Release info

香ㅡㅡ하나뿐인 내편 My Only OneㅡㅡE59-60 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2018-12-24
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Mi Ran, sapalah.

Mereka ibu, bibi, dan adikku.

Halo, senang bertemu dengan kalian.

Aku Kim Mi Ran.

Halo.

Selamat datang.

Kak, apa yang Kakak lakukan?

Go Rae, duduklah.

Silakan duduk.

Benar juga.

Duduklah.

Kemari. Silakan duduk.

Omong-omong, apa katamu tadi?

Kamu akan menikahinya?

Ibu, maaf memberi tahu semendadak ini.

Tapi kuharap Ibu akan merestui pernikahan kami.

Tentu saja.

Mana mungkin ibu tidak merestui jika dia pacarmu?

Go Rae, bibi merestuimu.

Selamat.

Sungguh?

Terima kasih, Ibu dan Bibi.

Ada apa dengan mereka?

Mereka tidak menanyainya apa-apa?

Mereka membiarkannya menikahi Kakak pada pertemuan pertama?

Permisi, tapi berapa usiamu?

Aku 27.

Sempurna.

Kamu bahkan tidak perlu memprediksi

keharmonisan rumah tangga dengan jarak usia lima tahun.

Yang benar saja, kenapa mereka?

Apa mereka sedang teler?

Jadi, kamu setahun lebih muda dariku.

Apa pekerjaanmu?

Itu...

Ibu!

Kenapa mencubitku?

Jika tahu kamu akan datang, aku akan menyiapkan makanan.

Maafkan putraku.

Tidak apa-apa.

Aku akan menyiapkan teh dan buah.

Go Rae, ajak pacarmu ke kamarmu dan tunjukkan rumah kita.

Benar juga. Baiklah.

Mi Ran, ayo.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Hong Joo.

Ini mimpi atau kenyataan?

Peramal itu benar.

Kak.

Ini tidak bisa dipercaya.

Ini era revolusi industri keempat.

Temanku di Amerika tidak akan memercayai ini.

Astaga.

Apa yang dia sukai?

Buah apa yang harus kakak siapkan?

Apa dia suka apel?

Jeruk? Anggur hijau?

Ibu.

Bukankah ini kali pertama Ibu melihatnya?

Bagaimana bisa Ibu tidak menanyakan apa-apa kepadanya?

Bagaimana bisa Ibu tiba-tiba merestuinya?

Ibu tidak tahu apa-apa soal pekerjaan atau orang tuanya.

Tahukah Ibu di mana dia tinggal?

Ibu harus mempertimbangkan kembali dan menanyakan semuanya.

Go Rae menyukainya dan ibu tidak masalah.

Dia cukup baik. Dia ramah dan cantik.

Ibu.

Apa gunanya ramah dan cantik?

Bagaimana jika dia ternyata seperti Sekretaris Kim?

Bagaimana jika dia anak angkat miskin?

Bagaimana jika dia memeras Kak Go Rae?

Da Ya! Dia akan mendengarmu.

Jika mau mengutuk seperti itu, pergi saja sana.

Ibu, astaga, tingkah Ibu aneh.

Bibi, ada apa dengan Ibu?

Da Ya.

Go Rae bukan putramu, tapi putra ibumu.

Jadi, jangan ikut campur.

Bibi!

Ibu, Bibi, jangan berisik.

Ya, Ibu.

Aku baru saja mau kembali.

Apa Nenek mau kue beras labu?

Lantas, akan kubelikan dalam perjalanan.

Baik, Bu.

Pergilah.

Belilah kue beras untuk nenek mertuamu.

Aku akan pergi bahkan jika Ibu tidak memintaku.

Ibu juga sadar Ibu bertingkah aneh, bukan?

Pacarnya tampak familier.

Di mana aku pernah melihatnya?

Omong-omong, ada apa dengan Ibu?

Astaga, terserahlah.

Lagi pula, dia bukan putraku.

Peramal itu hebat.

Bagaimana bisa dia tahu Go Rae akan membawa wanita kemari?

Karena itulah dia peramal.

Cukup aneh.

Apa kita salah paham?

Go Rae mengencani pria,

tapi kenapa dia mau menikahi wanita?

Sudah jelas.

Dia harus menikahi wanita

agar bisa bertahan di tengah masyarakat.

Apa artinya dia menipu gadis itu

untuk menikahinya?

Itu tidak benar.

Tidak memberitahunya bahwa Go Rae minoritas seksual

sama saja dengan berdosa terhadapnya.

Bisa tutup mulutmu, tidak?

Semua bisa diselesaikan setelah mereka menikah.

Malah, kakak akan bersikap baik kepada wanita itu seumur hidup kakak

tanpa merepotkannya.

Semuanya

akan terselesaikan setelah beberapa saat.

Menurut Kakak begitu?

Kamarmu tampak bagus.

Aku tidak percaya

aku berada di kamarmu.

Duduklah di sini.

Ibumu menyetujui pernikahan kita

segera setelah melihatku.

Itu membuatku resah.

Aku tahu. Dia tidak bertanya apa-apa soal kamu.

Tidak, dia menghormati semua keputusanku

sejak aku masih kecil.

Jadi, kita tidak usah khawatir.

Ibumu sungguh wanita yang baik.

Tapi aku tidak tahu usiamu 27 tahun.

Aku juga tidak tahu usiamu 32 tahun.

Kamu sudah tua.

Aku merasa kalah.

Aku lima tahun lebih tua darimu,

tapi kamu bicara terlalu santai kepadaku.

Kamu merasa tidak enak soal itu?

Pasti jika itu orang lain.

Tapi aku tidak merasa sebegitunya karena itu kamu.

Menurutku kamu keren sekali.

Benar-benar tipeku.

Maaf mengganggu.

Makanlah ini sambil mengobrol.

Terima kasih banyak.

Baik sekali. Cantiknya!

Aku tidak percaya Go Rae akan menikahimu.

Terima kasih banyak.

Tidak perlu sungkan. Aku yang merasa senang.

Terima kasih sudah sebaik ini kepadaku pada pertemuan pertama.

Ibu, terima kasih sudah menghargai keputusanku.

Ibu merestui ini karena memercayaimu.

Serta ibu sungguh menyukainya.

Karena kamu sudah memantapkan niat,

kunjungilah keluarganya.

Dengan begitu, kita bisa atur pertemuan keluarga

dan siapkan pernikahanmu.

Secepat itu?

Kenapa harus menunda-nunda?

Go Rae, kunjungi keluarganya hari ini.

Minta restu mereka.

Apa?

Kamu butuh restu mereka untuk menikahinya.

Baiklah.

Nyalakan sein kiri di sini.

Pelan-pelan.

Periksa apa ada mobil di lajur berikutnya.

Kamu andal menyetir.

- Kamu andal. - Sungguh?

Ya, kamu hanya harus melanjutkan ini.

Putri ayah memang hebat.

Aku hebat?

Tidak kusangka akan mendengar itu dari Ayah.

Ayah rasa kamu bisa menyetir sendiri sekarang.

Semua berkat Ayah.

Kurasa aku bisa menyetir sendiri sekarang.

Direktur Wang memang tukang pamer.

Bisanya hanya berteriak-teriak.

Itu karena dia mengkhawatirkanmu.

Dia tidak mau kamu mengalami kecelakaan.

Aku sadar itu.

Ayah, haruskah aku mencoba menyetir ke pasar?

Tentu.

Aku harus

belok kanan untuk ke pasar.

Aku harus berganti lajur dahulu.

Begitu.

Lihat ke belakang tiap kali berganti lajur.

Halo.

Kami punya gurita kecil segar.

Yang ini 5 dolar 80 sen.

Serta kami menawarkan ini seharga 19 dolar untuk 2 ekor.

Ini tampak amat segar.

Yang ini amat besar. Aku mau yang besar.

Yang ini untuk Ayah dan ini untukku.

Mari beli kaus kaki pasangan.

- Kaus kaki pasangan? - Ya.

Ini tampak bagus.

Bagaimana menurut Ayah?

- Untuk ayah? - Ya.

My Only One subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left