Release info

初恋那件小事-A Little Thing Called First Love E09-10-JoshuaHwang
A Commentary by JoshuaHwang.
™Yang mau Gabung Grup WhatsApp, Silahkan PM Joshua: 089521090125™

Tags

other
Published on: 2019-11-03
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

--==Terjemahan oleh JoshuaHwang==-- ™HARGAI SUBBER UNTUK TIDAK MENGHAPUS CREDIT APAPUN DALAM SUBTITLE INI™

Tak dapat menemukan caranya

untuk membuktikan bahwa cinta itu apa adanya.

Tampaknya mau menyerah.

Tapi hati ini terus bertengkar dengan diri sendiri.

Berpura-pura tak peduli.

Berpura-pura sibuk setiap hari.

Tapi aku tak bisa menahannya

Ingin tahu apa yang kamu lakukan sekarang.

Di setiap waktu di mataku hanyalah kamu seorang.

Hati ini terus merindukanmu setiap waktu.

Aku ingin mengendalikan diriku untuk melupakanmu.

Tak ingin jatuh ke dalam perangkap cinta seperti ini.

Di setiap waktu di mataku hanyalah kamu.

Hati ini terus merindukanmu setiap waktu.

Aku ingin mengendalikan diriku untuk melupakanmu.

Tapi tanpa sadar menuliskanmu ke dalam buku harianku.

Jika inilah cinta.

Mengapa terasa sangat aneh?

Tak tahu bagaimana membicarakannya.

Mungkin waktu bisa secara perlahan mendatangkan jawabannya.

Ulurkan tanganmu.

Singkirkan mimpiku yang kutakuti.

Dengarkan dirimu ceritakan pertemuan kita.

-Follow Me- Instagram:@JoshuaFernandez_ & Twitter :@JoshuaHwang_

™Yang mau Gabung Grup WhatsApp, Silahkan PM Joshua: 089521090125™

Aku paham...

antusiasme semuanya kali ini cukup tinggi.

Ada banyak mahasiswa

yang sudah menyiapkan beberapa draft line.

Memakai tema yang berbeda, warna yang berbeda.

Itu mungkin masih cukup banyak selektivitas.

Aku percaya semuanya akan ada satu perkembangan yang lebih baik.

Semua draft line dikumpulkan ke Senior Jingjing.

Kakak senior.

Kali ini Kaituo pasti akan datang kan?

Selalu tak mempedulikanku, apa aku dewa pembawa sial?

Kaituo mau keluar ya.

Halo Kaituo.

Ada apa?

Jangan terlalu galak.

Kalau tidak ngomong, aku tutup teleponnya.

Mikrofon yang di stasiun siaran tidak ada suaranya.

Kakak senior menyuruhmu ke sini melihatnya sebentar.

Colokannya sudah dipasang?

Sudah dipasang.

Baik, aku ke sana sekarang.

Kutunggu ya

Tidak ada cara lain.

Benar-benar sangat pintar.

Draft line yang sudah dikumpulkan kali ini

sedikit kurang rapi.

Kita memilih beberapa dari kalian

yang bisa langsung diterapkan di draft line penutup sumur.

Selanjutnya, aku akan membacakan daftar namanya.

Li Baiyang.

Sangat bagus.

Chai Dao.

Sun Munan.

Sangat bagus.

Lai Linlin.

Zhao Maizi.

Mahasiswa yang tidak disebutkan namanya jangan berkecil hati.

Sebelum acara dimulai, kita

masih ada satu kesempatan untuk memperbaiki.

Kakak senior, bolehkah aku bertanya,

apakah draft lineku bermasalah?

Sebenarnya aku juga ingin tahu penyebabnya.

Aku merasa gambar yang aku lukis juga bagus.

Kalau begitu aku jelaskan ke kalian.

Draft line Tang Mengfei terlalu berantakan.

Draft line Jin Meng terlalu rumit.

Sangat sulit untuk direalisasi di penutup sumur.

Draft line Xia Miaomiao...

Tidak ada istimewanya.

Tapi masalah mereka berdua

semuanya masalah teknis.

Tapi masalahku sepertinya sedikit kurang jelas.

Aku masih tak terlalu mengerti.

Kalau tidak Younian, kamu yang menjelaskan.

Dia lebih profesional.

Draft linemu yang aku tolak paling awal.

coba kamu lihat...

Kamu menggambar satu kepala yang sangat mudah.

Tapi sebenarnya aku tak melihat ada kreativitas

dan keunikan.

Aku rasa ini bukan tingkat

seorang anggota komunitas seni.

Kamu sudah mengertikan?

Iya kak.

Terima kasih kakak senior.

Iya, aku yang berpikir terlalu banyak.

Maaf.

Kalau bukan karnaku, kamu juga tak akan seperti ini.

Makan satu.

Sudah.

Hebat sekali.

Kau hanya menanyakan padaku colokan mikrofon sudah dipasang belum.

Bukankah ini sudah terpasang? Tak bohong kok.

Apa menarik?

Kaituo.

Bagaimana kalau kita pergi makan bersama?.

Sudah lama tidak makan bersama.

Kaituo.

Aku sangat lapar, pergi makan bersama yuk.

Apa dia sedang diet?

Tambahkan warna putih lebih banyak, biar warnanya lebih muda.

Kalau sudah selesai bawa ke sana.

Baik.

Draft kalian yang sudah selesai diwarnai,

cepat terapkan di penutupsumur saja.

Baik.

Jangan buat terlalu lama, waktunya sudah tidak banyak.

Bukankah ini siputmu?

Iya.

Kau berencana bagaimana membuatnya?

Aku maunya sih setelah mewarnainya,

lalu membuat konturnya.

Buat lebih berisi sedikit.

Ok.

Buat warna merahnya lebih berwarna sedikit.

Lukisan kali ini cukup kreatif.

Terima kasih kakak kelas.

Tapi kenapa masih doraemon?

Apa kau menyukainya?

--==Terjemahan oleh JoshuaHwang==-- WhatsApp »»»JoshuaHwang: 089521090125«««

-Follow Me- Instagram:@JoshuaFernandez_ & Twitter :@JoshuaHwang_

Ada yang punya sunscreen?

Gak ada.

Xia Miaomiao.

Kau punya semprotan atau sejenisnya?

Sangat terik, aku sudah hampir menjadi ikan asin.

Gak ada.

Tunggu sebentar.

Itu... teman sekamarku ada yang menaruh ditasku.

Ini, terima kasih.

Tak apa kok.

Cukup lembab.

Kau juga semprot sedikit saja,

Lihatlah kau berjemur sampai kulitnya mengelupas.

Tak apa kok, aku tak pakai.

Baiklah.

Semuanya pergi cari tempat yang teduh

istirahat sebentar.

™Yang ingin bantu Subber bentuk apapun bisa WhatsApp »»»JoshuaHwang: 089521090125«««

Tang Mengfei begitu putih, seharusnya bermanfaat.

Xia Miaomiao. Xia Miaomiao.

Xia Miaomiao , mahasiswa tahun pertama jurusan arsitektur.

Tolong datang ke ruang keamanan secepatnya.

Tolong datang ke ruang keamanan secepatnya.

Terima kasih.

Ruang keamanan.

Terima kasih.

Li Baiyang.

Kau tahu ruang keamanan ada di mana?

Tidak tahu.

Ruang keamanan.

Aku bawa kau pergi deh.

Kenapa kau kabur dari rumah?

Aku ribut dengan ibuku

Dia menyuruhku keluar dari rumah.

Kenapa kau bertengkar dengan ibumu lagi?

Bisa jangan emosian lagi?

Nanti cepat pulang ke rumah.

Dia potong uang jajanku.

Aku sekarang tak bisa pulang.

Kalau aku pulang, dia pasti akan memukulku.

Kau pikir aku tak bisa memukulmu?

Sudah bagus aku tak memukulmu.

Kakak kelas, maaf ya.

Aku boleh mengantar adikku ke asrama dulu,

baru pergi melukis penutup sumur?

Kau pergilah. Jangan buru-buru.

Hari ini cari waktu untuk selesaikan gambarnya saja.

Terima kasih kakak kelas.

Terima kasih kakak kelas.

Ayo, ayo, ayo.

Yaoyao.

Kakak Axia, kapan kakakku pulang?

Dia akan pulang setelah selesai melukis.

Tapi kau sudah umur berapa

masih kabur dari rumah?

Kau bukan kakakku, jangan mengaturku.

Orang yang mengaturmu sudah datang.

Buat sedikit camilan.

Kak, aku mau minum air.

Panas.

Membawa orang rumah tinggal di asrama,

suaranya masih tidak kecil sedikit.

Tidak takut pengurus asrama datang memeriksa?

Kau tiup dulu

Itu... semprotan yang kau pinjamkan padaku waktu itu.

Aku mau mengembalikannya saat melukis penutup sumur,

tapi aku tak menemukanmu.

Terima kasih ya.

Komunitas jelek itu, aku sudah keluar dari awal.

Kau pakainya lumayan banyak juga ya.

Maaf ya.

Sangat bisa memanfaatkan.

Nenek sihir. Kau bilang siapa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left