The first 200 lines.
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
Anna, hei, ini Brian.
Aku berharap kau mengangkat teleponnya.
Ini sudah lama.
Aku berpikir untuk berhenti minum lagi, dan aku berpikir, mungkin...
...itu sesuatu yang bisa kau bantu untukku.
Bagaimana menurutmu?
Aku akan pergi ke pondok.
Mungkin kau mau bergabung denganku. Itu akan sangat bagus.
Karena... Sial...
Aku sangat butuh teman sekarang.
Hubungi aku kembali jika kau bisa. Terima kasih. Maaf.
Bajingan.
Setelah musim berlalu, dan salju mulai mencair,
Reggie berjalan kaki mengantar anaknya sekolah,
Berusaha untuk mengantarnya ke halte bus, dan...
Mereka memintas melewati hutan...
Lalu anak-anak menoleh...
...dan melihat tangan keluar dari tanah, dari salju.
Apa itu gadis itu?/ Ya, gadis itu.
Apa suaminya pelakunya?/ Itu yang kami pikirkan.
Itu yang semua orang pikirkan.
Itu selalu suaminya, benar? Ya./ Tipikal.
Kau harus lihat apa yang kami temukan di bagasinya.
Maaf soal itu.
Apa kau punya...
Sapu?
Ya.
Tinggalkan saja, bung.
Kita pernah bertemu sebelumnya./ Apa?
Apa?
Kupikir kau mengatakan sesuatu.
Aku tidak mengatakan apa-apa.
Berapa banyak kau minum pagi ini?/Apa?
Tidak, aku tidak minum... Aku tidak mabuk.
Bisa aku...
Kau tahu kau harus membayar untuk botol itu, 'kan?
Ya, aku tahu.
Bajingan.
Aku suka sedikit suntikan menembak rusa di dadanya.
Apa?
Aku tidak bilang apa-apa.
Ada tujuh hal yang salah denganmu, bukan begitu?
Aku tidak paham maksudmu.
Apa yang membawamu ke gunungku?
Aku tinggal di sini?/ Tidak, kau tidak tinggal di sini.
Aku punya rumah di sini yang aku sewakan.
Itu milik mantan istriku dan aku.
Aku menginap di sana untuk sementara waktu. Oke?
Apa aku membuatmu gugup?
Tanganmu berada di senjatamu.
Jadi bisa dibilang begitu.
Siapa namamu?
Brian.
Brian? Seperti Prince atau Madonna?
Brian Barnes.
Dimana rumahmu, Brian Barnes?
Aku tak harus beritahukan itu kepadamu.
Benarkah?/ Tidak.
Kupikir kita bisa berteman.
Maaf.
Astaga! Ya Tuhan!
Halo?
Hei, Anna. Tidak, kepalaku terantuk. Bukan apa-apa.
Tidak, ini waktu yang tepat...
Kau menerima pesan suaraku?
Luar biasa. Ya, tidak. Di pondok yang sama. Ya.
Aku akan berada di sini selama yang dibutuhkan.
Aku punya 12 jam lagi. Dan komitmen.
Jadi, bagaimana menurutmu
Kau mau membantu teman lama, dan datang ke sini?
Kau memang baik.
Baiklah. Terima kasih. Sampai jumpa.
Apa?
Aku tidak mengatakan apa-apa.
Aku tahu. Apa yang kau inginkan?
Aku kebetulan lewat. Dan berpikir untuk memeriksa keadaanmu.
Bukankah kau mengenakan baju yang sama seperti kemarin?
Ya, kurasa begitu.
Waktu yang tidak biasa untuk menyewa tempat ini.
Kebanyakan dari kalian biasanya baru datang setelah salju turun.
Aku tidak menyewanya. Aku pemiliknya.
Kurasa kita sudah membicarakan ini.
Siapa namamu?/ Brian Barnes.
Aku yakin kita sudah melakukan percakapan ini kemarin.
Berapa lama kau akan berada di gunungku, Brian Barnes?
Aku tidak melakukan kesalahan.
Semoga harimu indah.
Jangan melakukan sesuatu yang tak ingin kulakukan.
Itu bukan ide yang bagus.
Anna?
Halo?
Anna? Kau di atas?
Kapan kau sampai?
kenapa kau tidak bangunkan aku?
Halo?
Anna, apa kau di sana?
Kau tak apa?
Aku akan masuk, oke?
Apa yang kau lakukan?
Hei! Kau di mana?
Ya, aku tahu itu di mana. Aku pernah ke sana.
Ya, tidak, aku akan datang menjemputmu.
Tidak, itu dekat. Itu sekitar 10 menit dari sini.
Jangan khawatir soal itu. Serius.
Kau yang membantuku.
Kau selamatkan hidupku. Serius.
Oke. Baik. Aku ke sana. Baiklah. Sampai nanti.
Bajingan! Sialan.
Hei, kawan. Bagaimana kabarmu?
Bung, aku tahu aku tidak mengebut.
Kau bangun lebih pagi.
Benarkah?
Aku tidak menghalangimu karena bangun lebih pagi.
Ya, aku ingin pergi ke toko sialan.
Toko sialan.
Maaf./ Untuk apa?
Entahlah, berkata kasar.
Tak apa, kawan. Kita teman, bukan begitu?
Setidaknya itu yang aku pikirkan.
Baiklah. Aku hanya ingin mengucapkan selamat pagi.
Semoga harimu indah. Ya./ Serius?
Senang kau akhirnya mengganti bajumu.
Bajumu terakhir mulai agak bau.
Sampai bertemu lagi.
Ada yang bisa kubantu, Bu? Nona?
Tidak.
Terima kasih.
Dengar, aku mau kau tahu.../ Ada banyak waktu untuk bicara nanti
Apa kau punya kopi yang enak di tempatmu?
Tidak, kopi di sana tidak enak.
Kurasa itu cukup.
Biar aku saja.
Baiklah.
Totalnya $22.
Kopi terbaik datang bersama pengiriman kaviar kami minggu depan.
Bagus. Terima kasih. Aku akan kembali nanti.
Dasar bodoh. Aku mengolokmu.
Idiot.
Apa yang kau lakukan kali ini?
Orang benar-benar menyewa tempat ini darimu?
Ya, itu benar.
Kemari. Duduklah.
Kita baru saja sampai. Apa kita harus langsung melakukan ini?
Ya, kau baru saja menenggak segenggam obat-obatan...
...setelah kau bilang padaku kau serius untuk benar-benar sadar...
...untuk kesekian kalinya. Jadi, ya, ayo lakukan ini sekarang.
Oke. Aku di sini.
Berapa lama kau sudah memakai lagi?
Aku tidak tahu.
Astaga, Brian. Secepat ini?
Bukannya aku tidak tahu,
Aku hanya tidak memberikan tanda di kalender, oke?
Aku teler lagi, dan aku beritahukan itu padamu.
Aku tahu apa yang kau tanyakan. Aku memulai beberapa minggu lalu...
Atau beberapa bulan lalu.
Itu sangat berbeda antara beberapa minggu dan bulan.
Aku tahu itu sangat berbeda,
Tapi kau tidak tahu bagaimana otakku bekerja.
Aku tahu pasti bagaimana otakmu bekerja.
Ya, kau tahu, kau tahu semuanya./ Jangan bersikap menyebalkan.
Kau mau minum?
Aku tak harus datang ke sini, kau tahu?
Aku tahu. Maafkan aku...
Jujurlah denganku.
Apa kau punya barang lainnya di rumah ini?
Apapun itu? Pil? Ekstasi? Heroin?/ Tidak, tidak...
Tidak!
Kau tidak akan secara ajaib temukan stokmu dari setahun yang lalu?
Tidak. Aku bersumpah demi Tuhan.
Kenapa kau ingin sadar? Kenapa sekarang?
Apa harus ada alasannya?
Terus teranglah denganku, Brian. Kenapa aku di sini?
Aku takut, oke? Aku ketakutan.
Dengan?
Dengan melakukan sesuatu yang tak bisa aku tarik kembali.
Dengan sesuatu yang tidak aku ingat. Mengerti?
Jadi itu seperti... Apa gunanya?
Itu sudah tidak menyenangkan lagi. Bukankah itu seharusnya seru?
Itu tidak seru!
Itu bukan diriku sebenarnya.
Seolah aku hanya pecandu obat-obatan.
Lalu, apa yang terjadi?
Itu hal yang sama berulang-ulang.
Tak peduli apa pilihan yang kupikir aku buat,
Aku tidak benar-benar membuatnya, karena aku berakhir kembali ke sini...
Di neraka yang sama.
Kau harus memaafkan dirimu sendiri terlebih dulu.
Aku tidak mau pengampunan, oke?
Aku ingin merasakan semuanya, dan aku ingin merasakan sakit.
Oke? Aku mau...
Apa aku sudah berbohong padamu?
Kau datang ke sini untuk membantuku. Kau sudah datang jauh-jauh.
Tapi aku meludahi wajahmu, kau tahu itu?
Karena yang ingin aku lakukan saat ini, yaitu untuk teler!
Astaga! Apa-apaan, Brian?!
Apa itu?
Apa?
Aku bertanya padamu, apa yang aku pegang di tanganku sekarang?
Pita rambut.
No comments yet. Be the first to leave one.