The first 200 lines.
Yeah!
Pada tanggal 15 Mei, di rimba Nool...
...dalam teriknya siang, dalam sejuknya kolam...
...dia sedang berendam, menikmati kesenangan besar yang ada di rimba...
...dan Horton si gajah, mendengar satu bunyi kecil.
- Horton! - Horton!
Selamat pagi, semuanya. Kalian siap?
- Ya! - Terjunlah kemari!
Awas yang di bawah!
Tommy sudah terjun. Katie, kau di sana?
Baiklah.
Itu dia.
Ini salah satu makhluk paling menakjubkan di rimba ini, serangga daun.
Untuk melindungi dirinya dari pemangsa, dia menyamar seperti daun.
Yang ini sedikit kuat. Ayolah, sobat kecil!
Jangan malu!
Kurasa aku keliru, anak-anak.
Jelas tak ada serangga daun di daerah sini. Bahkan se...
Tidak, mereka menghinggapiku!
Kurasa aku menelannya!
Tommy! Tarik keluar.
Uh, baiklah.
Lalu, muncullah si Kanguru pemurung.
Tipe makhluk yang yakin bahwa dirinya lebih tahu dibanding kalian.
Dia membuat setiap peraturan lalu memaksakan aturan tersebut...
...untuk menyatakan dirinya sebagai kepala rimba Nool.
Kenapa aku tak bisa main dengan anak-anak yang lain, Bu?
Sudah berapa kali Ibu bilang padamu bahwa...
...rimba bukan tempat untuk bertingkah seperti hewan liar.
Astaga, apa Horton memang seaneh itu.
Dan anak-anak itu banyak belajar darinya.
Belajar menjadi gerombolan hewan-hewan berotak bodoh!
Itu sebabnya Rudy-ku aku sekolahkan.
Maka, sementara para Kanguru masih sedang mengawasi...
Horton, ini sungguh saat terhebat dalam hidupku!
Apa yang akan kau tunjukkan pada kami?
Saat bintik itu melintas tepat di telinga Horton.
Dan dia mendengarnya lagi, seperti lolongan yang amat sayup...
...seolah ada orang sangat kecil minta pertolongan.
Dan kalian tahu apa yang dia pikirkan?
Yang dipikirkan adalah pasti ada seseorang...
...di atas bintik debu kecil itu!
Atau bahkan sebuah keluarga, mungkin seperti itu...
...sebuah keluarga dengan anak-anak yang mulai tumbuh besar.
Aku mau hidup!
Aku harus pergi. Katie, kau yang memimpin!
Tunggu!
- Kembalilah! - Awas!
Satu lagi! Satu lagi! Satu lagi!
- Ada yang datang! - Kemarikan itu!
- Tunggu! - Bunyikan alarmnya!
Permisi! Numpang lewat!
Maaf, Wickershams. Aku janji akan bersihkan semua ini nanti!
Ambil panahnya!
Aku suka aroma pisang di pagi hari.
Tembakkan bola pisangnya!
Ayolah, teman! Kita ini mamalia!
Kurasa proses diplomatiknya mulai dilupakan.
Rupanya kau. Akan kutangkap!
Hai, anak-anak.
Wow!
Akhirnya.
Kini kau aman.
Kutahu aku mendengar sesuatu. Aku baru mengetahuinya.
Kau di mana?
Horton?
Ooh, maaf.
Aku baru... Kutemukan bintik ini, dan mereka minta bantuan.
- Dan aku... - Bintiknya meminta bantuan?
Bukan bintiknya. Maksudku, itu konyol.
Pikirmu itu yang kupikirkan? Tidak, bintik ini tak minta bantuan.
Ayo, seriuslah!
Tidak, ada orang sangat kecil di bintik ini dan butuh bantuanku.
Konyol. Tak ada orang-orang sekecil itu!
Tunggu, mungkin mereka tidak kecil.
- Mungkin kita yang besar. - Horton.
Tidak! Sungguh, pikirlah. Bagaimana bila ada seseorang di atas sana...
...mengawasi dunia kita sekarang?
Dan bagi mereka, kita adalah bintik.
Lalu, seseorang datang dan berkata :
"Oh, tak mungkin ada orang sekecil itu." Dan orang pertama bilang :
"Kau sebut aku pembohong?"
Dan orang kedua berkata : "Jika sepatunya cocok dipakai, pakai saja."
Dan orang pertama mengambil jatah makan malamnya,
dan mungkin kau akan membuka kantongmu untuk bagian ini selanjutnya.
"Baiklah, gendut, kau ingin ada..."
- Horton? - Apa?
Tak ada apa-apa di bintik itu.
- Tapi aku mendengarnya. - Benarkah?
Sungguh? Astaga!
Kalau begitu kenapa aku tak dengar apapun?
Well...
Jika kau tak lihat, mendengar atau merasakan sesuatu...
...artinya itu tak ada.
Aku percaya, orang kecil khayalan ini...
...bukanlah hal yang kita inginkan...
...atau diterima di rimba Nool ini.
Sungguh? Karena kuyakinkan kerasnya usahaku untuk bisa cari orang...
- ...yang percaya ucapanku. - Kau takkan lakukan hal semacam itu.
Kau tak akan meyebarkan kebohongan ini pada yang lainnya, terutama anak-anak.
Aku tak mau kau meracuni pikiran mereka dengan omong kosong ini.
Komunitas kita punya standar, Horton.
Jika kau ingin tetap jadi bagian dari itu, kusarankan kau mengikutinya.
Semoga harimu indah.
Baiklah kalau begitu! Aku akan pertimbangkan itu.
Tentu kuhargai masukanmu.
Aku tak mengerti. Kutahu aku mendengarmu.
Seperti jelasnya hidung di wajahku.
Itu dia. Mungkin kau tak bisa mendengarku!
Tentu saja! Telingamu pastilah kecil. Aku perlu bersuara keras!
H-A-L-L-O!
Kini beberapa orang di luar sana, mungkin berpikir kalau aku tahu siapa...
...yang tidak sepaham dengan Kanguru Pemurung.
"Tak ada orang yang kecil seperti tikus."
Tentu saja bisa, dan mereka ada. Karena Horton memang benar.
Halo!
Suara "Halo" tunggal itu menjelajahi semua tempat...
...pada bintik itu, pada bunganya, menuju ke tengah kota kecil.
Kota yang dikenal dengan Whoville, yang didiami oleh para Who...
...sungguh riang dalam rasa aman, hanya tahu kabar yang baik...
...tak menyadari jika dunia mereka berada pada bintik di kelopak bunga...
...tak menyadari kalau kehidupan manis yang mereka tahu sudah lama.
- Atas! - Bawah!
Walikota Whoville, bernama McDodd...
...yang setia dan jujur namun sedikit aneh.
Walikota dan istrinya punya banyak anak.
96 putri, di sini dan di sana.
96 putri untuk dicintai, 96 putri untuk diajar.
Namun Walikota hanya punya sedikit waktu bagi tiap-tiap mereka.
Ayah, aku dapat nilai terbaik di ujian Who-story ku.
Who-story. Aku mengingatnya dengan baik.
Itu baru putriku.
- Hildy sedang memakai sisir rambutku? - Holly sedang memakai sisir rambutku.
Lihat! Itu di sana!
Nah. Selesai.
Bisakah aku punya Who-phone, Ayah? Semua murid di kelasku punya itu.
Oh, benarkah? Semuanya?
Akan Ayah pikirkan.
Ayah, lihat! Ayah, lihat!
Toos!
Itu "T-H" sayang. Itu "Tooth"
Dalam Whoville, tradisinya tak sama dengan kita...
...anak tertua Walikota adalah Walikota selanjutnya.
Dan siapa yang tertua dan tinggi?
Itu JoJo, putranya, paling kecil dari semua.
Jadi, JoJo, apa kejutannya? Apa yang terjadi? Bagaimana dunianya?
Jadi jelas buat kita semua...
...kalau JoJo tak ingin karir seperti Ayahnya.
Tapi Walikota benar-benar sangat menghapkan itu.
Dan JoJo hanya duduk di situ dan mematung.
Oh, JoJo!
- Hei, kenapa dia punya waktu lebih banyak? - Sungguh tak adil!
Nak! Hei!
Dan mengapa dia tak bicara?
Kurasa kakinya gemetaran bila ia melakukannya, ia mungkin membiarkan Ayahnya kecewa.
Kau tahu apa yang menakjubkan?
Ini menakjubkan.
Lihatlah pria dan wanita yang dipajang di dinding ini.
Kau, putraku, adalah bagian dari warisan keluarga yang sudah ada sejak berabad-abad.
Kau tahu tidak? Kakekmu adalah Walikota Whoville...
...dan nenek buyutmu, itu benar.
Semua dari mereka adalah...
Hebat-hebat-hebat-hebat-tidak begitu hebat.
Hebat-hebat-hebat-hebat-hebat- hebat-hebat-hebat-hebat-hebat-
Kakek.
Kelak kuharap aku bergabung dengan mereka.
Jadi salah satu yang Hebat.
JoJo, tak ada hal yang lebih baik selain jadi Walikota.
Aku menandatangani resolusi, mengesahkan peraturan, mengajukan anggaran.
Dan di parade makanan, aku satu-satunya yang diarak di atas orang-orang besar itu.
Suatu hari, itu bisa kau juga, JoJo.
Suatu hari kau akan jadi orang yang mengenakan lambang Walikota ini.
Kau cuma... Kau cuma perlu...
Kau tahu maksud Ayah?
Baiklah. Pembicaraan yang bagus.
Ayah senang kita sudah bicara
Akan ayah lanjutkan sendiri. Bagus.
Oh! Di situ rupanya. Pantas di sini.
Tak ada yang salah dengan ini, Morton. Tak ada.
Hanya kau dan aku di bintik ini.
Kita adalah teman. Kita adalah kelompok. Kita bisa ambil suara untuk hal-hal itu.
Kita bisa jadi rahasia bagi masyarakat untuk kendalikan kekuasaan perompak di dunia.
- Horton? - Dan tak ada yang bisa bergabung...
...kecuali mereka pakai topi yang lucu.
Dengar, Horton!
Pimpinannya kenal saudara Morton.
Aku sungguh senang kau menemukan bintik ini...
...tapi kau mungkin mau memikirkan untuk menyimpannya sendiri.
Apa? Kenapa?
Kau bicarakan kelopak bunganya. Kelihatannya tidak bagus.
Tahu apa yang kelihatannya tidak bagus?
Kau bicara tentang kelopaknya seperti dia tidak ada di sini.
Bintik ini tak berkata hal yang jelek mengenai dirimu.
Tapi, hei! Semoga berhasil dengan keunggulan khayalanmu.
Kau tahu, bintik ini bisa berpikir apapun yang kau ingin aku bicarakan.
Aku lihat apa yang terjadi di sini.
Morton, tak penting bagaimana akrabnya aku dengan bintik ini...
...ia takkan bisa menggantikan dirimu.
Aku hanya sedih kalau aku harus menjelaskan hal ini.
Sungguh Horton yang mengesankan. Itu sungguh membantu.
No comments yet. Be the first to leave one.