Beloved

Beloved (친애하는 당신에게)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Beloved E06 120627 HDTV x264 7209-iPOP
A Commentary by kurniawaty
Visit us @http://idfl.us

Tags

HDTV
hdtv
x264
720
HD
Published on: 2012-07-22
Downloads: 12
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Episode 6

Istrimu sudah tau.

Istrimu sudah tau... tentang kita yang saling ketemuan.

Tunggu,

Dia tau tentang apa?

Ho Gee...menelpon rumahmu.

Semalam setelah kau pergi,

Ada telpon aneh di rumah.

Suamimu...

Berselingkuh.

Itu sama sekali gak lucu, jadi langsung kututup.

Banyak telpon yang mengancam akhir-akhir ini.

Hai, Ayah mertua.

Chan Joo disini.

Kukira kau pasti khawatir.

Ya.

Aku mengerti.

Ya.

Jadwal kereta hari ini sudah berakhir.

Apa yang terjadi pagi ini?

Apa kau merindukanku?

Hentikan omong kosongnya.

Aku senang-senang minum semalam.

Tidak terlibat dan ikut campur tangan sepertinya tidak enak.

Ooh ayolah, kenapa kau menyinggung soal itu lagi?

Tak baik terlibat dalam urusan keluarga orang.

Tapi, Chan Joo...

Tau semuanya.

Apa?

Dia pergi ke studio tari.

Dia melihat perempuan yang bernama Ran itu disana.

Oh ya ampun!

Bagaimana bisa dia jadi ketahuan?

Sudah kubilang padanya untuk hati-hati.

Memang ada sesuatu, ... bukan?

Kau tidak lupa besok kita ada janji konsultasi untuk merenovasi rumahmu, kan?

Kenapa kau mengubah topik pembicaraan lagi?

Jin Se...

Maafkan aku. Soal kerja. Aku akan kembali.

Hey, Jin Se!

Ini gawat.

Aku baru dengar kalau Chan Joo bertemu dengan gadis dari studio tari itu.

Bukannya kau sedang berjalan-jalan?

Dimana kau?

Han Soo,

Aku memakai mobil kantor hari ini.

Apa kita sekarang...

Dekat sebagai teman?

Atau dekat sebagai pasangan?

Bagaimana kalau aku bilang kita hentikan saja,

Dan menarik kembali kata-kata yang tak masuk akal,

Dan mau kita menjadi pasangan,

Apa yang akan kau lakukan?

Maafkan aku, tapi...

Bukan ini yang seharusnya terjadi.

Jika kita melakukan ini,

Kita bahkan tak bisa menjadi teman lagi.

Ran, Ran!

Apa yang kau lakukan disini?

Sudah waktunuya untuk latihan.

Cari pasangan lain.

Apa kau gila?

Bagaimana dengan kompetisi juara dunianya?

Hey ...

Apa kau bersikap seperti ini karena aku mengadukanmu?

Ran!

Aku benar-benar minta maaf.

Aku...

Dengan siapa lagi aku berpasangan.... jika bukan denganmu?

Kita sudah berpasangan selama 2 tahun dan kita sudah cocok.

Kau tau itu.

Jika kita berpisah, takkan ada lagi artinya.

Apa yang kau ingin aku lakukan ?

Apakah aku harus memohon ampun, hah?

Ran!

Apa lagi yang terjadi sekarang?

Ayah!

Aku disini.

Ayah, Jin Se disini.

Jin Se, kapan kau sampai?

Ya, Ayah. Aku sudah datang.

Apa yang kau lakukan?

Dia sudah datang jauh-jauh. Bawa dia...

Beri dia minum segelas air atau apa.

Ya, ayah.

Tidak apa-apa, ayah.

Kau tidak punya karyawan yang cukup disini.

Apa yang harus lakukan dulu?

Buat aku kerja keras.

Aku benar-benar menyukainya.

Apa dulu disebut ... muncul entah dari mana?

Pertama kalinya kau membawanya,

Dan bilang padaku kalau kalian akan menikah,

Dia hanya pemuda yang ganteng.

Cara dia melihat tidak begitu meyakinkan.

Tapi setelah aku mengenalnya, dia benar-benar tulus dan konsisten.

Sekarang begitu aku tua dan sendiri, aku belajar bahwa...

Meskipun ada hal-hal yang kau tidak suka dan senang,

Anggap saja itu sebagai kelemahan dan tutupi.

Begitulah seharusnya pasangan itu.

Apa kau sering memikirkan ibu?

Aku memikirkannya sedikit setelah sarapan ...

Dan sedikit ketika aku memetik buah persik.

Sedikit setelah makan siang...

Dan juga, sedikit pada saat aku berbaring di tempat tidur di malam hari.

Sedikit disini dan disana...

Setiap hari...

Setiap detik... kedengarannya seperti itu.

Ngomong-ngomong, kalian berdua...

sudah memikirkan untuk berkeluarga belum?

Kau mungkin tak tau, tapi...

Dia mungkin menantikannya.

Memiliki kedua orang tua yang bekerja,

Pasti kesepian bagi seorang anak tunggal.

Milikilah anak seperti yang lain.

Isi dimana ada yang kosong.

Begitulah kehidupan seharusnya.

Dan yang terpenting di atas semuanya,

Dia...

Ketika kau mengalami masa pahit itu,

Dialah yang tetap berada disampingmu.

Ayah!

Kau akan membayarku untuk tenagaku hari ini, kan?

Ambil saja buah persiknya sebagai bayaran.

Haruskah ku ambil... 50 kotak?

Kau seorang perampok... bukan menantu.

Ada departemen pengelolaan dana khusus yang dibentuk semasa merger.

Kau yang mengambil posisi itu, Pak.

Departemen Pengelolaan Dana Khusus?

Ini ide dari Presiden, jadi tak mungkin ditarik.

Cuti ... berapa lama itu?

Kau punya segunung pekerjaan menanti setelah kau kembali bekerja, bukan?

Aku dengar dari sekretaris eksekutif.

Pada intinya, bukankah departemen itu untuk mencuci dana politik yang ilegal?

Kita menciptakan seorang monster tanpa tujuan.

Kau pintar membuat orang malu.

Kita tidak perlu membentuk departemen itu.

Kita bisa tetap di posisi netral selama kita bisa...

Kenapa kau begitu naif?

Sudah waktunya untuk pemilihan presiden.

Itu harus kita lakukan ... untuk sekarang

Buat tindakan

Untuk bisa berjalan selaras dengan pemerintahan yang baru.

Ngomong-ngomong,

Apa kau mencoba mengatakan mengapa harus kau yang berada di posisi itu?

Kita adalah keluarga.

Dan rekan yang terdekat,

Dan calon penerus ke tahap berikutnya dari Grup.

Siapa lagi yang bisa kupercaya... selain kau?

Siapa itu?

Hai, kau sudah datang.

Paman,

Bisa aku curi dia sebentar?

Kuharap kau tak mengganggu dia terlalu banyak ketika dia sedang bekerja.

Kau kan tau, bagaimana kami berusaha menghidupkan kembali romantisme kami akhir-akhir ini.

Ok, teruskan saja.

Akhirnya datang juga.

Ini hadiah untukmu karena sudah mau kembali ke rumah.

Apa yang kau lakukan? Apa kau tak mau mencoba berputar sebentar?

Kau saja yang nyetir.

Mobil itu kelihatannya... lebih bagus untukmu.

Apa yang kau lakukan sekarang?

Kau tak suka dengan apa yang kuberikan?

Kau bahkan tak mau melihatnya. Begitukah?

Jika kau tak mau masuk, aku pergi sendiri.

Rasanya enak sekali.

- Haha! Apa rasanya dingin? - Ya.

Enak!

Akan kulakukan lagi.

- Dingin. - Iya ya, betulkan?

Makan malam sudah siap.

Ayah, ini.

Ngomong-ngomong, Ayah.

Kelihatannya kau kehilangan berat badan.

Apa kau tidak makan teratur?

Itu karena aku sibuk dengan musim panen.

Walau sesibuk apapun, kau tidak boleh tidak makan.

Apa kau bisa mengirimkan 30 kotak tahun ini?

Akan kuoper ke karyawan lain.

Apa kau memaksa mereka membeli lagi?

- Bagaimana kau tau kalau mereka dipaksa? - Haha!

Chan Joo!

Apa dia juga baik seperti ini di Seoul?

Atau dia hanya baik didepanku saja?

Dia baik.

Kalau dia menyusahkanmu, segera beritahu aku.

Janji yang dia buat sebelum kalian menikah masih berlaku.

Coba kulihat, dimana memonya yah?

Ayah, kita sedang makan kan, kenapa sekarang?

Apa kau minum sedikit selagi makan?

Aku membawanya dari Seoul.

- Ini favoritku. - Ya.

Ini dia.

Tahan dan...

Minum pelan-pelan.

Dia khawatir padamu. Jangan minum terlalu banyak.

Apa kau tidur, sayang?

Dia putri dari guruku dari kampung halamanku.

Sebulan yang lalu,

Aku pergi ke studio tari karena ada pekerjaan.

More Indonesian subtitles for Beloved

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left