The first 200 lines.
HEARTBEAT
SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,
SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Syukurlah.
Kau bisa saja terluka parah.
Pak Seon?
Pak Seon!
HEARTBEAT EPISODE 8
Aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi.
Maaf soal semua ini.
Woo-hyeol biasanya tidur saat mabuk,
jadi, kau tidak perlu khawatir.
Tidak perlu minta maaf.
Jika bukan karena dia, aku akan berada di rumah sakit sekarang.
Aku bersyukur.
Benar sekali.
Tidak ada yang terluka, jadi, tidak masalah.
Jangan merasa terlalu bersalah.
Kau pasti terkejut, jadi, aku menghargai pengertianmu.
Aku akan melakukan yang terbaik untuk mengelola wisma tamu.
Aku percaya padamu, In-hae.
Semua orang tahu Do-sik punya sentuhan ajaib,
aku juga akan membantu apa pun yang kau butuhkan.
Terima kasih.
Terima kasih sudah datang hari ini.
Hati-hati di jalan.
Baiklah. Sampai jumpa lagi.
Aku akan meneleponmu.
Kenapa kau mengabaikan semua peringatanku?
Kau selalu berbuat sesukamu!
Hae-sun.
Kau hanya membicarakan Hae-sun!
Dia sudah pergi, sialan!
Hae-sun.
Hae-sun.
Hae-sun...
Menarik sekali.
Apa aku berhalusinasi?
Aku harus berhenti memikirkannya.
Apa yang...
Di mana aku?
Ini. Seseorang tidak mengupas udang untuk sebarang orang.
Hae-sun.
Tidak!
Aku bersikap seperti orang bodoh di depan Hae-sun.
Astaga.
Kau sudah sadar sekarang?
Dilihat dari penderitaanmu, kau pasti ingat sesuatu.
Kenapa kau...
tidak membuatku pingsan untuk menghentikanku?
Sudah.
Tubuhku mengingatnya.
Aku merasa mual setelah makan banyak makanan untuk manusia,
- jadi, beri aku darah sapi... - Enak saja!
Apa kubilang?
Satu, jangan sebut nama Hae-sun.
Dua, jangan ada kontak fisik mendadak.
Tiga, jangan menatap.
Sudah kubilang berkali-kali jangan melakukan hal mencurigakan!
Kau melakukannya.
Bagaimana bisa kau tidak menepati satu janji pun?
Begini...
Apa aku melanggar semuanya?
Bagaimana kesan mereka
setelah kau membuat keributan tanpa minum alkohol setetes pun?
Maafkan aku.
Namun, mana bisa aku menolak saat dia mengupaskan udang
hanya untukku?
Kau sebut itu alasan?
Pokoknya mulai sekarang, makanan untuk manusia dilarang! Mengerti?
Minggir!
Astaga.
Kepalaku pusing.
Ini buktinya.
Ini buktinya?
Jadi, di rubanah wastu tempat emas itu dikubur,
kau menemukan kumis kucing yang mungkin milik Pak Ko.
Benar.
Kemudian, kau mengira Pak Ko mencuri emas itu.
Benar.
Bukankah kau terlalu cepat menyimpulkan?
Ini seperti... Bagaimana mengatakannya, ya?
Benar. Anggap saja kita menemukan sehelai rambut panjang di sini.
Bukankah itu sama saja dengan berasumsi
Dong-seok punya pacar?
Apa yang kulakukan sampai terseret ke dalam masalah ini?
Itu analogi.
Kumis saja tidak cukup sebagai bukti.
Aku tak berniat mengatakan ini, tetapi...
- Ada apa? - Kucing dikenal suka mencuri.
Mereka selalu mencuri makanan.
Kau bersikap konyol.
Baru saja dibahas, panjang kucingnya.
Bukankah seharusnya "panjang umurnya"?
- Benar. - Benar.
Hei.
Bisnis sedang sepi hari ini, jadi, nikmatilah.
Di mana kecapnya?
Apa ini?
Aku memberikannya pada kucing.
Siapa kau?
Senang bertemu denganmu. Aku Ko Yang-nam.
Pak Ko yang selama ini kami dengar ceritanya?
- Pak Ko? - Pak Ko?
Pak Shin, kau ada rapat dengan klien siang ini.
Ya, aku tahu.
Kau tidak enak badan?
Tidak, aku baik-baik saja.
Pak Gu.
Ya, Pak Shin.
Begini, apa kau...
percaya hantu atau takhayul?
Takhayul?
Aku bertanya...
apa kau percaya makhluk supernatural yang kau lihat di film horor?
Entahlah.
Aku sendiri tidak pernah melihatnya.
Begitu, ya.
Tentu saja.
Mana bisa percaya mereka ada padahal belum pernah melihatnya?
Apa kau akan percaya, jika kebetulan melihatnya?
Tentu saja.
Aku tidak pernah meragukan mataku sendiri.
Kau tidak akan meragukannya?
Begitu, ya.
Tentu saja.
Aku harus percaya yang kulihat.
Ada apa ini?
Kalau begitu,
biarkan aku mencoba memercayai matamu.
Ini kecapnya.
Bukankah kau yang datang untuk diramal?
Setidaknya kau jeli.
Sudah kuduga kau bukan sebarang orang.
Kau langsung tahu rahasia bisnisku.
Semua rahasia bisnismu tampak cukup buruk.
Mana bisa ini menghasilkan uang untuk membeli darah?
Selain itu, potong rambutmu!
Ada apa dengan ini?
Apa kecapnya sudah basi?
Dengar.
Aku akan bertanya kepadamu,
kau harus mengatakan yang sebenarnya.
Soal emas di rubanah wastu itu.
Kau mengambilnya, bukan?
Apa maksudmu?
Ini.
Aku bahkan punya bukti,
jadi, jangan berpikir untuk menyangkalnya.
Aku tidak mengerti maksudmu.
Kau membujuk Kak Woo-hyeol yang polos
untuk percaya bahwa dia bisa jadi manusia setelah tidur selama 100 tahun.
Lalu, saat dia tidur,
kau mengambil semua emas di rubanah.
Kumis kucing ini membuktikan kau pernah ada di sana.
Kau benar.
Aku pernah di rubanah.
Duduklah.
Namun,
bukan emas itu yang penting bagiku.
Seon Woo-hyeol.
Aku pergi ke sana untuk memeriksanya.
Woo-hyeol seperti telur rebus setengah matang.
Dia bukan sepenuhnya vampir atau manusia,
tetapi sesuatu di antaranya.
Apa kalian tidak merasakan ada yang aneh?
Kak Woo-hyeol memang selalu aneh.
Tidak ada yang normal dari vampir yang ingin menjadi manusia.
Dia menjalani masa paling krusial, tetapi juga paling bahaya, dalam hidupnya.
Dia butuh bantuan kalian.
Apa terjadi sesuatu kepadanya?
Telur setengah matang bisa menjadi telur matang,
tetapi anak ayam tidak bisa menetas.
Anak ayam?
Apa yang dia katakan?
Apa maksudmu?
Kenapa dia menjadi anak ayam?
Kenapa dia ingin berkotek seperti ayam?
Beraninya kau bicara seperti itu tentang Kak Woo-hyeol!
Berhenti bersikap dramatis, dan duduklah.
Terus awasi Woo-hyeol.
Beri tahu aku saat ada yang janggal.
Aku bisa datang ke kantormu.
Aku terkurung di sana seharian.
Aku memanggilmu untuk mencari udara segar.
Semalam kau sampai di rumah dengan selamat?
Ya.
Omong-omong,
bagaimana keadaan Pak Seon?
Dia benar-benar teler meski hampir tidak minum alkohol.
Ya, benar.
Aku tidak tahu dia akan semabuk itu.
Aku minta maaf mewakilinya.
Aku sungguh minta maaf, Kak.
Kau tidak seharusnya minta maaf.
Itu bukan salahmu.
Kurasa begitu.
Itu bukan salahku.
No comments yet. Be the first to leave one.