Release info

I Hear Your Voice Ep 16
A Commentary by Jun Andrew
Hanya menambahkan lirik lagu. All credit to DSS_Indo. Enjoy :)

Tags

other
Published on: 2013-08-13
Downloads: 35
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

I Hear Your Voice

Saat ini, Korban masih terbaring koma.

Kalau Korban meninggal,

kau akan jadi pembunuh,

kau tahu itu, kan?

Hakim Ketua, Korban masih hidup!

Iya, Jaksa, tolong jangan bertanya pada Terdakwa soal hal yang belum terjadi.

Cukup, itu saja.

Jaksa, kau sudah selesai?

Iya.

Sulit, ya? Karena ayah, semua jadi berat untukmu, Ga Ryang.

Ayah, maafkan aku.

Aku benar-benar minta maaf.

Eh, kau lihat bagaimana reaksi para juri?

Berapa kira-kira yang ada di pihak kita?

Ada apa? Katanya kau ingin membereskannya sendiri?

Memang sih. Tapi karena kau sudah datang, katakanlah padaku.

Sedikit atau banyak?

Dibanding mereka, aku malah memperhatikan Jaksa Seo Do Yun.

Jangan sebut-sebut dia.

Aku mencoba melunak padanya karena kau memintaku,

tapi dia sungguh seperti mesin.

Dia tak bergeming sedikit pun walau menekan ayah kandungnya sendiri.

Kurasa tidak begitu.

Apa?

Kurasa Hwang Dal Jung juga tahu kalau Jaksa Seo Do Yun itu putrinya.

Benarkah?

Kau tahu dari mana?

Coba periksa Jaksa Seo Do Yun.

Kenapa?

Kurasa dia tak boleh sendirian saat ini.

Dia di toilet.

Baiklah.

Subtitles by DarkSmurfSub Diterjemahkan oleh Ifabee, PrincessNihal

Seo Do Yun. Kau kenapa?

Hye Sung. Aku... aku... rasanya ingin mati saja.

Tolonglah aku.

Selamatkan ayahku, kumohon.

Hei, mana mungkin kau kembali ke ruang sidang dalam keadaan begini?

Pengacara Jang!

Pengacara Jang, sedang apa kau di sana?

Bukankah seharusnya kita persiapkan argumen penutup?

Jaksa Seo?

Kenapa kalian berdua jongkok disana?

Pasti sangat menyakitkan baginya mengajukan pertanyaan pada ayahnya.

Aku tak apa. Sudah baikan sekarang.

Kau tahu, kan?

Kalau tuntutan sudah dibacakan,

tak ada cara lain agar dia dibebaskan.

Karena dia sudah dibebaskan dari penjara lebih awal,

dia tak akan dapat penangguhan lagi.

Kalau dia bersalah,

dia akan kembali dipenjara.

Kami tahu.

Itu sebabnya kita mengajukan persidangan dewan juri.

Kita berharap juri memutuskan dia tak bersalah,

hakim mungkin tak akan menentang keputusan juri.

Bisa kau yakinkan para juri?

Mungkin tak akan mudah.

Kita akan berusaha sekuat tenaga.

Terima kasih.

Aku mengharapkanmu.

Kau tak apa-apa?

Kau masih bisa mundur dari kasus ini.

Tidak.

Akan kuselesaikan.

Satu-satunya kesempatan menang yang kita punya adalah pada keputusan bersama.

Apapun akan kita lakukan untuk mendapatkannya.

Pengacara Jang.

Kurasa kau yang harus menyampaikan argumen penutupnya.

Apa?

Aku sudah pernah gagal sekali 26 tahun lalu.

Itu sebabnya kau yang harus melakukannya kali ini.

Ketika aku menatap matamu saat kau memperhatikan temanmu,

dibanding aku, kelihatannya kau lebih tergerak.

Jadi, kuserahkan padamu Pengacara Jang.

Pengajuan bukti telah selesai.

Jaksa, silakan sampaikan pernyataan penutupmu.

26 tahun lalu, Korban Seon Chae Ok,

melakukan kejahatan yang tak bisa diampuni.

Karena tindakan tersebut, Terdakwa menghabiskan separuh hidupnya di penjara.

Tapi UU Pembatasan telah disahkan.

Kejahatan yang dilakukan Korban,

mungkin akan dituntut karena menggunakan identitas palsu.

Kalau harus disidangkan,

meski Korban harus dipenjarakan,

paling tidak selama setahun.

Besar kemungkinan dia akan dihukum masa percobaan.

Namun Terdakwa...

menikam dan membuat Korban terluka parah hingga sekarang koma.

Siapapun yang berakal bisa melihat

koma lebih buruk daripada dijatuhi hukuman.

Terdakwa dihukum penjara secara tak adil.

Sebagai seorang Jaksa,

saya merasa sangat menyesal atas vonis 26 tahun lalu.

Akan tetapi, hanya karena keputusan tersebut disesalkan tak ada alasan

bagi Anda untuk memperbaikinya dengan kasus ini.

Kesalahan itu harus dikoreksi dengan persidangan ulang.

Biarkan hukum yang memutuskan

Korban, Seon Chae Ok, maksud saya Jeon Young Ja diberi hukuman apa.

Begitulah hukum diterapkan.

Kalau hukum tidak ditaati,

maka dunia ini akan kacau karena dikendalikan oleh preman yang tak lagi patuh pada hukum.

Karena itu, untuk mencegah masyarakat yang tak patuh pada hukum,

kita berharap Anda semua yang jadi Juri bisa membuat keputusan yang bijak.

Berapa banyak Juri yang memihak kita?

Hanya 4?

Jadi masih kurang 6 lagi.

Bisakah aku meyakinkan 6 sisanya?

Pembela, silakan sampaikan pernyataan penutupmu.

Jangan gugup, lakukan yang terbaik.

Gugup? Apa aku terlihat gugup?

Yang Mulia Hakim,

Yang Mulia Hakim dan Dewan Juri,

persidangan yang cukup panjang dan Anda semua telah berusaha keras.

Memangnya dia mau jualan sesuatu?

Aigoo, apa-apaan ini?

Lagi dengar apa?

Kau disini?

Aku biasa dengerin musik ini sebelum persidangan,

seperti halnya perenang Park Tae Hwan yang selalu mendengarkan musik sebelum lomba.

Semacam itulah.

Musik apaan sih?

Musik klasik, ya?

Pengacara Cha, kau terlihat berkelas.

Judulnya "Murai sang Pencuri."

Sebuah musik opera.

Tapi, kenapa kau menyebutnya "pengendali pikiran"?

Musik opera ini didasarkan atas kisah nyata.

Kisah nyata?

Apa Anda familiar dengan musik pengantar "Murai sang Pencuri"?

Musik opera ini berdasarkan kisah nyata.

Opera ini berkisah tentang seorang gadis yang dihukum karena telah mencuri cawan perak.

Namun ternyata, belakangan diketahui cawan perak tersebut dicuri oleh seekor murai.

Begitulah ceritanya.

Setelah mendengar cerita itu, apa yang Anda pikirkan?

Gadis itu sangat tidak beruntung.

Kenapa murai sialan itu harus mencuri cawan? Pertanyaan semacam itu kan?

Tidak. Gadis itu tidak mati karena nasib buruk. Murainya juga tidak salah.

Tapi tidak ada pelaku pasti dalam kejahatan ini.

Adalah mereka yang tak paham betul fakta-fakta dan memutuskan hukuman mati untuk gadis itu.

Semua orang di pengadilan tersebut adalah pelaku sebenarnya.

Foto yang Anda semua lihat sekarang adalah foto teman SMA Terdakwa.

Mereka sekarang menjalani hidup sebagai seorang ayah, suami dan pengusaha.

26 tahun lalu, kalau vonisnya benar,

Terdakwa akan menjalani hidup seperti halnya mereka semua.

Namun kita tak bisa menghidupkan gadis itu lagi,

begitu pun kita juga tak bisa mengembalikan 26 tahun lalu pada Terdakwa.

Tentu saja, seperti yang dikatakan Jaksa,

ketika dia melihat Korban, dia harusnya membiarkan hukum yang menanganinya.

Namun yang ada dipikiran Terdakwa, menurut Anda bagaimana hukum dimata Terdakwa?

Hukum membuatnya masuk penjara selama 26 tahun lebih.

Hukuman itu menjauhkan dia dari anaknya, teman-temannya dan juga pekerjaannya.

Karena hal ini Terdakwa, kenapa harus mentaati hukum lagi?

Jika Anda semua di posisi Terdakwa,

apa Anda bisa menerima hukum semacam itu?

Terdakwa mungkin bisa mengajukan persidangan ulang dan bahkan menerima kompensasi.

Tapi kita sedang bicara beberapa bulan saja.

Pengajuan sidang ulang prosedurnya sangat sulit.

Menteri Kehakiman negara kita sangat enggan mengoreksi kesalahan.

Bagi Terdakwa, yang tak punya banyak waktu lagi, setiap hari begitu berharga.

Saya rasa Terdakwa mungkin tak bisa lihat hasil sidang ulang hingga akhir hayatnya.

Yang Mulia, pernyataan penutup Pengacara melebihi batas waktu!

26 tahun!

Terdakwa menunggu selama 26 tahun! Beri kami waktu sedikit lagi.

Saya mohon Anda mau mendengarkan apa yang dikatakan Pembela.

Mohon izinkan Pengacara menyelesaikan pembelaannya untuk Terdakwa.

Pengacara, silakan lanjut.

Dewan Juri yang terhormat dan Hakim Ketua...

Persidangan hari ini akan menentukan Terdakwa bersalah atau tidak,

apa akan membawa secercah cahaya dari ketidakadilan yang dialaminya.

Saya berharap Juri akan membawa hasil persidangan ulang disini daripada koreksi dari Menteri Kehakiman,

dan membiarkan Terdakwa tahu untuk apa hukum di negara ini ditegakkan.

Saya mohon perlihatkan keputusan yang adil.

Terima kasih pada Dewan Juri karena sudah bersedia mendengarkan.

Sekian dari saya.

Soo Ha!

Kalian kenapa kesini?

Kami bertengkar seharian, gara-gara persidangan kasus ini...

Kukumu kenapa tuh?

Apa?

Siapa? Siapa? Apa?

Keputusannya sudah keluar? Apa bapak itu akan dipenjara lagi?

Aku tak tahu. Hakim dan Juri berselisih pendapat.

Dewan Juri bilang apa?

Tak bersalah.

Terus Hakimnya?

Bersalah.

Setuju tuh!

Hakim selalu menang. Mereka memiliki wewenang.

Kalau Hakim bisa memutuskan sendiri, kenapa pakai Dewan Juri segala?

Kalau kau ingin memutuskan sendiri, kenapa pakai acara kesini?

Aku setuju. Kami semua sepakat dia tak bersalah.

Itu keputusan kami setelah mendengar sidang 10 jam.

Aku tahu, tapi...

Bukankah kita juga harus memematuhi hukum?

Apa ini hukum negara kita?

Akal sehat adalah hukum, akal sehat.

Dia sangat menyedihkan. Memenjarakan dia lagi, terlalu kejam untuknya.

Benar-benar kejam.

I Hear Your Voice (Neoui Moksoriga Deulleo / 너의 목소리가 들려) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Hear Your Voice (Neoui Moksoriga Deulleo / 너의 목소리가 들려)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left