The first 54 lines.
Jadi, ini membuat teler pikiran atau lebih pada badan?
Pada dasarnya keduanya sama saja.
Sepatu kembar!
Aku hanya merasa aneh tentang itu.
Jangan perlakukan aku begitu.
241 Vanderbilt.
- Kawan, kau keluar? - Ya, aku di jalan.
"Shaw/Gregory"
- Ya? - Hai.
Aku menelepon dari hotel.
- Kau bilang 45 menit. - Aku di jalan.
Ya.
- Ya, masuklah. - Bereskan besok sebelum kita pergi?
Ya, penjual ganja baru datang.
- Dia baru datang? Sekarang? - Ya. Sekarang.
- Baru saja. - Kukira kau telepon dia sejam lalu.
- Ya, benar. - Kau telepon Matt?
- Tadi pagi, asistennya baru jawab. - Tunggu, kubilang jangan telepon dia.
- Maaf. Apa katamu? - Aku mencoba menghindari dia.
Kukira kau bilang minta diatur jadwal makan malam selagi kalian di kota ini.
- Kenapa? - Kau tak mau? Baik.
- Kita bisa batalkan. Tentu. - Aku mencoba menghindarinya.
Aku tahu. Maaf.
- Kuceritakan semua padamu... - Maaf. Kau...
- Bisa dengar... - Sial.
Sial. Maaf.
Maaf aku terlalu sering telepon.
Ini bukan untukku, tapi bos-ku yang dalam perjalanan kemari.
Aku dari LA, jadi tak tahu caranya.
Ini seperti situasi 30 menit atau kurang.
Ya, biasanya kami butuh sekitar sejam.
Maaf. Harus langsung kubalas pesannya atau dia akan marah besar.
Kini dia menulis, "Apa kau terima pesanku?"
Kujawab, "Tentu, aku di sini. sedang membalas pesanmu."
- Siapa yang kirim pesan padanya? - Banyak Klonopin yang terjadi.
- Maaf, apa? - Aku hanya bilang...
Bos-mu Quinn banyak minum obat.
Dia mungkin perlu mengisap ganja, benar?
Aku Quinn.
Aku tak yakin kenapa kau baca label obatku.
- Sial. Maaf, kupikir... - Aku agak tak nyaman.
Karena ini kali pertama aku melakukannya.
Kuharapkan pengalaman yang lebih profesional.
Misalnya, orang yang datang mengantar Pad Thai...
Tak mencatat barang pribadiku.
Aku sungguh melanggar privasimu.
- Berikan ganja untuk bos-mu saja. - Ya. Maaf. Ini jadi agak aneh.
Aku minta maaf. Dia membuatku kesal.
Dia wanita gila!
Sial. Kau tahu? Kini dia tak kembali ke hotel.
Jadi, aku tak butuh ganja. Aku baru bertemu dia besok di bandara.
Aku akan bayar untuk waktumu saja. Terima kasih banyak.
Maaf memintamu datang jauh kemari.
Tak apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.