The first 200 lines.
Apa apotek buka hari ini?
Pukul berapa sekarang?
Kau bertanya pukul berapa sekarang?
- Ya. - Waktu Seoul.
Begitu rupanya.
Benar! Aku mengerti. Waktu Seoul.
Itu lucu.
- Kau tahu ini? - Apa?
Kau tahu apa yang dikatakan pria sejati saat memperkenalkan diri?
- Entahlah. - Aku pria sejati.
Benar!
Pria sejati?
Lucu sekali.
Syukurlah.
Woong kembali normal.
Berkat siapa?
Aku.
Dia tertawa terbahak-bahak.
Kau hanya perlu memercayaiku sekarang.
Kau akan melakukannya lagi?
Menurutku sudah cukup.
Apa maksudmu?
Aku masih punya 100 lagi.
Apa yang harus kulakukan selanjutnya?
Saat apel tertawa, itu apel hijau.
Saat topi terkejut, itu mosaik.
- Lucu sekali. - Aku punya satu lagi.
Apa?
Satu lagi?
Sebaiknya kau berhenti atau...
Kau tahu apa yang dikatakan sandal saat memperkenalkan diri?
- Entahlah. - Tebaklah.
Kubilang hentikan.
Kau sungguh ingin mati?
- Emosi. Tenanglah. - Sungguh.
Begini cara sandal memperkenalkan diri.
"Aku sandal."
Kopi Anda sudah siap.
- Kopi... - Akan kuambilkan.
Sungguh, pria itu.
Dia agak lamban.
Tenanglah, Emosi.
Ayo pergi setelah minum kopi.
Itu perusahaan gim,
tapi lebih seperti tim.
Kami semua teman.
Benarkah? Itu pasti sangat menyenangkan.
Apa maksudmu? Kami bertengkar setiap hari.
Tetap saja, itu menyenangkan.
Aku yakin begitu. Aku iri.
Bagus aku tidak perlu datang tepat waktu,
tapi aku juga tidak pernah pulang tepat waktu.
Begitu rupanya.
Kau membuat gim apa?
Benar juga.
Saat ini, aku sedang mengerjakan "Bow Wow Time".
Ini tentang anak anjing yang mencari makanan
yang disembunyikan pemiliknya.
Sungguh? Aku suka anak anjing.
Kedengarannya menyenangkan.
Lihat.
Anak anjing itu melewati rumah.
Itu menggemaskan.
Sungguh membosankan. Berapa lama aku harus melakukan ini?
Sudah dua jam. Kurasa kita bisa pergi sekarang.
Tunggu. Suara apa itu?
Apa itu Lapar?
Aku lapar.
Teman-teman. Aku lapar.
- Aku lapar. - Kenapa dia besar sekali?
Karena dia melewatkan sarapan dan makan siangnya tidak banyak.
- Apa yang harus kita lakukan? - Ayo pergi.
Ini bahkan tidak menyenangkan. Ayo pulang dan makan.
Tetap saja, kita tidak bisa pergi begitu saja.
Astaga. Aku lapar sekali. Aku tidak tahan lagi.
Tunggu. Itu seruling perut.
Jangan memakai seruling perut.
Dia sedang berkencan buta.
Jangan!
Berhenti!
Jangan!
Aku bergadang semalaman karena ini.
Kapan kau akan merilisnya?
Itu akan dirilis pada bulan Juli.
Omong-omong, sudah pukul 18.00.
- Ya. - Mau makan?
- Apa? -Aku tahu restoran enak di dekat sini.
Karena kau membawaku ke kafe bagus,
aku akan mengajakmu ke restoran Korea yang bagus.
Tapi tidak usah...
Mau pergi?
- Ayo. - Baiklah.
Aku belum pernah ke sini.
Tidak banyak orang yang tahu tentang tempat ini.
Tapi ini restoran tersembunyi terbaik di Ilsan.
Benarkah?
Aku tahu sebagian besar restoran enak di Ilsan. Aku sudah lama tinggal di sini.
Makanan kalian sudah siap.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Bagaimana menurutmu?
Ini lezat.
Lezat!
Benarkah?
Kau menyukainya?
Ya. Aku menyukainya.
Lauknya juga enak.
Makanlah.
Semuanya lezat.
Semuanya lezat.
Ini makerel panggang terbaik.
Ini telur dadar gulung terbaik.
Ini akar teratai rebus terbaik.
Aku tidak percaya betapa lezatnya itu.
Tenanglah, Lapar.
Kau makan dengan lahap.
Aku...
Aku melewatkan makan siang.
Bagus. Aku senang kau menyukainya.
- Mau pesan semur kimchi juga? - Semur kimchi?
Semur kimchi matang dan makerel panggang mereka tidak tertandingi.
Ya.
- Permisi. Aku pesan satu semur kimchi. - Tentu.
Semur kimchi.
Makan makerel panggang dengan kimchi matang
akan sangat luar biasa.
Ya!
Lezat. Ya!
Aku tidak memercayainya.
Aku suka dia. Aku suka pria itu.
- Apa? - Dia tahu restoran tersembunyi terbaik.
Firasatku mengatakan
jika mengencaninya, aku bisa makan makanan lezat sepanjang waktu.
Dasar bodoh. Jangan menjual jiwamu demi makanan.
Akal. Aku gelisah.
Kenapa?
[Yu-mi memakai baju putih. Apa yang harus kita lakukan?]
Ini celemek. Untuk berjaga-jaga jika kuahnya terciprat.
Terima kasih.
Astaga. Apa itu tadi? Dia perhatian.
Lalu kenapa?
Dia tidak membeli celemek. Itu memang ada di sana. Itu tidak sulit.
Tetap saja, orang-orang tidak begitu perhatian.
Aku suka dia.
Lihatlah dirimu.
Tidakkah kau menyadarinya? Dia mendengar suara seruling perut itu,
tapi dia berpura-pura tidak dengar.
Dia sopan.
Bagaimana semur kimchi-nya?
Sangat...
Makanlah. Kau bisa makan sepuasnya.
Kau sering datang ke sini?
Ya. Saat rindu makanan rumahan.
aku sering memesan makanan karena tinggal sendirian.
Aku kerap rindu lauk buatan rumah.
Aku juga.
Karena sudah lama tinggal sendirian, aku mulai menyukai restoran gaya rumahan.
Benar.
Dia tidak berpura-pura atau pamer.
- Benar. - Aku suka itu.
- Apa? - Dia tak tampak suka menghamburkan uang.
Aku juga menyukainya.
Hei. Bagaimana kau tahu itu? Kita baru bertemu dengannya.
Teman-teman.
Aku sudah memperhatikannya.
Dia tidak sembarangan memakai apa yang dia temukan.
[Aku hampir tidak menyadarinya karena diperhitungkan dengan cermat.]
Itu tampilan santai sempurna yang kuinginkan.
Dia cukup modis.
Berhentilah melebih-lebihkan.
Bagaimana mungkin pengemis terlihat modis?
Aku menyukainya.
Aku belum tahu seboros apa dia,
- tapi aku juga menyukainya. - Aku juga menyukainya.
Aku juga menyukainya.
Astaga. Ada apa dengan kalian?
Berapa harganya?
Totalnya 22.000 won.
Tunggu.
Apa yang kau lakukan?
Tadi kau membeli kopi, jadi, aku akan membayar makan malam.
Apa maksudmu? Aku hanya pergi ke toilet.
- Aku yang bayar. - Tidak. Kubilang aku yang traktir.
- Kau tak bisa membayar semuanya. - Tidak.
- Kita melayang. - Kita melayang.
- Kita melayang! - Kita melayang.
Ya!
Apa yang kalian lakukan?
Kenapa kalian melakukan ini? Kita baru bertemu dengannya!
Kurasa semua orang kesepian.
Emosi, kemarilah. Mari bersenang-senang selama sehari.
- Ayo. Mari bersenang-senang. - Sadarlah!
Yu-mi tak semudah itu!
Tidak boleh. Kita harus mengakhiri kencan ini dan pulang.
- Ini. - Terima kasih.
Seharusnya aku yang bayar.
Tidak apa-apa. Aku bersenang-senang hari ini.
Apa?
- Apa? - Kau sudah mau pergi?
Kukira kau sibuk, jadi...
Aku tidak sibuk.
No comments yet. Be the first to leave one.