The first 200 lines.
"Episode 34"
Dia ada di sana.
Bu Wendy, dia ayah Tony.
Halo, Pak Shin.
Halo, aku banyak mendengar tentangmu.
Aku juga. Terima kasih sudah datang hari ini.
Ayah.
Hai.
Semuanya, ayah Tony bergabung hari ini sebagai guru sehari.
Bisa kalian memberi salam?
- Halo. - Halo.
Halo.
Senang bertemu kalian. Paman ayah Tony.
Baiklah.
Paman sudah memikirkan harus mengajarkan apa hari ini.
Dan Paman memutuskan akan mengajari kalian origami,
membuat katak, anak anjing dan kupu-kupu bersama kalian.
Mari kita lihat.
Ini dia!
Bagaimana menurut kalian? Kalian senang, bukan?
- Ya! - Ya!
Bisa kita mulai sekarang?
- Ya! - Ya!
Itu benar.
Letakkan bagian yang terlipat ke arah bawah
dan buat segitiga menghadap ke atas.
- Bagus sekali. - Pak Shin, mohon tunggu sebentar.
Mari beristirahat sebentar sebelum kita melanjutkan.
Seperti inilah cara melakukannya.
Kamu lipat bagian ini. Bagus sekali.
Setelahnya, coba lipat seperti ini.
Seperti ini.
Bagus.
Jika dilipat sekali lagi, hasilnya akan seperti ini.
- Ada apa? - Aku ingin buang air besar.
Tunggu sebentar. Tony haus, jadi aku akan memberinya air.
- Baiklah. - Ayo.
Kelasmu sangat menyenangkan dan menghibur. Terima kasih banyak.
Aku yang harus berterima kasih karena sudah diberi kesempatan.
Tony begitu akrab dengan teman-temannya,
dia juga berpartisipasi dengan baik di kelas.
Dia juga punya sudut pandang kreatif.
Benarkah? Terima kasih.
Kudengar kamu sangat perhatian pada Tony.
Tidak.
Aku mengatakan ini karena Tony bersikap sangat baik.
Sikapnya begitu baik,
jadi, dia disukai dan disayangi semua orang.
- Kami pulang. - Hei.
Apa kamu mengajar dengan baik?
Ya, Ayah memang yang terbaik.
Itu bagus, Sayangku.
Aku ingin jus.
- Baik, minumlah. - Baiklah.
Dia pasti haus.
Bu Wendy banyak memuji Tae Woong dan sangat perhatian padanya.
Itu membuatku merasa bangga.
Benarkah? Omong-omong, Bu Wendy sepertinya orang baik, bukan?
Ya, dia menjaga anak-anak dengan sangat baik.
Dia bahkan sangat perhatian kepada anak-anak yang kesulitan di kelas.
Di kelas, Tae Woong pasti merasa malu
untuk meminta izin ke toilet.
Jadi, Bu Wendy mengajak Tae Woong sambil mengatakan dia ingin minum.
Dia tidak ingin Tae Woong malu. Menurutku dia wanita yang baik.
Sebenarnya, aku memarahi Bu Wendy baru-baru ini.
Kenapa?
Dia membiarkan anak-anak bermain tanpa alas kaki saat karyawisata.
Itu tidak higienis.
Astaga, itu tidak akan membuat mereka sakit.
Akan lebih buruk jika anak-anak terlalu bersih.
Saat masih kecil dahulu, ayah terbiasa berjalan di tanah.
Astaga.
Polusi lingkungan adalah masalah serius belakangan ini.
Bu Wendy cantik, bukan?
Ya, dia tampak tidak asing, jadi, aku menatapi dia pada awalnya.
Aku juga harus bertemu dengannya.
Ada rapat orang tua dan guru bulan depan.
Seluruh keluarga harus datang
dan mendengar pesan dari para guru mengenai Tae Woong.
Kamu juga akan ikut, bukan?
Tentu saja. Dia cucuku.
Mereka akan banyak memuji Tae Woong.
Aku tidak sabar untuk mendengarkan pujian dari mereka.
- Memakai dasi terlalu panas. - Baiklah.
Se Young!
Ada apa?
Ibu dan ayahmu harus menghadiri resepsi pernikahan hari ini,
jadi, kami akan ke Daegu. Kamu jaga toko menggantikan ibu.
Tidak bisa, aku harus belajar wawancara malam ini.
- Mintalah Bong Kyu. - Dia bekerja.
Biar aku yang jaga toko.
Aku tadinya ingin keluar karena tidak ada acara hari ini.
Benarkah? Bisakah kamu melakukan itu untuk kami?
Tentu.
Halo, Pak Shin.
Apa itu Pak Shin?
Ya.
Apa kamu ingat janjimu untuk mentraktirku makan malam?
Bisakah kamu mentraktirku makan malam ini?
Malam ini?
Malam ini agak...
Bagaimana jika besok malam?
Aku harus bermain golf dengan klien besok.
Masalahnya, aku harus menjaga toko bibiku hari ini.
Kami akan kembali pukul 6 sore.
Temui saja dia hari ini.
Benar. Kami akan kembali begitu acaranya selesai.
Ji Young senggang malam ini.
Jemputlah dia pukul 6 sore.
- Bagus. - Astaga.
Bibimu bilang tidak masalah.
Kalau begitu, kita bertemu pukul 6 sore?
Ya, aku akan menjemputmu. Sampai nanti.
Kamu banyak berolahraga hari ini.
Aku berusaha.
- Teruskanlah. - Sampai nanti.
"Ibu"
Hai, Ibu.
Kenapa kamu terengah-engah?
Aku sedang berolahraga. Ada apa?
Kamu tidak sibuk hari ini, bukan? Datanglah makan malam di rumah.
Aku sibuk.
Kamu tidak sibuk. Kamu sedang berolahraga sekarang.
Aku ada janji makan malam.
Kalau begitu, datanglah makan siang bersama kami, ya?
Ibu.
Astaga.
- Paman Sang Hyuk. - Tae Woong.
Biarkan paman melihatmu. Paman sangat merindukanmu.
- Selamat datang. - Hei.
Aku pulang, Ayah.
Kamu pasti lapar. Apa makan siangnya sudah siap?
Sudah.
Mari makan.
- Aku mau ikan sauri. - Baiklah, sauri.
Ini. Bagus sekali. Makanlah.
Lihatlah betapa berkuasanya Tae Woong.
Ayah tidak pernah melakukan itu kepada kita saat kita kecil.
Tae Woong yang paling berkuasa di keluarga kita.
Dia satu-satunya cucu Ayah. Dia juga anak dari putra sulung.
Kamu juga harus menikah dan punya anak.
Menikahlah dengan wanita yang sehat,
agar kamu bisa punya banyak anak.
Ini.
Pilihlah satu.
Dia putri kedua dari keluarga pemilik sebuah mal.
Dia putra sulung direktur sebuah bank.
Dan dia anak bungsu seorang pengusaha real estat.
Usia mereka 30 tahun awal.
Jadi, mereka lebih muda dan tidak masalah melahirkan.
Ini sudah saatnya kita mendapatkan menantu yang kaya.
Aku tidak mau kencan buta.
Kenapa tidak? Sudah empat tahun kamu hidup sendiri.
Aku suka keadaan saat ini.
Menikahlah.
Seorang pengusaha butuh istri yang bisa mengurusnya.
Kamu pernah gagal, jadi pilihlah wanita baik kali ini.
Apa karena ini Ibu memintaku datang?
Kapan kamu punya waktu? Ibu akan menyesuaikan dengan jadwalmu.
Bagaimana jika pekan depan?
Aku pamit.
Astaga. Baiklah. Duduklah.
Aku mengerti, duduklah.
- Tae Woong, mau bermain di luar? - Ya.
Bagaimana kencan butanya kemarin?
Aku gagal.
Aku meneleponnya meminta kencan kedua, tapi dia tidak menjawab.
Kenapa?
Bagaimana aku tahu? Aku hanya melakukan apa yang kamu suruh.
Aku bahkan membacakan puisi romantis.
Benarkah? Kalau begitu, apa yang salah?
Puisi apa yang kamu bacakan?
Dengarlah.
"Lihatlah hidrogen yang kesepian itu."
"Hidrogen tercipta saat dunia bermula, terus mengambang di udara."
"Satu hidrogen lainnya perlahan mulai mendekati."
"Tapi keduanya masih baik-baik saja."
"Mereka akhirnya
akan saling melewati."
"Mereka harus bersyukur mereka bukan atom berukuran besar."
Puisi macam apa itu?
"Kebahagiaan Hidrogen".
Kenalanku yang mempelajari teknik kimia menuliskannya.
Sangat menyentuh, bukan?
Halo.
- Hai. - Kamu sudah datang.
Di mana bibimu?
Katanya dia hampir tiba.
Ini.
- Apa ini? - Bukalah.
Aku tidak bisa mengembalikan milikmu.
Itu tidak perlu.
Aku ingin membelikanmu barang bagus.
Terima kasih.
- Astaga. - Astaga, kamu sudah datang.
Halo.
Sayang, dia Pak Shin.
Astaga.
Aku ingin sekali bertemu. Senang bertemu denganmu.
Aku paman Ji Young.
No comments yet. Be the first to leave one.