. Tunggu sebentar.

- Buka gerbangnya! - Tidak, tidak, tidak!

Gerbang ini hanya dibuka untuk para tamu kerajaan.

Anda pasti ingat aturannya.

Rakyat jelata tidak pernah diizinkan masuk istana.

Itu tak pernah terjadi!

Selamat tinggal!

Paling tidak, seseorang harus belajar menari,

Dengan tenang dan sopan.

Aku sedang berusaha, aku cuma butuh latihan lebih.

Pasti sempurna. Kesukaan Raja adalah menari.

Tidak, tidak, tidak, Yang Mulia. Harus lebih lambat dan formal.

Yang Mulia, cangkang atau tulang?

- Cangkang? - Tulang.

Sekarang, siapa yang duduk di sebelah hitungan?

- Bangsawan? - Keluarga kerajaan.

- Emas atau perak? - Untuk apa?

- Baron atau viscount? - Siapa?

- Teh hitam Sri Lanka atau teh pegunungan India? - Entahlah!

Direbus atau dipanggang?

- Ikan atau unggas? - Berdiri atau duduk?

- Pikirkan musiknya! - Disanggul atau digerai?

- Kiri atau kanan? - Satu atau dua?

- Awas kursinya! - Yang Mulia.

Yang Mulia, pertunjukkan tari terbaik adalah dengan satu kaki.

Ini bencana.

Cinderelly yang malang, jangan menangis.

Cinderelly tidak bahagia, para tikus tidak bahagia.

Jaq, apa yang akan kulakukan?

Aku benar-benar gagal jadi putri.

Kenapa aku tak belajar dengan baik?

Lihat aku.

Cinderelly tidak tampak seperti Cinderelly.

Benar. Ada hal tak beres di sini.

Seperti plum rebus?

Tepat, Gus. Dan kenapa mereka membiarkan istana gelap?

Dan tarian mengerikan itu.

Dan semua warna membosankan yang terlihat sama.

Dan plum yang direbus!

Terutama soal aturan mengusir rakyat jelata dari istana!

Aku adalah seorang pembantu saat pangeran menikahiku.

Dan dia mencintaiku karena aku adalah diriku.

Aku berusaha mematuhi aturan seseorang soal bagaimana seharusnya menjadi diriku.

Dan caraku berpakaian.

Rambut ini!

Aku tahu aku mampu melakukannya.

Aku hanya harus berhenti berusaha jadi orang lain.

Apa yang akan dia lakukan, Jaq-Jaq?

Gus, aku akan membuat rencana perjamuan kerajaan dengan caraku.

Siapa bilang kalau aturan harus sama selamanya?

More Indonesian subtitles for Cinderella II: Dreams Come True

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left