Uzaki-chan wa Asobitai! Double

Uzaki-chan wa Asobitai! Double

Download Indonesian Subtitle

Release info

Uzaki-chan wa Asobitai Double S02E07 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-11-12
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 193 lines.

"Tapi ditahun depan itu aku sudah lulus, sih."

Kamu kenapa, Hana? Lagi ada yang kau cemaskan?

Ti, tidak ada apa-apa, kok...

Pasti terjadi sesuatu, nih.

Apa ini tentang senior Hana yang waktu itu?

Bu, bukan, kok!

Gampangnya ketahuan.

Hei, jika kau mau, aku bisa memberimu nasihat.

Apa yang kaukatakan?

Tidak mungkin anak SMP dapat memecahkan masalah milik anak kuliahan.

Tapi, dari apa yang biasanya kau katakan dan lakukan,

masalah percintaan Hana hanya sebatas level anak SMP.

Mana mungkin begitu! Jangan berkata angkuh seperti itu!

Lagi pula, ini bukan tentang percintaan!

Ini akhirnya akan menjadi menarik.

(Episode 7: Uzaki-chan Ingin Diutarakan Perasaannya!)

Terima kasih, Sakurai. Apa kau yakin aku boleh membawa buku pelajaranmu?

Aku sedikit mencorat-coretnya, jadi maaf kalau susah untuk dibaca.

Tidak, tidak. Justru aku merasa tertolong.

Sakurai punya nilai yang bagus juga, sih.

Oh, ya, Sakurai. Apa kali ini kau bisa mengikuti pesta minum seminar?

Ah, maaf. Aku tidak bisa ikut karena ada pekerjaan.

Begitu, ya?

Sekali-sekali berpartisipasilah, Sakurai.

Mungkin lain kali.

Makanya sudah kubilang, 'kan?

Te, tentang apa, ya?

Aku hanya sedang mengatur waktu serangan mendadak terhadap Senpai.

Wah, kamu sungguh pintar dalam berbohong.

Mereka orang-orang dari seminar yang sama denganku dan Saku.

Setiap kali pesta minum, mereka selalu berkata kalau mereka menginginkan pacar.

Apa mungkin mereka mengincar Saku, ya?

Apa itu? Sakaki, tidak baik menilai seperti itu.

Bisa kau bilang begitu.

Mereka pasti hanya memanggil Senpai karena dia kelihatan kesepian.

Orang yang punya hati baik seperti itu, hanyalah ada padaku, adik kelas lucu seorang.

Bisa kau bilang begitu.

Itu artinya, aku tidak perlu susah payah memberikan perhatian pada Senpai.

Ini menghemat banyak kerepotan, 'kan?

Bukankah ini hal yang bagus?

Kalau begitu, aku boleh memperkenalkan Saku pada para gadis seminar di sana?

I, itu...! Hal itu dan hal ini...

Uzaki yang bilang sendiri, 'kan?

"Aku tidak punya pilihan selain memberinya perhatian."

kau pernah bilang juga, "Orang yang berada di sisi Senpai tidak harus aku juga tidak apa".

Tidak, tidak! Kau melupakan satu hal...

Senpai dan para gadis itu tidak akan berbuat macam-macam.

Itu karena...

Senpai itu menyukaiku!

Sudah cukup dengan itu!

Meskipun orang-orang itu mengincar Senpai,

orang yang disukai Senpai adalah aku, jadi akan sia-sia saja.

Itu hanya akan membuat mereka kecewa.

Lagi pula, apa tidak kasihan kalau ditolak sama Senpai?

Artinya, dengan aku memberikan perhatian kepada Senpai,

disaat yang bersamaan aku pun turut melindungi orang-orang itu.

Betapa berdalih dan sadar diri dia.

Tapi...

Hm?

Sakaki juga pernah bilang sebelumnya, 'kan?

"Lebih baik kau bergesa-gesa."

Itu benar.

Sebenarnya, aku tadi hanya memastikannya.

Oh...

Yah, bukan berarti apa yang kutebak belum tentu benar.

Bukankah begitu?

Ini...

Selain itu, ada satu hal lagi yang kusadari.

Senpai sudah tahun ketiga, dan sekarang sudah bulan Desember.

Kehidupan kuliahnya tinggal sedikit lagi.

Sebelum Senpai lulus, aku harus melakukan sesuatu padanya.

Itu yang kaumaksud, 'kan?

Sama sekali berbeda!

Lho, kok?!

Jika kamu tidak ingin ditinggal, cepat-cepat ambil tindakan!

Kau juga sudah bilang kalau Saku akan pergi satu tahun lagi!

Sebaliknya, aku justru terkejut kau memakan waktu setahun ini.

Duh, jika Saku atau Uzaki siap, mereka bisa melakukannya dalam sekejap.

Tapi, nampaknya dia membuat semacam penyelesaian.

Dari sisi Uzaki, ini merupakan langkah maju yang besar.

Intinya, tinggal satu tahun lagi!

Tinggal satu tahun lagi, akan kubuat Senpai mengutarakan perasaannya!

Terlalu berputar-putar!

Kalau sekarang Uzaki bilang "aku suka kamu", semua ini akan berakhir dengan cepat.

Larilah sekarang dan katakan padanya!

Ha, hah?! Aku tidak akan bilang, mana mungkin aku bilang padanya!

Kenapa memangnya?! Tinggal bilang saja!

Lagi pula, berapa kali aku harus mengatakannya?

Bukan aku yang suka pada Senpai, tapi Senpai yang suka padaku!

Aku pun tidak ingin terus mendengarkannya!

Terserahlah, aku jadi lelah.

Dia juga dalam mood untuk itu, jadi lakukanlah semaumu.

Semoga kau berbahagia.

Tunggu sebentar.

Apa?

Bagaimana caranya membuat Senpai mengutarakan perasaannya, ya?

Mana kutahu!

Kau kenapa, Itsuhito? Kau terlihat lelah begitu.

Tidak usah kau hiraukan.

Tadi aku habis mendengarkan curhatan kenalanku.

Aku yakin dia menuju arah yang benar... Mungkin...

Oh...

Hei, Itsuhito.

Hm?

Waktu lalu, Uzaki merayakan ulang tahunku bersama.

Oh, sepertinya begitu, ya.

Sebagai balas budi atau bisa dibilang sebagai ucapan terimakasih... kepada Uzaki...

Maksudku, apa hadiah yang aku bisa berikan pada seorang wanita?

Ah, maaf. Lebih baik aku pikirkan sendiri.

Ya, itu lebih baik.

Sudah kuduga, tidak perlu sampai setahun, ya.

Sakaki tidak bisa diharapkan.

Sekarang, bagaimana caranya dalam satu tahun ini,

aku membuat Senpai mengutarakan perasaannya...?

Itu dia!

Jadi...

Bagaimana kalau aku membuatkan bekal pada Senpai...

...yang selalu membeli makanan di Kafetaria atau minimarket?

Kau kira anak SMP?! Saking buruknya, memalukan!

Eh?!

Tapi, ya sudahlah! Selama kau punya motivasi, lakukan saja!

Itu lebih baik satu miliar kali lipat dibandingkan yang sebelumnya!

Apapun yang dikalikan dengan nol akan tetap jadi nol.

Sakaki semakin lama semakin lantang bersuara.

Tapi, menurutku itu bagus.

Tidak ada orang yang tidak akan senang mendapatkan bekal dari Hana

Betul, 'kan?

Yah, aku juga sudah sering membuatkan makan untuk Senpai,

aku juga tahu rasa kesukaannya,

kali ini pasti sangat mudah!

Itu yang kupikirkan...

Entah mengapa, keluargaku terus menatapku.

Selain Ibu, apa yang kalian semua lakukan di sini?

Yanagi, pergilah bermain game di kamar.

Saat Hana menolak ajakanku,

aku bermain bersama Kiri.

Tapi akhir-akhir ini aku sering mengalahkannya, jadi dia menolak ajakanku.

Disamping itu, lebih menarik melihat Hana akhir-akhir ini.

Untuk siapa kau akan membuatkan bekal?

Hana jago memasak, jadi orang itu pasti akan bahagia.

Ah, tidak. Kau tidak perlu memperdulikan aku.

Silakan lanjutkan kembali urusanmu.

Sangat sulit untuk dilakukan.

Bagaimana dengan Kiri?

Aku berbeda, jangan samakan aku dengan Yanagi.

Aku tidak bersantai-santai, kawan.

Lalu apa?

Kalau ada sisa makanan, aku yang akan mengurusnya.

Jadi segeralah kau buat!

Kembalilah ke kamarmu, burung bangkai!

Kalau Ayah?

Hm?

Tatap...

Tidak, kau tak perlu bilang apa-apa.

Aku tidak tahu kalau keluargaku sangat suka menjadi penonton.

Tsuki mengesampingkan kecintaannya pada drama siang hari di mata publik.

Apa yang harus kubuat, ya?

Walaupun ini bekal, kau tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa.

Selama menghindari bahan mentah yang mudah membusuk,

kau bisa memasukkan apa saja ke dalamnya.

Lauk pada umumnya, atau bahkan makanan favorit Hana juga tidak masalah.

Aku pasti akan memasukkan telur dadar gulung.

Itu bagus.

Tidak kusangka percakapan antara Ibu dan anak itu menyenangkan.

Hana, Hana.

Ada apa?

Bisakah kau buat bentuk hati atau semacamnya?

Um, Yanagi. Maaf, tapi lebih baik kau diam saja.

Bagaimana dengan isian daging ayam yang dicacah sebagai pengganti nasi?

Ayah tidak usah ikut campur!

Oi, Ayah! Aku juga akan memakannya, jadi jangan bicara sembarangan.

Dari awal, tidak ada bagian untuk Kiri!

- Eh...? - Eh...?

Baiklah! Akan kubuatkan untuk kalian juga!

- Hore! - Hore!

Ibu itu hebat, ya.

Pasti repot membuatkan bekal makanan.

Itu tidak benar, Hana.

Ibu hanya tidak ingin diganggu oleh semuanya.

Yo.

Duh, dinginnya...

Ada apa kau memanggilku lagi di tempat seperti ini...?

Aku iseng-iseng... membuatkan bekal.

Ini bagiannya Senpai.

Eh? Ah... Um...

Apa ini? Padahal Uzaki selalu membuatkanku makanan.

Tapi, yang seperti ini...

Ga, gawat, suara detak jantungku.

Tidak... Maaf.

Apa ini? Apa ini, apa ini?!

Terima kasih.

Kalau begitu, aku akan pergi sekarang.

Eh? Kenapa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left