The first 200 lines.
Musim ini , Stasiun 19 menggambarkan dunia fiksi pascapandemi
yang mewakili harapan kita akan masa depan.
Di kehidupan nyata, pandemi masih melanda responden pertama.
Dapatkan informasi terbaru cara lindungi diri dan orang tercinta
Sebelumnya di Stasiun 19...
Kami temukan dia di lemari. Mungkin bingung cari jalan keluar.
- Kubilang tunggu ambulansnya. - Maaf, Pak, tidak.
- Tidak? - Akan kuselamatkan nyawanya.
Aku bisa mengatur rumah ini, Pak. Kau butuh orang untuk menyatukannya.
- Orang itu aku. - Kau tak mencintaiku, Jack.
Kami akan ke California, dan kau tetap di sini.
- Kami akan selalu mencintaimu, Jack. - Itu salahmu. Kau melakukannya.
- Apa yang terjadi? - Kapten Bishop dibebaskan
dari tugasnya.
- Ya! Phoenix! - Selamat datang di Festival Phoenix!
Dua hari sudah berlalu, tinggal dua hari lagi.
- Semuanya! - Foto bersamaku.
Ayolah, inilah perayaan hidup.
Kelangsungan hidup, vaksin, boleh berkumpul lagi,
memeluk, dan menjadi manusia normal.
- Kau terlihat keren. - Seattle sudah bangkit. Apa yang dibenci?
Badut jangkung.
- Aku benci badut jangkung. - Sama.
Orang yang pindah-pindah bar. Aku benci itu.
Kerumunan. Aku benci itu. Aku benci kerumunan pemabuk,
kerumunan panas berkeringat, kerumunan pada umumnya.
- Menyedihkan. - Kau tahu apa yang kubenci?
Aku benci kembang api.
Mereka bencana lingkungan dan menyiksa anjing.
Ya, aku benci orang yang menunjukkan kekurangan kembang api.
Aku tak bilang pertunjukannya tak bagus!
Ya! Sesuai isyarat.
Ada kemungkinan besok akan menjadi hari sibuk lagi.
Ayo kita tidur.
- Tak ada? - Tak ada.
Hei, kapan kita memaafkannya?
Ini canggung. Menyakitkan. Ini merusak kesatuan tim.
Atau, setidaknya, merusak kesatuan tim pribadiku.
Maka kau maafkan dia secara pribadi.
Kalau kau memaafkan, kami semua memaafkannya.
Sampai saat itu, dia hanya duduk sendirian.
Itu cara kerjanya dan kau tahu itu.
SEPULUH BULAN YANG LALU
- Bishop, kau pakai baju pengantin? - Ya, Pak.
Aku pakai baju pengantin karena aku datang dari pernikahanku.
Aku menikahi wanita luar biasa ini dan itu saat paling bahagia bagiku,
lalu kuterima surelmu yang luar biasa seksis,
hampir merusak malamku, tetapi tak kubiarkan.
- Aku malah kemari... - Bishop, kau diskors
karena membangkang dan melanggar protokol.
Jika pikirmu bisa lolos dengan berteriak seksisme...
Aku bukan meneriakkan seksisme, Pak.
Kutekankan dengan harapan menciptakan perubahan nyata.
Dengan hormat, Pak, ayahku, Pruitt Herrera, diperingatkan
atas pembangkangan di beberapa kasus,
- tetapi tak pernah dibebastugaskan. - Itu tak berkaitan...
Aku sedang bicara. Aku bisa sebut selusin kapten damkar
yang kukenal pribadi yang sering melampaui batas dan memberontak
selama karier mereka dan tak pernah dapat peringatan.
- Dia bantah perintah langsung. - Ya, tetapi alternatifnya
adalah membiarkan anak terluka mati di jalan.
- Omong-omong, anak itu hidup. - Ini bukan cara kerja kita
- di Damkar Seattle, Bishop. - Namun, ini nyatanya, Pak.
Di Damkar Seattle, perjuangkan kebenaran. Itu cara ayahku membesarkanku,
itu cara dia melatih petugas damkar di Stasiun 19.
Timku tak menerima penurunan pangkatku. Aku tak menerimanya.
Aku bekerja keras untuk pekerjaanku dan aku sangat ahli.
Ditambah, ini hari pernikahanku.
Kau tak bisa mencuri pekerjaan atau kebahagiaanku, tanpa perlawanan.
Oke.
Kau bisa tetap di 19, Bishop.
Herrera, kutugaskan kembali ke 23 efektif secepatnya.
- Apa? Pak... - Bishop, jika seluruh timmu
tak mampu menghormati rangkaian perintah,
mereka butuh pengingat cara kerja departemen ini.
Akan kuminta semua dipindahkan dalam seminggu.
- Pak... - Atau... kau bisa mengundurkan diri,
dan kutunjuk kapten baru sambil menunggu penyelidikan selesai
atas pembangkangan dan pelanggaran protokolmu.
Asal tahu saja, aku senang anak itu hidup.
Namun, jika dia mati di mobilmu,
gugatannya bisa membuat seluruh stasiun gulung tikar.
Aku akan mengundurkan diri sambil menunggu penyelidikan, Pak.
Pilihan bagus. Selamat atas pernikahanmu.
- Tidak. - Pak, jika boleh,
Herrera akan jadi kapten sementara terbaik di 19.
Herrera dipindahkan.
Senin pagi dia bertugas di 23.
- Apa? - Herrera, kau damkar hebat.
Namun, selama kau terus menyebut nama ayahmu
kau takkan terlepas dari bayangnya.
Langkah ini akan baik untukmu.
Keputusanku sudah final.
- Kapten Beckett. - Warren.
Kau benci kembang api?
Aku suka, karena artinya aku bisa olahraga.
- Kucoba menyukainya. - Sama.
Aku tidak. Aku menyerah. Panggil aku Payah.
- Payah. - Payah.
- Lucu sekali. - Benar. Aku hanya bilang.
STASIUN 23
Itu dia, jika kau angkat aku, bisa kuganti baterainya sendiri.
Namun, caranya bilang angkat, bukan bermaksud angkat.
Maksud dia bukan angkat.
- Hai, aku cari Herrera. - Dia di gym.
Terima kasih.
Keputusan salah menyerbu kantor kepala.
Jadi, begitulah.
Namun, bukan berarti dia bisa mencuri kebahagiaan kita.
- Ayolah! - Baik.
Ayo.
Apa yang terjadi?
Tadi ingin kularang kau ke kantornya.
Kucoba perbaiki tindakanmu. Aku malah dipindahkan.
- Apa? - Ya, aku dipindahkan.
Aku tak lagi di 19.
Namun, kau tahu? Temanku menikah malam ini,
dia coba selamatkan pernikahannya jadi aku akan menari.
Karena tak seperti kau, aku peduli orang lain.
- Aku berusaha melarangmu! - Ini yang terbaik.
Karena... aku tak mau bekerja denganmu lagi.
Aku tak mau berurusan denganmu lagi.
Bagus. Ya. Begitu.
- Ada waktu? - Sedang angkat beban.
Aku bisa lihat itu.
Lain kali telepon sebelum datang ke tempat kerjaku.
Sudah sepuluh bulan.
Kau ingin aku menunggu berapa lama untuk bicara?
Aku tak ingin apa pun darimu.
Aku bisa tunggu.
Bagus. Terima kasih.
- Terima kasih. - Ya, baik, aku akan...
Kita sudah menikah. Kita sudah bersumpah. Aku menganggapnya serius.
Dan kau... tidur berpindah-pindah? Selama setahun?
Aku punya banyak teman baik yang setia dan senang di dekatku.
- Itu tak sulit. - Kau bukan remaja lagi, Andy.
Aku bukan ayahmu. Jangan melarikan diri.
Aku tidak lari. Aku berjalan.
Jadi, kenapa tak mengajukan perceraian?
Karena kau mencintaiku.
Aku menunggu karena aku mencintaimu.
Phoenix bangkit dari abu kematiannya sendiri.
Kita bisa bangkit.
Aku bekerja di stasiun di mana aku satu-satunya wanita.
Aku bekerja di stasiun di mana orang jarang mencuci pakaiannya,
dan semuanya, termasuk makan malam, baunya seperti kaki.
Aku bekerja di stasiun yang bukan rumahku.
Pekerjaanku hanya sebuah pekerjaan sekarang.
- Kau penyebabnya. - Bukan aku.
Itu karena kau.
Jika kau masih berpikir begitu, kita bukan Phoenix, Robert.
Kita hanya setumpuk abu.
STASIUN 19
PAMERAN PHOENIX SEATTLE
PAMERAN PHOENIX SEATTLE
Kemari dan berfotolah dengan damkar cantik!
- Tolong jangan. - Jangan apa?
Aku atlet olimpiade, ada kata yang lebih baik untuk menggambarkanku.
Kemari dan berfotolah dengan damkar atlet olimpiade yang cantik!
Wah. Hai.
BALAP SEPEDA PAKAIAN DALAM PAMERAN PHOENIX SEATTLE
Kios makanan dan meja piknik ada di ujung utara
area pameran.
- Tak wajar, Bung. - Tak bisa lebih aneh
- dari Balap Sepeda Pakaian Dalam. - Benar sekali.
- Bagaimana programmu? - Itu bukan programku.
Itu untuk kita semua. Program bersama damkar
untuk menanggapi darurat tanpa kekerasan
dengan tim responden pertama tanpa kekerasan.
Tanpa polisi, tanpa senjata,
hanya tim responden pertama yang dilatih untuk mengurangi eskalasi...
Tak butuh promosi penjualan. Kau sudah bahas berbulan-bulan.
- Aku siap. - Kenapa menyebutnya programku?
- Kau membayarnya. - Tidak lama.
Aku mendanai program percontohan dengan uang penyelesaian.
Namun, begitu kota melihat jumlah nyawa yang diselamatkan,
ini akan didanai dengan setidaknya antusiasme yang sama
dengan... badut jangkung.
Omong-omong, kenapa kau?
Aku tahu saat kau siap melakukan sesuatu, dan ini tidak.
Aku siap. Dan...
tim B menggerutu
kau tambahkan beban kerja ekstra tanpa bayaran tambahan.
Dunia tak berubah kecuali kita mengubahnya.
- Kukatakan itu ke mereka. - Katakan juga
akan ada bayaran tambahan akhirnya. Akan ada.
Ya. Apa nama programmu?
- Crisis One . Ya. - Ya. Seperti film aksi.
- Aku suka. - Makanya aku suka.
- Apa itu? - Di sana.
- Kembang api. - Kembang api ilegal.
Aku benci itu lebih dari jenis lain.
Yang terakhir harus ikut Balap Sepeda Pakaian Dalam!
KAMINSKI'S
Hei.
Itu cumbuan mabuk. Bercumbu saat mabuk di pernikahan.
Semua tahu kejadian di pernikahan tak pernah serius.
Maksudku, kau perlu memberitahunya.
Sebelum terlanjur dalam. Dia pria biasa.
- Kau pria favoritnya. - Tak apa.
No comments yet. Be the first to leave one.