The first 200 lines.
SAUNA LAS VEGAS
Tidak seorang pun
Bisa merenggut harga diriku
Tidak seorang pun
Bisa menahanku
- Panjang... - Hei!
Kenapa kau bernyanyi?
- Kau mau menjadi penyanyi? - Tidak.
Menurutku lirik lagu ini penuh makna dan agung.
- Bernyanyi membuatku bersemangat! - Begitu rupanya.
Kau tahu suaramu membuat telingaku sakit?
Apa rencana kita malam ini?
- Malam ini? - Ya.
Kita akan membunuh Mata Besar.
Aku sudah mengaturnya. Itu rencana bagus.
Astaga!
Guru, kenapa murung hari ini?
Kenapa?
Cerialah!
Adikku aneh, tiba-tiba mau kuliah.
Biarkan saja.
Tidak masalah ikut kuliah.
Tapi anehnya, dia memilih jurusan manajemen kehutanan.
Kita selalu bilang begini saat mengejar wanita,
"Jangan mengorbankan seluruh hutan hanya demi satu pohon."
Kau memang punya hutan, tapi harus ada yang merawatnya.
Apa? Kau mau kejujuran?
Sejujurnya,
adikku sudah memutuskanmu, lupakan saja dia.
Cinta pertamanya tinggal di Kanada.
Tinggi tubuhnya 195 cm dan mirip Leonardo DiCaprio.
- Baiklah. - Usiamu hampir 40 tahun.
Kau akan sulit bercinta dalam dua tahun lagi.
Penglihatanmu kabur.
- Kau tua dan miskin. - Baiklah.
- Adikku pasti akan bunuh diri. - Cukup!
Astaga! Kau tidak perlu berterus terang begini!
Kau tidak menyukainya?
Tidak seorang pun
Bisa merenggut harga diriku
Mata Besar, apa kita akan bermain Capsa Banting?
Aku pun meninggalkan pacuan kuda karena katamu ada pecundang kemari.
Tunggu!
Aku menang lagi!
Kita menunggunya.
Aku tidak begitu mengenalnya.
Benar! Makananku hampir habis, tapi dia belum datang juga.
- Bos. - Ada apa?
- Pria bernama Raja mau masuk. - Suruh masuk.
Dia datang.
Terima kasih.
Biar kuperkenalkan. Ini Nat.
- Halo, Nat. - Ini Naga.
- Halo, Naga. - Jadi, siapa namamu?
- Namaku Raja. - Namanya Raja.
Raja apa? Memang kau siapa?
- Kau mau kalah cepat? - Cukup! Ayo main!
Mari semuanya bersikap sopan.
Tempat ini terkenal karena adil. Jadi, kita bertaruh uang tunai.
Aku pria yang menepati janji.
Jika ada yang curang, tangannya akan dipotong.
- Mengerti? - Tentu saja!
Memangnya aku pemula?
Ayo mulai!
Kocok dadunya!
Tunggu!
Berapa nilai satu kartu?
Ini permainan pertama kita. 3.000 dolar per kartu, ya?
- Baiklah! - Cepat.
Aku tidak punya tiga wajik. Siapa yang punya, keluarkanlah.
Aku punya.
Aku yang pertama.
Piting tiga dan kartu raja.
- Lewat! - Ada yang melawan?
Beruntung, seri kembang punyaku menang.
- Ada yang melawan? - Tunggu!
Aku punya yang lebih tinggi.
Sangat sial di permainan pertama.
- Lewat! - Lewat!
- Lewat! - Ayo lanjutkan.
Enam kembar.
Aku punya kartu kembar.
Aku punya dua sekop.
Maaf. Kalian kalah empat kali lipat.
Kau kalah 150.000 dolar. Apa kau bawa cukup uang?
Selama beberapa tahun terakhir, taruhan hari ini yang terendah.
Kau yang pertama.
- Kartu empat. - Satu kartu?
Kau punya banyak kartu tinggi, enam.
Kartu sembilan.
- Kartu sembilan. - Tunggu!
Apa itu? Kartu sembilanku lebih tinggi.
- Astaga. - Aku salah!
Sialan, ambil lagi kartumu.
Aku mengeluarkan dua hati.
- Ada yang punya dua sekop? - Aku punya.
Kau tidak perlu terburu-buru.
Aku mau mengeluarkan kartuku.
Polo as.
Apa ini?
Keluarkan kartu tertinggimu.
Kartu tertinggiku sudah keluar, polo as sulit dikalahkan.
Semua kartuku bagus.
Piting lima!
Payah!
Kalah 100.000 dolar lagi? Apa perbuatanmu semalam?
- Lupa mencuci tangan, ya? - Diam, kau juga kalah!
- Kenapa tidak mencuci tangan? - Kau juga kalah!
Terima kasih.
- Tunggu! - Ada apa?
Nak, menurutku kau curang.
Jangan bicara sembarangan! Aku tidak curang!
Kutunjukkan kartuku.
Jika curang, kenapa kartuku jelek?
Benarkah? Kau berikan semua kartu bagus ke pria rambut putih itu.
Lihatlah kartu-kartu itu!
Jangan menyalahkanku! Aku tidak mengenalnya!
Apa kau mengenalnya?
Jangan terbawa emosi.
Diam dan masukkan semua uangnya di sini.
Kau melanggar aturan!
Aturan apa? Mereka curang! Semua aturan tidak berguna.
- Masukkan di sini. - Jangan marah!
Kau juga!
- Cepat! Aku mau semuanya! - Apa maumu?
Pergi ke meja itu!
Masukkan semua uang itu.
Kau sebaiknya cepat!
Jangan bergerak!
Dia mati!
Gawat!
- Kau membunuhnya. - Benarkah?
Ambil ini. Aku mau pulang dahulu.
- Bagaimana sekarang? - Pergi.
Baiklah.
Bagaimana sekarang?
Ambil ini. Aku mau memeriksanya.
- Bos, kau di mana? - Ada apa? Aku mau ke Shenzhen.
Jangan pergi! Kita telah dijebak oleh tiga penipu!
Sial!
Bersulang!
Ada banyak orang bodoh di dunia ini.
Dengan kepintaran kita, kekayaan pasti didapatkan.
Jika kau bekerja sama,
kita pasti akan kaya!
Aku tidak sependapat.
Pria tidak semudah itu.
- Kita harus bersembunyi di luar negeri. - Guru!
Tolong hargai aku.
Bisa menatapku saat bicara denganku?
Bicara soal luar negeri, kenapa tidak ke Las Vegas?
Aku mau bersenang-senang karena uangku terlalu banyak!
- Terlalu banyak uang? - Benar!
Bertaruh saja denganku, ayo main Capsa Banting.
Kau bercanda? Kau mau aku menang?
Kalian saja yang pergi, aku mau membaca novel di sana.
- Apa? Ayolah! - Semoga kau menang banyak!
Aku senang kau mau main Capsa Banting denganku.
Kau tahu ada lagu tentang Capsa Banting? Itu favoritku.
As dan raja selalu kudapatkan.
Uang pijat datang dari seri dan kembang.
Cicilan mobil didapatkan dari polo.
Dua sekop bisa menafkahi seluruh keluarga.
Aku takut kau akan kalah.
Kau hebat. Ayo, bagikan kartunya.
LU FENG
Tiga wajik yang pertama.
Apa yang kau lihat? Tiga wajik yang pertama.
Piting tiga.
Aku lewat. Giliranmu.
Lihatlah, polo.
Kenapa semua kartumu kecil?
Bukan lima kartu lagi, ya?
Seri kecil, kau kalah empat kali lipat!
Gila!
- Aku yang pertama. - Tunggu!
- Ada apa? - Tidak ada.
- Apa yang kau lihat? - Bukan urusanmu. Ayo main!
Tiga kembar.
Apa? Kau lewat?
Lewat.
- Empat kembar. - Lewat.
Kau tidak punya kartu kembar?
- Lima kembar! - Lewat.
- Enam kembar! - Lewat.
- Delapan kembar! - Lewat.
Kau tidak punya kartu kembar?
Apa semuanya kartu kecil?
- Kartuku tinggal satu. - Lewat.
- Giliranmu kalah empat kali lipat. - Gila!
- Di mana Naga? - Guru!
- Ada apa? - Gawat!
Aku melihat seorang gadis dan dadanya sebesar ini.
Tapi dia unik. Dia sangat manis dan aktif.
Semua menyukainya!
Di mana dia?
Itu dia!
Di mana tempat karaoke?
Di sebelah sana!
- Dasar mesum! - Kemari!
No comments yet. Be the first to leave one.