The first 200 lines.
Baiklah, kucing kecil.
Kau siap untuk mengukir labu?
Hei, aku sedang menontonnya./ Maaf.
Dia tidak menonton itu. Kau tidak menontonnya.
Ya, aku nonton.
Baiklah, apa itu?
Film monster.
Baiklah, akan ku nyalakan kembali.
Hei, Nona Penyihir, kenapa tidak kau intirahatkan jari-jarimu...
dan basuh wajahmu.
Baiklah. Jam berapa orang tuaku pulang?
Aku tidak tahu. Jam 1:00? Semoga lebih cepat.
Aku bisa tetap disini sampai jam 1?
Tidak, waktu tidur jam 11.
Berhenti makan semua permen itu. Tak kan habis sampai besok pagi.
Sangat lucu.
Orangtuamu berutang untuk yang satu ini.
Kau bisa menamparnya jika kau mau. Aku tidak akan beritahu.
Benarkah? Aku akan mengingatnya.
Jam berapa sekarang?/ Oh, jam 10:50.
Baiklah, mengukir labu dalam 10 menit.
Aku ingin kerjakan lebih dari ini.
Ya, ayolah, Timmy. Bangunlah.
Aku belum selesai menghitung permen ku.
Bisakah kita menguburnya di halaman belakang...
dan beritahu orang tuaku kita kehilangan dia saat trick-or-treat?
Hei, lihat apa yang aku dapat.
Apa itu?
Ini kaset video.
Dari mana kau mendapatkannya?
Ada di tas permenku.
Coba kulihat.
Siapa yang memberikan ke kamu?/ Aku tidak tahu.
Kau tak ingat siapa yang memasukkannya ke tas mu?
Tidak.
Menakutkan.
Apa tulisannya?/ Tidak ada tulisan apapun.
Mari kita melihatnya./ Oh, sama sekali tidak.
Kenapa?
Kenapa? Karena Tuhan tahu apa yang ada di ini, itu sebabnya.
Cuma satu cara untuk mencari tahu.
Timmy, kau jangan menontonnya./ Ya akan ku tonton.
Timmy, berhenti bersikap meyebalkan.
Hei! Aku bilang tidak.
Ini kasetku, aku bisa lakukan apapun yang aku mau.
Kau adalah tanggung jawab ku dan kau harus mendengarkan ku.
Tunggu orangtuamu menyaksikannya. jika mereka ijinkan, kau bisa nonton besok.
Tidak, aku ingin nonton sekarang.
Tidak, kau tak boleh menontonnya.
Baiklah, ayo kita pilih suara.
Aku pilih kita nonton sekarang. Tia?
Gunakan pilihan?
Apa ini? Balai kota?
Aku memilih kita menontonnya.
Penipu, sekarang kau dipihaknya?
Apa? Aku hanya ingin lihat apa yang ada di kaset itu.
Dua lawan satu. Kami menang, setel kasetnya.
Kau mengerti ini menyeramkan?
Seorang pecabul bisa saja memasukkannya ke tasmu.
Siapa yang tahu apa yang ada di kaset ini?
Mungkin ini hanya film-film horor.
Jika tayangan buruk, kau matikan saja. Kami tak akan beritahu orangtua kita.
Bisa saja ini tak lebih buruk daripada yang kita lihat di Internet setiap hari.
Kau berusia 10 tahun. Apa yang kau tonton di Internet?
Aku tidak ingin tahu.
Kumohon.
Kami tak akan meminta mu mengukir labu.
Baik, tapi kau harus menyingkir dulu keruang sebelah.
Aku harus melihat isinya terlebih dulu./ Yes!
Kau juga!
Ah, ini menjengkelkan.
Apa itu?/ Tunggu sebentar!
Ada sesuatu?
Aku tak lihat apapun.
Sepertinya kau dikerjai, Timmy.
Oh, tunggu dulu.
Apa itu?
Aku tidak tahu.
Ini konyol. Ayolah.
Maaf. Siapa suruh kalian berdua ke sini?
Lihatkan? Ini hanya film horor.
Ayo kita saksikan.
Tunggu hingga petugas di pintu gerbang memberimu kartu pemberangkatan.
Periksa monitormu. Terima kasih.
Baiklah, jika sudah diluar batas, Aku akan mematikannya.
Ya.
Oh, Tuhan, itu bagus.
Hei Nona.
Kau tahu kapan kereta datang?
Sekitar 10 menit lagi atau lebih.
Kau punya rokok?
Tidak ada, maaf.
Ya, terima kasih.
Selamat Halloween.
Ayo kita pergi. Aku butuh rokok.
Ayo.
Para penumpang, kereta akan tertunda. Mohon tunggu untuk informasi selanjutnya.
Tolong hentikan.
Apa yang kau lakukan?
Lepaskan aku. Tolong!
Tolong!
Tidak! Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong aku, kumohon.
Ayolah!
Siapapun jawab aku!
Kumohon!
Siapa di sana?
Dimana aku?
Apa yang terjadi?
Mohon bicaralah padaku.
Tolong berhenti berteriak.
Apa yang terjadi pada kita?/ Ini tempat dimana dia menyembunyikan kita.
Hanya kita bertiga. Ada gadis lain disana.
Apa yang terjadi dengannya?
Dia menyeretnya ke terowongan itu.
Mereka di tarik ke bawah dengan rantai secara bersamaan.
Mengapa kalian berdua hanya duduk di sana?
Kenapa kau tidak mencoba untuk kabur?
Kami sudah coba segalanya, namun tak ada jalan keluar.
Kenapa dia menyembunyikan kita di sini?
Kenapa dia tak membunuh kita?
Kenapa kau melakukan ini?
Lepaskan kami! Kumohon!
Jangan nangis.
Kita akan mati di sini.
Jangan bilang begitu.
Kita akan keluar dari sini.
Aku tidak mau mati.
Diam!/ Kristen!
Aku tidak tahan lagi. Aku tidak bisa terus mendengarkan ini.
Dia hanya takut. Mengerti?
Bantu dia menyadari...
Maaf.
Kita semua jangan terpecah mulai saat ini.
Kita semua bersama-sama.
Siapa nama mu?
Casey.
Aku Sara.
Itu Kristen.
Pasti ada jalan keluar dari sini
Sudah kubilang tak ada.
Kalau begitu kita harus menyusuri terowongan itu
Apa?/ Kita tak bisa diam disini.
Menuju ke terowongan sama saja bunuh diri.
Oh, dan disini tidak?
Apa yang kau tahu? Kau tak lihat apa yang terjadi pada gadis itu.
Kami melihatnya. Kami lihat dia diseret kedalam terowongan...
lalu dia berteriak demi keselamatannya,
Dan kami berusaha memegang tangannya...
Tapi... Dia menarik tangannya.
Kami tak cukup kuat.
Sekarang kita bertiga.
Jika kita bersama, kita masih punya kesempatan.
Kami bahkan tidak tahu ada berapa banyak mereka dibawah sana.
Apa saranmu buat kita?
Satu-satunya yang bisa kita lakukan cukup tunggu saja di sini
dan berharap seseorang menemukan kita.
Dia benar, Kristen.
Tidak ada cara lain.
Tidak, Sara. Kumohon.
Kau tahu aku benar.
Jangan dengarkan dia. Dia sudah mati.
Jangan pergi!
Maafkan aku.
Tidak ada pilihan lain.
Jangan tinggalkan aku sendirian di sini!
Dia akan membunuhmu.
Kristen, kita tak bisa hanya menunggu di sini untuk melihat siapa yang akan...
Oh, Tuhan, dia mendapatkannya.
Oh, Tuhan.
Dengar aku! Kristen, kita harus pergi sekarang.
Kau dengar aku? Kita harus pergi ke sana.
Aku tidak bisa, Aku sangat takut.
Aku tahu kau takut, Aku juga takut,
tapi sekarang aku memikirkan keluarga ku.
Aku akan keluar dari sini dan aku akan bertemu keluargaku lagi...
dan segalanya akan kembali seperti semula.
Aku tahu kau merasakan hal yang sama,
tapi kita tak akan pernah melihat mereka lagi jika kita tidak coba keluar dari sini.
Aku tidak bisa diam di sini, Kristen.
Aku tak bisa menunggu untuk mati.
Aku tak mau.
Kita akan berhasil. Kau dengar aku?
Kita akan baik-baik saja.
Kita tetap bersama, dan... jangan bersuara.
Ini tidak jauh. Diam disini.
Oh Tuhan! Lihat! Kau lihat pada rantainya.
Menurutku ini cukup besar.
Ayo, aku rasa ini berguna.
Tolong!
Tidak!
Oh, Tuhan!
Baiklah!
Tolong, tolong aku.
Ada sesuatu di sana. Kita harus keluar dari sini.
Ayo!
No comments yet. Be the first to leave one.