The first 200 lines.
Diterjemahkan Bersama - Sama Oleh :
sadoks ---- kurniawaty ---- dennyhajime Dark Magician ---- Richiex ---- BalingBalingBaja ---- badam taufik386 ---- ocean313 ---- ghodhiets
FOOTBALL KAMPUS 1925
Carter, satu tahun lagi dan kau lulus.
- Apa yang menantimu di luar sana? - Entahlah, Nate.
Cari kerja, hasikan uang, bahkan mungkin membeli koranmu.
- Kau akan merindukan futbol? - Tentu, aku akan rindu,...
- ...tapi apa yang akan kau lakukan? - Entahlah.
Tak banyak yang bisa kau lakukan.
Kau bisa jadi pemain profesional.
FUTBOL PROFESIONAL 1925
Stump, ada beberapa metode teruji...
...untuk mengalihkan pemain bertahan dari pembawa bola.
Lontarkan badanmu di depan mereka dengan besar kekuatan tertentu.
- Maksudmu menghadang? - Kedengarannya agak kasar.
- Kau tahu itu bisa menyakitkan, Dodge. - Ya, bisa.
Frank? Carikan aku seorang penghadang.
Aku juga memikirkan hal yang sama, Dodge,...
...dan aku sedang mencari anak SMA di Penrose.
SMA?
Ya, tapi dia sudah dewasa untuk umurnya.
Seperti Bug di sana?
57, 11...
Tidak, lupakan ember airnya, Bug. Ambil bolanya!
Hanya itu bola yang kita punya.
Singkirkan bola itu.
Kita sudah di quarter ketiga?
Ya.
Ayo kita beri mereka "Rin Tin Tin".
Baik, Pelatih, kami butuh bola lain.
Tanyakan mereka. Hanya itu bola yang kami punya.
Kalau begitu sebaiknya kau cari yang lain, atau kau harus menyerah.
Menyerah?
Kami mengalahkan orang - orang bodoh itu.
Tim tuan rumah harus menyediakan bola.
Kau tak punya bola lain, kau menyerah dari permaianan ini. Itu peraturannya.
Di mana ditulisnya?
Itu tak tertulis. Itu peraturannya saja.
Aku belum pernah mendengarnya.
Mungkin kau mulai tuli, Pak Tua.
Sayang, pasti ada cara yang lebih baik untuk mempromosikan Starch.
Kekalahan tadi sungguh menyakitkan, Dodge.
Aku benci harus kalah di laga kandang sendiri karena masalah teknis.
Kau pernah dengar aturan itu?
Aku? Tidak. Aku belum pernah dengar aturan apapun.
Tepat sekali. Peraturanlah yang merusak permainan ini.
Peraturan sialan.
Bug, jika kau sudah selesai ambil air, ambil peralatan cukurku dari koperku.
Ambil peralatan cukurmu sendiri!
Demi Tuhan, Frank,...
...berapa harga satu bola futbol?
Kau pikir bola futbol tumbuh begitu saja?
Kalau begitu mintalah sedikit uang dari Raja Kanji.
Dodge, apa aku terasa panas bagimu?
Tak lebih dari orang biasa lainnya.
Demam mengalir dalam keluargaku.
Semuanya mengalir dalam keluargamu, Ralph, kecuali kakimu.
Lihat perbuatanmu. Aku harus mengulang lagi.
Ini bukan lelucon. Kalian bisa buat kita ketinggalan kereta ke Milwaukee.
Milwaukee? Bagaimana dengan Akron?
Tim Akron mundur dua hari yang lalu.
Sebaliknya kita akan melawan Milwaukee.
Aku tak bisa ke Milwaukee.
- Ada pertandingan gulat malam ini. - Keluarlah.
- Bayarannya $100. - Kami akan menemuimu saat kau kembali.
Tak apa. Ada anak yang akan datang.
Anak SMA dari Penrose?
Ya. Dia hanya bisa berlatih seusai kelas, tapi tunggu sampai kau melihatnya.
- Kapan dia datang? - Dia akan menemui kita...
...di stasiun Waterford saat kereta berhenti.
Aku punya gigi yang akan segera patah.
Kau kehilangan gigi itu di laga terakhir.
Tidak. Dodge, bukankah aku punya gigi ini tadi saat kita mulai bertanding?
Curly, dari dulu aku tak pernah menatap langsung ke wajahmu.
Tunjukkan gigi yang patah, kuberi kau 5 dolar.
Jika aku memilikinya, berarti tak patah.
Siap, Suds?
Ya, silahkan.
Dulluth Bulldogs kalah dari Toledo Bullets hari ini...
...dalam permainan kotor liga futbol profesional,...
...di mana elemen baru dan bahaya telah masuk, peraturan.
Peraturan sialan.
Saat kemenangan yang dirindukan datang...
- Hai, Joe. - Topi yang bagus, Lexie.
Terima kasih, baru kubeli.
Bisakah kau atur pertemuanku dengan Hank Kelly di ruang pengawas keuangan?
Ia tak mau bicara pada wartawan dengan topi mahal.
Hei, Lexie. Kau mau berburu?
Ini topi yang sangat mahal. Harganya setara satu tahun gajimu.
Harvey ingin menemuimu di kantornya.
Akan kulepaskan topi itu sebelum kau masuk ke sana.
Begitu, ya?
Ia mungkin akan berpikir ada serangan udara.
Bagus, Anak-anak. Kalimat penuh. Minggu depan, kita coba paragraf.
Pete, ada perkembangan baru tentang Hank Kelly?
Ia tak mau bicara dengan wartawan.
- Hai, Harvey. - Piñata yang cantik.
- Jangan mulai dulu. - Ambil kursi.
Tempat duduk terbaik di sini. Siapa kau, Sersan?
Mack Steiner. Letnan.
Lexie, aku punya cerita untukmu.
Kau pernah dengar Carter Rutherford, "Sang Peluru"?
Pemain futbol? Pemain futbol dan pahlawan perang?
Pemain futbol dan pahlawan perang yang tampan.
Cuti kuliah demi ikut berperang.
Ia buat satu peleton tentara Jerman menyerah.
Mereka jatuhkan senjata dan menyerah hanya setelah mendengar suaranya.
Kau harus mempekerjakannya. Singkirkan kumpulan orang pintar ini.
- Kita akan memuat cerita tentangnya. - Apa tujuanmu?
Itu tak benar.
Itu semua omong kosong.
Anak itu punya acara radio dan iklan.
Ia menyewa promotor bernama CC Frazier...
...untuk menempatkannya di setiap sampul majalah.
Aku suka silet itu.
Tentu. Siapa yang tidak?
Jadi apa ceritanya, Mack?
Aku bertugas dengannya. Aku ada di Argonne. Dia bukan pahlawan.
Kau akan bertemu dengan Carter dan CC. Dia akan kemari bulan depan.
Dan kau akan buat cerita tentang kebajikan "Sang Peluru".
Banyak kebajikan!
Lalu kita akan hancurkan mitos "Sang Peluru" dan "Pahlawan Parang".
Kau punya orang - orang yang lebih cocok untuk ini.
Tiga orang bodoh itu, contohnya.
Yang menukar ijazah SMA mereka demi kerjaan ini.
Ini bukan ceritaku. Lexie.
CC Frazier ingin Chicago Tribune memuat cerita tentang anak ajaibnya.
Kita akan membantunya, dan kau akan melakukannya.
Boleh kita bicara berdua sebentar?
Kapten, bisa permisi sebentar?
Aku Letnan. Aku akan tunggu di luar.
Terima kasih, Letnan.
Kenapa harus aku?
Karena ini cerita besar dan kau yang terbaik.
Kukira kau bilang ini karena aku punya kaki terbaik di kantor.
Tidak. Kaki Joe yang terbaik.
Baik, Harvey, kita buat kesepakatan.
Jika aku berhasil kumpulkan beberapa fakta tentang Pemikat ini...
- Peluru. - Peluru.
Dan kita rusak reputasinya...
Kau dapat meja asisten editor.
Baiklah, Kepala.
Kau dapatkan cerita Mack, dan akan kudapatkan Peluru-mu.
"Saat kemenangan yang dirindukan datang di Quarter ke-4,..."
"...ketika Jimmy 'Dodge' Connelly oper menyamping ke Bakes Davis,..."
"...yang berlari melewati tiga penghalang lapangan..."
"...dan menuju zona akhir Duluth."
"Sementara kontes yang sangat diperdebatkan akan dicatat dalam sejarah..."
"...ketika Toledo menang, hati dan pikiran semua yang menyaksikan..."
"...konfrontasi klasik di lapangan hijau itu jelas dimenangkan oleh Duluth Bulldogs."
Bagus sekali, Suds.
Itu tentu bahan yang bagus untuk ditulis, Suds.
Saat inspirasi datang, siapa aku hingga bisa menolak?
Itu hampir seperti kau memainkan permainanmu sendiri.
s a d o k s
Apa yang ingin kucapai dalam hidupku adalah jam terbang.
Ini baru hebat, bukan begitu, Dodge?
Tentu. Kita tak punya banyak penonton seperti itu sejak aku sekolah.
Kau masuk universitas? Banyak universitas.
Waterford! Berikutnya Waterford!
Berikutnya Waterford!
Waterford!
Apa itu si Big Gus Schiller?
- Apa kabarmu, Nak? - Hei, apa kabarmu?
Sini, masuk sini.
Semua, aku ingin kalian bertemu dengan pemain baru kita.
Ini si Besar Gus Schiller dari SMA Penrose.
Hai. Apa kabar? Bagaimana semuanya?
Jadi, memang benar kau masih SMA?
Yah.
Tinggal kelas?
Tidak.
Hei, Nak, apa posisimu waktu bermain di SMA?
Penendang.
- Penendang? - Apa?
Pelatih pikir itu posisi yang terbaik untukku.
Siapa pelatihmu?
Guru Matematika ku.
Rangkul.
Tersangkut.
17, 32, 24, naik!
Oh Tuhan! Tepat di...
Gus, dengar. Kau berdiri disini, dekat dia.
Dan pukul siapapun yang mendekatnya padanya.
Siapapun yang mendekati dia!
41,
33, 37, naik!
Aku menyukainya.
Dodge, aku perlu bicara denganmu.
Apa maksudmu dibatalkan? Milwaukee tak bisa dibatalkan.
Mereka bangkrut. Seperti Akron.
Tidak ada uang, tidak ada tim.
Kita juga bangkrut.
Kita bangkrut sekarang? Musim kita baru saja dimulai!
Dengar, kita bangkrut, aku beritahu kau.
Jika kau tidak punya uang untuk membayar gaji,...
...tidak ada uang untuk membayar tiket kereta,...
...tidak ada uang untuk menyewa lapangan, maka kau bangkrut.
Sudah berakhir, Dodge. Sudah waktunya berkemas dan pulang ke rumah.
Starch King akan menjual 51% jatah tim kita secepatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.