Release info

Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e S02E09 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

TS
Published on: 2022-08-29
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

(Adalah suatu kesalahan apabila kesalahan tidak diperbaiki.)

Kau sepertinya bertaruh

dengan Horikita dan Ayanokoji siapa yang akan dikeluarkan dari sekolah.

Habisnya, aku pasti menang.

Kalian akan membocorkan soal-soal yang dirancang Kelas D padaku, 'kan?

Tentu.

Hanya saja...

kamu tahu kami tidak akan memberi cuma-cuma, 'kan?

Tentu saja.

Sebagai gantinya, aku akan membuat Kelas C menang di ujian Paper Shuffle.

Sepertinya kamu yakin sekali.

Aku tanpa celah.

Kamu sendiri sampai kapan ingin membiarkan sang dalang misterius bertindak sesuka hati?

Kamu tidak usah merisaukan hal itu.

Aku punya orang yang tepat.

Aduh...

Soal-soal hari ini juga kejam, ya, Yukimu.

Jangan panggil pakai nama aneh-aneh.

Aku malu mendengarnya.

Apa salahnya?

Berhenti mengobrol sia-sia.

Ayo kerjakan, Hasebe.

Tumben kamu semangat, Miyacchi.

Kena serangan panas?

Aku sudah dapat libur dari ekskul.

Tidak mau buang waktu berjam-jam untuk belajar bersama.

Kita bisa pulang kalau ini selesai, 'kan?

Aku senang saja kalau kamu punya motivasi.

Kalau begitu, sebelum itu...

aku mau tambah minum dulu.

Maaf...

Hei, itu gelasku...

Sepertinya seru sekali.

Ryuen...

Apa kamu terima kirimanku?

Kamu bicara apa?

Pesan itu, ya?

Bagaimana?

Apa ada yang mengganjal,

Hiyori?

Entahlah...

Entahlah...

Wajah keduanya tidak berkesan,

Wajah keduanya tidak berkesan,

aku pasti akan cepat lupa.

Habisnya aku mudah sekali melupakan wajah seseorang.

Jangan bilang begitu.

Mereka bisa jadi rekanmu untuk jangka panjang.

Ada perlu apa, Ryuen?

Hari ini aku hanya ingin memberi salam.

Sampai ketemu tidak lama lagi.

Ini.

Permintaan maafku untuk yang barusan.

Mari kita bicara lebih lanjut lagi setelah ujian semester.

Aku jadi kaget gara-gara barusan.

Waktu kita terbuang gara-gara Kelas C.

Makan es krim setelah berusaha melawan penghalang memang enak.

Banyak sekali perasa dan pewarna buatannya.

Kamu tidak akan bisa makan apa-apa kalau terlalu perhatian begitu.

Aku harus tahu apa yang ada dalam makananku.

Lagi pula harga di toko swalayan terlalu mahal.

Dasar tukang pilih.

Interaksi seperti ini seru juga.

Bagaimananya?

Aku dan Miyacchi sudah mandiri selama ini.

Tapi, entah apakah karena kami merasa nyaman saat belajar bersama,

makanya...

aku ingin kita berempat jadi kelompok baru.

Ya.

Boleh juga.

Benar, 'kan?

Bagaimana dengan kalian berdua?

Aku hanya menemani kegiatan belajar kalian.

Tapi, aku mau saja masuk karena membuat belajarku menjadi lebih efektif.

Apa? Ribet.

Tapi terima kasih.

Bagaimana, ya...

Aku merasa santai bersama kalian.

Kalau begitu kita sepakat, ya.

Tapi aku tidak mau dapat nama panggilan baru.

Kalau begitu, panggil nama depan, ya.

Panggil aku Haruka.

Akito.

Aku Kiyotaka.

Kalau tidak salah nama depan Yukimura adalah Teruhiko.

Hentikan.

Jangan panggil aku Teruhiko.

Kamu tidak suka nama sendiri?

Nama itu pemberian ibuku.

Tapi dia meninggalkan keluargaku saat aku masih kecil.

Sungguh manusia tercela.

Maaf, aku sudah bicara tidak-tidak.

Tidak juga.

Aku yang harusnya minta maaf.

Bukan salahmu.

Mungkin gantinya...

kamu bisa memanggilku "Keisei".

Keisei?

Itu nama yang mau diberikan padaku oleh ayahku.

Keisei...

Ya, boleh.

Kalau begitu, perkenalkan lagi.

Salam kenal, Keisei.

Ya.

Kiyotaka, Akito, dan Haruka.

Kalau begitu...

Kita berempat berteman, ya.

Maaf!

Permisi!

Aku...

Sakura?

Aku ingin ikut dengan kelompoknya Ayanokoji.

Bukankah lebih baik kalau kamu bergabung dengan kelompoknya Horikita?

Bukan begitu.

Aku ingin bergabung dengan kelompok Ayanokoji.

Boleh saja.

Kamu yakin begitu saja?

Sakura tidak buruk juga, lagi pula dia tidak suka ribut.

Maaf mengganggu.

Tapi, Sakura, aku jadi tidak terima.

Apa aku salah?

Kalau kamu mau bergabung, kamu harus memilih

antara dapat nama panggilan atau dipanggil dengan nama depan.

Keisei, Akito, dan Haruka.

Keisei, Akito, dan Haruka?

Lalu...

Ki... Kiyo... Kiyo...

Kiyotaka!

Ya, kamu lulus.

Ayo panggil balik, Kiyopon.

Siapa yang Kiyopon?

Airi?

Ah, ya!

Kalau begitu, sekali lagi, kita berlima kelompoknya Ayanokoji.

Tunggu, kenapa aku yang jadi pusat?

Ayanokoji yang menyatukan kita.

Aku juga tidak mau kalau disebut kelompok Yukimura.

- Lihat, 'kan? - Kalau begitu, mohon bantuannya.

- Bagus, 'kan, Kiyopon? - Benar juga.

Bioskop?

Ya, besok aku akan ke bioskop.

Oh, kenapa mendadak?

Terserah saja.

Lalu? Kamu mau nonton apa?

Kalau aku...

Tunggu dulu.

Kenapa kamu bicara seakan kamu diajak?

Aku sedang bicara tentang kelompokku yang mau ke bioskop setelah belajar besok.

Oh, begitu.

Kedengarannya kalian akrab banget.

Masalahnya...

adalah pertemuan tentang penanganan ujian Horikita setelahnya.

Makanya aku ingin minta bantuanmu.

Aku?

Demikian permintaanku.

Lagi-lagi tugas berat merepotkan.

Apa tujuanmu?

Akan kujelaskan kalau sudah selesai.

Oh, begitu?

Kalau begitu besok, ya.

Hei, hei.

Aku boleh bernyanyi?

Karuizawa, kita ke sini bukan untuk main-main.

Kita di sini untuk melaporkan keadaan kelompok belajar dan penyusunan rencana—

Iya, aku tahu.

Tapi rasanya sayang sekali kalau tidak menyanyi di tempat karaoke.

Sudah, sudah.

Kita menyanyinya setelah selesai saja.

Boleh.

Lalu, mengenai hasil kegiatan belajar bersama,

sejujurnya, bisa dibilang sejauh ini bagus-bagus saja.

Mantap!

Tidak sia-sia aku belajar sampai merasa akan muntah buku catatan bahasa.

Jangan sampai lupa apa yang sudah dipelajari.

Kemampuan dasarmu masih setara siswa kelas satu SMP.

Yang kupelajari sejauh ini ternyata cuma setingkat kelas satu SMP?

Bagaimana dengan Miyake dan Hasebe?

Tidak ada masalah di sisi kami.

Baguslah.

Aku juga tidak mau kalau ada yang tertinggal.

Semuanya harus lulus dari Paper Shuffle.

Apa kalian benar-benar yakin?

Karuizawa?

Kita diberi tahu selalu ada yang dikeluarkan setiap tahunnya.

Tidak ada jaminan aku atau Sudo tidak akan dapat nilai merah.

Kenapa aku juga?!

Aku memang tidak bisa menjamin.

Kushida selalu bermulut manis.

Mentang-mentang sudah pintar duluan.

Tunggu, Karuizawa.

Aku mau bilang ini dari lama,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left