The first 200 lines.
"Selamat Menyaksikan"
Tuan Muda ada di sini!
Tuan Muda ada di sini!
Ayah, Ini anakmu, Dae Yeop.
Apa ada orang di luar?
Dae Yeop!
Dae Yeop, kau baik-baik saja?
Kakak, ini semua salahku. aku menyuruhnya melakukan ini semua.
Keluar.
Bibi harus keluar.
Apa kamu tidak melihat darahnya?
Apa kau tidak tahu apa yang telah dilakukan bajingan ini?
Dia meninggalkan keluarganya karena seorang wanita.
Hanya seorang wanita? Perhatikan kata-katamu.
Bawa dia pergi dan kurung dia!
Kemana kau membawanya saat Kepalanya berdarah seperti ini?
- Keluar - Kakak
Bukankah aku bilang keluar, sekarang?
Kenapa kau menjadi seperti ini? Apa kamu benar-benar ingin membunuhnya?
Bibi!
Bibi, kau baik-baik saja?
Bibi tidak ada hubungannya dengan ini.
Aku satu-satunya yang bertanggung jawab atas ini.
Dasar bodoh! Tutup mulutmu.
Keluarga kita akan hancur karena ulahmu
Haruskah keluarga kita dilenyapkan,
dan haruskah saudaramu dan aku dipenggal..
Agar kamu sadar?
Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi.
Jika kamu menaruh kepercayaanmu padaku aku pasti akan menyelesaikan masalah ini.
Menyelesaikan masalah? Bagaimana orang sepertimu bisa menyelesaikan masalah?
Aku menemukan di mana Kakak ipar berada.
Mari keluar dari sini. kamu tahu siapa orang ini.
Bagaimana kamu akan menangani konsekuensi dari raja yang mengetahuinya?
Itu menggangguku, aku memperlakukan seseorang yang begitu berharga dengan cara ini.
Tapi aku percaya Baginda akan mengerti.
Apa alasan menahanku di sini dengan mengatakan ini perintah Ayah?
Jika kata-katamu benar, biarkan aku bertemu dengan Ayahku sekarang.
Aku minta maaf, tapi itu juga perintah Raja jadi itu tidak mungkin.
Jika kamu bertahan disini sebentar..
Raja akan mengirimkan instruksi lebih lanjut. Aku pergi sekarang.
Permisi!
Putri..Apa menurutmu dia mengatakan yang sebenarnya?
Dia tidak punya alasan untuk berbohong.
Aku baru sadar...
Kenapa aku di seret jauh-jauh kesini.
Tidak ada hal buruk, kan?
Dia putri raja, tidak mungkin dia diperlakukan dengan tidak pantas.
Tidak... Bukan sang putri, tapi tuan muda itu.
Kita harus percaya padanya.
Dia di rumah Kim Ja Jeom?
Iya. aku mengkonfirmasi bahwa dia terjebak di rumah Kim Ja Jeom.
Ayah, jika itu Kim Ja Jeom..
Dari apa yang aku dapatkan, Dia bukan satu-satunya yang terlibat.
Aku pikir ini dilakukan di bawah perintah rahasia Baginda.
Bahkan jika ada firasat kebohongan,
baik kamu dan bibimu tidak akan aman.
Jika aku takut mati, aku tidak akan kembali dengan kedua kakiku sendiri.
Namun, Bibi tidak ada hubungannya dengan ini.
Tolong percaya padaku.
Ayah, jika itu masalahnya. Apa maksudmu raja terlibat?
Baginda bahkan tidak tahu bahwa sang putri masih hidup.
Bukankah anak ini terlalu banyak bicara omong kosong?
Dia sudah tahu.
Aku secara pribadi mengunjungi raja dan menyampaikan berita bahwa dia masih hidup.
Lihatlah dia.. Katanya dia bertemu dengan raja?
Bagaimana bisa seseorang sepertinya—?
Apa kamu memiliki bukti untuk membuktikan kata-katamu?
Silakan periksa di dalam laci.
Peti yang berisi Myeon Sa Cheol Gwon harusnya sudah kosong.
Apa?
Kenapa ini? Apa kamu kebetulan?
Aku mengambil Myeon Sa Cheol Gwon dan pergi menemui Baginda.
Satu-satunya benda yang bisa menyelamatkan kita dari kehancuran.
kamu melakukan sesuatu seperti ini hanya untuk menyelamatkan kakak iparmu?
Aku memang ingin menyelamatkan Kakak Ipar..
Tapi, aku juga ingin menyelamatkan keluarga termasuk Ayah dan Kakak.
Aku percaya ini satu-satunya cara.
Tapi... Kenapa putri yang seharusnya diselamatkan ditangkap oleh Kim Ja Jeom?
Dan kenapa kamu berbicara tentang kesalahanmu sendiri?
Semua ini tidak masuk akal.
Raja menipuku.
Dan mengingkari janjinya denganku.
Mohon ampuni ayahku, Baginda.
Kamu membawa Myeon Sa Cheol Gwon, jadi tentu saja aku harus memaafkannya.
Tapi bagaimana dengan Hwa In? Apa yang kamu rencanakan dengannya?
Aku akan mengantar Putri dan pergi ke tempat dimana tak ada satupun yang mengenali kami
Kita akan hidup dalam persembunyian selama sisa hari-hari kita.
- Dimana Hwa In? - Dia di Paju.
Bawa Hwa In di depanku, dan aku akan mengabulkan permintaanmu.
Aku bodoh dan salah perhitungan. Maafkan aku.
kau keparat! kamu telah menyebabkan situasi menjadi seburuk ini, dan menuntut permintaan maaf?
Aku akan menerima hukumanku karena menipumu dan mencuri Myeon Sa Cheol Gwon di lain waktu.
Tapi sekarang, sebelum Baginda memiliki akses ke sang putri,
Kita perlu membantunya melarikan diri dari genggaman Kim Ja Jeom.
Ini adalah masalah yang sangat mendesak.
Ayah, kamu harus mengabaikan kesalahanku dan menangani situasi Kakak Ipar. terlebih dulu
Kita tidak tahu kapan Kim Ja Jeom akan memindahkan Kakak Ipar ke tempat lain.
Kita harus segera bergerak.
Kirim Tae Chul ke rumah Kim Ja Jeom sekarang!
Konfirmasi Apakah Dae Yeop mengatakan yang sebenarnya.
Ya, Ayah.
Ini tidak cukup, kumpulkan lebih banyak orang
Kumpulkan semua orang di rumah, dan periksa sekali lagi orang yang mencurigakan di sekitar sini
- Baik Tuanku. - Jangan terlalu khawatir, Tuanku.
Percayakan saja pada kami.
Pastikan memeriksa bawahan dengan benar. Semua ini tidak boleh bocor ke publik.
- Apa kau mengerti? - aku mengerti.
- Cepat! - Iya.
Aku melihat dua wanita diseret kemari.
Melihat kerahasiaannya, mereka harusnya orang penting
Lihat, bukankah aku sudah memberitahumu? mereka akan datang ke sini untuk memeriksa.
Dia orang tua yang tidak punya hati.
Hei, itu karena kau tidak melihatnya.
Dia memiliki mata ular seperti ini, dan berkata, "Apa kau ingin mati?" aku sangat membencinya.
aku ingin memberikan pukulan, kesana kemari
Hei, Apa kau mendengarku?
Iya. kau bilang kau ingin mati.
Aku mungkin juga menjadi anjing menggonggong.
Apa kamu begitu khawatir?
Khawatir tentang apa?
Jangan khawatir.
Jika kita berdua tidak bisa menyelamatkannya, Raja memerintahkan hal ini terjadi.
Ini seratus kali lebih baik daripada ditangkap oleh orang tua itu, Penasihat Negara Kiri atau apalah.
Tuan putri
Tadi, kau bilang kau sadar kenapa kita di bawa kesini.
Apa yang kau bicarakan?
Jika ada berita tentang aku kembali dari kematian. Siapa yang paling dirugikan?
Apa kamu mengatakan bahwa Baginda merencanakan ini...
Aku tidak berpikir tidak mungkin
Aku harap tidak demikian.
Tapi... Tidak peduli seberapa banyak aku memikirkannya. aku tidak bisa memikirkan alasan lain.
Sang Putri ada di sana.
- Apa kamu yakin? - Ya.Tuan
Setelah mendengar para pemburu budak membawa dua wanita,
Tidak salah lagi itu Tuan Putri dan Dayang Jo.
Dan di atas itu, dia juga memanggil sekelompok budak lainnya.
Kita harus segera membawa sang putri keluar dari tempat itu.
Kakak benar. Kami tidak tahu kapan Baginda akan mengambil Kakak Ipar.
Apa tentara pribadiku sudah siap?
Iya.
Ayo pergi.
Tuanku! Tuanku!
Kenapa kamu menyebabkan keributan seperti itu?
Baginda raja datang berkunjung.
Aku sedang dalam perjalanan bertemu ayah mertuaku untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama,
Tapi aku mendengar kamu sedang cuti sakit jadi aku memutuskan untuk menjengukmu.
Aku ingin tahu apa yang membuatmu tidak nyaman, dengan tubuhmu yang sakit dan sebagainya.
Aku sangat berterima kasih atas perhatianmu, Baginda.
Dia bilang bahwa dia kecewa karena Anda tidak
keluar untuk menyambutnya dengan kaus kaki dan terburu-buru.
Kebetulan aku sedang berada di teras.
Di dalam hatinya, dia tidak hanya mengenakan kaus kaki Tetapi benar-benar bertelanjang kaki, Baginda.
Bukankah aku benar?
Anda benar, Tuan.
Aku sangat khawatir setelah aku mendengarmu sedang cuti sakit.
Tapi kau tampak lebih baik dari yang kukira, jadi aku lega.
Aku berterima kasih atas kata-katamu, Baginda.
Baiklah, mari kita saling menyapa perlahan.
Anginnya dingin, jadi pastikan untuk masuk ke dalam ruangan.
Anda harus ke dalam ruangan juga.
Bukankah seharusnya mereka ada di sini sekarang?
Kenapa tak ada kabar?
Matahari akan segera terbenam.
Percayalah padaku.
Tidak peduli apa yang diperlukan, aku akan membawa tentara pribadi keluargaku dan menyebabkan keributan.
Ambil kesempatan ini untuk menyelamatkan Kakak Iparku.
Aku mengerti. Aku mempercayaimu.
Hei Ba Woo, jika kita percaya pada tuan muda itu Dan tidak datang, kita akan kehilangan leher kita.
Dia bilang untuk mempercayainya. Jadi mari kita coba percaya
Ini tidak akan berhasil. Aku akan pergi menemui tuan muda itu.
Awasi dia baik-baik.
Tapi apa yang dilakukan kepala polisi di sini?
Ini hari liburku, Baginda.
Dari apa yang aku dengar, kamu juga memiliki hari libur beberapa hari yang lalu.
Untuk merawatku, dia mengubah hari dengan petugas yang lain.
kamu anak yang cukup baik!
kamu harusnya bersyukur, Tuan.
Aku menyebabkan masalah pada pekerjaannya karena hal-hal kecil,
aku merasa sangat berterima kasih baginda.
Apa putra bungsumu pergi ke suatu tempat?
Aku ingat memanggilnya ke Hapcheon, tapi dia tak pernah berkunjung.
Apa dia menghindariku hari ini juga?
Tentu saja tidak.
Baginda dan semuanya ada disini, jadi aku menyuruhnya pergi ke kamarku.
Dia akan datang menemuimu begitu memberi salamnya secara terpisah.
Tidak perlu.
Jangan khawatirkan aku.
Dayang Jo.
Ya, Tuan Putri.
Dengarkan apa yang aku katakan sampai akhir.
Ya, silahkan.
Aku pikir Ayah mencoba memanfaatkanku
untuk mengakhiri ayah mertuaku dan rumah tangganya.
Tapi aku tidak bisa menuruti keinginan Ayah.
Kau tahu Ayah mertua tidak akan menuruti keinginan Ayah.
Jika ada sesuatu yang salah, bangsa Joseon ini Akan tersapu dalam kekacauan.
Dan angin berdarah mungkin akan melanda negeri ini.
Kesimpulannya,
Semua ini terjadi karena aku.
No comments yet. Be the first to leave one.