The first 200 lines.
Diterjemahkan Oleh Jazuly
Dipersembahkan Oleh Animakosia
"Remaja adalah masa mencari cinta."
...itulah yang mereka katakan.
Hati kita berdebar. Kita merasa gelisah. Dan kita ingin tahu tentang anak laki-laki.
Ya, kita jatuh cinta dengan seseorang.
Itu adalah misi terbesar bagi kita para wanita.
Tapi bagi para wanita, hidup lebih rumit dari sekedar cinta.
Dan karena itu...
Aku malah fokus dengan pertemanan.
Futaba!
- Pagi! - Pagi!
Lama tidak bertemu!
Kau duduk disini.
- Disini? - Ya dibelakangku! Lucky!
Tidakkah dia cantik?
- Dia cantik! - Kan?
Siapa dia?
Siapa namanya?
Te-tenang... Yoshioka. Dia Yoshioka.
- Yoshioka? - Yoshioka.
Mata kami bertatapan!
- Sana bicara dengannya! - Aku?
Hey!
- Oh, Itu dia. - Apa yang kau lakukan?
Tidak ada gunanya.
- Bukankah itu Makita Yuuri? Wanita yang kau ceritakan?
- Pagi. - Pagi.
- Pagi. - Pagi.
Hey, Makita. Kau dari kelas 1-5, kan?
Kau juga temannya Mikami.
Dia bilang ada gadis yang sangat imut bernama Makita di kelas 1-5
Aku tidak seimut itu!
Barusan imut banget!
Dia bahkan mengatakan dia--
Apa kau lihat mata anak anjing itu?
Kenapa anak laki-laki menyukai wanita seperti Makita Yuuri?
Itu seperti... dia bodoh, atau sederhana...
Itu tidak seperti yang mereka katakan, kan?
Futaba, jika kau sedikit lebih feminim, kau pasti akan populer.
Sebenarnya, kau cuman kurang feminim saja.
Mustahil, Mustahil!
Lagian, aku buruk didepan anak laki-laki.
- Kenapa kau bicara begitu? - Kan?
Futaba, apa kau pernah jatuh cinta dengan seseorang sebelumnya?
Tidak! Tidak pernah!
Hey, jangan tertawa! jangan tertawa!
Aku berbohong dengan mereka.
Menurutku teman adalah nomor 1.
Tapi ini adalah tahun kedua dimasa SMA!
Sebenarnya...
Kau tidak punya sopan santun.
Tanaka-kun?
Huh? Dia siswa pindahan di kelas kita, kan?
Ada apa, Futaba?
Maaf, tolong pegang!
Hey!
- Tanaka-kun! - Mabuchi!
- Hey. - "Mabuchi"?
- Peralatan sekolah? - Yeah.
Kalau gitu aku ikut.
Hampir saja!
Entah kenapa... menurutku dia mirip dengan
Tanaka-kun yang aku kenal saat aku berumur 13 tahun.
Hujannya turun tiba-tiba, kan?
Tanaka-kun?
Namaku Mabuchi.
Maaf! Aku salah.
Hujannya turun tiba-tiba, kan?
Sudah kuduga!
Kau Tanaka-kun! Tanaka Kou-k--
Sudah kubilang, namaku Mabuchi.
Sekarang aku Mabuchi Kou.
Orang tuaku bercerai.
Aku di Nagasaki selama ini.
Kau membosankan seperti biasanya, kan?
Aku penasaran ketika kau mencari tahu.
Yeah, tapi... Tanaka-kun...
kau sangat berbeda dari beb--
Sudah kubilang, Aku Mabuchi.
Yah, bagaimana dengan pelukan reunian?
Tidak mau! Aku tidak akan melakukan itu!
Tanaka-kun tidak aka--
Dia sudah hilang.
Huh?
Tanaka Kou tidak ada disini lagi.
Kenapa dia bisa sangat berubah?
Tanaka-kun bukan tipe orang kuat...
Dia banyak tersenyum, dan sangat baik.
Hujannya turun sangat tiba-tiba, kan?
Sejak saat itu,
ketika mata kami bertatapan, kami melihat kearah lain.
Ada apa?
Polisi dan perampok. Mau ikutan?
Wanita juga ikutan?
...dan bertatap lagi.
Dan di liburan musim panas pertama di SMP...
Festival Musim Panas
Jam 7.
Di Jam pada taman Sankaku.
Jam 7.
Di Jam...
pada Taman Sankaku.
Aku sangat yakin itu yang aku dengar.
Tapi...
Tanaka-kun tidak pernah datang.
Dia tidak pernah datang ke Taman Sankaku, atau ke Festival.
Begitulah, dia tidak pernah datang.
Bahkan tidak kesekolah saat semester baru dimulai.
Akan lebih bagus jika dimasukkan kedalam plastik, kan?
Aku ambil dulu sebentar, Tunggu. maaf!
Tak apa!
Hey, kau!
Tunggu! uang!
Uang!
Aku sudah bayar.
jangan membodohiku.
Kau cuma mau kabur aja.
Tidak!
hadeh, dasar pencuri.
Hey, seseorang tolong panggil petugas disiplin!
Tidak... Aku sudah bayar, kan?
Sudahlah, Futaba.
Minta maaf dan bayar saja.
Uh...
- Um... - Dia sudah bayar.
Huh?
Aku juga melihatnya.
Minggir.
Mabuchi benar. Aku juga melihatnya!
Yeah?
Dia baru saja membayarnya padaku.
- Apa? Sudah? - Yeah.
Bagaimana aku bisa tahu? Kalau gitu sana pergi.
Dasar orang tua.
Parah.
Apa kau mengeluarkan stressmu?
Itu bukan yang seharusnya kau katakan.
Kalian, dan anda juga.
Minta maaf.
Ma-ma-ma-maaf.
Permisi!
Makasih.
Bukan apa-apa.
Itu tidak seperti yang kau pikirkan.
Yeah.
Tapi kau marah demi diriku, jadi aku merasa lebih baikkan.
Jika sesuatu yang kecil seperti itu membuatmu baikkan, berarti kau itu murahan.
Bertingkah seperti itu juga akan membuat persahabatan murahan.
bagiku pertemanan adalah nomor 1.
Itu hanya teman bohongan.
Mereka tidak berharga.
Mabuchi! Mabudachi!
Berkatmu,
Aku bisa berbicara dengan Murao Shuuko!
Makasih!
Tapi... biarpun jika mereka teman bohongan,
itu jauh lebih baik daripada aku sendirian.
Hey.
Jika kau mau...
Makasih!
Maaf mengenai yang tadi.
Aku dekat denganmu, dan bahkan aku melihatnya...
Tak apa! Tak masalah!
Tapi makasih.
Kelihatannya enak!
Hey, kenapa kau terlibat dengan orang seperti dia?
Makan sarapan sendirian dasar aneh.
Bukankah lebih baik jika anak laki-laki berbicara dengannya?
Dan kau tau, kue berbentuk hati...
menyedihkan.
Beneran dah.
Dia hanya bertingkah imut didepan anak laki-laki.
- Dia licik, kan?. - Kan?
Bertingkah seperti itu juga akan membuat persahabatan murahan.
Tapi menjadi licik...
bukankah itu artinya kau ingin orang lain peduli deganmu?
Makanya, mungkin kita juga harus bersikap seperti itu.
Bukan itu intinya.
Hanya saja aku membenci perempuan yang sepertinya.
Jika kau membancinya, kau bisa mengabaikannya saja.
Kau hanya iri dengannya makanya kau tidak bisa mengabaikannya!
Apa ini? Mood-ku sedang tidak bagus hari ini.
Dimana temanmu?
Tanaka-kun, kau... !
Apa itu salahku?
Tidak.
Itu salahku.
Aku melampiaskannya sekarang.
Maaf.
Sebenarnya...
Di SMP...
seperti Yuuri yang saat ini...
Aku ditinggalkan.
Setelah kau pergi,
Aku selalu sendirian.
Karena itu
Aku rasa di SMA aku harus membuat diriku menjadi lebih baik.
Aku selalu...
membohongi diriku sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.