Home for Christmas

Home for Christmas (Hjem til jul)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Home for Christmas S01 NF WEB-DL COMPLETE
A Commentary by MarBot
Retail from Netflix

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-12-18
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Ini aku.

Johanne.

Usiaku 30 tahun, dan lajang.

Ini Minggu Adven pertama, dan keluargaku berkumpul di rumah orang tuaku.

Ibuku menempatkanku di ujung meja, di antara anak kembar kakakku.

"Kau pintar mengurus anak-anak," katanya.

Maksudnya, aku takkan duduk dengan orang dewasa sampai punya pacar.

Dan inilah masalahnya.

Sebenarnya aku tak keberatan, tapi...

aku merasa tersisih saat berbicara dengan teman dan keluargaku.

Pembicaraan biasanya seputar pacar, anak-anak, kencan, seks, kolik,

orgasme, payudara penuh susu, waktu tersita, dan semua itu.

Jadi, aku mulai bertanya-tanya,

jauh dalam lubuk hati,

apa yang sebenarnya aku inginkan?

Aku tak tahu lagi karena semua orang sibuk menasihatiku cara menjalani hidup.

Yang pasti aku tak mau duduk di antara si kembar di Malam Natal.

Kini kepalaku sangat pening, dan aku akan mengatakan sesuatu

yang akan berdampak besar bagiku dan beberapa orang lainnya.

Aku punya pacar.

Apa?

Benar?

Benar, aku punya pacar.

- Astaga! - Morten, ayolah...

Selamat!

Jadi, begitulah aku menggali lubang untuk diriku sendiri.

Namun, untuk memahami semuanya, kita harus mulai dari awal.

Hari kisah ini dimulai,

tanggal 1 Desember.

- Hai! - Halo.

Aku mau empat buah yang hijau.

Baiklah.

Enam yang biru, dan enam yang ungu.

Baik. Kau hampir berhak mendapatkan diskon besar.

Mau beli tiket lotre? Mencoba peruntungan untuk hadiah Natal tambahan.

Hadiahnya apa? Benang rajut lagi?

Bukan...

Hadiah utamanya adalah perjalanan ke Kepulauan Canaria untuk dua orang.

Hadiah kedua menginap di Hotel Spa Sætra untuk dua orang.

Dan hadiah ketiga...

sarung tangan cinta!

Ini sarung tangan yang dibuat untuk dua tangan.

Kau dan pacarmu bisa saling menghangatkan.

- Hai. - Halo.

Aku mau piama Natal yang dipajang.

Baik! Piamanya sangat laris. Tunggu sebentar.

Coba kulihat, silakan.

Tunggu sebentar, ada dua?

Boleh beli satu saja?

Maaf tak bisa, ini hanya dijual sepasang atau paket keluarga.

Aku hanya mau satu untukku sendiri.

Sayangnya, ini tak dijual satuan.

- Tidak? - Tidak.

- Berarti aku beli sepasang... - Ya, tentu.

Hei, Johanne. Ikutlah denganku.

Henrik membutuhkanmu. Nyonya Nergaard kembali.

- Aku baru istirahat sebentar! - Maaf.

- Ada yang menarik? - Apa?

Kau menggunakan Lovematch, 'kan?

- Tidak, aku main Tetris. - Apa maksudmu, Tetris?

Tak ada pria di Tetris.

Tidak.

Hai. Untung kau datang.

- Bisa bawa Tone ke... - Trine.

Trine Nergaard.

Trine... Maaf. Aku sulit mengingat nama.

Hai, Nyonya Nergaard. Kau kembali bersama kami.

Ya, aku mohon...

Namun, Trine membutuhkan pemindaian CT

untuk memeriksa paru-parunya.

Dia mengidap penyakit paru obstruktif kronik

Seperti kau tahu tak ada obatnya,

tapi kami akan berusaha meningkatkan kualitas hidupmu.

Persetan dengan kualitas hidup.

Umurku 100 tahun!

Bagaimanapun, kau harus berhenti merokok.

Berhenti merokok?

Umurku 85 tahun. Kau sudah gila?

Henrik, tunggu...

Permisi.

- Kau sudah baca rekam medisnya? - Ya...

Jadi, mengapa pemindaian CT?

Mungkin penyakit polikondritis di saluran pernapasannya...

Kau masih perlu kugantikan di sif Senin?

- Ya, kau bersedia? - Tentu, tak masalah.

- Hai. - Hei.

- Kau tampak cantik. - Terima kasih.

- Sampai jumpa saat makan siang? - Mungkin.

Dengar, aku kenal pasien ini.

Dia sering dirawat, jadi, periksa paru-parunya...

Mungkin mengidap Stridor.

Dia membutuhkan bronkoskopi.

Pemindaian CT hanya akan memperburuknya.

Baiklah, mari kita lihat...

Maaf, ini mungkin terasa agak dingin.

Tak mungkin...

Aku ragu ini PPOK...

Tolong batuk.

Aku tak perlu bronkoskopi. Aku hanya butuh rokok.

Ya, tentu.

Jadi?

Jadi...

Aku mengizinkanmu melakukan bronkoskopi.

Baiklah.

Terima kasih, Johanne.

Kau memang tampak hebat.

Terima kasih.

- Mungkin sampai jumpa saat makan siang? - Ya, mungkin.

- Kau jauh lebih pintar daripada dia. - Ya.

Namun, kurasa dia cukup tampan.

- Henrik? - Dia seksi.

Kau tak mengajaknya kencan?

Tidak, kau saja!

Tak mungkin! Aku suka pria yang jauh lebih muda daripada dia.

- Tidak! Hentikan. - Serius.

Hei...

Dia tampan atau tidak?

- Itu Lovematch? - Ya.

Hentikan saja. Aku sudah coba. Nihil.

Dengar, Semuanya!

Mengenai sif Natal kalian...

Inga? Simpan ponselmu.

- Tolong, ya. - Tentu.

Aku butuh daftar perawat yang bersedia bekerja di Malam Natal.

Berapa yang berencana merayakan Natal dengan pasangan atau anak-anak?

Bisa coret namaku?

Sebentar dan permintaanmu dikabulkan.

- Alasannya? - Aku akan pulang ke Swedia.

- Maukah kau mencoret namaku? - Ya, tak masalah.

Johanne?

Malam Natal? Kedua sif?

Baik.

Sudah dicatat.

Dan terima kasih.

Inilah nasib wanita lajang tanpa anak,

mengajukan diri sementara orang lain menyantap sauerkraut

dan membuka hadiah Natal.

Sekian.

Kurasa kita berdua.

Bekerja. Di Malam Natal.

Kita berdua akan bekerja.

Satu dokter. Dua bangsal. Aku.

Ya. Bagus.

Hai!

- Hai! - Hei!

Halo.

Beets? Kau hamil lagi?

- Ya. - Kau tak tahu?

- Tidak. Benarkah? - Ya.

Astaga!

Selamat!

- Selamat, Lars! - Terima kasih.

Bagus!

Jadi...

hebat.

- Berapa usia kandunganmu? - Baru 11 pekan, jadi, masih awal.

Namun, kita senang, 'kan? Kau akan menjadi kakak.

- Mungkin kita juga perlu satu lagi? - Kenapa? Kita punya dua anak yang sehat.

Itu yang aku katakan!

Menakjubkan merasakan manusia tumbuh di dalammu.

- Memang, tapi bayi sangat melelahkan. - Namun, itu sepadan.

Kau beruntung, Johanne. Kau bisa bangun siang.

Aku bekerja beberapa sif, jadi, cukup lelah juga.

Punya anak lebih melelahkan.

- Sama melelahkannya. - Tidak!

Lelahnya luar biasa, bangun empat kali semalam

karena kau harus menyusui.

Dan popok! Entah apa aku bisa mengurus lebih banyak anak.

Aku sering mengganti pokok di rumah sakit.

Bagaimana keadaan di rumah sakit?

Itu...

Astaga!

Sial! Itu Christian.

- Hai, Christian! - Hai!

- Hai! - Lama tak berjumpa!

- Hai. - Senang bertemu denganmu.

Hai, Semuanya!

Hai!

- Kulihat kalian bersenang-senang. - Ya. Apa kabar?

Kabar baik. Kami baru punya anak.

- Benarkah? Selamat. - Terima kasih, tapi aku sangat lelah...

- Beberapa bulan pertama berat. - Tak seburuk itu. Kau akan melaluinya.

Aku melihat kantong matamu...

Boleh aku mengambil sedikit keju? Aku lapar.

- Bagaimana kabar... - Johanne?

- Dia baik-baik saja! - Dia pacaran dengan dokter.

- Dokter? - Model!

Dia dokter, dan pekerjaan sampingannya model.

Hebat.

Aku tak tahu itu.

Sampaikan salamku padanya.

- Aku pamit. Senang bertemu kalian! - Kami juga. Hati-hati.

Astaga...

- Kalian sudah dua tahun putus, 'kan? - Tiga tahun?

- Bit? - Tidak, terima kasih.

- Anggur? - Ya, boleh.

Tuang terus.

Menyulang.

Dokter sekaligus model?

More Indonesian subtitles for Home for Christmas

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left