The first 200 lines.
Follow my IG @ MaulanaZxZ
Follow my IG @M aulanaZxZ
Follow my IG @Ma ulanaZxZ
Follow my IG @Mau lanaZxZ
Follow my IG @Maul anaZxZ
Follow my IG @Maula naZxZ
Follow my IG @Maulan aZxZ
Follow my IG @Maulana ZxZ
Follow my IG @MaulanaZ xZ
Follow my IG @MaulanaZx Z
Follow my IG @MaulanaZxZ
Drama ini hanya fiksi belaka dan nama, tempat, perusahaan, dan latar belakang peristiwa hanyalah rekayasa.
Saat ini,
semua mungkin tampak samar seolah-olah kita melihat ke cermin,
tapi bila waktunya tiba,
kita akan berdiri berhadapan.
Lihat itu.
Rusa muda itu sekarat, tapi masih melarikan diri.
Itu sifat alami mereka.
Kamu harus mengatasinya untuk menjadi orang hebat.
Kamu setuju, bukan?
Mimpi yang sia-sia.
Kamu tidak bisa menemukan orang seperti itu.
Itukah alasanmu menolak menjadi juru bicara di Gedung Biru?
Aku tidak tertarik berbicara untuk mereka yang berkuasa.
Kamu tidak mau mewakili mereka atau tidak inginkan kekuasaan?
Mari berhenti membuang waktu.
Ini akan masuk berita, jadi, menyerahlah saja.
Kamu sangat terus terang sampai aku tidak tahu harus berkata apa.
Baiklah. Kuakui itu mimpi kosong.
Jadi, maksudmu kamu akan melaporkan berita itu,
apa pun yang terjadi?
Apa lagi yang bisa kulakukan? Ini pekerjaanku.
Keyakinanmu akhirnya menyakiti banyak orang.
Aku benci tersakiti.
Aku lebih benci jika tidak mendapat apa pun.
Lebih baik menghilangkan rasa sakit
agar mereka tidak akan berani memulainya.
Itu keputusanku.
Soal kamu, aku ingin tahu sejauh apa kamu akan bertindak.
Aku akan melakukannya sampai akhir.
Itulah sifatku.
Baiklah. Mari kita lanjutkan.
Kita berdua.
"BSN News Night"
SEHARI SEBELUM PENCULIKAN
Seperti yang kalian tahu,
dua pekan lalu, kita mendapat laporan kasus besar.
Salinan rekening dana gelap
dan salinan dana kampanye ilegal Jegang Group yang dikirimkan
kepada Anggota Dewan Hwang Tae Seob.
Jaksa, polisi, dan anggota dewan
diam-diam mencari si pelapor.
Lebih tepatnya,
"Seo Gi Tae, Hwang Tae Seob"
"Dana gelap, dana kampanye"
mereka mengincar berkas aslinya.
Saat yang asli dipublikasikan,
setidaknya lusinan orang akan kehilangan pekerjaan.
Itu juga berarti
jika gagal, kita pun akan kehilangan pekerjaan.
Pelapornya adalah Kim Seok Pil.
Kim Seok Pil yang itu?
Ya. Kim Seok Pil yang sama yang baru saja diselidiki
karena membantu jaksa.
"Pelapor pelanggaran" terlalu elegan untuknya.
Alih-alih hancur
karena skandal itu sendiri,
dia membocorkan salinannya untuk menjatuhkan semua orang bersamanya.
Tapi Kim Seok Pil memang luar biasa.
Dia memulai sebagai tukang pukul
dan naik cukup tinggi untuk terhubung dengan para petinggi.
Masalahnya, Kim Seok Pil membagikan laporan itu.
Saat dia mengirimi kita salinannya,
dia juga menghubungi Pimpinan Seo.
Menurutmu
dia sudah memberinya yang asli?
Mari berhenti membuang waktu.
Ini akan masuk berita, jadi, menyerahlah saja.
Pimpinan Seo belum mendapatkannya.
Aku yakin itu.
Kalau begitu, Kim Seok Pil
ingin memihak siapa pun yang bisa membantunya.
Bagaimana membuatnya memihak kita?
Bisa tinggalkan kami sekarang?
"Kim Seok Pil, usia 45 tahun"
"Presdir The Royal"
Kita harus mengurangi pilihannya.
Mari tayangkan ini di akhir acara malam ini.
Ini pertandingan melawan waktu.
Makin lama, makin kecil peluang kita.
Hanya itu cara mendapatkan berkas yang asli
dan menyaksikannya secepat mungkin.
Percayalah kepadaku.
Kim Seok Pil akan menelepon kita begitu siaran berakhir.
Di mana Baek Soo Hyun?
"Kantor Berita Terkini 1"
Kenapa tidak ada yang menjawab?
Hei, kamu. Ketua Kwon.
Kamu juga tidak tahu?
Dia akan datang tepat waktu untuk membaca berita.
Hei, Ketua Kwon.
Aku yang memberimu posisi itu.
Kamu memihak orang lain sekarang?
Simpan saja rahasiamu.
Apa? - Itu dia.
"Kantor Berita Terkini 1"
Hei.
Berita yang kamu tangani. Batalkan.
Kamu meneriaki orang lain sekarang?
Berandal.
Atau tuanmu berubah pikiran?
Hei. - Tunggu, Pak.
Kamu... - Perhatikan tekanan darahmu.
Naiklah ke ruanganmu.
Biar aku yang mengomelinya.
Naiklah.
Ayo. Aku akan bicara dengannya.
Sampai jumpa, Pak.
"Departemen Berita, Kantor Berita Terkini 1"
"Baek Soo Hyun"
Pahami saja.
Dia mendapat banyak telepon dari atasan.
Pelan-pelan saja.
Kita butuh berkas aslinya untuk melaporkannya.
Kamu tidak memilikinya, bukan?
Bukan kamu, benar?
Jangan salah paham
dan periksa sebelum menyimpulkan.
Tentu.
Sial. - Sampai jumpa.
Ayo, kembali bekerja.
Jelas? EMK.
Waktu kita enam menit lagi.
"BSN News Night"
"Mata"
"Mata Pembaca Berita"
Pekan ini di Mata Pembaca Berita.
"Mata Pembaca Berita"
Hari ini, saya ingin bicara soal kelas.
"Kelas"
Kelas.
Kelas merujuk kepada martabat atau keanggunan yang harus dimiliki.
"Laporan News Night mengenai jaksa sponsor"
Semuanya dimulai dengan tablet
yang ditemukan di loker sebuah kelab
yang jelas dikosongkan dengan terburu-buru.
Identitas jaksa sponsor yang dibicarakan secara luas.
Publik terkejut saat mengetahui bahwa
uang kotor itu berasal dari seorang pemilik kelab.
Kita telah melihat wajah asli
masyarakat yang mementingkan uang dan keadilan sosial sirna.
"Layanan Kejaksaan"
Saya sungguh minta maaf atas gangguan ditimbulkan
oleh skandal terkait jaksa yang disponsori.
Saya mengundurkan diri sebagai Jaksa Agung mulai saat ini.
Enam bulan telah berlalu sejak kami melaporkan
hubungan di antara
pemilik kelab Gangnam, Kim, dan jaksa berpangkat tinggi.
Hal itu membuat Jaksa Agung mundur.
Namun, hari ini, ada yang tidak berkelas
menunjukkan diri mereka.
"Salinan dana kampanye ilegal, J Group"
"Anggota dewan empat kali, pemilik kelab Kim"
Baek Soo Hyun. Kamu...
"Ketua Kantor Berita Kwon Yeo Jin"
"Anggota Dewan Hwang"
Yang terlihat sekarang adalah salinan berkas dana kampanye ilegal
dari J Group untuk seorang anggota dewan empat kali
yang saya dapatkan secara ekslusif.
"Hwang Tae Seob"
Apakah benar mengungkap sesuatu yang masih kami selidiki?
Saya merenungkannya berkali-kali.
Tapi salinan ini saja sudah membuat kantor kami sibuk
dan mendapat tekanan besar untuk memberitakannya.
Di zaman saat orang kehilangan hal yang seharusnya dipertahankan,
kami memutuskan untuk menjadi stasiun paling berbahaya di Korea.
Saya, Baek Soo Hyun, undur diri.
Astaga.
Dia benar-benar menantang.
Maafkan aku, Ayah.
Tetap saja, aku memercayai Soo Hyun.
Ayah tahu.
Kamu selalu bilang
tidak menginginkan kekayaanku.
Jadi, kamu tidak ragu soal ini juga?
Benar.
Kamu pasti bekerja keras, menatap kontraknya.
"Mengudara"
Bagus.
Baguslah. - Kamu luar biasa.
Bagus. - Bagus.
Bagus. Luar biasa. - Kamu hebat.
Kamu luar biasa.
Bagus.
"Dilarang Merokok"
Selamat karena telah menjadi pembaca berita paling menarik.
Maaf karena tidak memperingatkanmu sebelumnya.
Jangan berbohong setelah menusukku dari belakang.
Kamu mencurigaiku?
No comments yet. Be the first to leave one.