The first 200 lines.
Aku dari Bank CBFC.
Berdasarkan skor CIBIL terbarumu,
kami menawarkan pinjaman hingga 1,5 juta.
Kami sudah mengirimkan tautan ke nomor ponselmu.
Fateh.
Kau tidak bisa mengabaikannya.
40 orang tewas...
50 bukan 40.
Sebagian mayat tidak akan ditemukan.
Bukankah seharusnya kau memberi tahu agensi sebelum misi dimulai?
Lembaga mana yang kau bicarakan, Pak?
Yang tidak punya nama, tidak punya alamat,
tidak ada kode ID? Maksudmu agensi itu, Pak.
Kau pernah menjadi bagiannya, Fateh.
Dulu.
Seperti yang kau katakan, Pak. Dulu.
Kau tidak pernah mengikuti perintahku.
Bagaimanapun...
Raza menunggu bersama 200 orang.
Kukirimkan lokasi mereka padamu.
Kau akan memerlukan bantuan.
Oke, Pak.
Seperti yang kau bilang.
Aku akan menyiapkan mayatnya.
Kirim bantuan untuk membersihkannya.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Bilang padanya tidak ada tempat untuknya di sini.
Hei tampan.
Kemari duduk di pangkuanku.
Aku akan membuat tempat.
Mereka sudah siap.
Mungkin aku terpeleset.
Fateh Singh.
Lahir di Punjab.
Tapi, aku berjuang demi hidupku jauh dari rumah.
Ini mungkin akhir babku.
Akar ceritaku dimulai di Moga.
Sebuah desa di mana semua orang adalah keluarga.
Bang Fateh, habiskan tehmu.
Jangan sampai dingin.
Sampai jumpa, ibu.
Bang Fateh, produksi susu naik 110 liter.
Tidak apa-apa.
Sekarang tanggal 12, Sandhu.
Obat untuk istrimu.
Semuanya baik saja?
Pastikan anak-anak baru dilatih dengan benar.
- Oke? - Oke.
Titu, Jolly. Kenapa kalian tidak sekolah?
Guru tidak mengizinkan kami masuk.
Katanya kami tidak bisa masuk sebelum membayar biayanya.
Ayah sedang mengurus biaya sekolahnya.
Titu. Jolly. Pulanglah.
Kalian tidak akan sekolah lagi.
Sampai jumpa.
Kebaikanmu tak tertandingi. Terima kasih.
- Minta slip gajinya ditandatangani setelah itu. - Oke, Pak.
- Dan jangan lupa. - Oke, Pak.
Kenapa kau
Kenapa kau tidak membuangnya?
Sudah kubilang singkirkan saja ini.
Jangan membuangnya.
Happy meminta pinjaman di pagi hari.
- Dan Sandhu menelepon dua kali... - Nimrat.
Itu kau, Bang?
Kenapa kau tidak menelepon? Aku akan datang sendiri.
Aku sudah menghubungimu selama berhari-hari.
Kenapa kau tidak menjawab teleponmu?
Aku menghubungi perusahaan di Delhi.
Mereka akan menjawab malam ini.
Begitu katamu.
Tapi karyawan mereka ada di rumahku tadi malam.
Dengar, Nimrat. Aku meminjam uang untuk pengobatan Satwant.
- Ya. - Kubayar setiap sen.
Tapi kini mereka menagihku bunga ganda.
Nimrat, aku mau tahu
haruskah aku mati sendirian atau membawa seluruh keluargaku ikut?
Apa yang kau katakan, Bang?
Itu perkataan buruk. Silakan duduk.
Gill, ambil air. Lari. Apa yang kau tunggu?
Dengarkan, Bang.
Kau orang baik.
Dan tidak ada hal buruk yang terjadi pada orang baik.
Ingat, Nimrat.
Hari ini aku.
Besok seluruh desa akan membicarakannya.
Bang, dengarkan aku.
Bang.
Berapa lama kau akan terus mengabaikan mereka?
Jetha pulang kemarin.
Dan menyebarkan rumor buruk tentangmu.
Dia bilang
kau menipu orang dengan pinjamanmu.
Bisnis pinjamanmu tidak masuk akal bagiku.
Kau harus segera mematikannya.
Aku sudah ke Delhi tiga kali dalam sebulan.
Aku mencoba, Dolly.
Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada penduduk desa.
Kenapa kau tidak bicara dengan Fateh?
Apa yang akan kukatakan padanya?
Aku tidak tahu seberapa jauh akarnya.
Aku merasa... sesuatu yang buruk akan terjadi.
Sesuatu yang mengerikan.
Semoga Tuhan memberkati semua orang dengan kekuatan.
Aku bertanya-tanya kenapa orang terus menerus mengganggu Tuhan?
Pak. Viral Sharma.
Orang terakhir yang selamat dari kelompok peretas etis Khushi.
Terakhir? Bukankah ada lima?
Apa yang terjadi dengan tiga lainnya?
Mereka sekarang sudah damai.
Kopi hitam dan biskuit coklat.
Sungguh kombinasi yang damai.
Katakan padaku.
Dalam tiga bulan terakhir,
kami bekerja keras untuk meretas berkas-berkas rahasia negara.
Tapi Khushi Sharma dan timmu meretas sistem kami.
Apa untungnya kau menghancurkan kerja keras orang lain?
Dan kalian menyebut diri kalian sebagai peretas etis.
Etis?
Ini etikamu?
Dalam kehidupan, ada saatnya
saat kita harus memilih
akan memulai bab baru atau menutup buku.
Kupikir sudah saatnya mengakhiri bab ini.
Saat kejahatan terus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan
metode kejahatan juga berkembang.
Video pembunuhan daring menggemparkan dunia.
Kau bisa melihat bagaimana orang bernama Viral ini disetrum.
Negara ini belum pernah melihat sesuatu yang begitu berdarah dingin.
Ini adalah peringatan yang jelas dari penjahat dunia maya
pada semua musuh dan sekutu mereka.
Pihak berwenang bekerja tanpa lelah untuk mencari petunjuk.
Aku mau tahu
apa kau punya rencana besok?
Sama halnya seperti hari ini.
Toko butuh rak baru...
Berhentilah memikirkan tokomu sepanjang waktu.
Dan fokuslah pada studimu.
Kau bepergian bolak-balik dari Delhi sendirian.
Membuatku khawatir terus-menerus.
Sudahlah, Bu. Mau makan malam apa?
Aku membuat sayuran berdaun hijau kesukaanmu ditumis dengan jinten.
Ini.
Sayuran berdaun hijau.
Fateh Singh menyukai sayuran berdaun hijau.
Dia akan senang sekali.
Aku tahu.
Kalau tidak, kau tidak akan makan sedikit pun.
Ambil juga sedikit gula aren.
Bu. Aku akan segera kembali.
Bang Fateh.
Ibu mengirim sayur-sayuran berdaun hijau ini untukmu.
Aku sangat lapar hari ini.
Tak seorang pun bisa membuat sayuran berdaun hijau seperti ibumu.
Dimasak dengan jinten.
Bawang.
Dan gula aren.
Haruskah aku mengiriskan bawang bombay?
Semuanya baik saja?
Ya.
Aku mau bertanya.
Ini sebuah pikiran.
Apa hal buruk akan menimpa orang baik?
Nimrat.
Sebentar, Ibu.
Aku sungguh bodoh.
Jangan menganggap pertanyaanku terlalu serius?
Aku akan mengambil piringnya besok, oke.
Habiskan semuanya.
Nimrat.
Agar kau tahu,
Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya di saat-saat tergelap mereka.
Dia berdiri di samping mereka sebagai keberanian.
Dan jika butuh, kau tahu siapa yang bisa diandalkan.
Perkembangan baru dalam cerita aplikasi pinjaman palsu.
Mafia cyber mengubah foto-foto pribadi keluarga dan menjadikannya viral.
Seluruh keluarga terpaksa bunuh diri untuk menghindari penghinaan.
Polisi sedang menyelidiki aplikasi pinjaman palsu ini.
Pemerintah mendesak agar tidak diambil tindakan drastis seperti itu.
Haruskah aku membuat teh?
Tidak apa-apa. Aku sedang tidak mood.
Bang, aku punya permintaan.
Bisa aku pulang lebih cepat hari ini?
Haruskah aku mati sendiri atau membawa seluruh keluargaku.
Halo.
Bu Khushi. Ini Nimrat.
Aku siap melakukan apa yang kau minta.
Aku akan pergi menemui Chhada.
Maukah kau membantu penduduk desaku?
Dia pergi ke Delhi untuk suatu pekerjaan, tapi apa masalahnya?
Sandhu sudah menyebutkan namanya dalam catatan bunuh dirinya.
Pasal 306, 420. Pemerasan, fitnah.
Apa nama aplikasi penipuan itu?
Kisht Pe Pak.
Putrimu yang menjalankan agensi Kisht Pe ini.
Bawa dia ke kantor polisi sesegera mungkin.
Fateh.
Apa yang dia katakan?
Fateh. Lakukan sesuatu.
Apa yang terjadi dengan Nimratku?
No comments yet. Be the first to leave one.