Release info

비켜라 운명아 It's My Life E99 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-23
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 198 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

"Episode 99"

Ayo.

Bukankah mereka sangat serasi?

Ya.

Kalian berdua berada di gereja hari ini

untuk bersumpah di hadapan Tuhan

bahwa kalian berdua

kini bersatu.

"Sumpah Pernikahan, Deklarasi Perkawinan"

Aku, Choi Si Woo, menerimamu sebagai istriku

Aku, Jung Jin Ah, menerimamu sebagai suamiku

- untuk saling memiliki dan menjaga - untuk saling memiliki dan menjaga

- mulai hari ini dan seterusnya, - mulai hari ini dan seterusnya,

- dalam suka maupun duka, - dalam suka maupun duka,

- dalam sakit maupun sehat, - dalam sakit maupun sehat,

- untuk mencintai dan menyayangi - untuk mencintai dan menyayangi

- sampai maut memisahkan - sampai maut memisahkan

- sesuai dengan ketentuan Tuhan. - sesuai dengan ketentuan Tuhan.

Kenapa kamu tidak makan?

Aku tidak berselera.

Seung Joo

mengembalikan seserahan yang kukirimkan.

Dia mungkin ingin menunjukkan bahwa dia tidak bisa menerimaku.

Tapi bagaimana dengan Si Woo?

Dia masih belum kembali?

Dia kembali.

Tapi dia terus menghindari kontak mata denganku.

Aku menyayanginya selama 30 tahun ini.

Dia segalanya bagiku.

Dia membutuhkan waktu.

Dahulu kalian sangat dekat.

Mungkin itu sebabnya dia lebih terkejut.

Si Woo tetap segalanya bagiku,

tapi tiap kali aku memikirkan Nam Jin,

aku merasa seolah-olah jantungku akan meledak.

Aku ingin melakukan sesuatu untuknya,

tapi aku khawatir akan menyakiti perasaan Si Woo.

Jangan menyusahkan dirimu sendiri.

Anggap saja kini kamu punya dua anak.

Hei, Manajer Lee.

Maaf. Senior Manajer Lee.

Apa maksudmu?

Si Woo menikah?

Bu Choi, tunggu!

Tunggu, kamu bahkan tidak tahu di mana lokasinya.

Jika lokasinya di gereja, sudah pasti gereja itu.

Akan kuantar. Kamu tidak bisa menyetir dalam keadaan ini.

Bagaimana bisa Si Woo...

Bagaimana bisa Si Woo menikah tanpa memberitahuku?

Tolong tenanglah lebih dahulu.

Baiklah, ayo pergi. Ayo, Bu Choi.

Cepat.

Kenapa mereka tidak mengajakku? Kejam sekali.

Jadi, kamu orangnya?

Apa? Apa maksud Anda?

Kamu menggoda Seon Hui-ku yang polos agar ikut pergi denganmu?

Siapa Anda, Pak?

Aku ayahnya Seon Hui, dasar berandal!

- Berandal! Berhenti! - Ayah!

Berhenti!

Beri hormat kepada ibu pengantin.

Putriku, kamu terlihat cantik.

Seandainya ayahmu masih hidup,

dia pasti sangat bahagia hari ini.

Ibu.

Baiklah.

Berbahagialah.

Meskipun kamu memiliki dendam, lepaskanlah semuanya.

Dendam membuat orang sakit.

Sepertinya Bu Choi tidak datang.

Sepertinya begitu.

Dia membesarkannya selama 30 tahun.

Apakah dia tidak datang karena Pak Choi bukan anak kandungnya?

Kurasa Pak Choi tidak mengundangnya.

Maksudmu, mereka menikah tanpa memberitahunya?

Astaga, aku kasihan dengan Bu Choi.

Jangan merusak hari yang bahagia. Tutup mulutmu.

Hiduplah dengan bahagia bersamanya, Jin Ah.

Bersikaplah yang baik kepada Si Woo.

Bersikaplah yang baik juga kepada ibu mertuamu.

Sepertinya dia tidak datang karena dia masih tidak menyukaimu.

Kamu harus berusaha yang terbaik agar dia menyukaimu.

Bukan itu masalahnya.

Ibunya Si Woo tidak bisa hadir karena pekerjaan.

Ibunya Si Woo menyayangi Jin Ah,

- jadi, jangan khawatir. - Baiklah.

Aku akan menjadi istri dan menantu yang baik, Ibu.

Si Woo.

Tolong jaga Jin Ah dengan baik.

Ya. Tolong jangan khawatir.

Uang ini tidak banyak.

Maaf, ibu bahkan tidak bisa membantumu membiayai pernikahan ini.

Tidak usah. Aku tidak membutuhkannya.

Uang ini tidak banyak.

Berapa uang yang bisa ibu hasilkan dengan memotong ikan?

Meski begitu, ibu menabung untukmu saat kamu menikah.

Jadi, gunakan ini saat kamu membutuhkannya.

Sayang sekali.

Itu setidaknya bernilai puluhan ribu dolar.

Apa maksudmu?

Astaga. Kamu menyebabkan kekacauan lagi?

Astaga. Aku tidak menyebabkan kekacauan.

Kamu bilang itu setidaknya bernilai puluhan ribu dolar.

Aku membicarakan soal seserahan yang dikirimkan Bu Choi.

Seung Joo seharusnya menerima seserahan itu.

Bukankah wajar jika menerima sebanyak itu dari keluarga kaya?

Jika Seung Joo menerima seserahan semahal itu,

berapa yang harus kita keluarkan untuk seserahan keluarganya?

Benar juga. Aku tidak memikirkan itu.

Jika Seung Joo menginginkannya,

aku akan menghasilkan uang dengan cara apa pun.

Tapi Seung Joo tidak menginginkannya.

Dia menerima hadiah itu, dan kita tidak memberikan apa pun.

Astaga. Maka kita sama saja seperti pencuri.

Lebih baik kita tidak memberi dan tidak menerima seserahan.

Itu benar.

Bagaimanapun juga, semoga Seon Gyu juga segera menikah.

Entah kenapa dia tidak punya pacar padahal dia tampan.

Banyak pegawai Hyunkang akan menghadiri pernikahan mereka.

Kamu mungkin bisa menemukan gadis baik di antara mereka.

Sebaiknya begitu.

Man Seok, tidak bisakah kamu membelikan jas baru untuk Seon Gyu?

Dia tidak membutuhkan jas baru. Suruh dia pakai yang dimilikinya.

Baiklah. Astaga. Dasar kikir.

Jika Bu Choi mencoba memengaruhimu

dan meyakinkanmu agar menerima seserahan, tolaklah dengan tegas.

Kamu tahu maksudku, bukan?

Tentu saja, aku tahu.

Jika aku menerimanya, Seung Joo akan marah kepadaku.

Dia akhirnya mulai membuka hatinya kepadaku.

Aku tidak mau dia marah lagi kepadaku karena hal konyol.

Baguslah.

Permisi. Boleh aku bertanya?

Apakah tadi ada pernikahan di sini?

Pengantinnya adalah Choi Si Woo dan Jung Jin Ah.

Ya. Upacara pernikahannya sudah selesai.

Astaga. Bu Choi.

Si Woo

sering datang ke gereja ini

saat dia masih SMP.

Aku menyuruhnya berhenti datang ke sini.

Lalu Si Woo

mengatakan sesuatu dengan ekspresi wajah yang seram.

Baiklah.

Karena Ibu tidak suka, aku akan berhenti datang ke gereja.

Namun, apakah Ibu tahu aku kesal

tiap kali Ibu bersikap seperti ini?

Itu

yang pertama dan terakhir dia memberontak kepadaku.

Namun,

dia menikah di sini tanpa memberitahuku.

Apa artinya ini?

Dia mengabaikanku.

Itu artinya dia tidak akan pernah

kembali kepadaku sebagai putraku.

Sudah kubilang, aku tidak mau seserahan.

Setidaknya aku ingin memberimu seperangkat perhiasan berlian.

Aku akan menunggu di sini.

Seung Joo.

Ini untukmu.

Ibu mertuaku memintaku memberikan ini kepadamu.

Siapa?

Aku? Apa ini?

Ini voucer untuk jas.

Ini seserahan keluarga perempuan untuk keluarga laki-laki.

Kenapa? Kamu tidak mau?

Apa maksudmu? Aku senang sekali.

Pergilah ke toko itu untuk diukur selagi kita di sini.

Baiklah. Aku akan ke sana.

Astaga. Lagi pula, saat kamu pulang, dia akan marah.

Kamu akan baik-baik saja.

Tidak. Aku tidak akan baik-baik saja.

Bolehkah aku menginap di tempatmu malam ini saja?

Tidak. Kenapa pria ini bersikap makin aneh hari demi hari?

Kamu tahu leverku menjadi lebih kecil

karena kudonasikan sebagian.

Mungkin itu sebabnya aku takut dengan apa yang terjadi malam ini.

Kamu laki-laki. Jangan biarkan hal seperti itu membuatmu takut.

Ayo masuk.

Astaga. Yang benar saja. Dia tidak memiliki rasa simpati.

Kamu bekerja keras pada akhir pekan.

Kalian semua berpakaian rapi pada akhir pekan emas.

Kurasa kamu pergi ke tempat bagus.

- Aku menghadiri pernikahan. - Pernikahan?

Kamu yakin tidak pergi berkencan?

Omong kosong.

Jangan lupa mengunci pintunya.

Kamu selalu bersikap seperti pria terhormat,

tapi kamu sebenarnya pria licik.

Apa katamu?

Apa maksudmu aku licik?

Kamu memberikan harapan sia-sia kepada wanita paruh baya.

Apa lagi sebutannya jika bukan licik?

Aku sungguh tidak tahu apa maksudmu.

Aku tahu kamu berpura-pura tidak tahu.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left