The first 148 lines.
Eh? Ada apa?!
Ditunggu sampai 30 detik.
Diskon 50%
Kucing Serbabisa Sudah Besar
Kucing Serbabisa Sudah Besar
Minum alkohol sampai lupa masalah
Kucing terpaksa menyemprot pembasmi serangga karena majikannya takut lihat serangga geprek...
Dia memakai "celemek kebersihan" supaya bulu-bulunya tidak rontok di dalam toko
Noda minyak yang dia cuci tidak hilang-hilang
Melarikan Diri
Mencari Youtubo
Kucing Serbabisa Sanggup Mengopeni.
Kuesioner Pelanggan Kucingnya gemesin banget. Aku ingin mampir lagi
Selanjutnya
Bagaimana ini, Yukichi?!
Terima kasih, Yukichi ....
Apa barusan kucing ini yang membuka kunci pintunya?
Mana mungkin ....
Apa Fukuzawa-san lupa mengunci pintu?
Barusan kucingnya ....
Aku pasti sudah mabuk berat ....
Mending buruan pulang dan tidur.
Nah! Sekarang inilah rumahmu!
Terima kasih banyak.
Aku senang kamu di sini, Yukichi.
Sebelumnya aku pernah melihatnya.
Selamat datang di kediamanku!
Mungkin saja manajer pernah datang ke rumah ini!
Hei, jangan tidur!
Kita sudah sampai. Mana kunci rumahmu?
Apa ada orang di rumahmu?
Ada!
Cepat tekan belnya.
Ada kucing yang gemesin!
Peliharaan, toh.
Ambil saja kuncinya.
Baik!
Etto ... di mana tasku?
Dasar kau ini ....
Aku pulang, Yukichi!
Aduh! Malah kena pukul!
Kamu kenapa, sih?
Aku adalah kucing.
Namun,
aku bukanlah kucing biasa.
Aku ...
... adalah kucing serbabisa yang langka.
Kucing serbabisa sepertiku tahu ....
Bahwa butuh uang untuk hidup!
Makanya para manusia pergi ke kantor untuk bekerja.
Dan uang hasil kerja mereka ...
... bisa membeli whiskas kalengan.
Dengan kata lain, jika manusia ...
... majikanku tidak bekerja dan memperoleh uang ....
Maka kami pasti akan mati kelaparan!
Namun, yang menyedihkan adalah ...
... majikanku adalah manusia payah!
Memang menyedihkan, tapi inilah takdirku.
Namun ....
Aku sudah memutuskan pada hari itu.
Pada malam bersalju itu ....
Seandainya manusia ini tidak memungutku, aku pasti sudah tak hidup di dunia ini.
Walaupun ...
... dia adalah manusia jorok penimbun sampah!
Walaupun dia adalah manusia yang tidurnya ngiler!
Tapi sudah kuputuskan.
Aku akan mengerahkan segala kemampuan dan kecerdasanku sebagai kucing serbabisa ...
... demi whiskas kalengan hari esok!
Manusia yang sangat payah ini ...
... harus tetap dalam kondisi sehat.
Dipikir-pikir, manajer ngomongnya biasa banget.
Reaksinya seperti bukan habis melihat kucing yang ukurannya kelewat besar.
Aku enggak ingat, tapi apa mungkin dia pernah ke rumahku saat Yukichi masih kecil?
Saat aku baru memungut Yukichi ke rumah ini?
Beruang?! Eh, bukan, tapi kucing?!
Aduh, aku pasti kecapekan.
Saking capeknya sampai berdelusi?!
Kalau aku berteriak, orang-orang pasti akan menganggapku gila!
Mana ada kucing yang bisa ngebandingin ukuran kubis!
Lagian ....
Kenapa dia pakai celemek?!
Pantas toko sepi, manajernya saja seperti itu.
Sudah jelas itu cuma kostum boneka.
Males banget kalau ada pelanggan yang komplen, deh.
Tapi benar-benar mirip aslinya, ya.
Di mana ritsletingnya?
Bikin sebel saja, deh ....
Dasar badut kostum binatang.
Senengnya kayak buat diri sendiri.
Badut ini memang bikin sebel, deh.
Tapi kayaknya ada yang kelupaan, deh.
Pengen kulupain!
Ca-Canggung!
Canggung banget!
Aku pengen lenyap! Aku pengen pulang sekarang!
Dia pasti akan menganggapku orang aneh yang rumahnya jorok!
Aku ingin buruan pulang makan gyoza buatan Yukichi sambil minum bir.
Terus cuci mulut dengan ramen.
Beneran sudah lihat!
Dia minta titip suvenir Sea Bunny-chan UMYU-Sea.
Aku adalah kucing serbabisa.
Kucing serbabisa sepertiku mengerti.
Bahwa saat musim demam wajib meningkatkan kekebalan tubuh.
Makanan pun harus dilengkapi vitamin C dan viamin A,
misalnya wortel dan brokoli.
Tapi yang paling penting adalah tidur yang cukup.
Selanjutnya, "Kucing Serbabisa Sanggup Mengopeni."
Dasar majikan beban.
Yukichi! Majikanmu pulang!
Eh? Sudah tidur?
Yukichi?
Hei, Yukichi.
Hei!
Yukichi, aku mau ngelus perutmu ....
Yukichi ... tambah birnya ....
Yukichi, berat ....
A-Aku bisa mati!
Gemesinnya!
Ini foto Yukichi pas masih kecil!
Sudah tiga tahun berlalu, ya?
Begitu, ya?
Yukichi!
Aku mau ngomong.
Selama ini aku enggak sempat menyanyakannya.
Yukichi ...
... kenapa kamu bisa sebesar ini?
Ukuranmu sudah sebesar beruang!
Tunggu!
Mau ke mana, Yukichi?
Bukan itu!
Aku enggak menyinggungmu terlalu gendut!
Lagian, aku juga bingung untuk memakai ukuran kucing normal padamu ....
Ini juga pertama kalinya aku memelihara kucing.
Aku berpikir kamu lebih besar dari dugaanku.
Ukuranmu memang enggak normal.
Lagipula, kucing normal itu enggak bisa masak, bebersih, ataupun cuci baju.
Kucing biasa juga enggak bisa buatin bekal atau buang sampah!
Atau rajin melihat ramalan cuaca dan memberiku payung!
Atau menghangatkan air untuk aku mandi!
Dan masih banyak lagi! Jadi, maksudku ....
Terima kasih banyak untuk selama ini!
Aku sudah ngelantur!
O-Omong-omong, apa kamu tahu mengapa kamu bisa sebesar ini, Yukichi?
Yukichi?
Hei, Yukichi.
Begitu, ya.
Kira-kira kenapa, ya?
Aku sudah cari tahu di internet, tapi malah nihil.
No comments yet. Be the first to leave one.